Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Antoni murka( part 2)


__ADS_3

Kayla turun dari taksi, kemudian berlari memasuki rumah utama. Nafasnya terengah engah saat dia sudah berada di depan pintu kamarnya.


Dia mengatur nafasnya sedemikian rupa menata dirinya sebaik mungkin, kemudian menarik nafas dalam dan membuka pintu.(Sebentar authornya menyela, kalau lihat Kayla yang lari terus ngos ngosan jadi ingat pas kejadian dia masuk dengan memanjat tembok belakang agar dia bisa lebih dulu memasuki pekarangan rumah).


Saat pintu kamar terbuka Kayla sangat lah terkejut dengan apa yang dia lihat. Kamar yang biasanya selalu rapi ini kini sangatlah kacau.


Apa dia benar-benar marah sekarang, bagaimana ini apa yang harus kulakukan. Dia pasti akan membunuhku. Sambil berjalan kearah seorang pria yang duduk membelakangi nya.


Sekertaris Kim yang berdiri dibelakang tuanya menengok kearah Kayla.


Kayla menatap sekertaris Kim dengan memberi isyrat apa yang sedang terjadi sebenarnya. Sekertaris Kim hanya mengangkat bahu dan sedikit menggeleng. Dia bahkan tidak bisa menjelaskan apapun sekarang.


"Kau terlambat satu deti sekarang," Antoni bicara dengan nada dinginya.


What pria ini benar-benar sudah tidak waras ya. Aku hanya terlambat satu detik tau. Kayla menggerutu di dalam hati.


"Tidak tuan, saya tepat waktu. Bahkan ini masih kurang satu menit. Lihat saya sudah memasang timer," menyela berharap bisa membuat Antoni memaafkannya.


Sekertaris Kim yang melihat tingkah berani nona mudanya, yang bahkan masih bisa menjawab hal seperti itu hanya bisa menggelengkan kepala. Seolah mengasihani kebodohan gadis ini.


"Kau bahkan masih bisa menjawab ku hah," masih dengan nada datar dan dingin.


"Tidak bukan begitu," masih mencoba menjawab, namun melihat sekertaris Kim menggelengkan kepala memberi isyarat agar tidak berbicara apapun sekarang.


"Kim pergilah, biar aku yang mengurusnya,"


Sekertaris Kim menganggukkan kepalanya memberi hormat dan segera meninggalkan tempat itu. Tapi sebelum itu dia berhenti tepat disamping nona mudanya dan membisikkan sesuatu.


"Nona ingat apa yang saya katakan dulu, saya harap nona bisa mengatasi hal ini," ucapnya pelan namun penuh dengan penenganan.


Kayla hanya diam membeku ditempatnya tidak merespon sekertaris Kim sama sekali.


Saat sekertaris Kim sudah keluar, Kayla masih diam ditempatnya tidak berani melakukan apapun. Dia masih mengutuki dirinya sendiri, tentang bagaimana bodohnya dia bisa sampai melakukan kesalahan terbesar ini.


"Kemari," perintahnya masih dengan nada dinginnya.


Kayla berjalan mendekat.


"Duduk," menepuk ruang kosong yang ada didekatnya.


Kayla kemudian duduk didekat Antoni namun sedikit menggeser tubuhnya untuk menjaga jarak aman.


"Dari mana kau," tanyanya lagi tanpa menatap lawan bicaranya.


"Maafkan saya," hanya kata itu yang bisa difikirkan oleh Kayla saat ini

__ADS_1


"Aku tidak menyuruhmu minta maaf, tapi aku bertanya kau dari mana hah," menengok kearah Kayla, menatap tajam gadis itu.


Melihat tatapan mengerikan dari Antoni Kayla menunduk tidak berani melihat mata Antoni.


"Katakan, apa sekarang kau takut pada ku," mulai meninggikan suaranya.


"Maafkan saya," lagi-lagi hanya kata itu saja yang bisa ia ucapkan.


"Cihh aku tidak butuh maaf darimu, yang aku butuhkan sekarang adalah kau jawab pertanyaanku dari mana kau," Sudah berteriak.


Kayla hanya menunduk, tubuhnya saat ini benar-benar bergetar hebat. Air matanya sudah mulai jatuh.


Melihat air mata istrinya hati Antoni tersa teriris, dia merasa bersalah karena sudah membentaknya.


"Maafkan aku," menarik tangan Kayla membuat gadis itu bersandar pada tubuhnya. Saat ini Antoni memeluk tubuh Kayla. Seolah sangat menyesal karena sudah membentak istrinya.


