Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Pengungkapan cinta


__ADS_3

Hari ini Kayla hanya berada dirumah seharian sambil menikmati acara TV dan makanan ringan bersama dengan Clara.


"Bik lihatlah bukankah dedek bayi itu sangat lucu," menunjuk kearah TV yang sedang menayangkan kelakuan-kelakuan bayi-bayi lucu.


"Iya kau benar mereka sangatlah menggemaskan," ucap Kayla seadanya.


"Bik apakah bibik juga akan memiliki dedek bayi. Kapan bibik akan memiliki dedek bayi juga," tanyanya.


Pertanyaan macam apa yang kau tanyakan itu Clara, kenapa kau sama saja dengan nenek buyutmu itu. Kenapa semua orang ingin aku segera memiliki bayi dengan Antoni. Kayla bergumam didalam hati.


"Bibik kenapa diam saja," bertanya kepada Kayla karena gadis itu hanya diam saja sejak tadi.


"Ahh tidak apa Kayla, bibik hanya berfikir mungkin belum saatnya bibik memiliki dedek bayi," jawabnya.


" Kenapa tidak," Tiba-tiba saja Antoni datang.


"Mas kapan kau pulang," terkejut karena Antoni tiba-tiba datang.


Apakah dia mendengar semuanya.


"Paman bibik bilang dia tidak akan mempunyai dedek bayi," mengadu kepada pamannya.


Clara kenapa kau mengadukan hal yang tidak benar, jelas-jelas aku hanya bilang tidak akan untuk sekarang. Kesal sendiri karena Clara melaporkannya kepada Antoni.


"Tidak mas tidak begitu maksudku," bantahnya cepat.


"Lalu apa maksudmu," menatap tajam Kayla.


Habislah aku, apa yang harus aku katakan sekarang.


"Maksudku adalah," ucapannya terpotong.


"Paman suruh bibik Kayla untuk membuat dedek bayi aku ingin mempunyai adik. Aku ingin bermain dengan dedek bayi," rengek Clara kepada Antoni.


"Clara sayang kenapa kau mengatakan hal itu," ucap Kayla.


"Baiklah kau ingin adik berapa, laki-laki atau perempuan," tanyanya kepada Clara sambil menggandeng gadis itu duduk disofa.


"Aku ingin adik perempuan paman, adik laki-laki juga boleh. dan makin banyak makin banyak teman bukan," ucapnya semangat.


"Baiklah paman akan membuatkannya untukmu, tapi kau harus membujuk bibikmu juga yah," Ucap Antoni sambil tersenyum penuh arti kearah Kayla.


"Tapikan bibik tidak mau paman saja yang buatkan untukku yah,"


"Paman tidak bisa membuatnya tanpa bantuan bibikmu, jadi bujuklah bibikmu itu,"


"Bibik buatkan aku adik yah bersama paman Antoni," menatap Kayla penuh harap.


Kayla hanya bisa mengangguk pasrah.

__ADS_1


" tapi semuanya ada ditangan Tuhan, jika Tuhan belum mau bibik punya dedek bayi maka kita tidak bisa memaksakan,"


"Maka dari itulah kita harus bekerja sangat keras mulai sekarang untuk membuatnya," bergumam pelan.


Kayla hanya menatap heran dengan pria didepannya itu.


***


Setelah makan malam Kayla berencana untuk langsung tidur dikamarnya. Namun entah mengapa sepertinya semua orang sengaja menghalangi dirinya untuk naik kekamarnya.


"Nona Kayla anda sebaiknya menemani Clara dulu, saya memiliki urusan lain," Ucap Bik Sum.


"Ahhh baiklah bik, kalau begitu aku akan menemani Clara dulu dikamarnya baru setelah itu aku akan kekamarku," pergi kekamar Clara.


Setelah menidurkan Clara, Kayla ingin segara menuju kekamarnya namun Pak Mut menghentikannya.


"Nona muda, apakah anda ingin beristirahat sekarang," ucapnya kepada Kayla.


"Ahhh iya pak Mut, aku sudah merasa mengantuk," ingin pergi.


"Nona tunggu dulu, tuan Antoni mencari anda tadi," mencegah Kayla untuk pergi.


"Baiklah aku juga akan kekamar sekarang, dia sekarang ada dikamar bukan," ingin pergi lagi.


"Tidak nona tuan muda menyampaikan pesan kepada saya jika dia menunggu anda dikolam renang belakang,"


"Benar nona dan tuan muda sudah menunggu anda di sana,"


"Baiklah aku akan kesana sekarang," pergi kearah kolam renang belakang rumah.


Setibanya didekat kolam renang Kayla memperhatikan sekitarnya, ada banyak sekali kelopak bunga mawar yang membentuk jalan setapak, dan dikelilingi oleh lilin-lilin yang memiliki aroma yang sangat wangi. Bukan hanya membentuk jalan setapak tapi didalam kolam ada banyak sekali lilin yang mengapung diatas air.


"Aku tidak tau jika malam disini sangat indah sekali, bahkan ada banyak lilin dan juga kelopak bunga mawar. Tapi dimana mas Antoni kenapa dia tidak ada apakah dia sudah kembali kekamar," ingin pergi dari tempat itu tapi tiba-tiba.


