
Ketika Kayla keluar dari kamar mandi dia tidak melihat keberadaan Antoni didalam kamar. Sehingga ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk segera mengambil tempat di kasur.
Bagus dia tidak ada, ini kesempatanku. Berlari kecil kearah kasur.
Kayla langsung berbaring di kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut hingga menutupi kepalanya.
Apakah benar jika aku tidur disini, tidak sebaiknya aku tidur disofa saja. Ingin pergi kesofa.
"Tidak jika aku tidak tidur dikasur pasti manusia aneh itu akan memarahiku lagi. Dia pasti akan mengancam ku lagi dengan hukuman-hukuman nya itu," akhirnya memutuskan kembali berbaring dikasur.
Kayla memejamkan matanya berusaha untuk tertidur dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Dia ingin bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun barusan.
***
Setelah memberikan perintah kepada sekertarisnya, Antoni memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya karena rasa lelah kini sudah benar-benar menguasainya.
Ketika Antoni membuka pintu kamar, dia melihat Kayla sudah masuk kedalam selimut bahkan menutupi hingga kepalanya.
Apakah dia tidur begitu saja. Sambil berjalan kearah kasur.
Antoni naik kekasur dan ikut masuk kedalam selimutnya bersama Kayla kemudian mendekap tubuh istrinya kedalam pelukan hangatnya.
Sekarang aku benar-benar sudah terbiasa dengan pelukan ini, aku tidak akan pernah mau melepaskanmu. Apalagi menghianatimu seperti pria be**t itu menyakiti kakakku, akan kupastikan kau hanya akan merasa bahagia jika ada disisiku. Semakin mempererat pelukannya sambil mengelus Surai hitam milik istrinya.
***
Pagi ini Kayla bangun sangat awal, dia berusaha melarikan diri dari Antoni.
Setelah bersiap-siap Kayla langsung turun keruang makan tanpa menunggu Antoni terlebih dahulu.
"Selamat pagi nona, kenapa anda turun sangat cepat dan dimana tuan Antoni," bik sum menghampiri Kayla dan bertanya kepada nonanya itu.
"Ahhh itu Antoni masih tidur sepertinya dia kelelahan," memberikan alasan sekenannya.
Saat bik Sum ingin kembali lagi pada pekerjaannya dia tidak sengaja melihat leher nona mudanya memiliki tanda merah uang cukup jelas.
Bekas merah apakah yang ada dileher nona muda. Apakah itu tanda dari tuan Antoni. Ahh apa yang kau fikirkan Sum jangan perdulikan urusan mereka. Pekerjaanmu masih sangat banyak. Fikir bik sum ketika melihat tanda merah yang ada dileher Nona mudanya.
"Bik Sum sepertinya hari ini aku akan sarapan diluar saja," Kayla benar-benar tidak ingin bertemu dengan Antoni untuk saat ini.
"ahhh baiklah nona," hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ahh nona apakah saya boleh memberikan saran," ucapnya ragu.
"Ya katakan saja bik Sum,"
"Nona anda sebaiknya menutupi tanda merah dileher anda, karena itu sangat jelas sekali terlihat," menundukkan kepalanya tidak berani menatap Kayla langsung.
Kayla langsung teringat dengan kejadian semalam lagi, dia memegang lehernya wajahnya sangat merah sekarang.
"Nona apa anda sakit," tanyanya khawatir ketika melihat wajah Kayla yang sangat merah.
"Ahhh iya bik, ini adalah reaksi alergi ku," bohonhnya.
"Memangnya nona alergi apa, apakah terhadap salah satu makanan yang disajikan,"
"Ahh iya aku alergi dengan udang,"
"Tapi selama ini tidak pernah disajikan hidangan Seafood dirumah ini nona,"
"Aku habis memakannya diluar, sudah yah bik aku sudah terlambat aku pergi dulu," langsung berjalan keluar rumah.
Bik Sum hanya mengangkat bahu tidak tahu.
***
"Bik dimana Kayla," tanyanya sambil mengambil buah yang ada dimeja.
"Nona muda sudah pergi dari pagi sekali tuan, dia bilang memiliki urusan dan akan sarapan diluar," jelasnya.
