
Antoni pulang kerumah dengan raut wajah lesunya, dia sudah sangat lelah mengurusi pekerjaan kantor, dan ingin segera beristirahat.
Namun keinginannya itu tinggalah hanya sebuah angan ketika mendapati Kayla yang bersikap acuh kepadanya.
Bayangkan saja gadis itu sama sekali tidak menganggap Antoni ada didekatnya, bahkan dia sampai menyemprotkan parfum ruangan ketika Antoni sedang minum kemudian terlihat sesekali juga Kayla mondar-mandir dihadapan Antoni dengan menghentakkan kakinya kasar.
Antoni yang merasa sangat lelah itupun segera memanggil istrinya yang kini entah apa yang dia lakukan dibelakang pintu.
" Sayang bisa kah kau menyiapkan air mandi ku, aku sangat lelah sekarang," ucap Antoni sambil menyenderkan tubuhnya disofa.
Seakan tuli Kayla tidak menggubris perkataan Antoni dan justru memilih untuk pergi dari ruangan kerja pria itu.
" Apa dia masih marah," gumam Antoni pelan, sambil menutup matanya acuh.
Sedangkan itu Kayla sendiri dia merasa sangat ingin menolak keinginan dari Antoni, sampai sekarang bahkan pria itu bahkan tidak meminta maaf dengan Kayla. Namun apalah daya dia hanyalah seorang istri yang harus patuh kepada suami tercintanya.
" Dia bahkan tidak meminta maaf kepadaku, tapi justru malah menyuruhku mengerjakan ini dan itu," gumam Kayla kesal sambil mulai menuangkan aroma terapi di bak mandi.
***
" Mas apakah kau tidur, air mandimu sudah siap. Aku akan mengecek Faris dulu sekarang dan melihat apakah makan malam sudah siap," ucap Kayla dengan nada cueknya, kemudian ingin langsung pergi.
Namun Antoni menahan tangan Kayla. Dengan mata yang masih terpejam dan juga tubuh yang masih dia sandarkan di kursi kebesarannya itu.
" Apa lagi yang kau butuhkan," melihat Antoni yang tampak begitu lelah.
" Apakah kau masih marah kepadaku," tanya Antoni sepekan mungkin.
" Sudah pergilah bersihkan dirimu terlebih dahulu, baru setelah itu turun untuk makan malam," tidak menggubris perkataan Antoni yang bahkan tidak terlalu dia dengar.
Kayla melihat putranya asik bermain dengan para pelayan wanita, usia Faris kini sudah menginjak beberapa bulan. Dan kini dia sudah mulai bisa merespon perkataan, bahkan dengan gemasnya kini dia sudah ingin belajar merangkak.
" Uhhh anak mama sayang, kita makan dulu yah baru habis itu main lagi," menguyel-uyelkan hidung mancungnya dengan hidung Faris.
" Kalian pergilah, biar aku yang menyuapi Faris," Berbicara tanpa mengalihkan pandangannya kepada putranya.
" Baik nona muda," kedua pelayan itu ingin pergi namun Kayla tiba-tiba berbicara lagi.
" Dan yah tolong periksa apakah makan malam untuk tuan muda sudah siap atau belum," ucap Kayla lagi.
Kedua pelayan itu menunduk hormat kemudian masuk kedalam ruangan utama.
__ADS_1
Sedangkan itu Kayla mulai menyuapi putranya ditaman belakang, sesekali terlihat Faris mengeluarkan makanannya karena belum terbiasa.
Kayla tertawa karena melihat tingkah putranya yang menggemaskan, dengan pipi yang tembem dan dipenuhi makanan juga lidah mungilnya yang sesekali keluar.
" Uhhh kau belum terbiasa yah sayang, sini biar mama bersihkan dulu yah mulutnya," mengelap sisa makanan diwajah Faris.
***
Disisi lain Antoni sudah turun kebawah dengan kaos oblong dan juga celana training nya terkesan lebih santai, dan jangan lupakan wajah tampan dengan rahang tegas itu yang membuat wajah Antoni penuh dengan kharisma. Belum lagi kini rambutnya masih basah dan handuk kecil yang melingkar dilehernya membuat siapapun yang memandangnya akan langsung tergila-gila.
Antoni mengedarkan pandangannya menyusuri setiap bagian ruangan utama itu.
" Tuan muda," ucap Pak Mut yang menunduk hormat begitu bertemu dengan Antoni.
" Dimana nona mudamu Mut??," tanya Antoni sambil terus mencari sosok wanita yang sepertinya hingga kini masih marah dengannya.