Dhuarr Kayla dikejutkan oleh suara letusan balon dan bersamaan dengan jatuhnya kelopak bunga mawar yang menimpanya.


Kayla melihat kearah atas tempat kelopak bunga itu jatuh, menikmati perasaan yang aneh saat bunga-bunga itu jatuh menimpanya.


Kayla melirik sebuah meja yang berada disalah satu bagian kolam, dia melihat sebuah balon yang bertuliskan namanya.


Perlahan Kayla berjalan mendekati meja itu.


"Apa ini," menemukan secarik kertas yang berada diatas meja.


Kayla membuka kertas itu kemudian membaca tulisan yang tertera dikertas itu.


"Ikuti petunjuknya, berjalanlah mengikuti jalan yang sudah dibuat, disana akan ada yang menunggumu," Kayla tersenyum dia penasaran apakah yang sedang direncanakan oleh Antoni.


Kayla mengikuti jalan setapak yang terbuat dari kelopak mawar dan juga lilin-lilin.

__ADS_1


Hingga tibalah Kayla dipekarangan belakang rumah yang tidak lain adalah taman yang tempo hari.


"Luar biasa tempat ini benar-benar sangatlah indah," memperhatikan sekelilingnya.


Taman itu dikelilingi oleh cahaya lampu yang sedikit redup, sebuah gerbang melengkung yang terbuat dari bunga mawar menyambut kedatangannya.


Hingga tibalah Kayla ditempat paling indah yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Tempat itu dikelilingi oleh pohon-pohon kecil yang tersusun rapi dan dihiasi oleh lampu-lampu kecil. Jangan lupakan bunga-bunga warna-warni yang masih terlihat keindahannya meskipun dimalam hari.


Cahaya bulan yang terang dan juga kunang-kunang yang sibuk mengitari bunga-bunga itu membuat pemandangan yang sangatlah luar biasa. Ditambah lagi dengan langit malam yang dipenuhi dengan bintang.


"Apakah ini adalah surga, kenapa aku tidak menyadari jika tempat ini benar-benar luar biasa," sangat senang.


Disaat Kayla sedang mengagumi pemandangan yang dilihat oleh matanya tiba-tiba saja ada sebuah tangan besar yang memeluknya dari belakang.


"Apakah kau suka semua ini," Bisik Antoni sambil memeluk Kayla dari belakang.


"Mas aku benar-benar sangat menyukainya, ini benar-benar sangat indah sekali terimakasih," meneteskan air mata bahagia karena terharu dengan apa yang dilakukan oelh Antoni.


"Masih ada kejutan yang menantimu, ayo aku akan menunjukkannya," menggandeng tangan istrinya menuju kesuatu tempat.


Antoni membawa Kayla kesebuah bangunan kecil yang terbuat dari kaca dan kayu.


"Mas tempat apakah ini," bertanya kepada Antoni.


"Kau akan tau jika kau masuk kedalamnya," mengajak Kayla untuk memasuki tempat itu.


Kayla semakin terkejut karena didalam ruangan itu terdapat foto dirinya dan juga orang tuanya.


"Mas apakah ini," bertanya kepada Antoni.


"Ini adalah tempat yang dibangun sedemikian rupa seperti rumahmu yang dulu, ditempat ini kau bisa mengenang semua kenangan masa lalumu bersama dengan kedua orang tuamu. Semua foto-foto ini aku dapatkan dari rumah lamamu. Aku berfikir jika kau tidak bisa pulang kerumahmu lagi maka aku akan membawa semua kenangan yang berharga dari rumah itu kesini," ucapnya kepada Kayla.


Kayla sangat tersentuh karena terdapat berbagai macam foto masa kecilnya bersama kedua orang tuanya. Foto bersama dengan ibunya, foto yang paling berharga bagi Kayla karena selama ini dia tidak pernah diperbolehkan lagi melihat semua foto-foto itu bahkan dia berfikir jika ibu tirinya sudah membuang semua foto itu.


Kayla menangis terharu.


"Kenapa kau menangis apakah kau tidak suka, jika kau tidak suka kau bisa membawa foto-foto ini kedalam rumah utama dan meletakkannya di manapun kau mau. Aku meletakkannya disini karena aku fikir tempat ini adalah tempat paling indah dan juga kau bisa mengenang masa lalumu dengan keluargamu dengan tenang disini," khawatir Kayla tidak menyukai kejutannya.


Kayla menggeleng perlahan.


"Tidak mas aku sangat menyukainya, terimakasih banyak, terimakasih karena sudah mau memberikanku kesempatan untuk mengenang masa laluku," memeluk Antoni sangat erat sambil terus menangis.


"Kalau begitu berhentilah menangis apa kau tidak malu dilihat oleh ayah dan juga ibumu," mengelus punggung Kayla.


"Aku tidak menangis aku hanya terlalu bahagia saja," melepas pelukannya dan menghapus air matanya.


"Kalau begitu kau harus menyiapkan dirimu untuk kejutan yang selanjutnya karena aku yakin kejutan yang terakhir ini akan membuat hatimu meledak karena terlalu bahagia," tersenyum penuh arti.


"Apakah masih ada kejutan lain??," bingung.

__ADS_1


__ADS_2