Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Awal yang baru


__ADS_3

Akhirnya setelah beberapa hari Kayla bisa berangkat lagi ketokonya, namun tetap saja dia masih harus terus dalam pengawasan dari orang-orang suruhan Antoni.


Saat jam istirahat Kayla duduk melamun sambil memikirkan sikap Antoni pagi tadi.


Ahhh memikirkannya saja membuatku sangat malu. Kayla menjerit didalam hatinya.


"Nona wajah anda memerah apakah anda baik-baik saja," tanya Buk Sum tiba-tiba yang membuyarkan fikiran Kayla.


"Ahhh tidak apa bik," sambil senyum-senyum sendiri.


Bik Sum hanya bisa menganggukkan kepalanya.


***


Kejadian tadi pagi.


Kayla menutup matanya rapat karena merasa sangat lelah, dia tidak menyangka jika Antoni dapat menyerangnya saat ia masih tertidur.


"Kau lelah," tersenyum menatap Kayla yang masih berusaha mengatur nafasnya.


"Tentu saja aku sangat lelah sekarang, kau bahkan menyerangku saat aku masih tertidur," ucapnya masih terus memejamkan matanya.


"Maafkan aku, habisnya aku tidak tahan. Tapi aku akan tanggung jawab sekarang," tersenyum nakal.


Tidak lebih baik tidak, aku tidak bisa membayangkan mentuk tanggung jawabmu itu. Bagaimana jika kau menyiksaku lagi nantinya, aku tidak mau. Mengoceh didalam hatinya.


"Ayo aku akan mengobatinya sekarang," ingin membuka selimut yang menutupi tubuh Kayla.


"Tidak usah mas aku sudah baik-baik saja sekarang," menolak karena takut Antoni akan menjalankan aksi yang baru lagi.


"Kalau begitu kau mau lanjut lagi," tersenyum penuh harap.


"Tidak aku tidak mau," tidak otomatis menolak.


Antoni langsung membulatkan matanya keKayla yang langsung blak blakan menolaknya itu.


"Maksudku bukan itu mas, aku bukannya tidak mau atau bagaimana tapi kita harus pergi bekerja sekarang bukan," berharap Antoni bisa membebaskannya.


"Baiklah kita akan melanjutkannya malam nanti, Tapi sekarang ayo kita mandi bersama aku akan memandikanmu," ingin menggendong Kayla.


"Tidak perlu mas aku tidak mau merepotkanmu,"


" Kau tidak merepotkanku sayang, bukankah kau bilang kita sudah kesiangan sekarang, jadi agar cepat kita harus mandi bersama bukan," menggendong Kayla ke kamar mandi.


Kayla hanya bisa berdoa agar Antoni tidak melakukan hal yang aneh lagi dikamar mandi.


"Mas pakai dulu bajunya yang benar," berusaha mengancingkan kemeja Antoni yang orangnya terus saja menciumi leher istrinya.


"Kita tidak usah bekerja saja yah aku ingin seperti ini sepanjang hari," dengan wajah yang masih berada dileher Kayla dan tangannya yang sibuk mengelus pinggang istrinya.


"Tidak bisa, aku sudah beberapa hari tidak pergi ketoko kau juga harus pergi kekantor sekarang," mencoba memakaikan dasi Antoni.


"Ahhhhh aku ingin ikut denganmu saja, aku tidak mau pergi bekerja," menggeleng-gelengkan kepalanya dileher Kayla dengan nada yang manja.


"Mas berdiri yang benar," berusaha membuat Antoni berdiri tegap.


"Ahhh sayang," memasang wajah cemberut yang sangat menggemaskan bagi Kayla.


"Kau ini kesambet apa sih, tidak biasanya kau manja seperti ini," menahan tawanya melihat raut wajah Antoni.

__ADS_1


" kenapa kau kan istriku jadi aku bebas mau melakukan apapun juga. Kemari peluk aku lagi," ingin memeluk Kayla.


"Mas jika kau bersikap kekanakan seperti ini jangan harap mendapatkan jatah mu lagi," ancamnya.


Antoni memasang wajah cemberutnya, dia benar-benar seperti anak kecil yang sedang merajuk kepada ibunya.


"Ayo bersiap dan pergi bekerja," Kayla tau ancamannya tadi telah berhasil.


Akhirnya mereka kini sudah berpakaian rapi dan bersiap untuk turun kebawah, namun Antoni masih terus saja menempel kepada Kayla.


Sebenarnya ada apa dengan manusia yang satu ini.


"Mas ayo kita turun jangan menempel terus seperti ini," berusaha menjauhkan Antoni yang sudah seperti besi terkena magnet.


"Cium dulu," memanyunkan bibirnya sambil menutup matanya.


Kayla menarik nafas dalam berusaha menahan dirinya yang sudah mulai kesal.


Kayla mencium Antoni sekilas.


"Sudah bukan, ayo sekarang turun,"


"Kau melupakan sesuatu sayang," ucapnya lagi sambil meletakkan kepalanya dileher Kayla lagi.


"Apa perasaan aku sudah membawa semuanya deh," memeriksa dompet yang akan dibawanya.


"Kau lupa mengucapkan mantra," ucapnya lagi sambil terus bermanja.


