
Kayla akhirnya hanya bisa pasrah mengikuti perintah dari yang mulia raja Antoni Wijaya yang tidak lain adalah suaminya itu.
Kayla kini sudah berada didalam mobil yang dibawa oleh pak Mut. Suasana didalam mobil cukup canggung karena sejak tadi Kayla hanya diam di kursi penumpang belakang, dia masih kesal dengan Antoni. Sedangkan pak Mut tidak berani berbicara terlalu banyak kepada nonanya ini.
"Pak mut," tiba-tiba membuka pembicaraan
"Iya nona muda," masih terus fokus menyetir.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu,"
"Iya tentu saja nona, silahkan anda ingin menanyakan apa,"
"Pak Mut aku penasaran dengan kehidupan dari tuan Antoni,"
"Maksud anda nona," mulai bingung dengan alur dari pembicaraan ini.
"Iya aku penasaran saja kenapa sikap Antoni sangatlah dingin, dan juga sepertinya dulu disaat aku pertama kali bertemu dengannya dia sangatlah membenci wanita. Padahal dikeluarganya sangat banyak wanitanya," mengingat-ingat sikap Antoni kepada wanita bahkan dia sendiri saja sempat berfikir jika Antoni itu adalah penyuka sesama jenis.
"Maafkan saya nona, saya merasa saya tidak memiliki hak untuk menceritakan hal pribadi tentang tuan muda. Nona adalah istrinya nona bisa bertanya langsung kepadanya bukan,"
Cihhh apa kau sengaja memojokkan ku kau tau pasti jika Antoni pasti tidak akan mau mengatakan apapun. Lagi pula aku masih sayang dengan nyawaku untuk apa aku membahayakannya hanya untuk rasa penasaran ku ini.
"Tidak pak Mut saya hanya sedikit penasaran saja," senyum paksa.
Akhirnya kembali terjadi keheningan diantara mereka berdua selama perjalanan menuju toko.
***
sebuah mobil kini sudah terparkir didepan toko milik Kayla.
Kayla turun dari mobil.
"terimakasih ya pak Mut, maaf sudah merepotkan Anda, anda pasti sangatlah sibuk saat ini," ucapnya kepada pak Mut.
"Tidak nona, bagi saya sekarang tidak ada yang lebih penting selain kebahagiaan tuan muda,"
Dan kebahagiaan tuan muda sekarang terletak pada anda nona muda.
Kayla bingung dengan pernyataan pak Mut barusan, gadis itu hanya mengangkat bahu lalu masuk ke tokonya meninggalkan pak Mut yang sudah akan beranjak dari tempat itu.
***
"Mba Kay, mba udah mau pulang yah??," tanya. Jimmy salah satu karyawannya.
"Iya nih Jim, kamu tau sendiri kan gimana suami mba dia pasti akan marah nanti kalau mba pulang telat,"
"Yaampun mba, suami mba itu sayang banget ya sama mba. aku jadi iri deh sama mba, kalau aku cari suami nanti aku mau cari suami kayak tuan Antoni,"
Jangan, jangan lakukan kebodohan semacam itu Jimm. Bergumam didalam hatinya.
__ADS_1
Kayla hanya tersenyum masam menanggapi perkataan dari karyawannya itu kemudian segera berjalan keluar toko.
"Mba, mba Kay pulang naik apa??," tanya Santo karyawan prianya.
Oooh iya aku lupa, aku tidak mempunyai nomor pak Mut, Antoni juga melarangku untuk naik kendaraan umum jadi bagaimana aku akan pulang sekarang. Sibuk dengan fikirannya sendiri.
"Mba Kay pulang sama aku aja ya," tawarnya.
"Ehh tapi gak ngerepotin nih,"
"enggak lah mba, mba kayak sama orang lain aja,"
tuan Antoni hanya melarangku untuk naik kendaraan umum yang dikendarai oleh orang asing kan, sedangkan Santo bukan orang asing lagi, berarti boleh aja kan.
"Mba kenapa diam, mau gak,"
"Ehh iya deh boleh,"
Saat Kayla akan menaiki motor milik Santo sebuah suara menghentikannya.
"KAYLA,"
Suara berat dan dingin yang sudah sangat dikenal oleh Kayla.
