
Antoni dan Kayla turun bersama menuju kelantai bawah.
" Ahh mas apa yang kau lakukan," bingung karena Antoni menarik kursi untuk ia duduki.
"Sudah diam saja dan duduk yang manis. Malam ini aku yang akan melayanimu," meletakkan serbet dipangkuan Kayla.
Kayla merasa risih sendiri karena semua tatapan yang lain mengarah kepadanya, seolah bertanya apa yang sedang terjadi.
" Mas aku bisa sendiri kau duduklah yah," menyuruh Antoni untuk segera duduk.
Setalh itupun Antoni masih terus menjalankan rencana anehnya itu, dia mengambilkan berbagai macam lauk kepiring Kayla.
"ehhh mas sudah cukup, aku tidak akan bisa menghabiskannya nanti," ucap Kayla yang tersadar dengan kondisi piring makannya yang kini sudah penuh dengan lauk.
" Hem baiklah kalau begitu makanlah," terus menatap Kayla.
Bagaimana aku bisa makan jika kau terus menatapku seperti itu terus.
" Mas kau juga makanlah yah," menyuruh Antoni untuk segera memakan makanannya juga.
***
Setelah makan malam Kayla segera naik kedalam kamarnya.
Namun dia dikejutkan karena Antoni yang sudah berbaring dikasur sambil fokus membaca buku panduan yang diagungkan olehnya itu.
" Sayang kemarilah," menyuruh Kayla untuk naik dikasur juga.
Kayla naik kekasur dan bersandar kedada Antoni.
" Apa kau tidak lelah mas, tidurlah ini sudah sangat malam sekarang," menyuruh Antoni tidur.
" Aku hanya ingin melihat kira-kira kegiatan apa lagi yang bagus untuk kita lakukan," masih fokus membaca buku.
Mata Kayla berbinar ketika mendapati sebuah ide.
" mas bagaimana jika kita pergi berkencan," ucapnya a semangat.
" Berkencan apa itu, apakah sesuatu yang dilakukan diatas ranjang," tanya Antoni serius.
Kayla menarik nafasnya dalam dia tidak menyangka jika suami bucinnya ini tidak tau apa itu kencan.
" Mas kencan itu adalah pasangan yang menikmati waktu berdua untuk saling lebih mengenal satu sama lainnya, dan juga bersenang-senang," jelasnya kepada Antoni.
" Kalau itu bukankah kita melakukannya terus, kita menikmati waktu berdua diatas ranjang untuk mengenal satu sama lain dan sekaligus bersenang-senang," gumamnya pelan.
Kayla melotot tidak percaya dengan fikiran pria itu.
" Apakah fikaranmu sekarang mengarah kearah yang mesum mas???," tanyanya sambil memelototi Antoni.
" Tidak memang apa yang kau fikirkan, mungkin kau saja yang mesum. Kau itukan gadis mesum," mengelak.
__ADS_1
Kayla membuka mulutnya lebar karena sangking kesalnya dengan Antoni.
Kayla segera masuk kedalam selimut dan berbaring membelakangi Antoni.
" Hei mesum apakah kau ingin tidur sekarang," Antoni meledek Kayla yang dia tau sedang marah.
" Diam tidak usah bicara kepadaku," ucap Kayla masih menutup dirinya dengan selimut.
Antoni ikut masuk kedalam selimu dan memeluk Kayla dari belakang.
" Sayang," berbisik pelan ditelinga Kayla.
" Apa aku tidak ingin mendengar maafmu,"
" Sayang dengarkan aku dulu, aku serius sekarang kemarilah lihat aku," memposisikan Kayla agar bisa menatap wajahnya.
" Apa," ucapnya malu-malu dan mengalihkan pandangannya.
" Sayang apakah kau tau jika...," berbisik pelan.
" Jangan bercanda dan katakan sekarang,"
" Jika pintu kamar belum dikunci, pergi kunci sana bagaimana jika ada yang masuk nanti," Segera berbalik dan berbaring membelakangi Kayla yang kini benar-benar kesal.
Antoni sangat puas ketika mendengar hentakan kaki Kayla yang kasar untuk mengunci pintu kamar. Dia merasa sangat puas karena telah berhasil menjahili istrinya.
Setelah mengunci pintu Kayla segera naik kekasur dan segera tertidur tanpa memperdulikan Antoni.
Setelah membaca akhirnya Antoni mengerti dengan apa yang dimaksud dengan kencan.
