
"Kalau begitu kau harus menyiapkan dirimu untuk kejutan yang selanjutnya, karena aku yakin kejutan yang terakhir ini akan membuat hatimu meledak karena terlalu bahagia," tersenyum penuh arti.
"Apakah masih ada kejutan lain???," sangat penasaran.
"Tentu saja justru puncaknya ada diakhir," tersenyum sambil menatap bahagia.
" Tapi bukankah ini sudah sangat berarti lalu apa lagi yang bisa aku harapkan," ucapnya pelan.
"Kau sudah siap untuk untuk kejutan selanjutnya,"
"Iya aku siap," mengangguk yakin.
"Kalau begitu tutup dulu matamu," mengeluarkan kain merah dari sakunya.
"Tapi untuk apa harus menutup mata, bukankah itu sangat tidak perlu," bantahnya.
"Kenapa kau tiba-tiba merusak suasana," sedikit kesal karena Kayla menolaknya.
" Aku tidak melakukan apapun aku hanya bilang bukankah tidak perlu sampai menutup mata,"
" Bisakah kau tidak membantah,"
"Aku tidak membantah mas aku hanya," ucapannya terpotong.
"Ahhh sudahlah kau malah membuat kita kembali bertengkar. Merusak suasana saja,"
"Kenapa aku yang disalahkan, bagaimana denganmu kau sudah membuang bunga-bunga itu kau merontoki kelopaknya entah berapa banyak bunga yang kau buang," tidak mau disalahkan.
Akhirnya suasana kembali rusak karena pertengkaran mereka. Tidak ada yang mau mengalah diantara dua orang itu.
" Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika kau menyukainya tadi, kenapa kau sekarang tiba-tiba menyudutkanku begini,"
"Aku tidak menyudutkan mu mas, aku hanya bilang," ucapanya terhenti.
"Maaf tuan muda nona muda, saya harus menyela tapi apakah pertengkaran ini perlu," Sekertaris Kim yang baru datang dan melihat kedua majikannya itu bertengkar disaat yang sangat tidak tepat.
" Diam Kim sekarang moodku sudah benar-benar hancur," Antoni pergi meninggalkan Kayla dan juga sekertaris Kim.
"Ada apa dengannya, dasar pria pemarah," ucap Kayla.
Sekertaris Kim menatap tajam kearah nonanya, tatapan matanya mengartikan jika dirinya tidak suka jika ada yang mengatai tuannya.
"Apa yang kau lihat hah, salahkan saja tuanmu itu. Dia itu sangat pemarah sekali dasar pria sensitif," ucap Kayla kesal.
"Maaf nona tapi menurut saya kali ini nonalah yang salah,"
"Kenapa kau menyalahkanku hah, aku bahkan tidak melakukan apapun dan dia mengatai ku perusak suasana," ucapnya cemberut.
"Nona apakah nona tau kenapa tuan Antoni menyiapkan semua ini,"
__ADS_1
"Memangnya kenapa, apakah dia akan membuatku merasa terhormat sebelum aku dibuang," bergumam-gumam kecil.
"Ternyata nona benar-benar belum bisa mengerti tuan Antoni yah,"
"Bisakah kau pada intinya saja, kau benar aku tidak bisa mengerti apapun juga tentang tuanmu itu," kesal sendiri.
" Nona tuan muda menyiapkan semua ini karena ingin mengungkapkan perasaannya kepada nona," jawab sekertaris Kim dengan penuh penenganan.
" Tentu dia pasti akan mengungkapkan perasaanya. Tunggu apa perasaan, perasaan apa???,"
"Nona ternyata benar-benar polos," menggeleng menyepelekan.
"Apakah mungkin dia menyukaiku dan dia akan mengungkapkan perasaannya itu. Hah itu tidaklah mungkin bukan,"
Sekertaris Kim hanya menatap nonanya yang terbilang bodoh itu.
"Tunggu jadi benar dia menyukaiku," menunjuk dirinya tidak percaya.
"Sebaiknya anda segera mencari jalan untuk meredakan amarah tuan Antoni nona muda karena moodnya sudah sangat buruk karena anda," langsung pergi begitu saja.
"Ahhhh Kayla kenapa kau begitu bodoh, bagaimana sekarang dia pasti akan sangat marah sekarang. Aku harus segera menyusulnya sekarang sebelum dia menciptakan badai besar," berlari memasuki rumah menyusul Antoni.
***
Saat Kayla masuk kedalam rumah dia melihat raut wajah pak Mut dan juga bik Sum yang terlihat sangat ketakutan.
