
Saat ini Kayla dan Antoni benar-benar dekat, Tubuh Antoni telah menghimpit tubuh kecil Kayla ditembok.
"A.a..apa yang kau lakukan," wajahnya sudah merah padam.
"Kenapa, apa kau takut sekarang," semakin mendekatkan wajahnya.
"Ti..tidak untuk apa aku takut kepadamu," ucapnya ragu, sambil mengalihkan pandangan matanya dari mata Antoni.
"Benarkah, bagaimana jika begini," Anotini kini mencekik leher Kayla.
Tubuh Kayla gemetar, saat ini gadis itu benar-benar takut.
"Su..sudah aku bilang aku tidak takut dengan pria seperti kau," ucapnya masih membela diri.
"Ahhh benarkah bagaimana jika aku memisahkan kepala ini dengan leher ini," sambil mengelus wajah hingga leher Kayla menggunakan jari telunjuknya.
"Jika kau melakukan itu maka polisi akan menangkapmu," masih berusaha melawan.
"baiklah mari kita coba terlebih dahulu," Mulai mendekatkan wajahnya kearah leher Kayla.
"Kau ingin melakukan apa hah, dengar aku pasti akan melaporkanmu pada polisi jika kau berani macam-macam,"
"Hmmm," Antoni menghirup dalam aroma tubuh Kayla.
"A...apa yang ingin kau lakukan lepaskan aku," mencoba memberontak.
"Aku, aku akan memakanmu sekarang,"
Gleghh, Kayla menelan salivanya kasar.
"Kenapa, apa kau takut sekarang hmm," menatap mata Kayla dalam.
"Ba.. baiklah kau menang, aku takut kau puas sekarang lepaskan aku," akhirnya mau mengalah.
Antoni tersenyum, dan sedikit mengambil jarak dari gadis itu.
"Kau ini gadis yang sangat mesum ya, kau bahkan mengintipku saat sedang mandi," sambil masih tersenyum.
"Apa siapa yang mengintipmu hah, aku tadi bangun kesiangan jadi aku tidak memperhatikan jika ada orang didalam kamar mandi," jelasnya panjang lebar untuk membela diri.
"Benarkah," bertanya seolah tidak percaya.
"Tentu saja, aku benar-benar tidak sengaja. Lagi pula itu juga salahmukan kau tidak mengunci pintu kamar mandinya," mulai percaya diri.
Antoni kembali menatap Kayla lekat, kemudian mendekatkan tubuhnya lagi.
"Jadi kau menyalahkanku atas kesalahanmu," masih menatap wajah Kayla lekat.
Apa aku salah bicara lagi. Kenapa dia terlihat semakin kesal saja.
"Iya, tidak maksudku tidak aku tidak menyalahkanmu. Ini semua kesalahanku, aku memang gadis mesum seperti yang kau katakan,"
Puas kau, inikan yang ingin kau dengar. Aku lebih baik mengalah sekarang dari pada aku terkena masalah besar nantinya. Fikir Kayla.
"Akhirnya kau mengaku juga jika kau adalah gadis mesum," melepaskan Kayla dan berlalu keruang pakaian.
Kayla menarik nafas lega. Mulutnya terus berkomat kamit melontarkan kalimat kutukan untuk Antoni. Dia menendang udara tepat kearah Antoni berjalan.
__ADS_1
Dasar pria gila, tidak waras, monster gila. Aku mengutukimu jika kau mencintai wanita wanita itu pasti akan menjadi bodoh sama seperti dirimu. Wanita itu akan menyiksamu sama seperti kau menyiksaku saat ini. Dan kau tidak akan bisa melawannya nanti. Ocehnya dalam hati.
Ehh memang manusia es seperti dia bisa jatuh cinta yah. Hanya mengangkat bahunya lalu masuk kekamar mandi.
Dan berakhirlah sudah drama dipagi hari ini.
***
Saat ini mereka sudah berada diruang makan. Tidak ada pembicaraan diantara mereka.
Apakah mereka sedang berkelahi lagi, ahh entahlah aku sebaiknya tidak usah memperdulikannya. Fokus saja kepada pekerjaanmu Mut.
"Mut," Antoni membuka pembicaraan.
"Ya tuan muda," jawabnya.
"Kapan bik Sum akan kembali bekerja," bertanya dan berhenti menikmati hidangannya.
"Tuan, bik Sum akan kembali Minggu ini, anaknya sudah sembuh berkat bantuan dari tuan," jawabnya lagi.
Ehh bik Sum siapa lagi itu, dan apakah benar jika monster ini telah membantu anaknya. Ahhh entahlah untuk apa juga aku penasaran. Dan kenapa belakangan ini aku selalu penasaran sih kepada monster satu ini. Tidak Kayla tidak boleh urus saja dirimu sendiri. Kayla lagi-lagi berdebat dalam hatinya.