" Nona muda sedang bersama dengan tuan muda junior di kebun belakang tuan muda," jelas pak Mut dengan nada yang penuh dengan rasa hormat.
Tanpa membalas perkataan pak Mut tadi Antoni segera berjalan kearah taman belakang rumah, tempat dimana istri dan putranya kini sedang bersama.
" Hahahaha sayang kau memuncratkan makananmu," mengelap wajahnya sendiri.
Faris terus saja bergumam tidak jelas ala seorang bayi, dia terlihat senang sekali ketika melihat wajah Kayla yang penuh dengan makanan yang dia semprotkan tadi.
" Ehem," berdehem tepat dibelakang Kayla karena gadis itu sejak tadi masih tidak menyadari kehadirannya.
"Bbbabababa..," ucap Faris ketika melihat Antoni.
" uhh anak papa sedang makan yah, sudah makin besar saja yah," menggendong Faris.
Faris tidak pernah henti-hentinya mengoceh tidak jelas. Sepertinya dia sangat senang bermain dengan sang ayah.
" Mas biarkan dia menghabiskan makanannya dulu," ucap Kayla ketika melihat Antoni terus saja menggelitik perut putranya.
***
Kayla sudah baru kembali kedalam kamarnya dan Antoni ketika sudah memastikan putranya terlelap dikamarnya.
" Apakah Faris sudah tidur," ucap Antoni tanpa melihat Kayla dan tetap sibuk dengan koran yang dibacanya.
" Hemm," menjawab singkat kemudian langsung masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Mata Antoni melirik kearah Kayla yang baru keluar dari kamar mandi, terlihat sekali gadis itu sesekali meringis kesakitan.
" Ada apa, apa kau sedang sakit," tanya Antoni mulai khawatir.
" Hemm, hanya p*y*d*r* ku sdikit terasa ngilu," duduk ditepu kasur.
" Apa yang terjadi kenapa bisa ngilu hah," kebucinan berlebihannya sudah dimulai guys, lupa dah dia sama gengsinya yang setinggi langit.
" Ahh tidak sepertinya ini karena Faris sudah mulai makan, jadi dia tidak banyak lagi meminum *siku," memegang bagian dadanya sambil terus meringis kesakitan.
" Lalu apakah aku harus memanggilkan dokter, tidak kita harus kerumah sakit. Kau tunggu disini aku akan menelfon sekertaris Kim untuk segera datang kemari," ingin turun dari ranjang.
" Tidak perlu sampai dipanggilkan dokter apalagi sampai kerumah sakit mas, ini memang wajar karena a*i ku masih sangat melimpah sedangkan Faris sudah jarang meminumnya semenjak dia mulai belajar makan," jelas Kayla menahan tangan Antoni. Keknya nih Kayla juga udah lupa kalau dia tadi masih dalam mode marah sama sih Antoni. Udah ah terserah mereka aja.
" Kau yakin," kembali memastikan.
" Iya mas, sudahlah aku ingin tidur sekarang, kau juga tidurlah kau pasti sangat lelah bukan," berbaring dikasur dengan posisi membelakangi Antoni.
Antoni menyelipkan tangannya kepinggang Kayla dan memeluknya posesif.
" Apa kau masih marah kepadaku," lirih Antoni dicekuk leher Kayla.
" Tidak mas sudah tidurlah," menyingkirkan tangan Antoni dari pinggangnya.
" Sayang maaf," memeluk Kayla lagi dengan lebih erat dari sebelumnya.
" Aku sudah memaafkanmu tapi lepas dulu pelukanmu ini, kau membuatku tidak bisa bernafas mas,"
Perlahan Antoni melonggarkan pelukannya.
Mereka terdiam cukup lama hingga terdengar suara isakan dari belakang leher Kayla, bahkan kini tengkuknya sudah mulai basah akibat air mata dari Antoni.
" Mas apa kau menangis," ucap Kayla memastikan.
Antoni hanya menggelengkan kepalanya pelan. Namun jelas sekali jika dia sedang menangis sambil terus sesegukan.
Kayla berbalik dan menagkup wajah Antoni, kemudian mengangkat wajah suaminya.
" Ada apa mas, kenapa kau menjadi cengeng seperti ini. Bahkan Faris saja tidak secengeng ini," mengelap air mata Antoni yang menempel di wajah sempurnannya.
" Emhh aku tidak menangis," menelusupkan kepalanya kedada Kayla.
__ADS_1
Kayla hanya tersenyum melihat tingkah Antoni yang seperti itu, tapi apa sebenarnya yang membuat Antoni menangis hingga sesegukan seperti itu jelas tidak mungkin karena pertengkaran mereka hari inikan.