
" Sayang kau sudah bangun," ucap Antoni ketika melihat istrinya sudah mulai sadarkan diri.
" Dimana aku," ucap Kayla.
" Kau ada dirumah sakit sayang, apakah ada yang sakit atau kau butuh sesuatu katakan kepada mas yah," ucap Antoni lagi sambil membantu Kayla untuk memperbaiki posisinya.
" Aku tidak apa," jawab Kayla dingin kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain.
" Sayang kau kenapa, apa aku masih bau. Aku sudah mengganti parfumku," memegang tangan istrinya.
Kayla hanya diam saja kemudian melepaskan genggaman tangan Antoni.
" Ada apa, apakah kau masih tidak ingin disentuh," tanya Antoni.
" Siapa wanita itu," Kayla bertanya balik dengan nada yang datar.
" Wanita??, siapa??? aku tidak mengerti maksudmu sayang,"
" Apa kau berbohong kepadaku," ucapnya lirih.
" Berbohong apa yang kau katakan sebenarnya sayang,"
" Tolong keluarlah dulu, aku ingin sendiri sekarang ini," ucap Kayla lagi seperti tidak memperdulikan Antoni sama sekali.
" Tapi kau kenapa sayang,"
" Tolong," dengan nada yang sangat dingin dan juga datar.
Jantung Antoni seakan berhenti berdetak, karena sikap dingin Kayla. Bahkan gadis itu tidak ingin menatap wajahnya.
" Apa yang sebenarnya terjadi sayang," tanya Antoni dengan nada yang selembut mungkin. Mengungkapkan rasa sayangnya kepada Kayla.
" Tanyakan itu pada dirimu sendiri," masih tidak ingin menatap Antoni.
" Apakah ini bawaan anak kita, apakah dia begitu suka menjahili papanya," menyentuh perut datar Kayla.
" Mas aku mohon tinggalkan aku sendiri untuk saat ini," menyingkirkan tangan Antoni.
" Tapi kau tidak boleh ditinggal sendiri sayang, bagaimana jika kau butuh sesuatu,"
" aku hanya membutuhkan waktu untuk menenangkan diriku,"
" Tapi," masih tidak ingin pergi.
" Jika kau tidak ingin pergi jawab pertanyaanku," menatap Antoni dengan tatapan datar.
__ADS_1
" Pertanyaan apa sayang,"
" Siapa wanita itu," kembali bertanya kepada Antoni.
" Aku tidak mengerti sayang wanita apa,"
" baiklah ganti pertanyaan, apakah kau sungguh mencintaiku,"
" apalagi pertanyaan itu, apakah itu harus ditanyakan lagi,"
" Jangan menjawab sebuah pertanyaan dengan pertanyaan ,"
" Sayang dengarkan aku aku sangatlah mencintaimu, kau satu-satunya yang ada di hatiku. Aku tidak tau apa-apa tentang masalah wanita itu. Yang paling penting aku hanya akan selalu mencintaimu dan juga menyayangi anak kita,"
" Bukan itulah jawaban yang ku inginkan mas," memberi penekanan diakhir kalimatnya.
" Lalu," ucapannya terpotong karena sekertaris Kim memotongnya.
" Maafkan saya tuan muda, ada hal yang penting uang saya harus sampaikan,"
" Emhh kau tunggu diluar," ucapnya tanpa menoleh kearah sekertarisnya.
Sebelum menyusul sekertarisnya Antoni sempat mengecup kening Kayla sebentar, lalu mengatakan.
***
" Apa kau sudah membereskannya Kim," tanya Antoni ketika sudah berada diluar ruangan.
" Sudah tuan saya sudah mencari tahu, wanita yang datang tadi pagi adalah nona Mira, orang tuanya adalah sahabat karib dari tuan besar. Dan menurut informasi tuan dulu sempat dekat dengan nona Mira sebelum dia pergi ke luar negeri,"
" Bukan itu yang aku tanyakan Kim," seakan tidak perduli dengan penjelasan sekertarisnya.
" maaf tuan muda, tapi nona Mira ini jugalah yang menyebabkan nona muda mengalami insiden kecil itu. Dia mendorong nona muda hingga terjatuh dilantai saat nona muda datang kekantor untuk menemui anda," menjelaskan dengan menahan amarahnya.