"Mantra???, mantra apa," bingung sendiri.


"Mantra yang harus kau ucapkan setiap pagi siang dan malam, setiap sejam sekali tidak setiap satu menit sekali,"


"Tapi mantra apa aku tidak tau apa yang kau maksudkan sebenarnya,"


Wajah Kayla memanas.


"Mas... jika aku mengatakannya maka kau berjanji akan berhenti bersikap seperti ini yah,"


Antoni hanya mengangguk.


"Kalau begitu berdiri yang benar dulu,"


Antoni berdiri dengan benar sekarang.


"mas aku mencintaimu," berbisik ditelinga Antoni kemudian mencium pipinya.


"Sudahkan ayo," pergi meninggalkan Antoni yang kini mematung.


Antoni tersenyum sambil memegang pipinya yang menghangat kemudian mengikuti Kayla.


Saat sarapan pun Antoni bertingkah sangat aneh hingga membuat semua orang bingung, dia berubah dari Antoni yang sangat dingin menjadi pria yang sangat manja. Bahkan dia hanya terus menempel kepada Kayla seperti perangko.


"Mas sekertaris Kim sudah menunggumu pergilah sekarang," membujuk Antoni yang terus saja memegang tangannya sambil memasang wajah cemberut seolah tidak ingin berpisah dari Kayla. Padahal kan mereka hanya akan berpisah selama beberapa jam saja.


" Sayang kau cepat pulang yah," ucap Antoni sambil mengayunkan tangan Kayla.


Kayla hanya bisa tersenyum paksa dia sedikit malu karena sejak tadi tatapan sekertaris Kim menandakan dia sangat terganggu dengan sikap tuan mudanya yang sangat aneh itu.


Tuan muda apa yang anda lakukan kenapa anda mempermalukan diri anda sendiri. Aku saja merinding melihatnya. Ucap sekertaris Kim sambil terus menatap tuannya yang terus saja menempel pada istrinya.

__ADS_1


"Tuan muda kita harus berangkat sekarang, sebentar lagi akan ada rapat," ucap sekertaris Kim.


" Pergilah yah aku akan pulang cepat dan akan menunggumu oke," ucap Kayla.


"Baiklah tapi kabari aku jika kau sudah mau sampai ditokomu nanti, jangan lupa makan dengan baik hangat sampai kelelahan dan yang paling penting jaga hatimu itu, karena hatimu dan seluruh tubuhmu hanya milikku,"


Kayla merasa geli sendiri dengan perkataan Antoni berusan. Sedangkan sekertaris Kim berusaha menahan tawanya.


Sebelum memasuki mobilnya Antoni mengecup kening Kayla kemudian berjalan memasuki mobilnya. Bahkan dia melambaikan tangannya seperti seorang anak kecil.


Kayla akhirnya bisa bernafas lega, kemudian dia tertawa sendiri mengingat tingkah laku Antoni yang sangatlah lucu itu.


***


Saat Kayla sedang asik tersenyum sendiri sambil membayangkan wajah menggemaskan suaminya itu tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Kayla berusaha menenangkan dirinya kemudian menjawab telfon dari suaminya itu.


"Halo mas," ucapnya.


"Sebutkan mantra," ucap Antoni disebrang telfon.


Mantra, mantra apa??. baiklah sudah pasti mantra yang itu.


"Aku mencintaimu," berbicara sangat pelan karena takut bik Sum dan yang lainnya mendengarnya.


"Aku tau, kenapa kau mengucapkannya terus seperti itu,"


Bukankah kau tadi menyuruhku mengucapkannya, dasar pria aneh.


"Ada apa kau menelfon mas," mengalihkan pembangkan pembicaraan.


"Aku merindukanmu apakah kau tidak merindukanku," ucapnya dengan nada manja.


Kayla ingin tertawa sangat keras namun dia berusaha menahannya.


Ini bahkan baru beberapa jam, dan jangan bilang kau menelfon ku hanya untuk itu.


"Kenapa diam saja, atau jangan-jangan kau sedang bersama pria lain yah," mulai berprasangka buruk.


"Tidak mas, aku sedang duduk sendirian sekarang sambil melihat Clara bermain," melirik sekilas Clara yang sedang asik bermain dengan bonek barbienya.


"Kalau begitu jawab,"


Jawab apa. Kayla ingin menjawab apa.


" kenapa diam saja apakah kau tidak merindukanku," mulai kesal.


"Ahhh iya mas," jawabnya cepat.


"Iya apa,"


"Iya aku juga merindukanmu,"


Puaskan sudah.


"Hemm ya sudah," langsung mematikan ponselnya.


Kayla melirik ponselnya dia ingin sekali membanting benda kotak itu kelantai karena kesal dengan Antoni namun tidak jadi karena sayang.

__ADS_1


Dia benar-benar menelfon untuk itu. Sabar Kayla sepertinya aku harus mulai terbiasa lagi dengan sifat baru Antoni ini. Jadi aku harus memulai hal yang baru lagi. Meskipun pria ini sangat menyebalkan tapi untuk aku sayang. Tersenyum kembali.


Inilah awal atau tahap baru perjalan cinta Kayla dan Antoni setelah pernyataan cinta.


__ADS_2