Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Konflik 1


__ADS_3

Pria ini benar-benar dingin, aku merasa merinding berada di satu atmosfer yang sama dengannya. Gumam Selly dalam hati.


Setelah menemukan benda berharga baginya itu Selly memutuskan untuk segera kembali kerumahnya sebelum para penghuni rumah mengaum dijalanan mencari dirinya.


Sementara itu seorang pria dengan jas formal ditubuhnya sedang memperhatikan dengan seksama sosok yang berjalan dihadapannya itu. Ada sebuah perasaan yang muncul kepermukaan begitu wanita itu hadir kedalam hidup sekertaris Kim lagi.


" Kenapa kau harus kembali dan membuka luka lamaku lagi," gumam sekertaris Kim begitu melihat kepergian wanitanya.


***


" Faris kenapa kau harus bangun jam segini, tidurlah yah. Ayah juga ingin bermain dengan ibumu," terus merengek karena Kayla tak memperhatikan dirinya sama sekali karena Faris bangun pada waktu yang salah.


" Padahal tadi sudah hampir dapat jatah, tapi gagal karena Faris," umpat Antoni kesal.


" Berhentilah mengomel mas, dan pergilah tidur ini sudah mau pagi. Besok pasti kau akan mengeluh seharian kepadaku karena tidak dapat tidur malam," Menimang Faris didalam pelukannya.


" Umhhhhhhh mommy," ucap Antoni manja diatas kasur.


" Apa mommy, mommy. ingin tidur diluar lagi,"


" Daddy juga pengen dipeluk mommy," bergaya seperti anak kecil.


" Mas kau ingin kulempar dengan bantal," ucap Kayla merasa jijik dengan panggilan Antoni barusan.


" Cihh ya sudah urus saja Faris terus tidak usah memperdulikan aku," menutup dirinya dengan selimut.


Kayla membuang nafasnya kasar, dia sudah sangat lelah sekarang, tapi putranya ini malah bangun lebih awal dan tidak mau tidur lagi. Sedangkan bayi besarnya yang satu malah ngambek karena gagal dapat jatah.


Pukul empat dini hari, Kayla akhirnya berhasil membuat putranya tidur kembali.


" Hufthhh aku sangat lelah," membaringkan tubuhnya diatas kasur bersama Antoni yang masih menutup dirinya dengan selimut.


Kayla meletakkan satu kakinya diatas Antoni, kemudian tangannya memeluk Antoni erat, seolah menjadikan suaminya sebagai guling besar untuknya.


" Bayi besarku masih marah hemm," mengecupi kening Antoni yang saat ini membelakanginya.


Tidak ada sahutan sama sekali dari Antoni, apakah dia sudah tertidur.


" Mas kau sudah tidur beneran," memastikan Antoni tidur atau belum dengan membalik tubuh kekar Antoni.


Dugaan Kayla salah bukannya tidur Antoni justru menangis.


" Mas kau kenapa, hemm," mengelap pipi Antoni yang basah.


Tidak ada jawaban dari Antoni.

__ADS_1


" Kau marah kepadaku, maafkan aku yah. Aku tidak bisa membagi waktuku dengan baik untuk kalian berdua," memeluk Antoni erat.


" maaf," lirih Antoni.


" Ada apa kenapa minta maaf," tanya Kayla tanpa melepaskan pelukannya.


" Maaf karena telah bersikap egois, seharusnya aku bisa mengerti. Kau pasti sangat lelah bukan mengurus semuanya," ucap Antoni didada Kayla.


" Tidak sayang aku senang melakukannya, sudahlah kenapa kau sangat cengeng belakangan ini,"


" Aku takut,"


" Kau takut apa mas,"


" Aku takut suatu hari nanti kau akan lelah dan meninggalkanku dan Faris," memeluk Kayla erat.


" Tidak mas, aku tidak akan pernah lelah. Dan kalaupun aku lelah hanya dengan melihat wajahmu dan juga putra kita itu sudah menghilangkan semua rasa lelahku, aku tidak akan meninggalkan kalian berdua, aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku ini," mengecup pelan kening Antoni.


" Kau janji," menatap Kayla.


" Iya aku janji," menghujani wajah Antoni dengan kecupan sayang.


" Sayang boleh yah, sebentar aja," rengek Antoni.


Pada akhirnya mereka menghabiskan sisa malam itu dengan suasana hangat.


