Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Bik Sum


__ADS_3

Kayla dan Antoni keluar dari kamar mereka menuju ruang makan.


Diruang makan seperti biasanya ada para pelayan dan juga pak Mut. Namun kali ini Kayla menangkap sosok baru diruangan itu.


"Nona muda, kenalkan ini adalah bik sum kepala pelayan dirumah ini," ucap pak Mut mengenalkan wanita itu kepada Kayla.


Kayla tersenyum ramah kepada bik Sum sambil mengangguk kan kepalanya tanda jika dia menyapa bik sum dengan hangat.


"Nona muda, jika anda butuh sesuatu katakan saja kepada saya," ucap wanita itu ramah.


"Ahh tentu saja, salam kenal ya bik Sum," Kayla menampilkan senyumnya yang secerah mentari pagi itu.


Cihhh, kenapa gadis ini selalu memperlihatkan senyumnya itu kepada sembarang orang. Apakah dia ingin merebut hati semua orang dengan senyum manisnya itu. Berjalan melewati Kayla dan duduk dikursinya.


"Apakah kalian akan terus berbincang, kapan makan malamnya dimulai," ucapnya dingin.


Apakah dia masih marah kepadaku, tapi memangnya apa kesalahanku sih. Atau apakah aku sudah terlalu lancang ya. Fikir Kayla sambil berjalan ke tempat duduknya.


Makan malampun dimulai, para pelayan sibuk menghidangkan makan malam untuk tuan dan nona mereka.


Kayla memperhatikan semua hidangan diatas meja.


Hidangan malam ini kenapa berbeda dari biasanya, sangat banyak sekali. Dia memperhatikan semua makanan yang tersaji dimeja makan.


"Nona apakah anda tidak suka dengan semua makanan yang disajikan," buk Sum bertanya karena melihat nonanya yang sepertinya merasa tidak nyaman.


"Ahhh maafkan saya nona, saya lupa memberitahu bik Sum tentang aturan baru mengenai hidangan makanan," ucap pak Mut.


"Ahhh tidak, tidak apa. Aku bisa memakan apapun juga, tidak perlu sungkan seperti itu," ucapnya ramah sambil tersenyum kepada kedua orang yang dipercaya oleh Antoni dan keluarganya itu.


"Maafkan saya nona, saya benar-benar tidak tahu. Jika hidangan seharusnya hanya untuk jumlah orang yang makan. Lain kali saya pasti tidak akan mengulangi kesalahan saya ini," menunduk takut.


"Ahhh tidak apa," Kayla tersenyum masam, sedikit merasa bersalah.


Hei kenapa dari tadi kau hanya diam saja sih, ada apa dengan mu kenapa kau tidak banyak bicara seperti biasanya sih. Kayla sedikit merasa canggung dengan suasana itu, dia terus menatap Antoni berharap pria itu memecahkan kesunyian didalam ruangan itu.


"Kenapa kau menatapku," tanyanya dingin, dengan masih fokus kepada makanannya.


"Ahh tidak," Kayla mengalihkan pandangannya, dan memulai memakan makanannya.


Aku benar-benar ingin segera keluar dari situasi ini. Jeritnya dalam hati.

__ADS_1


***


Kayla kini sudah ada dikamarnya, dia masih duduk disofa menunggu Antoni dari ruang kerjanya.


Kemana pria monster itu, aku sangat mengantuk sekarang.


Kayla sudah sangat mengantuk namun dia tidak berani tidur lebih dulu, karena takutnya si monster itu akan marah lagi.


Sudah tengah malam namun Antoni belum juga masuk kedalam kamar. Kayla tidak tahan lagi, perlahan dia memejamkan matanya dan mulai tertidur dengan posisi bertopang dagu disofa.


Antoni membuka pintu kamar, dia berfikir pasti Kayla sudah tidur dari tadi, karena ini sudah dini hari.


Antoni tersenyum ketika melihat Kayla tertidur dengan posisi setengah duduk sambil bertopang dagu disofa. Kemudian dia berjalan mendekat kearah gadis itu dan berjongkok tepat dihadapan istrinya yang tertidur itu.


"Apa kau menungguku," tanyanya lembut.


Masih tidak ada respon dari Kayla.


"Lihatlah betapa bodohnya dirimu itu, kau bahkan menungguku hingga tertidur seperti ini," menyentil hidung Kayla.


