
" Sudah aku bilang bukan kau jangan bergerak dulu, bagaimana jika kau bertambah sakit nanti," langsung membawa Kayla kembali ketempat tidur.
" Tapi mas aku sungguh tidak apa. Lihat kan aku bahkan bisa berlari maraton sekarang," ingin bangun dari tempat tidur.
" Nyonya Kayla Antoni Wijaya, diam ditempatmu atau aku akan menyuruh semua pelayan untuk bertanggung jawab," ucap Antoni tegas.
Kayla hanya mengerucutkan bibirnya.
Nyonya Kayla Antoni Wijaya diam ditempatmu atau aku akan nyenyenye. Kayla mengejek Antoni dalam hati. Tentu saja mana berani dia terang-terangan.
" Mas aku sungguh tidak apa, tidak usah panik begitu yah. Aku hanya ingin istirahat sebentar saja oke," bujuk Kayla terus yang melihat suaminya yang sangat panik itu.
"Sudah diam dan berbaring saja disana dengan nyaman, sebelum aku mengikatmu agar kau tidak bisa bergerak lagi," mengancam Kayla, kemudian kembali lagi mondar-mandir tidak jelas.
Semenjak tadi Antoni terus saja mondar-mandir tidak jelas, menunggu kedatangan dokter dan juga sekertarisnya.
Antoni menatap tajam kearah sekertarisnya, pasalnya bukannya membawa seorang dokter wanita kepercayaan keluarganya. Sekertaris Kim malah membawa seorang dokter muda tampan yang sudah pasti akan memicu rasa cemburu pada Antoni.
" Tuan muda dia adalah dokter Reno, hanya dia yang bisa datang saat ini kemari. Karena semua dokter handal lainnya sedang tidak ada dinegara ini. Jadi hanya dokter Reno sajalah yang tersisa sekarang,"
Karena tidak ada pilihan lainnya lagi, Antoni membiarkan dokter itu memeriksa istrinya.
" eitsss apa yang kau lakukan, kenapa kau memegang tangan istriku hah," ucap Antoni kesal karena Dokter itu memegang tangan istrinya.
" Saya harus memeriksa denyut nadinya tuan," untuk dokternya sabar.
Mata Kayla terpaku pada sang dokter, difikirkanya saat ini pastilah bagaimana bisa ada seorang pria yang sangat tampan seperti ini menjadi seorang dokter. Tapi mata sang suami kini sudah menyala seperti sebuah kobaran api dan setajam cakaran elang hingga siap untuk menghabisi mangsa yang ada dihadapannya itu.
" Nona muda baik-baik saja, mungkin hanya karena kelelahan jadinya ngedrop seperti ini. Tapi untuk lain kali tolong dijaga yah pola makannya terutama jangan sampai lelah karena kasian buat janinnya," jelas dokter itu.
" Kau lihat mas aku hanya kelelahan saja," belum sadar dengan maksud dokter itu.
" Janin dok?," ucap Antoni sambil menatap serius ke arah sang dokter.
" Iya nona Kayla sedang hamil muda, dan perlu banyak istirahat jadi tolong dijaga baik-baik yah,"
Kayla membulatkan matanya sempurna. Tidak percaya jika dia kembali hamil lagi.
__ADS_1
Setelah kepergian dokter muda nan tampan itu, Kayla menatap Antoni yang terlihat tersenyum sendiri tanpa henti.
" Mas kau kenapa tersenyum seperti itu hah," ucap Kayla yang menatap curiga kearah Antoni.
" Tidak aku hanya berfikir jika aku ini benar-benar sangat hebat, bahkan belum setahun saja sudah berhasil kubuatkan adik,"
Kayla melempar sang suami dengan bantal yang ada didekatnya.
" Dasar suami gila," gerutu Kayla kesal kemudian masuk kedalam selimut.
" Karena kau sedang hamil muda jadi aku memaafkan matamu yang nakal ini," mengecup kedua mata Kayla bergantian.
" Kenapa kau mengatakan mataku nakal hah,"
" Karena mata ini hanya boleh menatap dan kagum kepada diriku seorang, itu artinya tidak boleh ada laki-laki lain," memainkan bulu mata Kayla yang panjang.