***


Di ruang tamu besar, dirumah utama keluarga Wijaya.


" Kau sudah keterlaluan, kenapa kau datang ketempat kakak mu. Sudah ku bilang bukan jangan datang kesana, selama masalah ini belum diselesaikan," ucap wanita tua dengan nada yang tinggi.


" Aku hanya pergi dan meminta hak ku dan juga ibuku nek, hari itu adalah hari kematian ibuku tapi bahkan cucuk kesayangan nenek itu tidak perduli sedikitpun,"


" Tentu saja kakakku tidak akan perduli, untuk apa dia perduli dengan orang yang sudah membuatnya terluka, dan juga orang yang tega meninggalkan putranya sendiri demi bisa bersama dengan pria lain," ucap Tina kesal.


" Tina jaga ucapanmu," bentak sang ibu.


" Viona sekaili lagi nenek peringatkan kepadamu, jika kau ingin keluarga ini kembali bersatu maka jagalah sikapmu itu," ucapannya penuh dengan penekanan.


" Iya nenek maafkan aku," mengeluarkan air mata palsunya itu.


" sekarang kembalilah kekamar kalian masing-masing, kita akan membahas masalah ini lain kali," ucap sang nenek sebelum semua orang meninggalkan ruangan itu kecuali Viona.


Gadis itu kini tersenyum licik.

__ADS_1


" Tentu saja nenek aku pasti akan masuk kedalam keluarga Wijaya, tapi aku tidak akan menyatukan kelaurga ini melainkan aku akan menghancurkan kalian semua dan menguasai semuanya," gumamnya pelan sambil menghapus air mata palsunya itu.


" Tidak akan kubiarkan rencana licikmu berhasil, aku pasti akan melindungi keluargaku dengan sangat baik. Tidak akan kubiarkan orang luar sepertimu membuat keluargaku hancur," ucap Tina yang ternyata mendengar semua ucapan dari Viona.


" Rey kau mau kemana pagi-pagi begini," tanya sang ibu.


" Sudah kubilang bukan jangan ikut campur urusanku, bukan berarti kau menjadi istri ayahku dan kau juga menjadi ibuku," ucap Reynata dingin kumudian segera pergi.


Viona yang melihat kejadian kecil itu semakin yakin dengan rencana besarnya.


"Hari ini akan kupastikan semua orang akan melihat pertunjukan besar yang aku buat," tersenyum kemudian pergi dari sana.


***


Kayla pergi kesebuah cafe tempat dia membuat janji dengan seseorang, tanpa sepengatahuan dari Antoni.


" Hai," ucap orang yang baru datang.


" Apa kabar Stef udah lama gak ketemu yah," ucap Kayla menyapa sosok yang sudah lama ia tidak temui itu.


" yah seperti yang Lo lihat sekarang lah," duduk dihadapan Kayla.


" Jadi apa yang mau kamu omongin sama aku," mulai membuka pembicaraan.


" Gue cuma mau ngomong, lebih baik Lo hati-hati sama suami Lo, dia itu bukan orang yang baik," langsung to the point.


" Maksudnya apa kamu ngomong kayak gitu, bukan berarti kamu adalah teman dekat aku dan kamu bisa ngomong sesuatu yang buruk tentang suamiku," ucap Kayla kesal dan tidak terima.


" Kay percaya sama gue, Antoni itu bukan pria yang selama ini lo bayangin. Dia itu cuma manusia dengan segala topeng keburukannya,"


Kayla yang tidak terima mendengar hal buruk tentang suaminya itu segera berdiri dan mendaratkan tangannya dipipi pria itu.


PLAAK...


" Diam, jangan pernah kamu berani lagi bicara hal buruk tentang suamiku. Atau aku akan lupa kalau kita ini pernah jadi teman dekat," ucap Kayla dengan penuh penekanan.


" La pluss dengarin gue dulu," memegang tangan Kayla.


" Lepasin gue," menarik tangannya paksa kemudian segera pergi dari sana.


Tanpa Kayla sadari ternyata ada seseorang yang memotret mereka sejak tadi.


Setelah Kayla pergi Stefan menyeringai licik sambil terus menatap punggung Kayla.


" Lo pasti akan jadi milik gue la, Lo hanya milik gue seorang. Dan gak ada satupun yang bisa rebut Lo dari gue," ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2