Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Kesedihan Kayla


__ADS_3

Mendengar perkataan dari nenek yang akan membawa Clara pergi bersamanya membuat Kayla sedih, gadi itu sudah sangat dekat dengan Kayla bahkan Kayla menganggapnya sebagai putrinya sendiri. Dan tiba-tiba saja dia akan berpisah dengan gadis kecil itu.


Antoni melihat perubahan mimik wajah Kayla, dia mengerti jika sekarang Kayla sedang sedih.


" Nek aku rasa lebih baik Clara tinggal bersama kami saja," Ucap Antoni.


"Tidak Antoni nenek ingin bermain dengan cucuk nenek, nenek kesepian disana," tidak menerima pendapat Antoni dan Kayla.


"Tapi Clara sudah dekat dengan Kayla sekarang apakah dia akan mau ikut dengan nenek," ucap Antoni lagi.


Nenek tersenyum sekilas.


"Kenapa kalian tidak membuatnya sendiri saja, agar rumah ini tidak sepi lagi. Nenek juga ingin mendapatkan cucuk dari kalian berdua secepatnya,"


Kayla terkejut karena nenek tiba-tiba saja kembali membahas tentang masalah anak.


"Kami masih terus membuatnya nek, nenek tidak usah khawatir dan tunggu saja," ucap Antoni sambil menatap Kayla lekat.


Kayla mencubit pinggang Antoni perlahan karena kesal pria itu berbicara hal yang semacam itu dihadapan orang yang lebih tua.


"Awwww sayang kenapa kau mencubitku, lihatkan nek menantumu ini sangatlah agresif," mengeluh kesakitan.


Kayla menatap kesal Antoni dia dibuat sangat malu oleh suaminya itu.


"Sudahlah nenek akan tetap membawa Clara kerumah utama karena nenek akan segera mendaftarkannya sekolah disana, lagipula jika dia ada disini dia pasti akan mengganggu kalian nantinya," ucap nenek lagi sambil tersenyum melihat kedua pasangan dihadapannya yang kini telah saling mencintai.


Kayla kembali merasa sedih karena nenek tetap akan membawa Clara pergi.


"Kau tenang saja Kayla nenek akan sering membawa Clara kemari agar bisa menemanimu. Dia akan kemari setiap akhir pekan,"


"Baiklah nek," jawabnya sedikit sedih.


Antoni sebenarnya sedikit sedih melihat Kayla namun dibalik itu dia juga sangat bahagia karena tidak akan ada lagi pengganggu dirinya dan Kayla.


***


Esok harinya Kayla sudah membantu Clara membereskan barang-barangnya.


" Bibik kenapa kau sedih begitu," ucap Clara yang meilhat wajah sedih Kayla.


"Apakah Clara akan meninggalkan bibik sendiri disini," ucapnya cemberut.


"Bibikku sayang Clara akan sering kemari lagipula hanya membutuhkan waktu sebentar jika kemari,"


"Bagaimana mungkin bukankah jarak kota XX itu sangat jauh," masih cemberut sambil melipat pakaian Clara dan memasukkannya kedalam koper.


"Apakah bibik tau jika biasanya kita menggunakan pesawat keluarga jadi hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja,"


"Ahhh tentu saja bagaimana aku bisa lupa gaya hidup kalian yang mewah,"

__ADS_1


"Kalau begitu bibik tersenyumlah sekarang," menyentuh wajah Kayla dengan tangan mungilnya.


Kayla tersenyum lebar kemudian kembali fokus merapikan pakaian Clara yang akan dibawa.


"Bibik aku akan segera bersekolah disana nanti aku sangat bahagia mama pasti sangat senang dia pasti akan menemuiku," ucapnya bersemangat.


Kayla hanya tersenyum sekilas tidak berani menjawab gadis itu.


"Bibik aku sayang bibik," tiba-tiba memeluk Kayla.


Kayla sedikit terkejut dengan pelukan yang mendadak itu namun segera tersenyum kemudian membalas pelukan.


Ternyata ada sepasang mata yang sudah menatap kesal kearah dua orang itu, siapa lagi jika bukan Antoni.


" Clara bukankah paman pernah bilang kau tidak boleh sembarang memeluk bibik Kayla sembarangan," ucapnya terlihat kesal.


" tapi paman bukankah itu hanya pelukan saja, dan bibik Kayla adalah bibikku juga," kembali memeluk Kayla sangat erat.


Antoni ingin menegur Clara lagi tapi tatapan mata Kayla membuatnya menciut dan lebih memilih ikut masuk kedalam pelukan itu.


Setidaknya aku juga ikut memeluknya sekarang. Mempererat pelukannya juga tidak mau kalah dengan Clara.


Nenek yang baru datang melihat ketiga orang yang berada didalam kamar itu.


