Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Wanita asing


__ADS_3

Dapat terlihat dengan sangat jelas bahwa diwajah Antoni kini hanya ada kesedihan yang mendalam, terutama dikedua matanya yang biasanya selalu memancarkan sebuah kharisma yang luar biasa kini hanya tertutupi oleh sebuah kabut kesedihan.


" Aku tau apa yang ingin kau tanyakan kepadaku sekarang," ucapan Antoni itu membuat Kayla tidak berani lagi melanjutkan pembicaraan ini.


" Mas aku akan menunggu, aku tau semua yang kau putuskan pasti merupakan hal yang terbaik untuk semuanya, terutama untukku dan juga Faris. Jadi kau tidak perlu mengatakan hal yang hanya akan membuatmu semakin tertekan, kau bisa mengatakannya jika kau ingin mengatakannya, jangan pernah memaksakan dirimu mas. Dan ingat satu hal ini, bahwa aku dan Faris akan terus bersama denganmu," menggenggam tangan Antoni sambil tersenyum sangat lembut.


Antoni hanya tersenyum menanggapi kata-kata bijak istrinya itu.


" Sejak kapan kau menjadi bijak seperti ini, sepertinya aku berhasil membuatmu tumbuh dengan baik," mengacak rambut Kayla.


" Apa maksudmu itu hah, apakah kau menganggapku sebagai orang bodoh dulunya," ucap Kayla tidak terima.


" Aku tidak mengatakan itu, kau sendirilah yang berfikiran seperti itu,"


" Mas aku tau betul jika kau pasti ingin memanggilku bodoh lagikan,"


" Tidak aku hanya ingin mengatakan bahwa kau ini mesum," mengejek Kayla kemudian langsung berlari masuk kedalam rumah.


" Antoni Wijaya kemari kau, aku akan memberimu peajaran," mengejar Antoni yang mebawa Faris bersamanya.


Faris terus tertawa ketika Antoni berlari sambil menggendongnya, seperti tau jika kini ayahnya sedang menjahili sang ibu.


" MAS ANTONI DIMANA KAU HAH," teriak Kayla memasuki rumahnya.


" Nona muda ada apa," ucap pak Mut sangat khawatir.


" Ahhh maaf apakah aku mengganggu, tidak usah perdulikan kami mas Antoni hanya menggangguku dan dia sekarang bersembunyi entah dimana,"


" Kalau begitu saya permisi dulu nona muda," menunduk hormat kemudian meninggalkan Kayla dengan perasaan bingung.


" Mas kau dimana sebenarnya hah," ucap Kayla terus mencari Antoni diseluruh sudut rumah itu.


" Kau siapa," ucap Kayla bingung ketika mendapati seorang gadis yang kini berada didepan rumahnya.

__ADS_1


" Kaulah yang siapa, kenapa kau ada dirumah kakakku," ucap wanita asing itu.


" Kakak??," bertanya lagi kepada gadis itu namun tidak mendapatkan respon yang baik.


" Ahh kau pasti adalah salah satu pelayan bukan disini, menggir aku harus bertemu dengan kakakku," mencoba masuk kedalam rumah namun para pengawal terus saja menghalanginya.


" Hei apa kalian tidak tau siapa aku," ucap wanita itu kesal.


" Maaf nona tapi anda dilarang masuk kedalam rumah," ucap salah satu pengawal.


" Kenapa dia tidak boleh masuk, jika dia kenal dengan mas Antoni maka biarkan saja dia masuk kedalam," Kayla angkat bicara setelah melihat wanita yang bergelut dengan pengawalnya.


" Tapi nona muda," ucap pengawal itu takut-takut.


"Biarkan dia masuk, lagi pula sepertinya dia orang yang dekat dengan mas Antoni," tersenyum ramah kepada wanita yang memandangnya sinis.


" Siapa kau memangnya hah, apa hakmu memanggil kakakku seperti itu hah," mendorong Kayla hingga gadis itu sedikit termundur kebelakang.


" Heii nona kami menghargaimu sebagai seorang wanita, tapi jika kau berani kasar kepada nona muda kami maka kami tidak akan menahan diri," ucap pengawal itu dengan membentangkan tangannya dihadapan wajah gadis itu.