Ohhh gawat aku rasa badai baru saja terjadi disini. Menatap sekilas kedua orang itu lalu langsung bergegas menuju kekamarnya.
Kayla membuka pintu itu perlahan, dan terlihatlah Antoni yang duduk disofa dengan raut wajah yang tidak bisa digambarkan.
Habislah kau Kayla, dia bahkan sampai mendekor kamar ini. Kenapa kau dengan bodohnya melakukan semua itu seharusnya kau turuti saja maunya. Mengutuki dirinya sendiri sambil berjalan kearah Antoni.
"Mas," memanggil Antoni.
Antoni tidak menggubrisnya.
"Mas maafkan aku, maafkanlah istrimu yang bodoh ini karena aku tidak menyadari apa yang ingin kau lakukan," duduk dilantai didekat kaki Antoni sambil memasang wajah penuh penyesalannya.
Lagi-lagi Antoni hanya diam.
"Mas aku sungguh tidak tahu jika kau juga menyukaiku, dan mempersiapkan semua ini untuk mengungkapkan perasaanmu," menunduk bersalah.
"Baguslah jika kau sudah tau apa kesalahanmu itu," ucapnya datar.
"Jadi kau memaafkan ku bukan," tersenyum penuh harap.
"Tidak,"
"Tapi kenapa,"
__ADS_1
" Karena kau belum mengatakan yang harusnya kau katakan,"
"Memangnya apalagi yang harus aku katakan," ucapnya pelan sambil berfikir.
"Dasar gadis bodoh," menyentil kepala Kayla karena sangat gemas dengan kebodohan gadis itu. "Bukankah kau harus mengatakan perasaanmu juga," ucapnya lagi sambil mengusap kepala Kayla bekas sentilannya tadi.
"Perasaanku,???" bergumam kecil.
"Yah perasaanmu padaku,"
"Apakah aku harus mengatakannya bukankah seharusnya kau sudah tau bagaimana perasaanku," menatap Antoni.
"Aku ingin mendengar sendiri dari mulutmu ini," mengusap bibir Kayla. "Katakan aku mencintaimu," menatap bibir itu intens sambil terus mengelusnya dengan jarinya.
Kenapa kau senang sekali membuatku merasa malu, bahkan aku yang harus mengatakan cinta lebih dulu kau membuatku mengatakan cinta dimana seharusnya kau lah yang mengatakannya. Ucapnya dalam hati.
"Ak...aku mencintaimu mas," lirihnya pelan.
"Apa yang kau katakan aku tidak bisa mendengarnya," berpura-pura tidak mendengar perkataan Kayla sambil mendekatkan telinganya.
"Aku mencintaimu," menambah sedikit volume suaranya.
"Apa coba ulangi lagi masih kurang jelas," terus menggoda Kayla.
"Aku mencintaimu mas Antoni," berteriak.
Antoni tersenyum sesaat sebelum ******* bibir istrinya.
Kayla menutup matanya menikmati ciuman yang diberikan Antoni kepadanya.
"Katakan itu lagi, mulai sekarang kau harus mengatakan itu setiap hari," melepas sesaat ciumannya kemudian mencium Kayla lagi.
Antoni mengangkat tubuh Kayla dari lantai dan mendudukkan gadis itu dipangkuan ya sambil terus ******* bibirnya.
Kayla bisa merasakan deru nafas Antoni yang memburu, kemudian perlahan tangan Antoni menjalar kebagian dadanya.
Antoni meraba bagian tubuh Kayla lalu perlahan menurunkan pakaian Kayla.
Lalu perlahan Antoni menggendong tubuh Kayla kearah kasur, sambil tidak melepaskan pautan bibir mereka.
"Aku ingin ini setiap hari, mulai dari sekarang kau harus menjadi gadis penurut kau mengerti," ucapnya pelan sambil menindih tubuh Kayla dikasur lalu kembali ******* bibirnya.
Akhirnya malam itu menjadi malam yang panjang, malam dimana Kayla mengungkapkan perasaannya kepada Antoni begitupun sebaliknya.
***
Pagipun datang Antoni bangun lebih dulu daripada Kayla, pria itu terus mentap wajah teduh istrinya yang masih terlelap.
Namun tanpa disengaja Kayla bergerak dan memperlihatkan bagian dadanya.
__ADS_1
"Ahhh sial aku tidak bisa menahannya," langsung menindih Kayla dan ******* leher Kayla yang masih terlelap.