Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Berita baik


__ADS_3

" Tenang dulu tuan Antoni, nona Kayla memang baik-baik saja dia hanya sedikit kelelahan saja. Dan perut keram itu normal bagi wanita yang sedang hamil muda," jelas dokter itu lagi.


" Bagaimana kau bisa mengatakan jika itu normal bagi wanita yang hamil muda," ucapannya terpotong karena mulai mencerna dengan baik perkataan dokter itu.


Kayla mengerjapkan matanya tidak percaya.


" Maksud dokter saya hamil," ucap Kayla setengah tidak percaya.


" Iya nona selamat anda sedang mengandung," mengucapkan selamat kepada Kayla.


Kayla menatap senang kearah Antoni yang masih saja tidak percaya.


"Sungguh istri saya benar-benar hamil dok," memastikan sekali lagi.


" Iya tuan tapi untuk pemeriksaan selanjutnya akan ditangani oleh dokter kandungan,"


Antoni tersenyum bahagia kemudian memeluk Kayla.


" Sayang kau Hamil, didalam sini ada Antoni kecil," mengelus perut datar istrinya.


" Iya mas," sangking bahagianya dia hampir menangis.


" Dokter, usianya sudah berapa," tanya Kayla.


" Dari pemeriksaan saya kandungan nona sudah berusia dua bulan,"


" Tapi kenapa saya tidak merasakan gejala-gejala seperti mual dan lain-lain,"


" Mungkin ini pengaruh hormon bayinya nona, Saya akan memberikan resep obat untuk mengurangi rasa keram dan juga vitamin untuk kesehatan bayinya," setelah mendapat anggukan dari Kayla dokter itu segera keluar dari ruangan.


Sementara itu Antoni terus saja tersenyum bahagia, dia bahkan mendekatkan wajahnya di perut istrinya.


" Sayangnya papa tumbuh yang baik yah disana," mengelus perut Kayla lagi.


Sekertaris Kim masuk dengan wajah yang masih terlihat khawatir.


" Tuan apakah nona baik-baik saja," tanyanya khawatir.


" Dia baik-baik saja Kim, justru dia sangat baik sekarang," ucapnya bahagia.


Sekertaris Kim sedikit bingung dengan perubahan ekspresi tuan mudanya, tadi dia terlihat sangat khawatir tapi kini terlihat sangat bahagia.


" Tapi sungguh anda baik-baik saja nona," tanyanya kepada Kayla.


Kayla tersenyum kemudian menjawab pria itu.


" Aku baik-baik saja sekertaris Kim, bahkan sebentar lagi kau akan memiliki seorang keponakan," mengelus perutnya.


" Keponakan," masih mencerna kata-kata itu. " Maksud nona akan ada Tuan muda junior," akhirnya faham dengan perkataan Kayla.

__ADS_1


Kayla mengangguk.


Sekertaris Kim tersenyum tidak kalah bahagianya dengan dua orang itu.


" Selamat tuan muda nona muda kalian akan menjadi orang tua sebentar lagi,"


" Kim segera siapkan pesta penyambutan untuk anakku, buat perayaan yang sangat mewah hingga semua orang tau jika sebentar lagi akan hadir Antoni junior," ucapnya dengan berapi-api.


" Mas tidak perlu acara yang seperti itu, dia hanya butuh semua keluarganya berkumpul dan menikmati waktu bersama," ucap Kayla kerana merasa keberatan dengan rencana Antoni barusan.


" Tapi aku ingin semua dunia tau jika sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah," ucapnya semangat.


" Baiklah terserah kau saja tapi jangan terlalu besar yah, kau taukan itu akan sangat boros nantinya,"


" Apapun akan kulakukan demi anakku sayang,"


***


Setelah beberapa pemeriksaan Kayla diperbolehkan pulang, karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


" Mas aku sungguh bisa berjalan sendiri," ucap Kayla yang duduk dikursi roda yang didorong oleh Antoni.


" Kau tidak boleh lelah sayang, kau ingat bukan apa pesan dokter tadi," sambil terus mendorong kursi roda itu.


Tapi kamu terlalu berlebihan mas, semua orang bahkan terus saja memperhatikan kita sejak tadi. Sedikit manutup wajahnya karena merasa diperhatikan oleh orang-orang yang ada dirumah sakit itu.


Kini mereka sudah tiba dirumah, Antoni masih tidak membiarkan Kayla berjalan sendiri.


