
Kayla menyunggingkan senyum kemenangannya, dia merasa puas ketika berhasil menjaili suaminya itu.
" Mas apa kau hanya akan diam ayo lakukan lagi," perintah sang nyonya dari singgasananya.
"Nona muda Kayla Antoni Wijaya, apa kau sengaja melakukan ini kepadaku," tanya Antoni geram.
" Ahh apakah kau merasa seperti itu sayang, kalau begitu terserah kau mau berfikir seperti apa. Tapi cepat selesaikan tugasmu ini, atau jangan harap mendapatkan jatah mu nanti malam," ancam Kayla sambil menjulurkan kakinya.
" Kau benar-benar semakin berani nona muda," menatap Kayla sebal.
" Apa kau memarahiku, huhuhu seharusnya kau bilang saja jika kau tidak suka lagi denganku. Aku hanya menyuruhmu sedikit tapi kau malah membentukku," berpura-pura menangis.
" Sayang aku tidak bermaksud membentakmu sungguh, apa nada bicaraku kasar tadi maafkan aku yah," merasa bersalah tanpa mengetahui kelicikan dari Kayla.
" Hiks kau sudah tidak mencintaiku lagi bukan, jangan bilang kau sudah punya orang lain lagi. hikss mas apakah kau sudah tidak menyayangiku lagi," masih dengan akting luar biasanya.
" Tidak sayang, aku sangat menyayangimu, hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai. Aku hanya milikmu saja dan kau juga milikku, sudah yah jangan menangis lagi," menepuk-nepuk punggung Kayla.
" Kau benar masih mencintaiku bukan," tanyanya seolah ingin sebuah kepastian.
" Iya sayang, dan tidak akan pernah berubah," mengecup kening Kayla sesaat.
" Kalau begitu pesankan aku tiket untuk kekota XX untuk menemui nenek Minggu depan," ucap Kayla bersemangat.
Kini Kayla memiliki keyakinan seribu persen jika Antoni pasti akan menuruti permintaannya itu, karena dia sudah mengeluarkan jurus paling mematikan sedunia yang dipelopori oleh Kayla sendiri.
" Tidak," satu kata itu berhasil meruntuhkan kepercayaan Kayla, dia merasakan ditimpa sebuah batu besar yang sangat besar begitu mendengar ucapan dari Antoni barusan.
" Tapi kenapa, nenek akan kembali lagi kemari. Aku merindukan nenek mas, dan juga pasti Faris merindukan nenek buyutnya itu bukan," mencoba membujuk Antoni lagi.
" Aku bilang tidak yah tidak Kayla," sedikit meninggikan suaranya.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Antoni memanggil Kayla dengan namanya, terlebih lagi dengan nada yang cukup tinggi itu.
__ADS_1
Seolah tidak terbiasa dibentak seperti itu, air mata Kayla kini sudah bergenang dipelupuk matanya. Mengisyaratkan sebentar lagi buliran bening akan jatuh membasahi pipinya.
Sebelum itu terjadi Kayla segera berlari keluar kamar dan meninggalkan Antoni sendirian.
Antoni hanya terdiam, terpaku dengan apa yang baru saja dia lakukan. Antoni benar-benar merasa bersalah ketika membentak Kayla seperti tadi, namun apa dayanya dia tidak bisa mengizinkan istrinya itu bertemu dengan gadis itu.
Hiksss... terdengar sesekali suara isakan Kayla dari dalam kamar putranya. Sudah satu jam Kayla menangis sambil menatapi putranya yang sedang terlelap didalam kamarnya.
Ada perasaan berharap yang besar jika Antoni akan mencarinya dan segera meminta maaf.
Sebenarnya Kayla sadar jika tingkah laku dan reaksinya ini berlebihan, namun mungkin karena efek persalinan yang masih terbawa hingga sekarang membuat persaan Kayla sangatlah rapuh. Kayla tidak bisa dibentak atau dilarang sediikitpun seperti ini.
***
" Nona muda," suara bik Sum membangunkan Kayla yang ternyata tertidur dalam posisi duduk di dekat kasur putranya dengan mata yang sembab bekas menangis semalaman.
" Ada apa bik," membuka pintu dengan perlahan, memperlihatkan wajahnya yang kini tidak karuan dengan mata sembab dan juga sedikit bengkak.