Baiklah mari kita berkencan. Ucapnya setelah meletakkan ponselnya dan ikut tidur dengan Kayla.
***
Hari ini sepertinya Antoni bengun kesiangan, bahkan dia sudah tidak melihat Kayla lagi disampingnya.
"Apakah dia masih marah, dia bahkan tidak membangunkan ku," ucap Antoni sambil mengucek matanya.
Rupanya orang yang dicari Antoni sudah berada di taman belakang rumah sibuk membantu para tukang kebun mengurusi bunga-bunga yang ada disana.
" Nona muda anda tidak perlu membantu kami seperti ini," ucap salah satu tukang kebun karena tau Antoni pasti akan marah nantinya.
" Tidak apa pak, saya hari ini tidak bekerja jadi saya sedikit merasa bosan," masih sibuk dengan bibit bunga ditangannya.
Akhirnya tidak ada lagi yang berani melarang gadis itu untuk turun tangan mengurusi bunga-bunga yang ada disana.
Antoni turun dan mencari istrinya yang sejak dia membuka mata tidak terlihat batang hidungnya.
" Mut kemana Kayla pagi-pagi begini, bukankah dia tidak akan ketoko hari ini," Antoni bertanya kepada Pak Mut yang sibuk mengerahkan para pelayan.
" Ahhh kalau tidak salah saya melihat nona pergi kearah taman belakang tuan muda," ucap pak Mut.
__ADS_1
" Ahh baiklah," pergi menyusul Kayla.
Antoni melihat Kayla yang sibuk menanam bunga denga tangan yang penuh dengan tanah.
Kayla tidak menyadari Antoni yang kini sudah beridiri dibelakangnya dengan tatapan tidak suka.
" Apa yang kau lakukan disini," ucap Antoni tiba-tiba.
Karena terkejut akhirnya Kayla tidak sengaja tertusuk duri bunga mawar.
" Awuhhhhh...," ringisnya sedikit kesakitan kerana tertusuk duri.
" Kau tidak apa," panik karena melihat ada sedikit darah ditangan istrinya.
Antoni segera mengambil jari istrinya dan menggendong tubuh istrinya kearah kamar.
" Mas apa yang kau lakukan turunkan aku," ucap Kayla panik karena Antoni tiba-tiba menggendongnya.
" Diam saja, kau terluka sekarang," membawa Kayla masuk.
" Mas aku tidak apa hanya tertusuk duri saja," ucap Kayla.
" Pak Mut, bik Sum cepat ambilkan kotak P3k. Kemana semua pelayan dirumah ini. Cepat panggilkan dokter," membuat keributan besar dan menimbulkan kepanikan seluruh isi rumah.
" Tuan muda ada apa," tanya pak Mut dengan wajah yang sangat panik.
" Kayla terluka cepat panggilkan dokter," membawa Kayla untuk duduk disofa.
" Mas aku tidak apa sungguh ini hanya luka kecil saja, aku hanya tertusuk duri bunga," jawab Kayla.
" Duri???," pak Mut bingung.
" Iya pak Mut tidak usah panik aku hanya tertusuk duri saja, tidak apa," ucap Kayla menenangkan pria yang sepertinya ikut sangat panik itu.
" Apanya yang baik-baik saja kau berdarah bodoh, Mut suruh para tukan kebun untuk menyingkirkan semua bunga yang ada dirumah ini," ucap Antoni.
Tuhan kenapa kau memberikan aku suami yang seperti ini, aku tidak tau bagaimana cara menjelaskan kepada pria ini. Kayla mulai putus asa untuk memberikan penjelasan kepada Antoni.
" mas, tenaglah dulu, kaulah yang harus diobati sekarang. Karena terlalu panikan. Aku baik-baik saja bahkan tanpa perlu diobati saja ini akan tetap baik-baik saja," ucap Kayla yang ingin pergi kedapur.
" Kau mau kemana," Ucap Antoni khawatir.
" Aku akan kedapur mencuci tanganku," memperlihatkan tangannya yang penuh dengan tanah.
" Kau jangan bergerak aku akan membantumu," segera menggendong istrinya menuju kedapur.
" Massssss," rengek Kayla putus asa.
" Diam dan ikuti saja,"
Readers jika berkenan mampir juga yah kecerita author yang lainnya. Author lagi bikin cerita baru loh judulnya perjodohan pembawa Cinta. Nanti juga akan muncul kebucinan dari seorang pria es seperti Antoni.
__ADS_1