"Kemana dia akan pergi tanpa meminta izin terhadapku," bergumam kecil sambil memakan buahnya.
"Maafkan saya jika lancang tuan muda tapi tadi nona muda sepertinya sedang sakit wajahnya merah dan dilehernya terdapat banyak tanda merah dia bilang jika itu adalah reaksi alerginya," tambahnya lagi.
Antoni hanya tersenyum kecil, dia tentu saja sudah tau sebab dari tanda merah dileher istrinya karena dirinya sendiri lah yang mengukir tanda itu.
Kau berusaha menghindar dariku yah sekarang. Kita lihat sejauh apa kau akan bertindak.
Antoni duduk dimeja makan sendiri. Dia hanya mengaduk makanannya sedari tadi, entah mengapa dia kehilangan nafsu makannya.
"Tuan apakah anda tidak menyukai makanannya, haruskah saya menyiapkan hidangan lain," bik sum memperhatikan tuannya itu hanya mengaduk makanannya saja sejak tadi.
"Rasanya tidak seperti biasanya bik," sambil terus mengaduk makanannya.
__ADS_1
"Tapi ini sudah seperti biasanya tuan tidak ada yang berubah," ucap bik Sum lagi.
Ada yang kurang sum, nona muda sekarang tidak disini lalu bagaimana tuan muda bisa makan. Dia bahkan sangat menyukai masakan dari nona Kayla. Jadi wajar saja jika dia kehilangan nafsu makannya saat ini. Gumam pak Mut dalam hati.
"Tuan apakah perlu saya menelfon nona Kayla untuk menemani anda sarapan," ucap pak Mut.
"Tidak perlu Mut, aku tidak nafsu makan sekarang ini. Kabari saja sekertaris Kim jika hari ini aku tidak akan pergi kekantor," Benar-benar kehilangan energinya.
Sepertinya tuan Antoni telah kehilangan energi dan semangat hidupnya jika sehari saja tidak melihat nona Kayla. Ataukah mereka sedang bertengkar sekarang ini. Fikir pak Mut lagi.
"Ada apa dengan tuan Antoni hari ini, tidak seperti biasanya dia bersikap seperti itu," bik Sum sangat khawatir dengan kondisi tuannya itu.
***
Antoni kembali kekamarnya hari ini dia benar-benar tidak ingin melakukan apa-apa. Hatinya rasanya ingin melihat wajah Kayla dan memeluk tubuh mungilnya itu. Namun fikirannya berbanding terbalik kerena egonya yang masih terlalu besar dan juga gengsi yang selangit.
Hari sudah sore hari tapi Antoni belum keluar dari kamarnya, bahkan dia tidak makan apapun sejak pagi. Membuat semua orang sangat khawatir dengan tuan mereka.
"Sekertaris Kim ada apa sebenarnya dengan tuan muda," bik Sum bertanya kepada Sekertaris Kim.
"Entahlah aku juga tidak tahu semalam dia masih baik-baik saja,"
"Bukan hanya tadi malam tapi sikapnya bahkan masih sama hingga pagi ini, tapi semuanya berubah ketika sarapan dimulai, sepertinya mutnya benar-benar hilang,"
" Memangnya apa yang terjadi saat sarapan,"
"Tidak ad yang terjadi,"
"Lalu adakah hal yang biasanya ada tiba-tiba hilang,"
"Saya fikir tidak ada sekertaris Kim," ucap bik sum sambil mengingat-ingat kejadian tadi pagi.
"Saya rasa ini semua karena nona muda," tiba-tiba saja pak Mut menyela.
"Nona muda," ucap sekertaris Kim bingung.
"iya menurut saya tuan Antoni sudah terbiasa makan bersama dengan nona Kayla mungkin saja dia merasa ada yang hilang ketikan nona tidak ada," jelas pak Mut.
"Yang kau katakan benar pak Mut, aku sering sekali memperhatikan suasana hati tuan muda sangatlah gampang berubah jika sudah berkaitan dengan nona muda,"
Akhirnya mereka mengambil kesimpulan jika suasana hati buruk tuan mudanya disebabkan tidak lain oleh nona muda mereka sendiri
__ADS_1