Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Permintaan nenek


__ADS_3

Antoni dan Kayla kini sudah tiba dirumah mereka. Kayla turun dengan terburu-buru tanpa menunggu Antoni karena dia sedang sangat kepepet.


"Hei berani sekali gadis itu mendahuluiku, hei gadis mesum kemari kau,"


Kayla tidak memperdulikan Antoni dia benar-benar sangat kepepet sekarang ini. ( author harap kalian ngerti ya sih Kayla itu kepepet apa).


"Kim gadis itu benar-benar sangat berani aku pastikan dia akan mendapatkan hukuman nantinya," berbicara kepada sekertarisnya.


Memangnya apa yang anda bisa lakukan jika sudah urusan nona Kayla tuan muda, anda saja tidak pernah bisa marah kepada nona muda. Sekertaris Kim bergumam dalam hati.


"Tuan muda sebaiknya anda masuk saja, mungkin nona muda memiliki hal penting didalam,"


"Memangnya apa yang lebih penting dari padaku," ucapnya sinis.


Benar tuan muda, anda adalah hal yang paling penting bagi saya dan juga para. pekerja anda juga bagi keluarga anda tapi bagi nona muda anda masih banyak yang lebih penting dalam hidupnya. ( sepertinya sekertaris yang satu ini sangat mengerti Kayla).


***


"Ahhh leganya," keluar dari kamar mandi.


"Kucing kesambet," Kayla terkejut melihat Antoni yang sudah duduk disofa dengan tatapan tajam.


"Apa yang kau katakan," menatap Kayla kesal.


"Ahhh mas anda sudah ada disini," menampilkan senyum palsunya sambil berjalan kearah Antoni.


"Tentu saja kau tidak tahu jika aku sudah disini karena kau meninggalkanku tadi dibawah tanpa izinku," berbicara dengan penuh penekanan.


Gawat aku sudah melakukan kesalahan lagi, Kayla kenapa kau selalu saja membuat masalah dengan pria ini. Sadar akan kesalahannya.


"Maaf mas aku tadi benar-benar dalam keadaan mendesak,"


"Apakah hal mendesakmu itu lebih penting dari pada ku,"


Apa yang dimaksudkan pria ini sih, apa kau berharap aku menjadi seperti para pekerjamu itu yang bergerak hanya sesuai dengan perintahmu itu. Kayla menggerutu didalam hati


"Kenapa kau hanya diam saja," mulai meninggikan suaranya lagi.


"Maaf mas tadi aku benar-benar sudah tidak tahan," menunduk takut.


"Kau..," ucapannya terpotong.


"Tuan maaf mengganggu tapi sekertaris Kim menunggu anda dibawah," pak Mut mengetok pintu kamar.


Kayla menarik nafas lega seolah masalahnya sudah bisa teratasi setidaknya untuk saat ini.

__ADS_1


Terimakasih banyak pak Mut, kau telah menjadi pahlawan bagiku. Aku akan membalas kebaikanmu ini nanti.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu," melirik Kayla yang terus saja tersenyum.


Dengan cepat Kayla menggelengkan kepalanya tanpa menghilangkan senyuman diwajah manisnya itu.


"Kau jangan senang dulu yah, kau belum selamat dari ini aku akan memberikan hukuman untukmu nanti," mendekatkan wajahnya ketelinga Kayla kemudian berbisik.


Seketika senyum diwajah Kayla menghilang berganti dengan kegelapan badai.


Pupus lah sudah harapanku. Aku ingin melarikan diri dari sini. Lagi-lagi hanya bisa menjerit didalam hati.


Antoni keluar kamar meninggalkan Kayla yang sudah cemberut itu.


Kayla terus saja memikirkan cara agar dia bisa menghindarkan dirinya dari hukuman dari Antoni.


Apa lagi yang harus ku lakukan sekarang, apa aku pura-pura tidur saja. Tidak jika aku tidur maka pasti dia akan semakin marah nantinya. Tuhan bantu aku. Terus saja mondar-mandir memikirkan cara yang tepat untuk menghindar dari hukumannya.


Tokkk.... tokk.. suara ketukan pintu membuyarkan fikiran Kayla.


"Nona muda tuan Antoni sudah menunggu anda dibawah untuk makan malam," bik Sum memanggil Kayla untuk turun dan makan malam.


