Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Badai


__ADS_3

Antoni mengarahkan sebuah pistol tepat kearah kepala wanita itu, terlihat jelas dari raut wajah Antoni yang menyiratkan suatu kemurkaan yang besar ketika wanita itu menyebut tentang istrinya.


" Jadi kebiasaan lamamu belum hilang juga yah tuan muda, kau berani mengancam seorang wanita dengan seorang pistol," tersenyum licik.


" Jika kau sudah tau maka sebaiknya kau pergi sebelum sebuh peluru menancap di kepalamu itu," bentak Antoni.


" Aku benar-benar penasaran bagaimana reaksi kakak ipar melihat kelakuan suaminya ini," matanya mengarah ke arah anak tangga dimana Kayla sudah berdiri disana dengan tatapan tidak bisa diartikan.


" Kayla," lirih Antoni pelan saat istrinya mulai mendekat kearah mereka.


" mas apa yang kau lakukan," tanya Kayla cepat begitu melihat Antoni sedang memegang pistol yang diarahkan langsung kearah kepala wanita dihadapannya.


" Kayla cepat masuk kekamardan jangan ikut campur," ucap Antoni kepada Kayla.


" Tidak, aku tidak akan kemanapun. Apa yang kau lakukan apa kau mengancam seorang wanita dengan pistol, apa ini kehormatan untuk seorang wanita yang kau katakan itu,"


Kayla kini berdiri di hadapan wanita itu, seolah menghalangi Antoni menembakkan peluru kekepala wanita itu.


" Kayla, wanita sepertinya tidak pantas dihormati. Jadi pergilah dan jangan ikut campur," Emosinya kini sudah diubun-ubun.


" Hikss.. kakak ipar, tolong aku dia adalah kakakku tapi dia tidak pernah menganggapku sebagai adiknya. Bahkan aku kemari hanya untuk menuntut hakku dihari kematian ibuku ini tapi pria itu malah mengancamku dengan pistol itu," berpura-pura menangis mencari belas kasihan dari Kayla.


Karena memang pada dasarnya hati Kayla begitu penyayang dan dermawan dia tidak akan membiarkan sesuatu yang salah terjadi dihadapannya.


" Kayla dengarkan aku, tolong pergilah dan jangan percaya kepada wanita ini," berharap Kayla akan percaya kepadanya seperti biasanya.


" maaf mas, tapi kali ini aku tidak percaya kepadamu. Kau bukan seperti masku yang akan melindungi seorang wanita meski itu harus dibayar dengan nyawanya, kau bukanlah masku kau bukan suamiku. Kini kau hanyalah tuan muda dari keluarga Wijaya, Antoni Wijaya," menatap Antoni dengan air mata yang menumpuk dipelupuk matanya.


" Sayang kau lebih percaya kepada wanita itu dibandingkan suamimu ini," menatap Kayla tidak percaya.


" Aku percaya dengan apa yang aku lihat mas, dan kini aku melihat suamiku sedang menodongkan sebuah pistol kearah seorang wanita,"


" Kayla menyingkirlah kumohon, Jangan ikut campur dengan urusanku," membentak Kayla lagi.

__ADS_1


" Aku selalu mendengarkanmu mas, aku bisa menerima jika kau tidak pernah mau berbagi ceritamu denganku, aku selalu menghargai setiap keputusan yang kau berikan untukku dan juga Faris. Aku tidak pernah bertanya tentang hidupmu jika bukan kau sendiri yang mengatakannya, tapi aku tidak pernah berharap jika suamiku adalah seorang pria kejam yang tidak memiliki hati," menekan setiap perkataan yang dia ucapkan.


Pertengkaran Antoni dan Kayla kali ini benar-benar mengguncang kedua belah pihak baik Antoni maupun Kayla, mereka sama-sama merasakan sakit yang teramat dalam, meskipun hanya berawal dari sebuah kesalahpahaman belaka.


" Benar aku seperti yang kau maksudkan, aku hanyalah seorang pecundang, jadi menyingkirlah sebelum aku kehilangan kesabaran ku dan akan menyakiti dirimu juga,"


" kau ingin menembak, maka tembak sekarang. TEMBAK AKU SEKARANG MAS," bentak Kayla dengan nada tinggi.


Duaarrr.....Antoni menembakkan pistolnya namun hanya mengenai sebuah vas yang berada tidak jauh dari tempat Kayla berdiri sekarang.