Rumah kini sudah didekorasi dengan nuansa pink dan biru.


" Bibik," Clara langsung berlari memeluk bibiknya yang baru masuk kedalam rumah.


" Hei Clara apa yang kau lakukan, bagaimana jika kau menyakiti dedek bayinya," ucap Antoni yang memegang pinggang Kayla.


" Sudah mas jangan cari masalah terus dengan Clara," Ucap Kayla.


" Bibik apakah sebentar lagi akan ada dedek bayi," ucapnya semangat.


" Iya sayang, didalam sini sekarang ada dedek bayi," mengelus perutnya.


" Tapi kapan dedek bayi akan keluar,"


" Dia akan keluar ketika usianya sudah sembilan bulan,"


" Kenapa lama sekali,"


" Memang seperti itu sayang," mengelus pucuk kepala Clara.


" Hei Clara sebentar lagi bibik Kayla tidak akan menyayangimu lagi karena dia sudah memiliki dedek bayi," ucap Antoni mengejek Clara.

__ADS_1


" Itu tidak benarkan bik, dasar paman es. Kau lah yang tidak akan disayang oleh bibik Kayla lagi karena sekarang ada dedek bayi," menjulurkan lidahnya.


Belakangan ini Antoni memang sering mencari masalah dengan Clara, setiap mereka bertemu mereka pasti akan langsung bertengkar.


" Kalian ini kenapa malah bertengkar disini, lihatlah cucuk menantuku ini pasti dia sudah lelah membawa bayi Wijaya bukan," nenekpun membawa Kayla untuk duduk disofa.


" Kayla selamat yah, ibu sangat senang mengetahui kau hamil,"


" Terimakasih Bu,"


" Kakak ipar terimakasih karena kau akan memberikanku seorang keponakan baru sekarang," ucap Tina memeluk Kayla.


Semua orang satu persatu mengucapkan selamat kepada Kayla, kemudian mereka makan malam bersama.


Antonipun tidak pernah membiarkan istrinya untuk melakukan semuanya sendiri.


***


Kayla keluar dari ruang ganti dengan pakaian tidurnya.


" Mas apakah kau belum mau tidur," melihat Antoni yang sibuk berkutik dengan laptopnya.


" Kau tidur saja lebih dulu sayang kau pasti lelah bukan, kasian baby Antoni jika tidur terlalu larut,"


" Tapi aku ingin tidur dipeluk," sambil berbaring ditempat tidur.


" Sayang pekerjaanku masih sangat banyak,"


" Ini bukan keinginanku tapi keinginan anakmu, dia ingin dipeluk ayahnya sekarang," memasang wajah imutnya lagi.


Akhirnya Antoni ikut berbaring kemudian menarik Kayla kedalam dekapannya.


" Sayang, apakah tidak apa jika kau tidur sedikit lebih malam lagi," berbisik kepada Kayla.


" Hemm kenapa," mulai mengantuk.


" Aku sedang ingin, sudah dua hari bukan aku tidak mendapatkannya," semakin memeluk Kayla.


" Mas aku sedang mengandung sekarang," memejamkan matanya.


" Apakah jika kau sedang mengandung aku tidak boleh mendapatkan jatah,"


" Hemm aku tidak tahu," kembali memeluk Antoni.


" Baiklah tidurlah, kau pasti lelah sekarang, besok aku harus bertanya kepada dokter tentang masalah yang serius ini. Bagaimana bisa aku bertahan selama sembilan bulan," mengelus rambut Kayla yang sepertinya sudah tertidur didalam dekapannya.


Ketika pukul dua dini hari Antoni sudah tidak bisa melanjutkan tidurnya, karena Kayla hampir menguasai semua tempat tidur itu. Dia bahkan tidak ingin tidur disentuh dengan Antoni sedikitpun.


" Sayang aku tidak bisa tidur jika tidak dipeluk," ucap Antoni kepada Kayla.

__ADS_1


" Emhhh mas menjauhlah aku tidak ingin disentuh kau membuatku gerah," berbalik kearah berlawanan dengan Antoni.


Apakah perkataan Clara benar jika Kayla tidak akan menyayangiku lagi karena Antoni junior. Ternyata Antoni percaya dengan perkataan Clara tadi, dia merasa Kayla sudah tidak akan menyangi dirinya lagi. Buktinya saja Kayla sudah tidak mau dia peluk saat tidur.


__ADS_2