
Hingga malam hari Antoni belum juga keluar dari kamarnya, dan itu membuat sekertaris Kim sangatlah khawatir. Belum lagi Kayla yang belum juga pulang ataupun memberi kabar.
"Pak Mut apakah nona muda belum menghubungimu," tanyanya kepada pak Mut.
" Hingga sekarang saya belum mendapatkan telfon ataupun kabar dari nona Kayla," katanya lagi.
"Lalu apa kau yang mengantarnya tadi pagi," bertanya lagi.
"Tidak nona kini sudah membawa mobil sendiri, karena ia katanya tidak ingin merepotkan saya. Jadi dia membujuk tuan Antoni agar membiarkannya membawa mobil sendiri," jelas pak Mut.
"Baiklah kalau begitu lebih baik kau jemput saja nona Kayla sekarang, ini sudah malam,"
"Baik,"
Akhirnya Pak Mut pergi menjemput Kayla.
Nona kenapa anda terus saja melakukan kesalahan, apakah anda benar-benar ingin melihat kemarahan dari tuan Antoni. Tapi semoga saja kemarahannya tidak pernah ia tunjukkan dihadapan anda. Sambil membayangkan bagaimana jika Antoni benar-benar murka.
***
Antoni membuka matanya perlahan, ia baru bangun dari tidur yang cukup panjang. Antoni tertidur karena merasa bosan dan tidak ingin melakukan apapun ia hanya terus membayangkan wajah istrinya saja, entah apa yang terjadi sebenarnya dia benar-benar bingung sekarang tidak biasanya dirinya seperti ini.
"Jam berapa sekarang, sepertinya aku tidur cukup lama," mengecek ponselnya.
"Ahhh sudah malam ternyata, Kayla pasti sudah pulang tapi kemana dia kenapa tidak membangunkan ku,"
Antoni ingin beranjak kekamar mandi namun tiba-tiba saja kepalanya terasa sangat pusing.
"Ahhhhh kenapa kepalaku pusing begini,"
Akhirnya Antoni mengambil ponselnya dan menelfon sekertarisnya.
"Kim kemari," perintahnya kepada sekertaris Kim.
"Baik tuan Muda," mematikan telfonnya kemudian langsung beranjak menuju kamar Antoni.
Perasaan sekertaris Kim kini bercampur antara senang juga takut. Ia senang karena tuannya baik-baik saja tapi dia juga kini sangatlah takut karena nona mudanya belum juga pulang kerumah.
Tok tok tok mengetuk pintu kamar Antoni.
"Masuk," jawabnya dari dalam.
Sekertaris Kim membuka pintu kamar dan mendapati tuannya sedang duduk bersandar diatas kasur.
"Tuan ada apa, apa anda ingin makan sekarang," bertanya kepada tuannya.
"Dimana Kayla Kim," langsung bertanya tentang istrinya.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan tapi nona Kayla belum pulang juga. Pak Mut baru pergi menjemput nya,"
"Apa, kenapa bisa dia belum pulang hingga sekarang," sudah mulai marah.
"Mungkin nona sangatlah sibuk tuan, sehingga dia pulang terlambat,"
"Tapi kenapa dia tidak memberikan kabar kepadaku," mengecek ponselnya berharap ada pesan dari istrinya. Namun hasilnya mengecewakan tidak ada satupun telfon ataupun pesan yang masuk dari Kayla,"
"Tuan nona pasti sangatlah sibuk jadi tidak sempat memberi kabar, tapi pak Mut sudah pergi menjemputnya," berusaha menenangkan tuannya, karena sekertaris Kim tau benar jika amarah Antoni hampir mencapai puncak saat ini.
"Tuan sebaiknya anda makan saja dulu, anda pasti sangat laparkan karena belum makan dari pagi," melihat wajah pucat tuannya.
"Aku tidak nafsu makan Kim," kembali berbaring dikasur.
Dimana anda nona cepatlah kembali saat ini kondisi tuan Antoni sangatlah buruk. Dia tidak pernah sampai mogok makan seperti ini hanya karena menunggu seseorang.
"Pergilah Kim, aku merasa sangat lelah saat ini," sebenarnya Antoni merasa tubuhnya sangat lemas dan juga kepalanya sangat sakit.