Antoni menjatuhkan pistolnya, kemudian segera jatuh berlutut dilantai. Dengan wajah yang menunduk menyembunyikan kesedihannya.


" Tuan muda," ucap sekertaris Kim yang baru datang dengan nada yang begitu panik.


Para pengawal segera menyeret wanita itu keluar dari sana, sementara itu Kayla segera berlari masuk kedalam kamarnya.


" Apa yang aku lakukan Kim," ucap Antoni masih menunduk.


" Tuan muda maafkan saya karena telah lalai dalam mengurus masalah ini,"


" Tuan muda," memegang punggung Antoni yang gemetar.


***


Flashback.


Kayla tidak tau apa yang terjadi dibawah, perasaannya sangat tidak enak sekarang. Dia khawatir jika Antoni melakukan sesuatu yang salah.


" Aku harus keluar sekarang, tapi bagaimana caraku keluar dari kamar ini," mondar-mandir memikirkan cara untuk keluar dari kamar yang terkunci serta dijaga ketat oleh para penjaga dan juga pelayan.


Seketika Kayla mendapatkan sebuah ide cemerlang di otaknya itu.


" Pelayan apakah kalian ada diluar," teriak Kayla dari dalam kamar.

__ADS_1


" ada apa nona muda," tanya seorang pelayan yang baru masuk kedalam kamar.


" Tolong ambilkan Faris susunya, dia sepertinya haus," baik nona muda.


"Dan yah satu lagi, bisakah aku keluar sebentar. Aku harus mengambil barang pribadiku yang tertinggal didalam kamar Faris,"


" Tapi nona muda, saya dipesankan jika anda dialarang melangkah keluar dari kamar ini sebelum tuan Antoni sendirilah yang memerintahkannya," ucap pelayan itu ragu.


" Aku tidak akan turun kebawah, aku hanya akan pergi kekamar Faris saja, barang itu sangat aku butuhkan sekarang dan aku tidak mau orang lain melihatnya," alasan aja nih bocah satu, ketahuan kalau Kayla sering bolos sekolah dulu pinter banget dia bikin alasan.


" Baiklah nona muda," hanya bisa menurut karena ketakutan dengan tatapan mematikan yang diberikan oleh Kayla kepadanya.


Kayla keluar dari kamarnya setelah menitipkan Faris kepada salah satu pelayan kepercayaannya, dia berpura-pura berjalan kearah kamar Faris namun setelah memastikan jika para penjaga sedang lalai dia segera berlari menuruni tangga.


Mata Kayla membulat seketika, begitu melihat suaminya kini sedang menodongkan sebuah pistol kearah wanita yang tadi.


Flashback off.


***


Kayla terus saja menangis dibawah selimut, dadanya terasa sesak mengingat bagaimana pertengkarannya dengan Antoni tadi.


" Hikss kau bodoh Kayla, bagaimana mungkin kau sampai mengatai mas Antoni seperti itu. Dia pasti merasa sangat sedih sekarang hikss," nyesal sendiri dong dianya.


Kayla terus saja mengutuki dirinya sendiri, dia merasa perbuatan Antoni salah tapi tidak sepatutnya dia sampai mengatai suaminya juga tadi.


Sama halnya dengan Kayla Antoni juga masih saja terus menangis, kini dia berada dipelukan bik Sum.


" Bik.. hikss kenapa semua ini terjadi lagi hikss, kenapa wanita itu harus kembali dan mengacaukan semuanya hiks..," sambil sesegukan.


" Tuan muda tidak apa-apa semuanya pasti akan baik-baik saja, cukup jelaskan saja semuanya kepada nona muda maka pasti nona muda akan mengerti dengan sangat baik," mengelus punggung Antoni yang masih menangis didalam pelukannya.


Beginilah Antoni ketika dia benar-benar sudah merasa tertekan dan juga sedih, bik Sum lah yang akan datang dan menyenangkannya. Meskipun bik Sum terlihat tegas namun ada sisi kelembutan dibalik semua itu seperti sekarang ini.

__ADS_1


Sementara itu disisi lain seseorang sedang menyeringai licik merasa jika dirinya kini sudah satu langkah lebih maju dari pada sebelumnya, terlintas niat licik dari otak kotornya itu.


__ADS_2