-----------------------------------------------------------------
Readers: Thor sapa lagi tuh Bik Sum???
Author: Sekilas info ya, bik Sum itu kepala pelayan dirumah itu.
Readers:Lah terus pak Mut itu apa dong.
Readers:Owlah gitu toh, oke deh lanjut.
____________________________________
Kayla tidak banyak bicara dia masih kesal dengan Antoni yang terus mengejek dari tadi.
Saat Kayla mengantar Antoni keluar.
"Aku berangkat dulu," sambil tersenyum.
"Hemm," hanya mengangguk malas.
Antoni mendekatkan wajahnya ke telinga Kayla.
"Dengar, gadis mesum jaga dirimu baik-baik jangan sampai kau mesum dengan pria lain. Jika sampai itu terjadi maka aku akan menghancurkanmu, kau mengerti,"
Kayla mengepalkan tangannya, ingin sekali rasanya memukul wajah tampan itu. Tidak bukan wajah tampan tapi wajah yang sangat menyebalkan bagi Kayla.
***
Hari ini Kayla tidak pergi ke tokonya. Setelah Antoni pergi dia memutuskan untuk menjenguk ayahnya.
Disaat dia sudah sampai dirumah sakit,
"nona Kayla, selamat datang dirumah sakit kami lagi," Kayla hanya tersenyum membalas sapaan orang-orang rumah sakit itu.
Ya semenjak mereka tau jika Antoni sudah menikah, dan juga istrinya adalah Kayla mereka sangatlah hormat kepada gadis itu.
__ADS_1
Sampai kapan aku akan terbiasa dengan perilaku orang-orang ini. Mereka sangatlah hormat kepadaku karena aku ini istri dari tuan Antoni, tapi bagaimana jika mereka mengetahui kalau aku hanyalah istri penebus hutangnya. Dan orang yang ada di kamar VVIV itu adalah orang yang sudah dengan tega menjual putrinya sendiri.
Saat Kayla memasuki ruangan itu, tampaklah seorang wanita paruh baya yang sedang duduk disalah satu sofa.
"Kay kamu sudah datang," sapanya hangat.
"Iya tan, gimana keadaan ayah," sambil melirik ayahnya yang masih terbaring dikasur.
tantenya hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Ada apa tan, keadaan ayah baik-baik sajakan," Kayla sudah mulai panik dengan melihat raut wajah tantenya yang sedih.
"Kay, kata dokter kondisinya semakin buruk saja. Dan dokter bilang harapannya untuk selamat kini sangatlah kecil," mulai meneteskan air mata.
Kayla mundur beberapa langkah, tidak percaya dengan perkataan tantenya berusan.
"Tidak tante, Antoni sudah memberikan dokter terbaik untuk merawat ayah. Bagaimana mungkin kondisinya semakin buruk,"
Saat Kayla terus mundur secara perlahan dia merasakan ada tubuh yang ditabraknya.
Kayla menoleh.
"Kau,"
Antoni langsung melihat istrinya yang kini sudah mulai menangis.
"Katakan kepada tante, jika kondisi ayah baik-baik saja dia pasti akan sembuhkan,"
Antoni hanya menunduk tidak berani menatap wajah istrinya.
"Kenapa, kenapa kau hanya diam disaat seperti ini, bukankah kau sudah memilih dokter terbaik. Ia kan kau sudah memilih dokter paling hebat, jadi ayahku pasti akan segera sembuhkan,"
"Kayla, itukah kau,"
suara yang samar-samar terdengar dari tempat tidur.
Kayla menghapus air matanya, dan perlahan menuju asal suara itu.
"Ayah," meneteskan air mata.
"Nak, maafkan ayahmu yang tidak berguna ini," ucapnya pelan.
Kayla hanya menggelengkan kepala.
"Ayah harus sembuh yah, ayah tau kan jika aku hanya memiliki ayah sekarang," tidak tahan dengan air matanya.
"Kau harus memaafkan ayah nak, ayah sudah bersalah kepadamu," ucapnya lagi.
"Iya yah, Kayla tidak pernah marah apalagi sampai membenci ayah,"
Tangan yang keriput itu mulai terangkat dan membelai pipi anak gadisnya dengan lembut.
"Jangan menangis lagi nak, hiduplah dengan bahagia mulai sekarang," sambil menghapus air mata anaknya.
"ayah," Kayla merasa sangat senang saat ini, karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama dia mendapatkan belaian lembut dari ayahnya ini.
Kayla seolah mendapatkan kasih sayang yang sudah lama ia nantikan.
__ADS_1