Karena terkejut Kayla segera membuka matanya, dan setelah sadar sepenuhnya dia langsung memperbaiki posisi duduknya.


"Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja tertidur disini, sungguh aku sudah menunggumu tadi tapi aku tidak tahan jadi aku memejamkan mataku sebentar dan tidak kusangka," ucapanya terpotong kerena Antoni meletakkan jari telunjuknya dibibir Kayla.


"Maaf," Kayla menundukkan kepalanya takut Antoni akan marah lagi. Kini dia sudah sadar jika dirinya selalu membantah Antoni maka pasti dia akan terlibat dalam masalah.


"Sudahlah, bersihkan terlebih dahulu tubuhmu itu, kemudian tidurlah lagi," berdiri kemudian berjalan kearah ruang ganti.


"Ehh tapi saya tidak kotor," ( bodohnya kembali lagi).


"Kau memang tidak kotor tapi setidaknya ganti pakaianmu itu dengan baju tidur, dan sikat gigimu setelah itu cuci tangan dan juga kakimu," ( sudah seperti seorang ibu yang menyuruh anaknya).


"Ahhh baiklah," berjalan kearah kamar mandi.


" Hati-hati jangan sampai kau menabrak pintu lagi," Antoni menyadarkan Kayla yang berjalan sambil masih memejamkan matanya.


***


Kayla keluar dari ruang ganti, dia melihat Antoni sudah duduk dikasurnya dengan masih membawa laptopnya.


"Apakah pekerjaanmu belum selesai," sambil berjalan kekasur.

__ADS_1


"Hemmm,"


Jawaban macam apa itu, apa kau fikir aku mengerti apa yang kau maksudkan.


Kayla berbaring di sisi kasur lainnya kemudia. kembali tertidur. Sepertinya gadis ini mulai terbiasa dengan tidur tanpa mematikan lampu atau masih dalam keadaan terang.


Antoni melirik sekilas istrinya kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi. Sepertinya dia sangat lah sibuk sekarang.


Waktu kini sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, Antoni masih sibuk berkutik dengan laptopnya. Matanya kini sudah mulai merah dan berair karena terus saja menguap.


Ada apa denganku belakangan ini, kenapa aku mudah sekali mengantuk jika ada gadis ini didekatku. Aku selalu nyaman memeluknya dan tertidur dengan sangat nyenyak. Menatap tubuh Kayla yang membelakanginya.


Antoni menutup laptopnya, kemudian masuk kedalam selimut dan berbaring sambil memeluk tubuh istrinya.


Begitu Kayla merasakan pelukan hangat Antoni, tanpa sadar dia membalikkan tubuhnya dan memeluk Antoni juga.


Merekapun sudah memasuki alam mimpi mereka berdua dengan tetap menyalurkan kehangatan melalui sebuah pelukan.


_________________


Author: hueeeeeee author juga mau dipeluk kayak Kayla.


Readers: yang sabar aeeee Thor, nasib kita sama.


Author: mari kita berkumpul dan berdoa bersama.


_________________


Pagi ini Kayla turun lebih dulu dari pada Antoni, sejak pagi dia sudah sibuk mengobrak abrik dapur membuat para pelayan merasa kebingungan.


"Nona apa yang anda lakukan," Bik Sum datang dan bertanya kepada nona mudanya.


"Ahhh tidak apa buk, hari ini aku akan membuat sarapanku sendiri," Kayla membuat sarapannya sendiri karena diarindu dengan masakannya sendiri. ( maklum aja ya, sebelum Kayla itu jadi nona muda dia kan cuma gadis biasa yang harus menanggung beban keluarganya).


"Tapi non," takut jika Antoni akan marah.


"tidak apa bik, aku hanya rindu masakanku sendiri, lagi pula aku biasa melakukannya, dulu ayah dan ibu selalu menyuruhku memasak seperti ini," tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi sedih mengingat keluarganya.


"Nona ada apa," mulai khawatir dengan perubahan raut wajah dari nonanya.


"Tidak apa bik, bibik pergilah menyiapkan makanan untuk Antoni. Biar aku saja yang memasak untuk diriku sendiri,"

__ADS_1


Akhirnya bik Sum membiarkan Kayla untuk memasak.


__ADS_2