Dia tersenyum kecil ketika mendapati sikap Antoni yang tidak mau kalau dalam memeluk Kayla.


Akhirnya firasatku kepada Kayla terbukti benar, dia dapat mengembalikan Antoni yang dulu lagi. Ucapnya dalam hati sambil terus tersenyum.


"Nenek buyut kemarilah," melepaskan pelukannya kemudian menarik nenek buyutnya untuk ikut memeluk Kayla juga.


Namun sebelum hal itu terjadi Antoni segera menarik istrinya menjauh sambil masih terus memeluknya.


"Nenek hanya aku saja yang boleh memeluk Kayla tidak boleh ada yang lain," memeluk semakin erat seolah ingin menguasai tubuh Kayla seutuhnya.


"Baiklah nenek tidak akan memeluk Kayla tapi nenek ingin memelukmu,"


Akhirnya mereka berempat pun saling berpelukan menyalurkan kasih sayang satu sama lainnya.


______________


Author: author jadi ingat serial anak-anak teletubbies deh, berpelukannnnnnnnnnnnnnn.......


_______________


***


"Bibik Clara pergi sekarang yah, Clara bakalan tunggu dedek bayi dan bakalan main sama dedek bayi nantinya," ucapnya semangat.


"Dengarkan Antoni segera buatkan Clara adik dan juga cicit baru lagi buat nenek,"

__ADS_1


" katakan saja nenek ingin cicit apa laki-laki atau perempuan lebih dulu," ucap Antoni.


"Nenek ingin cucuk laki-laki yang tampan seperti kau,"


Kayla hanya bisa tersenyum menanggapi obrolan yang menyangkut dirinya namun dia tidak bisa ikut berbincang hanya bisa menyimak saja.


"Kalau begitu aku akan membuatkannya untuk nenek," ucap Antoni bersemangat.


Jika masalah membuat kau sangat semangat sekali mas. Ucap Kayla dalam hati.


" Baiklah kalau begitu nenek akan pergi sekarang, ayo Clara kita pergi jangan ganggu paman dan bibikmu,"


Clara mengangguk kemudian segera melambaikan tangannya kepada paman dan juga bibiknya yang sudah menjaganya selama beberapa Minggu itu.


" bay bay paman bibik Clara pergi dulu yah,"


" Kasi tau bibik jika kau sudah mulai bersekolah yah," ucap Kayla yang masih berada dalam dekapan suaminya yang tidak mau melepaskannya itu.


"Kalau begitu kami pergi dulu yah Antoni Kayla,"


"Baik nek jika sudah sampai kabari kami yah," ucap Kayla lagi.


" Antoni Kayla mama pamit yah sampai jumpa lagi Kayla," ibu mertua Kayla yang tidak banyak bicara pun hanya tersenyum kemudian mengikuti mertuannya dan juga Clara yang sudah masuk kedalam mobil.


***


Setalah mobil itu tidak lagi terlihat dipandangan kedua orang yang masih berpelukan itu, dengan gesit Antoni menggendong tubuh istirnya dan membawanya kedalam.


"Mas apa yang kau lakukan kita harus segera berangkat bekerja," ucap Kayla terkejut.


" Tidak ada bekerja hari ini sayang, apa kau tidak dengar jika nenek dan Clara ingin segera melihat bayi yang lucu,"


Ahhh siapapun tolong aku. Jerit Kayla didalam hati.


Setelah seharian berada dikamar Kayla keluar kamar dan menuju kedapur, dia merasa sangat lapar karena energinya telah habis terkuras karena suaminya yang tidak mengenal ampun itu yang kini masih terlelap karena kelelahan.


"Ahhh aku sangat lapar sekarang," mencari sesuatu untuk dimakan.


"Nona muda apa yang anda lakukan dijam segini didapur," ucap Pak Mut yang baru masuk.


"Ahhh aku lapar pak Mut," memotong buah yang di ambil dari lemari pendingin.


"Kalau begitu apa perlu saya menyiapkan makanan untuk nona,"


"Tidak perlu pak Mut aku bisa sendiri, kau urus saja pekerjaanmu tidak perlu memperdulikanku," mulai memakan buahnya.


Masalahnya kehadiran anda didapur sudah mengganggu pekerjaan saya nona, semua pelayan tidak ada yang berani masuk kedapur dan mengerjakan tugas mereka. Ucap pak Mut dalam hati sambil menatap Kayla yang sedang asik menyantap buahnya itu.


"Kau mau juga Pak Mut," memberikan potongan apel kearah pak Mut karena memperhatikan pria itu sedari tadi mentapanya.

__ADS_1


"Ahhh tidak nona terimakasih banyak saya akan kembali bekerja sekarang,"


Kayla hanya mengangguk sambil terus menikmati buah apelnya.


__ADS_2