" Kakak," ucap gadis itu yang langsung memeluk Antoni.


" Sudah berapa kali aku katakan untuk tidak kemari bukan," berbicara dengan nada dinginnya, sangat berbeda dengan gaya bicaranya ketika bersama kedua saudarinya yang lain.


" Mas dia siapa, apakah dia kerabat jauhmu," tanya Kayla bingung.


" Sum bawa nona muda dan juga Faris kedalam," ucap Antoni seolah tidak berminat menjawab pertanyaan Kayla.


" Tapi mas," ucapannya terpotong.


" Sum apakah kau mendengarku," bicara dengan nada yang tinggi.


" baik tuan muda," ucap Bik Sum yang terkejut.

__ADS_1


Kayla yang merasa Antoni tidak senang hanya menurut saja dan ikut masuk kedalam bersama dengan bik Sum yang kini tengah menggendong Faris.


" Nona muda anda tunggu disini saja, tuan muda mengatakan agar anda tidak boleh keluar kamar untuk saat ini," ucap Bik Sum dari luar pintu kamar setelah mengunci pintu tersebut.


" Ta..tapi kenapa, apa yang terjadi siapa wanita itu," tanya Kayla lagi.


Ada ribuan pertanyaan di fikiran Kayla saat ini, namun hanya beberapa pertanyaan yang dapat dia lontarkan.


" Saya permisi nona muda, saya akan mengirimkan pengawal dan juga pelayang untuk berjaga didepan pintu," pergi begitu saja tanpa memperdulikan pertanyaan Kayla sama sekali.


" Apa lagi ini, apa lagi yang dirahasiakan dariku," duduk dikasur.


***


Sementara itu Antoni kini sedang menatap gadis yang paling dia tidak ingin lihat didunia ini.


" Apa lagi yang kau inginkan hah, sudah aku bilang silahkan lakukan apapun yang kau inginkan tapi jangan pernah kembali kedalam kehidupan keluargaku," ucapannya penuh ketegasan.


" Apakah kau lupa jika aku adalah keluargamu juga, secara tidak langsung aku adalah adikmu juga bukan," ucap wanita itu dengan nada bicara yang menjengkelkan.


" Pergi kau, aku bahkan tidak ingin melihat wajahmu itu," mengalihkan pandangannya kearah lain.


" Kau bahkan lebih menyayangi seorang gadis yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah denganmu dari pada aku," menyunggingkan senyumannya.


" Jangan pernah kau berani menyebutkan keluargaku dengan mulut menjijikkanmu itu," ucap Antoni dengan penuh amarah.


" Apa kah wanita itu lebih penting sekarang bagimu dari pada ibu, kau taukan jika hari ini adalah hari," ucapannya terpotong.


" Diam, ibu mana yang kau bicarakan. Aku tidak pernah memiliki seorang ibu, dia hanyalah ibumu saja dan yah sifat ayah dan juga ibumu itu sangat menurun denganmu," dengan nada menyepelekannya.


" Apa kau tidak sadar jika ayahmu lah yang telah mengkhianati ibuku, dan satu lagi aku telah kembali kemari dan aku pasti akan menuntut hakku," menatap Antoni dengan tatapan kebencian.


" Hak??," Antoni lagi-lagi tersenyum menyepelehkan. " Hak apa yang kau maksudkan, kau bukanlah putri dari keluarga Wijaya, kau hanyalah sampah. Kau hanyalah putri tidak sah dari mendiang nyonya Wijaya dan selingkuhannya,"

__ADS_1


" Aku datang kemari hanya untuk mengingatkanmu bahwa hari ini adalah hari kematian ibumu. Tapi sepertinya aku salah telah datang kemari, tapi ingat aku akan terus memeras mu jika kau tidak ingin media tau yang sebenarnya tentang nyonya Wijaya. Dan yah satu lagi aku melihat sepertinya sekarang pria kejam seperti dirimu kini telah jatuh cinta, aku penasaran bagaimana jika wanita itu tau semua hal tentang dirimu itu,"


" Jangan berani kau menyentuh bahkan mendekati istri dan putraku, atau akan kupastikan kau tidak akan bisa lagi melihat dunia ini," menyodorkan sebuah pistol kearah kepala wanita itu.


__ADS_2