Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Sepasang sepatu


__ADS_3

" Tanpa melakukan ini semua aku akan terus menambah cintaku untukmu sayang. Tapi aku sangat suka jika kau bersikap seperti ini, kau sangatlah cantik malam ini," membalikkan tubuh Kayla kemudian mengecup bibirnya sekilas.


" Itu sudah kuduga," memainkan hidung Antoni dengan hidungnya.


" hemm lalu kau ingin apa sekarang, sayang sekali kita tidak bisa melakukan olahraga lagi sekarang," ucap Antoni.


" Kau sangatlah mesum mas," mendorong Antoni menjauhi tubuhnya.


" Ahh baiklah maafkan aku yah," tertawa keras karena berhasil menggoda istrinya.


Antoni menarik Kayla lagi kedalam dekapannya.


" Tapi bukankah kau juga kecewa sayang," berbisik ditelinga Kayla.


Kayla mencubit pinggang Antoni karena kesal.


" Mas kau itu, kau terus mengatakan aku mesum tapi sebenarnya otakmulah yang mesum," berbalik membelakangi Antoni.


Saat Antoni ingin berbicara lagi ada suara ketukan pintu dari luar kamar.


" Nona muda ini saatnya untuk meminum susu anda," ucap Bik Sum dari luar.


Antoni segera mengambil segelas susu hamil dan memberikannya kepada Kayla.


" Ini minumlah," memberikan segelas susu untuk Kayla.


" Tidak mau," tolaknya.


" Tapi kenapa,"


" Rasanya tidak enak mas,"


" Tapi sayang ini sangat baik dan penting untuk anak kita, lagipula rasanya sangat tidak buruk sama sekali,"


" Bukan kau yang merasakannya setiap hari bukan. Rasanya benar-benar tidak enak, aku tidak menyukai rasa madu dan juga pisang,"


" Baiklah aku akan menyuruh bik Sum untuk mengganti rasanya lain kali. Tapi sekarang kau minumlah ini dulu oke,"


" Tidak mau, pokoknya tidak mau," menutup mulutnya dengan tangan.


" Baiklah jika kau tidak mau minum sendiri maka aku akan menunjukkan cara lain," meminum susu itu tapi tidak menelannya.


Antoni menarik tangan Kayla dari mulutnya kemudian mencium bibir Kayla.


Antoni memaksa Kayla untuk meminum susunya itu dengan cara menyuapinya dengan mulut.


" Bagaimana rasanya tidak buruk sama sekali bukan," menjilat sisa susu yang tumpah dileher Kayla.


" Dasar kau hanya mencari kesempatan saja bukan," memelototi Antoni.


Antoni hanya cengengesan memperlihatkan deretan gigi rapinya itu.


***


Kayla dan Antoni kini sudah berbaring dikasur dengan posisi saling berpelukan. Antoni juga terus mengelus perut Kayla karena permintaan istrinya.

__ADS_1


" Sayang apa kau hanya memberikanku kejutan sesuai saran dari orang lain," tanya Antoni sambil terus mengelus perut istrinya.


" Maksudnya," memainkan jarinya di dada bidang milik Antoni.


" Yah, bukankah kau habis berbelanja kemarin. Dan aku dengar kau membelikan semua orang barang, lalu bagaimana denganku apa kau tidak membelikan sesuatu juga untukku,"


Ahh mati aku, bagaimana aku bisa lupa akan bayi besarku ini sih. Dia pasti akan ngambek lagi jika aku bilang tidak. Ucap Kayla dalam hati.


" Bagaimana denganmu kau juga hari ini memberikan semua orang hadiah, tapi kau tidak memberikan hadiah untukku. Jadi sekarang dimana hadiahku," mencoba memutar balik pertanyaan Antoni.


" Bukannya jika itu kau sudah mendapatkannya,"


Kayla bingung, dia merasa tidak mendapatkan apapun dari Antoni.


" Apa itu," bangun duduk.


" Aku, bukankah dengan bertemu lagi denganku sudah membuatmu begitu merasa bahagia. Jadi akulah oleh-oleh yang terbaik untukmu," tersenyum percaya diri.


Kayla mengangkat sebelah alisnya, dan kembali berbaring.


" Baiklah aku memiliki sesuatu juga untukmu," memeluk Kayla dari belakang.


" Tidak mau, kau pasti akan mengerjaiku lagi nanti,"


" Tidak akan sayang," bangun dan turun dari kasur.


Kayla melihat Antoni mengambil sebuah kotak perak didalam sebuah paperbag.


