Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
sekertaris Kim dan masa lalunya 1


__ADS_3

"Kim!,"


Mendengar namanya disebut oleh seseorang, sekertaris Kim segera membalikkan tubuhnya kearah suara tersebut.


Terdapat sepasang mata yang kini tengah menahan buliran air mata yang tertampung dimatanya, sangat kontras dengan bibir mungil yang tersenyum manis.


" Kim," dengan segera Selly berlari kepada pemilik nama tersebut dan masuk kedalam dekapannya.


Sekertaris Kim hanya bisa terpaku ditempatnya, ketika merasakan kehangatan dari pelukan yang dulu hampir setiap harinya ia dapatkan itu.


" Kenapa kau tidak pernah mengatakan jika kau adalah Kimku, aku sangat merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku apa kau tidak pernah mencariku sekalipun," ucap Selly didada bidang milik mantan tunangannya itu.


Sangat, aku sangat merindukanmu. Tapi aku sadar jika kau tidak akan pernah bahagia bersamaku, Kau hanya akan terus merasakan sakit jika hidup bersama dengan pria breng*sek seperti diriku ini. Ucap sekertaris Kim dalam hati.


Ingin sekali pria itu membalas pelukan hangat dari wanita yang dia rindukan selama ini, wanita yang telah la menghilang dari hidupnya namun tiba-tiba kembali lagi menghadiri hidupnya dalam beberapa hari ini. Perasaan bertahun-tahun lalu yang berusaha ia hilangkan kini mulai naik lagi kepermukaan dan ingin meledak saja rasanya.


" Maaf nona tolong jaga sopan santun anda, ini ditempat umum dan saya tidak ingin orang-orang akan salah paham dengan kita," hanya kata-kata kaki dan dingin itu yang terucap dari pria itu.


Perlahan Selly melonggarkan pelukannya. Memundurkan langkahnya menciptakan jarak baginya dan juga pria yang ada dihadapannya itu. Jangan lupa matanya yang basah itu terus menatap kearah pria itu.


" Salah faham," tersenyum miris ketika mengulang kata-kata sekertaris Kim tadi.


" Benar hanya salah faham. Seharusnya aku sadar sejak dulu jika aku hanya salah faham, aku salah faham akan sikapmu yang manis, sehingga aku salah faham dengan perasaanmu dan aku juga salah faham jika kau mencintaiku dan akan menikahi diriku dan membuat ku bahagia selama-lamanya. Dan sekarang aku sadar jika menunggumu selama lima tahun itu adalah sia-sia, dulu kau bukan milikku dan itu berlaku sampai kapanpun juga. Kau hanyaoah robot pekerja bagi tuanmu itukan," Terdapat rasa sesak didada ketika kata-kata itu ia lontarkan. Sekaligus menyadarkannya selama ini dia telah menunggu sesuatu yang tidak akan pernah dia miliki.


Sekertaris Kim hanya bisa menutup mulutnya rapat, kedua tangannya sudah mengepal kuat menahan perasaan yang ingin dia tumpahkan saat ini, ingin sekali dia mendekap gadis itu kedalam dekapannya dan menghapus air matanya. Namun janji yang ia buat lima tahun lalu membuatnya harus menahan semuanya.


Hanya ada keheningan, tanpa mereka sadari jarak kini semakin melebar diantara mereka.


" Maaf karena mengganggu waktumu. Aku permisi," membungkuk hormat kemudian segera pergi dari sana dengan membawa rasa sakit dihatinya, dan air mata yang terus mengalir membasahi pelupuk hatinya.


" Maaf, aku mencintaimu," lirih sekertaris Kim setelah melihat punggung mungil itu menghilang dibalik pintu kaca.


Tanpa sadar air matanya ikut jatuh tanpa izin terlebih dahulu.

__ADS_1


***


" Sayang itu sakit, berapa lama lagi kau akan membersihkannya ," ucap Antoni yang kini hanya bisa duduk dengan anteng jika tidak ingin singa betina nya mengamuk.


" Tidak ini belum bersih, pokoknya ini harus dibersihkan sebersih mungkin," masih menggosok tubuh Antoni dengan sikat.