Sekertaris Kim saja sudah kesal mengetahui hal itu apalagi Antoni, kini pria itu benary sudah tersulut api kemurkaan.
" Kim segera bereskan ini, aku tidak ingin tahu lagi soal wanita itu. Jangan sampai namanya muncul lagi apalagi wajahnya itu jika tidak aku tidak akan segan menghabisi wanita itu," ucap Antoni dengan nada dingin yang sangat menekan.
" Baik tuan muda, tapi apa perlu saya memperlihatkan video CCTV kejadian itu agar tuan muda lebih faham situasinya,"
" Berikan,"
Antoni menyaksikan rangkaian kejadian yang terjadi pada istrinya, kini dia sudah tidak bisa menahan amarahnya. Terutama melihat langsung reka kejadian ketika Kayla terjatuh karena didorong.
" Kim habisi wanita itu, hancurkan dia hingga menjadi butiran debu. Jika perlu musnahkan beserta semua keluarganya," ucapnya benar-benar murka.
__ADS_1
Sekertaris Kim tau pasti jika ini akan terjadi, tapi dia memang sengaja agar tuannya itu yang memberikan perintah untuk mengha*isi wanita itu.
" Baik tuan muda,"
" Satu lagi berikan sebuah pelajaran bagi orang-orang yang hanya melihat hal itu. Buat mereka tidak bisa lagi melihat dengan kedua matanya,"
" Baik tuan muda," hanya menurut saja.
" Satu lagi buat sebuah pengumuman kepada semua orang, yang mengumumkan jika Kayla adalah nona muda dari keluarga Wijaya, jangan sampai ada seorangpun yang berani kepada dirinya apalagi menyakitinya,"
" Baik tuan muda," kemudian langsung pergi, dia pasti akan menjalankan setiap perintah tuannya dengan sangat baik.
***
Setelah sedikit menenangkan dirinya akhirnya Antoni kembali kekamar Kayla.
Ketika masuk Antoni melihat istrinya yang duduk bersandar sambil menatap keluar jendela.
" Sayang apa kau marah kepadaku," bertanya dengan penuh kasih sayang, jauh berbeda dengan yang tadi.
" Tidak," jawab Kayla singkat.
" Sungguh sayang aku tidak mengingat wanita itu, dia hanyalah secuil kenangan dimasa lalu. Kami hanya berteman saja setelah itu dia pergi keluar negeri itu saja,"
" untuk apa kau mengatakan hal itu kepada ku apa kau ingin pamer kepadaku jika cinta pertamamu sudah kembali lagi,"
" Cinta pertama??cinta pertama dan terakhirku hanya kamu sayang sungguh, kau adalah seluruhnya bagiku,"
" Lalu harus kukatakan jika tunaganmu itu berbohong hah,"
" Apa lagi itu dia bukanlah tunanganku dia hanyalah teman kecilku itu saja tidak lebih baik untuk dulu sekarang atau sampai kapanpun juga,"
" Entahlah aku mulai merasa ragu sekarang," menundukkan kepalanya.
" Apa yang kau ragukan sayang, aku pasti akan menjelaskan semuanya kepadamu,"
" Aku ragu apakah aku memang pantas untukmu, hampir seluruh wanita memuja dirimu, bahkan para gadis dari keluarga terpandang semuanya ingin mendapatkan cintamu," nyalinya terasa menciut ketika mengatakan hal yang membuatnya merasa sakit sendiri.
" Apa kau fikir aku mau bertahan denganmu jika kau tidak pantas untukku, apa kau fikir jika kau memang tidak pantas untukku kau bisa mengandung anakku," jawab Antoni.
" Aku ragu dengan perasaan ini mas, mungkin saja ini bukanlah cinta tapi sebuah rasa aman dan nyaman yang sudah cukup lama dirasakan,"
" cinta tumbuh dari itu sayang, rasa aman dan juga nyaman itulah bagian dari cinta, jadi aku tidak mau mendengar apapun lagi tentang masalah ini. Kau tidak boleh banyak fikiran ingatlah anak kita ini, dia juga akan stres jika kau stres," mengelus perut Kayla.
Ada sedikit angin segar yang bisa Kayla rasakan, rasanya hatinya sedikit tenang dengan jawaban suaminya, meskipun masih adanya sedikit keraguan itu.
__ADS_1