" Nona muda apa yang terjadi pada anda," ucap Bik Sum panik ketika mendapati nona mudanya yang terlihat kacau.
" Tuan muda sudah berangkat sejak pagi-pagi sekali, sepertinya ada urusan mendadak. Beliau menyuruh saya untuk menyiapkan sarapan ini untuk anda," mengangkat nampan berisikan seporsi makanan.
" Baiklah bawa saja, aku akan memakannya nanti," menutup pintu lagi, tanpa mendengarkan kata-kata selanjutnya dari Bik Sum.
Ada apa lagi dengan dua orang ini. Fikir bik Sum dalam hati.
***
Sementara itu dikantor, Antoni kini sedang duduk di kursinya sambil menatap kosong kedepan.
Sekertaris Kim yang sejak tadi berada dihadapannya sampai menjadi salah tingkat sendiri dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh tuan mudanya itu.
" Tuan muda apa ada yang bisa saya lakukan," tanyanya berharap Antoni menyuruhnya segera pergi dari sana.
__ADS_1
Tidak ada jawaban ataupun respon dari Antoni, membuat kedua orang itu terlibat dalam keheningan lagi.
Sudah satu jam lebih pria itu berdiri dihadapan Antoni tanpa melakukan pergerakan apapun. Kakinya kini terasa sangat keram namun tidak berani untuk menggerakkannya.
" Tu..tuan muda," sedikit takut Antoni akan marah.
Karena tidak ada jawaban apapun dari pria itu, sekertaris Kim mulai mengangkat bicara lagi.
" Tuan muda apakah anda baik-baik saja," tanya sekertaris Kim sedikit ragu.
" Aku tidak mengerti Kim, aku melarangnya demi kebaikannya juga. Dan karena dia begitu keras kepala tanpa sengaja aku sudah membentaknya, tapi bukankah reaksinya begitu berlebihan sampai menangis dan tidak mau kembali kekamar," ucap Antoni tanpa jeda sedikitpun.
Ahh ternyata sedang bertengkar lagi yah. Gumam sekertaris dalam hati begitu mendapati jawaban dari pertanyaan yang sejak tadi berputar diotaknya itu.
" Maafkan saya jika lancang, tapi memangnya apa yang dilakukan nona muda,"
" Dia meminta untuk pergi kerumah nenek, sedangkan kau taukan jika Kayla tidak boleh sampai bertemu dengan wanita itu," menatap sekertaris Kim lekat.
" Lalu apa lagi yang terjadi," bertanya lagi.
"Aku tanpa sengaja membentaknya," menunduk merasa bersalah. " Tapi bukankah reaksinya sangatlah berlebihan dia bahkan tidak mau kembali kekamar semalaman," menatap lekat lagi kearah sekertarisnya.
" Maaf jika saya mengatakan ini tuan muda, tapi sepertinya semenjak nona muda melahirkan perasaannya menjadi lebih sensitif. Saya pernah mendengar jika itu bisa saja terjadi pada wanita yang melahirkan anak pertama mereka," (tau deh author juga kurang faham kalau masalah kayak ginian, jadi mohon maaf nih kalau salah).
" Itu tidak masuk akal Kim, sudahlah ini bukan sepenuhnya salahku. Aku hanya ingin yang terbaik untuknya dan juga putra kami, aku tidak melakukan kesalahan apapun kepadanya," ucap Antoni lagi.
" Tapi saya sarankan agar anda mau mengalah dan meminta maaf kepada nona muda," saran sekertaris Kim.
" Tidak," ucap Kayla dan Antoni bersamaan meskipun ditempat yang berbeda.
Kayla menelfon seorang teman dekatnya, dan mencurahkan semua kekesalannya.
" Pokoknya aku tidak mau meminta maaf diluan, aku hanya meminta untuk pergi kerumah mertuaku apa salahnya dengan itu. Kalaupun melarang dia tidak perlu membentakku seperti itu bukan," ucap Kayla kesal.
__ADS_1
Sekertaris Kim dan juga teman Kayla itu hanya bisa menggelengkan kepala. Terserahlah toh mereka juga tidak dirugikan dari pertengkarann kedua orang itu.