Apa ini, kenapa dia memelukku sekarang. Kayla hanya diam saja tidak bergeming sedikitpun.


Antoni mengelus rambut Kayla, sesekali mengecup pucuk kepala gadis itu.


"Maafkan aku," lirihnya.


Kenapa dia minta maaf kepadaku, apa yang sudah terjadi sebenarnya.


Antoni melepaskan pelukannya, kemudian menatap dalam mata Kayla.


Apa kah dia sudah tidak marah lagi, ataukah ini adalah puncak kemarahannya. Kenapa kelembutannya ini terasa sangat menakutkan.


"Maafkan aku, aku tadi habis pulang ke rumahku," belum menyelesaikan kalimatnya Antoni sudah menyela kembali .


"Apa yang kau lakukan disana hah, kenapa kau pergi kesana apa ada sesuatu yang terjadi," tanyanya khawatir.


Kayla kini kembali meneteskan air matanya gadis itu menangis sejadi-jadinya.


Melihat itu Antoni tampak sangat bingung.


"Ada apa katakan kepada ku," ucapnya semakin khawatir karen istrinya menangis.


Kayla hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menangis.


Antoni langsung mendekap kembali istrinya, berusaha menenangkan gadis itu.


"Ada apa," bertanya lagi, dengan nada lembut sambil membelai rambut istrinya.


Kayla lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya, sambil terus terisak.

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi, sudah berhentilah menangis ya," sambil terus membelai rambut istrinya.


Kayla kini lagi-lagi tertidur dalam pelukan Antoni. Gadis itu kini terlihat sangatlah lelah.


Kemudian Antoni menggendongnya kekasur dan membaringkan tubuh istrinya.


Antoni mengusap bekas air mata dipipi Kayla. Hatinya benar-benar sakit melihat gadis ini menangis. Sebelum pergi Antoni menutupi tubuh istrinya dengan selimut kemudian mengecup kening Kayla.


***


Saat ini Antoni sedang berada diruang kerjanya bersama dengan supir dan para pengawal yang ditugaskan menjaga Kayla. Sekertaris Kim juga sudah berada disana.


"Jelaskan apa yang terjadi, kepada Kayla," tanyanya dengan raut wajah yang dingin.


"Tuan, saat kami ingin mengantar nona kerumah tiba-tiba ada yang menelfon nona, kami juga tidak tahu siapa orang yang ada di telfon itu. Kemudian nona menyuruh kami untuk mengantarnya kesuatu tempat. Kami tidak tahu jika itu adalah rumah nona muda. Nona sangatlah sedih dan khawatir karena sepertinya rumah itu telah dijual. Akhirnya nona menyuruh kami untuk kembali lebih dulu, kami sudah menolak tapi nona tetap bersikukuh untuk meninggalkan nya sendirian." jelas panjang lebar salah satu pengawal.


"Kim cari tahu apa yang terjadi, sebenarnya,"


"baik tuan,"


"Dan kalian," menatap lekat para pengawal dan supir itu.


"Kali ini kumaafkan kalian tapi jika kalian melakukan kesalahan ini lagi, maka jangan pernah berharap bisa bernafas di dunia ini lagi," ucapnya tegas.


"baik tuan muda, terimakasih banyak atas kebaikan anda,"


mereka akhirnya keluar dari ruangan itu setelah mendapat perintah dari sekertaris Kim.


"Tuan kenapa anda melepaskan mereka begitu saja,"


Tanya sekertaris Kim bingung, karena selama ini yang dia tau tuannya ini tidak akan memaafkan kesalahan terkecil apapun dari para pekerjanya.


"Saat ini aku hanya ingin mengurusi masalah Kayla, kau harus mendapatkan semua informasi yang terjadi. Kenapa gadis itu bisa menangis seperti itu,"


"Baik tuan muda,"


"Aku akan kembali kekamar ku sekarang," berdiri dari duduknya.


"Saya akan mengantarkan anda tuan,"


Sekertaris Kim akhrinya menemani Antoni menuju kekamarnya. Dia ingin memastikan jika gadis itu baik-baik saja.


Saat Antoni masuk kekamarnya, sekertaris Kim sempat menengok sebentar kedalam, dia bernafas lega setelah melihat Kayla tidur diatas kasur.


Sepertinya saya salah menilai anda nona, anda bisa mengatasi ini dengan baik. Bahkan tidak ada nyawa yang dipertaruhkan sekarang. Setidaknya sebelum tuan muda mengetahui apa yang telah terjadi pada anda.

__ADS_1


Sekertaris Kim akhirnya pun pergi kembali kelantai bawah, untuk beristirahat di kamar tamu bawah.


__ADS_2