" Tapi sepertinya kali ini anakku beruntung karena diperiksa oleh dokter tampan tadinya, tidak seperti Faris yang hanya diperiksa oleh dokter wanita terus," gumam Kayla berniat menggoda Antoni.
" Apa coba katakan sekali lagi, selain mata ini yang nakal ternyata bibir ini juga sudah mulai nakal yah," menghujani Kayla dengan kecupan-kecupannya.
" Ahh masss hentikan ini, geli,"
***
Setiap harinya juga Antoni selalu memperhatikan Kayla, tidak boleh ini dan itu. Bahkan terkesan lebih overprotektif dari pada kehamilan Kayla yang pertama.
Kaylapun juga lebih manja, dia bahkan tidak segan-segan lagi untuk memerintahkan Antoni melakukan sesuatu untuknya.
***
Dan kini pesta untuk ulang tahun pertama putra presedir utama Wijaya Groups Antoni wijaya.
Pesta yang digelar besar-besaran disebuah hotel bintang lima milik keluarga Wijaya.
Dengan dekorasi ruangan yang berwarna biru, serta berbagai macam makanan untuk tamu telah siap sedia.
Sedangkan bintang utamanya yaitu keluarga kecil Antoni masih sibuk didalam kamar.
__ADS_1
" Mas aku tidak mau pakai ini, ini terlalu biasa. Ini ulang tahun putraku aku ingin memakai gaun yang sudah aku pilih sejak lama," rengek Kayla terus menerus.
Pasalnya Antoni baru tau jika istrinya memilih sebuah gaun hitam yang sedikit terbuka. Tentu saja pria itu tidak akan mau jika istrinya sampai memakai pakaian yang kekurangan bahan seperti itu.
" Sudah Sayang pakai saja gaun ini, ini juga sangat pas ditubuhmu kau tau itu,"
" Baiklah kalau begitu aku akan pakai high heels saja yah,"
" Jangan pernah mencoba memakai sepatu seperti itu, kau itu sedang hamil bagaimana mungkin kau memakai sepatu tinggi seperti itu, apa kau ingin menyakiti anakku hah,"
" Kau menyebalkan mas," gerutu Kayla dihadapan Antoni.
" Kau juga sama sayang, sangat keras kepala jika diberi tahu,"
Faris hanya terdiam melihat pertengkaran kedua orang tuanya itu, dia masih setia duduk disofa ditemani sebuah mainannya. Sambil menyaksikan perdebatan yang tiada akhir itu.
Kayla pun mengalah dan menuruti semua perintah Antoni, karena sang nenek yang juga sudah turun tangan langsung.
" Mas pakai dasi kupu-kupu saja itu lebih pas untuk pesta ini,"
" Tidak sayang, aku lebih suka yang model seperti ini," tolak Antoni sambil memasang dasinya.
" Pakai atau jangan harap kau dapat pelukan nanti saat tidur,"
Antoni yang kesalpun langsung mengganti model dasinya sesuai dengan perintah sang istri.
Setelah perdebatan yang memiliki alur yang cukup panjang itu, akhirnya Antoni turun kelantai bawah bersa Kayla dan jyga Faris.
Kayla merangkul tangan Antoni yang menggendong Faris kemudian mereka turun bersama dianak tangga menuju ball room tempat pesta digelar.
Semua mata tertuju pada Mereka.
Dalam hati Kayla bersyukur bisa memiliki suami yang begitu mencintainya, dia merasa menjadi wanita paling beruntung karena dikaruniai keluarga yang sempurna.
Tak ada kesabaran yang tak membuahkan hasil, setiap penantian dan juga perjuangan Kayla akhirnya berbuah manis.
Jika kau merasa hidupmu berat, maka yakinlah bahwa didepan sana ada seseorang yang menunggu dan siap untuk membuatmu merasakan bagaimana bahagia yang sebenarnya.
__ADS_1
Dan inilah akhir dari kisah sang gadis penebus hutang, kasih sayang keluarga yang ia impikan selama ini telah terwujud.
Terimakasih Tuhan, karena telah memberikanku kesempatan untuk merasakan kebahagiaan ini.