Dengan semangat Kayla bangun duduk dan melihat kotak yang diberikan oleh Antoni itu.


" Buka saja,"


Dengan perasaan sangat senang perlahan Kayla membuka isi kotak itu, dan ternyata isinya adalah sepasang sepatu kecil.


" Apa ini mas," mengangkat salah satu sepatu


" Bagaimana cantik bukan, aku membelikannya untuk anak kita," tersenyum bahagia.


" Tapi apa kau akan memberikan anak laki-laki sebuah sepatu berwarna pink dengan motif bunga-bunga ini," menertawakan Antoni.


" Laki-laki, jadi maksudmu anak kita bukan perempuan tapi laki-laki," kaget.


" Ohh iya sepertinya aku lupa memberitahumu hal itu, jadi kemarin saat pemeriksaan rutin aku sempat bertanya jenis kelamin anak kita saat kau sedang menerima telfon diluar," Jelas Kayla setelah puas tertawa.


" Padahal aku ingin anak perempuan yang mirip denganmu," cemberut.


"Memangnya ada apa dengan anak laki-laki mas,"


" Kau taukan aku tidak akan suka jika ada laki-laki lain yang mendekatimu,"


" Tapi bukannya kau akan memiliki teman bermain nantinya, ayolah mas jangan cemburu dengan anakmu sendiri," ucap Kayla mulai kesal.


" hemm baiklah," memeluk Kayla.


" Lalu sepatu ini mau kita apakan, tidak mungkin bukan kita memberikannya ke anak kita,"

__ADS_1


" Kita akan memberikannya kepada anak kita tentu saja, tapi anak perempuan kita nantinya. Jadi jangan sampai kau membuangnya karena anak perempuan kita akan memakainya suatu hari nanti,"


" Bahkan anak pertamamu saja belum lahir dan kau sudah memikirkan tentang anak yang lain lagi," mengelus kepala Antoni.


Mereka kembali tidur bersama dengan posisi salik berpelukan satu sama lain. Tidak lupa tanga Antoni yang senantiasa mengelus perut Kayla meskipun didalam lelapnya.


***


" Mas bangun," bisik Kayla ditelinga Antoni.


" Emhh lima menit lagi sayang," mengeratkan pelukannya.


" Bukankah kau harus pergi kekantor pagi ini," ucap Kayla lagi.


" Aku masih ingin memelukmu, apa tidak bisa jika tidak pergi kekantor,"


" Tidak bisa mas kau harus pergi kekantor, sekertaris Kim bilang jika kau punya miting penting hari ini," menggoncang tubuh Antoni.


" Baiklah aku sudah bangun sekarang," tapi masih memejamkan matanya dan tak kunjung bergerak.


" Mas ayo bangung aku akan memandikanmu apa kau tidak mau sudah lama bukan kita tidak mandi bersama," berbisik tepat ditelinga Antoni.


Dengan cepat mata Antoni terbuka lebar, pria itu langsung bangun dan membuka bajunya.


Kayla tertawa melihat tingkah suaminya itu.


" Ayo sayang," menarik tangan Kayla,"


" Yah kau masuklah dulu kekamar mandi aku ingin mengambil sesuatu dulu,"


Antoni hanya menurut saja, dan begitu dia masuk kedalam kamar mandi.


Braghhh..... Kayla menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari luar.


" Sayang apa yang kau lakukan buka pintunya," menggedor pintu kamar mandi.


" Tidak sebelum kau selesai mandi, cepatlah mandi habis itu turun sarapan," tertawa puas diluar karena merasa telah berhasil mengerjai Antoni.


" Awas Kau nyonya Kayla Wijaya," geram Antoni dari dalam kamar mandi.


Tidak ada jawaban lagi dari Kayla, akhirnya dengan terpaksa Antoni mandi.


Setelah selesai Antoni menggedor pintu kamar mandi lagi.


" Nyonya Wijaya buka pintunya aku sudah selesai,"


" Baiklah sabar tuan Wijaya," mulai membuka kunci kamar mandi.


Begitu terbuka Antoni segera menarik Kayla dan menggendongnya.


" Mas apa yang kau lakukan turunkan aku," ucap Kayla memberontak.


Antoni meletakkan Kayla dikasur secara perlahan kemudian menindih tubuhnya.


" Kau harus diberi hukuman karena telah macam-macam kepadaku," tatapannya begitu tajam seolah siap memangsa sekarang juga.

__ADS_1


Gleghhh.... Mati aku.


__ADS_2