"Ahh iya bik, aku akan segera turun kebawah,"


***


Bik sum menarik kursi untuk Kayla duduki.


Disana semua orang sudah berkumpul terlebih dahulu, bahkan sekertaris Kim juga sudah duduk dimeja makan. ( ternyata sekertaris Kim makan juga toh, author fikir dia itu cuma di charger aja hehehe canda aeeee pak Kim jangan dimasukkan dihati ya ntar baper lagi).


"Silahkan dinikmati nona," bik sum menghidangkan makanan kepada Kayla.


Akhirnya dimulailah makan malam yang sunyi dan tenang, namun tidak bagi Kayla kini fikirannya benar-benar ramai, dirinya juga sangatlah tegang.


Kayla berusaha memberikan kode kepada sekertaris Kim agar mengalihkan fikiran Antoni dan bisa menyelamatkan dirinya dari hukumannya. Namun lagi-lagi sekertaris Kim mengacuhkan dan hanya mengangkat bahunya tidak perduli. Sama halnya dengan pak Mut dan Buk sum yang hanya menggelengkan kepala tanda tidak mengerti dengan maksud nonanya.


Baiklah aku pasrah dengan hukumanku. hanya bisa pasrah karena kehabisan akal.


Saat mereka akan kembali kekamar mereka tiba-tiba saja sekertaris Kim menghentikannya.


"Tuan muda maaf tapi nyonya nenek sepertinya merindukan anda dan ingin melakukan panggilan Vidio dengan anda dan juga nona muda," ucapnya.


"Hemm baiklah siapkan laptopnya di kamar ku saja," perintahnya.


***

__ADS_1


Akhirnya mereka kini sudah terhubung dengan nenek Antoni melalui panggilan Vidio di laptop.


"Kim pergilah," perintahnya lagi dan membuat sekertarisnya itu langsung keluar dari kamar mereka.


"Kayla apa kabarmu nak," sapa wanita tua renta disebrang telfon Vidio itu.


"Kabarku baik nek bagaimana dengan nenek dan semua yang ada disana," tanyanya balik.


"Semuanya sangat merindukanmu dan juga tidak sabar untuk bertemu lagi denganmu,"


"Ahh benarkah," tersenyum malu.


"Nak apakah Antoni mengganggumu disana selama nenek tidak ada disana,"


"Cih untuk apa juga aku mengganggu gadis ngelunjak sepertinya," jawabnya dengan sinis.


Nenek hanya menggelengkan kepalanya seolah sudah terbiasa dengan sikap cucuknya yang seperti itu.


"Nak nenek turut berduka cita atas meninggalnya ayahmu yah. Maaf nenek dan yang lain tidak bisa mengantarkannya untuk peristirahatan terakhir karena memang disini sangat banyak sekali pekerjaan,"


"Tidak apa-apa nek," mulai sedih mengingat ayahnya lagi.


"Nenek ini bukan salahku yah, dia menangis sendiri," tidak mau disalahkan ketika melihat Kayla yang sudah mulai menangis.


"Kau kenapa nak, kenapa menangis," tanyanya dengan penuh kasih sayang.


"Ahhh tidak nek aku hanya mengingat ayahku saja," menghapus air matanya cepat.


"Maafkan nenek yang sudah mengungkitnya lagi yah," sedikit merasa bersalah.


"Tidak kok nek, ini bukan kesalahan nenek. Memang Kaylanya aja yang kelewat cengeng," Kayla memaksakan senyumnya.


"Ohh iya nenek menelfon dengan satu tujuan," mulai mengalihkan topik.


"Ada apa nek," tanyanya dingin.


"Nenek ingin bertanya apakah belum ada kabar baik,"


"Kabar baik??, kabar baik apa," Antoni bingung dengan perkataan neneknya.


"Kabar baik tentang kehadiran Wijaya kecil,"


"Wijaya kecil???," ( masih bingung sih Antoninya gengs, maklum dianya masih polos).


"Iya kabar tentang Antoni kecil, anakmu dengan Kayla tentu saja,"

__ADS_1


Kayla membelalakkan matanya.


Bagaimana mungkin nenek mengatakan hal itu, bahkan kami saja tidak pernah... ( heheheh pada ngerti kan yak)


__ADS_2