"Mas," menengok kearah. asal suara.
Antoni menatap kearah Kayla dengan penuh kemarahan, seolah menunjukkan jika dia akan mengha**si dua orang dihadapannya itu.
Suasana kini berubah menjadi sangat mencekam, Antoni menatap tajam kearah Santo dan memegang erat tangan Kayla yang ada disampingnya.
"Mas kau disini," tanyanya dengan sedikit takut.
"Kenapa apa kau tidak suka," tanyanya sinis.
"Tidak bukan begitu, aku hanya," ucapannya terpotong.
"Aku kemari untuk menjemput istriku, dan istriku malah ingin pulang dengan pria lain," menekankan kata pria lain sambil menatap Santo dengan penuh amarah.
"Tidak mas, Santo ini karyawanku, dia ingin mengantarku pulang karena aku tidak tau harus pulang menaiki apa. Aku tidak tau jika kau akan menjemputku,"
"Kenapa kau tidak menghubungiku saja, atau menghubungi pak Mut untuk menjemputmu,"
"Aku tidak mau mengganggu mu nantinya, lagi pula aku juga tidak punya nomor kontakmu juga nomor pak Mut,"
"Apa kau tidak memiliki nomor kontak suamimu sendiri," meninggikan nadanya lagi.
Tentu saja aku tidak memilikinya, memangnya kau pernah memberikannya kepadaku.
"Iya mas,"
__ADS_1
Sekertaris Kim hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua majikannya itu. Dia memberikan kode untuk Santo untuk segera pergi dari tempat itu jika tidak ingin terlibat masalah.
"Tuan nona sepertinya kepanasan, lebih baik kita bicarakan didalam mobil," sadar jika mereka lagi-lagi menarik perhatian banyak orang.
***
Akhirnya kini mereka sudah didalam mobil.
"Kim berikan ponselku," pinta nya.
Sekertaris Kim memberikan sebuah ponsel dengan harga ratusan jutah kepada Antoni.
"Ambil ini," memberikan ponselnya.
Eh apakah dia akan memberikan ponselnya.
"mas untuk apa ini,"
"Simpan nomorku di ponselmu begitupun sebaliknya,"
Kayla akhirnya menyimpan nomor Antoni di ponselnya.
"Berikan ponselmu aku ingin melihat kau menyimpan kontakmu dengan nama apa,"
Kayla akhirnya memberikan ponselnya.
"Apa-apaan ini, apakah aku tuanmu kenapa kau memberikan nama tuan muda pada nomor kontakku," marah lagi kan.
Akhirnya Antoni mengubah nama kontaknya di ponsel istrinya.
Kayla mengambil ponselnya lagi, dia melihat nama kontak yang diberikan oleh Antoni.
*Milikku,* nama menjijikkan macam apakah itu.
"Kenapa kau tidak suka, awas saja jika kau mengubahnya," ancamnya ketika. melihat reaksi wajah Kayla.
Kayla hanya menganggukkan kepalanya pasrah, tanda menyetujui perintah dari suaminya itu.
Sedangkan Antoni juga sudah menyimpan kontak Kayla di ponselnya, dengan nama kontak * kesayanganku,*
Kenapa anda menjadi bucin seperti ini tuan muda, kemana sikap dingin anda yang dulu.
Sekertaris Kim yang melihat tingkah kekanakan dari tuan mudanya itu lagi-lagi hany bisa mengangkat bahunya pertanda tidak perduli dan kembali fokus menyetir mobilnya.
Mobil kini melaju menuju kekediaman keluarga Wijaya.
Dengan dua orang penumpang yang terus saja bertengkar kecil namun setelahnya berdamai kembali.
Sepertinya sebanyak dan sebesar apapun kesalahan Kayla Antoni tidak akan bisa marah kepada gadis ini, hatinya akan langsung luluh ketika melihat wajah polosnya dan tingkah bodohnya itu.
__ADS_1
Entah mengapa semakin kesini perasaan Antoni semakin tumbuh untuk Kayla, Kehadiran Kayla benar-benar membawa Antoni yang dulu kembali lagi.
Perlahan namun pasti bunga-bunga akan bermekaran beriringan dengan kisah cinta mereka yang semakin lama semakin dalam seiring berjalannya waktu.