" aku merasa kau kini sedang sangat cemburu, biasanya aku yang akan bersikap seperti ini tapi aku senang akhirnya kau menunjukkan sikapmu ini," ucap Antoni sambil tersenyum lebar.


" AKU TIDAK CEMBURU, aku hanya tidak suka jika wanita lain menyentuh tubuh ayah dari putraku," masih saja tidak terima dikatakan cemburu padahas sudah jelas sekali.


" Baiklah-baiklah istriku ini tidak cemburu, jadi sudah yah kulitku terasa sangat lecet sekarang karena terkena sikat,"


" Tapi aku harus menghilangkan bekas wanita itu, dari kulitmu mas,"


" Sayang dia hanya menyentuh ku sedikit dan bekasnya sudah hilang sejak tadi,"


" Ohh jadi kau ingin dia menyentuhmu lebih banyak lagi," memajukan bibirnya kesal.


" Dasar mesum," melempar sikatnya dan membuat Antoni gelagapan menangkapnya.


Kayla keluar dari kamar mandi sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal kelantai.


Sementara itu Antoni yang gemas sekali dengan tingkah istrinya yang cemburu tapi tidak mau mengaku itu hanya bisa tertawa lepas didalam kamar mandi.


Setelah puas tertawa Antoni keluar dengan menggunakan handuk yang masih setia melingkar di pinggangnya menutupi bagian bawahnya.


" Sayangnya Antoni masih marah yah," memeluk Kayla dari belakang.


" mas kau masih basah, cepat pakai bajumu. Nanti kau masuk angin dibalkon sangat dingin,"


" Ini tidak dingin sayang, karena ada istriku yang menghangatkan," semakin memeluk Kayla erat.


"Mas tapi aku jadi ikut basah kau buat,"

__ADS_1


" Ada apa sayang," mulai berbicara serius.


Antoni tahu betul jika istrinya itu hanya akan datang kebalkon malam-malam sambil melihat bintang ketika dia sedang memiliki beban fikiran.


" tidak ada mas," bohongnya.


Jelas Antoni mengetahui jika istrinya sedang berbohong, karena dirinya sudah sangat mengenal wanitanya itu.


" Apa kau teringat sahabatmu, Stefan," lirih Antoni pelan yang berhasil menebak fikiran Kayla sekarang.


" Maaf mas, aku hanya tidak menyangka jika orang yang selama ini aku anggap sebagai sosok kakak ternyata adalah orang yang ingin menghancurkan hubungan kita," menatap Antoni lekat.


" Hey kau lupa apa yang aku katakan, kata maaf dan terimakasih hanya aku yang boleh mengucapkannya, kau tidak boleh mengucapkan dua kata itu terutama kepadaku. Dan mana mungkin aku marah jika aku memiliki istri berhati malaikat seperti dirimu," menangkup kedua pipi Kayla dengan tangannya.


" Sejak kapan kau pandai membuat kata-kata manis seperti itu mas,"


" Emhh entahlah mungkin sejak aku meletakkan hatiku padamu,"


Kayla tersenyum malu-malu.


" Aku jijik mas kau mengucapkan kata-kata manis sangat tidak cocok dengan sosokmu yang dingin," tertawa terbahak-bahak.


" Hei nona Kayla Antoni Wijaya jangan meremehkan diriku, aku ini sosok yang dapat menaklukkan semua wanita didunia ini, tidak terkecuali para pembaca serita ini," ucapnya bangga.


" Baiklah-baiklah kau menang tuan muda, jadi sekarang ayo masuk dan pakai bajumu sebelum kau mengeluh kepadaku karena sakit," mendorong tubuh kekar Antoni masuk kekamar.


" Tapi pakaikan yah, masak iya Faris dipakaikan baju terus oleh mu sekarang kau tidak pernah," ucap Antoni bergaya bicara seperti bocah berusia lima tahun.


Kayla hanya tertawa melihat bayi besarnya yang tidak mau kalah dengan anaknya sendiri.


***


" Ahhhhhhhhhhhhhhhhh ini semua salahmu, semuanya hancur. Seharusnya tidak jadi seperti ini," jerit Viona sambil mengacak rambutnya seperti orang gila.

__ADS_1


__ADS_2