"Apa perlu saya memanggil dokter tuan," Sekertaris Kim sangat khawatir dengan kondisi tuannya saat ini.
"Tidak, tidak perlu," sambil memejamkan matanya.
Apa yang harus kulakukan sekarang. Apakah aku harus mencoba menjual nama nona muda, maka baiklah mari kita coba.
"Tuan jika nona tau kondisi anda seperti ini nona pasti akan sangat khawatir terutama jika anda sakit dia pasti akan sangat panik dan merasa tidak tenang nantinya," berharap kata-katanya itu dapat berguna.
Antoni membayangkan wajah Kayla yang terlihat panik, entah dari mana muncul ide gila dari Antoni dia ingin melihat reaksi istrinya ketika melihatnya jatuh sakit.
Akhirnya rencana sekertaris Kim berhasil, namun dia memiliki firasat buruk tentang ini.
"Baik tuan muda, tapi apa anda juga tidak ingin makan lebih dulu,"
"Suruh bik Sum menyiapkan makanan untuk makan pagi makan siang dan juga makan malam setelah itu bawa kekamarku dan letakkan dimeja," terlihat sangat bersemangat.
Apa lagi yang anda rencanakan tuan muda.
***
Sementara itu disisi lain Kayla masih sangat sibuk dengan adonan kuenya, dia mendapatkan orderan kue dalam jumlah banyak yang membuatnya harus bekerja lembur.
"Mba Kay pasti capek ya," ucap Jimmy.
"Enggakko Jim kan ada kalian yang bantuin mba," sambil masih fokus dengan adonan kuenya.
"Mba Kay ada yang nyari tuh diluar," Ucap Santo yang baru saja masuk kedapur.
"Ehhh siapa??,"
__ADS_1
"enggak tau juga mba, laki-laki terus udah agak tua gitu terus tuh pake jas rapi bangetlah pokoknya,"
Terlintas dalam fikiran Kayla adalah Pak Mut, tapi untuk apa pak Mut datang ketokonya.
Akhirnya Kayla keluar untuk menemui orang itu.
"Pak mut ada apa???," bertanya kepada pak Mut.
"Nona anda harus pulang sekarang," ucapnya dengan nada panik.
"Ehh tapi saya masih punya banyak kerjaan pak, dan inikan masih jam empat sore saya biasanya kan pulangnya jam setengah lima," melihat jam tangannya.
"Nona coba lihat keluar sekarang sudah malam,"
Kayla melihat keluar dan benar saja ternyata sekarang sudah malam.
"Pak Mut jam berapa sekarang," mulai khawatir.
"Sekarang sudah Jam delapan malam nona,"
"Apa, matilah aku kenapa jam tangan ini harus mati segala sih," mengutuki jam tangannya.
"Lalu apakah tuan Antoni sudah pulang,"
"nona tuan Antoni tidak bekerja hari ini, dia sedari tadi sudah menunggu anda. Bahkan dia tidak makan dari pagi," jelas pak Mut.
"Apa," benar-benar terkejut.
Matilah aku dia pasti akan marah lagi. Kenapa kau selalu masuk kedalam lubang yang sama Kayla. Menjerit didalam hati.
"Bagaimana sekarang pak Mut pekerjaan saya belum selesai," bingung sendiri.
"Mba Kay pulang aja kan ada kita disini, kasian suami mba udah nunggu dari tadi," ucap Jemmy yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Kayla dan juga Pak Mut.
"Kalian yakin kalian bisa,"
"Iya mba tenang aja yah," memberikan tas Kayla.
"Yaudah kalo kaya gitu mba pulang diluan yah, makasih ya ntar mba terakhir kalian deh,"
Kini Kayla sudah berada diarea perkir dia ingin masuk kedalam mobilnya.
"Nona sebaiknya anda ikut dengan saya saja agar lebih cepat,"
"Tapi aku membawa mobil,"
"Biar mobil nona nanti saya suruh orang ambil,"
__ADS_1
"Ahhh baiklah," akhirnya Kayla pulang kerumah bersama Pak Mut. Hatinya kini berdegup kencang memikirkan apa yang akan Antoni lakukan nantinya.
Aku bahkan pergi tidak izin dengannya dan sekarang aku pulang terlambat. Kenapa jam tangan ini mati dan bodohnya aku tidak menyadarinya. Kayla terus mengutuki dirinya sendiri.