Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Hukuman (part 2)


__ADS_3

"Apa kau yakin ingin melakukannya disini, tapi aku sarankan hukuman ini harus dilakukan dikamar tepatnya diatas kasur," berbisik kepada Kayla, dan menekankan kata diatas kasur.


GLEGH... hukuman jenis apakah yang akan Kayla dapatkan kali ini.


Kenapa perasaanku mengenai hukuman kali ini sedikit buruk yah. Fikir Kayla.


" Apakah hukumannya tidak bisa ditunda mas," ucapnya sambil tersenyum penuh harap.


"Tidak bisa, ayo sekarang kita pergi ketempat eksekusimu. Malam ini kau akan aku siksa hingga pagi," menggendong Kayla tiba-tiba.


Tunggu apa ini, ahhhhh siapapun tolong aku. Hanya bisa menjerit didalam hati.


Antoni menggendong tubuh Kayla hingga kekamar mereka. Dan sesampainya dikamar Antoni langsung membaringkan tubuh istrinya diatas kasur, kemudian dia berjalan untuk menutup pintu kamar mereka dan menguncinya.


Ohhh gawat apa yang akan dia lakukan kepadaku, apakah dia akan membunuhku malam ini. Tidak mungkinkan aku tidak melakukan kesalahan besar kali ini. Ohhhh Tuhan sekarang hanya  kepadamu aku memohon. Tolong selamatkan aku dari pria menakutkan dihadapanku ini. Ucap Kayla dalam hati sambil terus menatap Antoni yang terus berjalan kearahnya dengan ekpresi wajah yang sulit digambarkan.


" Mas apa yang akan kau lakukan," ucapnya takut.


" Tentu saja aku sekarang akan menghukummu," menyeringai jahat sambil terus mendekat kearah Kayla yang kini terlihat sangat jelas sedang ketakutan sambil membuka kancing kemejanya satu persatu.


" mas apakah hukumannya tidak boleh diluar saja," berusaha melepaskan diri dari Antoni yang sangat sulit ditebak apa maunya sekarang.


" Sudahku bilang bukan hukuman ini hanya bisa dilakukan dikamar dan hanya boleh ada kita berdua. Tidak boleh ada yang melihatnya. Karena malam ini aku akan memangsamu," memegang bahu Kayla kuat.


" Mas aku mohon jangan menyakitiku, aku tidak melakukan kesalahan yang besar bukan," benar-benar sangat ketakutan.


"Hukumanmu kali ini adalah gabungan dari hukuman yang tidak kau dapatkan sebelumnya," mendorong tubuh Kayla hingga berbaring dikasur dan Antoni berada diatasnya.


"Mas tolong ampuni aku," memejamkan matanya karena tidak berani lagi menatap pria yang kini menindihnya dengan tatapan yang siap memangsa.


"Kenapa bukankah kau sendiri yang meminta hukuman ini," membelai wajah Kayla lembut.


*Dan aku sangat menyesal telah mengatakan hal semacam itu. *memalingkan wajahnya.


"apa kau sudah siap, kali ini aku tidak akan mau berhenti meskipun akan ada nenek yang datang sekalipun," bisiknya.

__ADS_1


Memangnya apa yang akan kau lakukan kepadaku sekarang hah.


" kita akan memberikan apa yang diminta oleh nenek," mulai mencium bibir Kayla.


Fikiran Kayla menjadi kosong, dia bisa merakan nafas hangat milik Antoni yang mengenai wajahnya.


Sementara itu Antoni hanya menikmati sentuhan bibir mereka sambil terus melumatnya perlahan dan sangat lembut.


Kayla kini mulai kekurangan oksigen, dadanya terasa sesak karena Antoni yang tidak henti-hentinya ******* bibirnya itu.


Antoni sadar jika istrinya mulai kehabisan nafas. Hingga dia menurunkan ciumannya keleher jenjang milik Kayla. Sesekali Antoni memberikan gigitan kecil dileher itu hingga menciptakan bercak merah.


"Lihatlah ini adalah karyaku. Aku akan membuatnya diseluruh tubuhmu malam ini, Kau pasti akan sangat berterimakasih kepadaku nanti karena telah memberikanmu tanda ini," lirihnya disela gigitannya yang semakin turun.


____________________________________


Author: Stopppppppp......... udah jangan berlebihan nanti ada anak yang dibawah umur baca ini.


Readers: Yaelah thor ganggu baek lah, lagi asik-asiknya juga lagi. Lanjut napa thor.


____________________________________


Akhirnya malam itu terjadilah apa yang harusnya terjadi. Antoni menyalurkan seluruh perasaanya melalui belaian lembutnya diseluruh tubuh istrinya. Mengungkapkan semua perasaan yang selama ini tidak bisa ia ungkapkan melalui kata-kata. Malam itu menjadi malam milik kedua pasangan itu, bahkan hingga pagi menjelang barulah mereka selesai dengan urusan mereka.


Hingga Kayla yang sudah tidak berdaya memejamkan matanya dan tidur didalam dekapan tubuh yang kekar milik suaminya. Antoni tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa memiliki wanita ini seutuhnya.


Tidak akan ada yang bisa merebutmu dariku mulai sekarang, kau hanya milikku seorang milik Antoni Wijaya. Mengecup lama kening istrinya.


***


Pagipun datang sinar matahari sudah menembus kaca jendela dan memberikan cahaya kehangatannya. Memaksa jiwa-jiwa yang lelah untuk segera membuka matanya.


Namun tidak dengan kedua orang yang masih bersembunyi dibawah selimut itu. Yang masih sibuk menikmati kehangatan dan aroma tubuh satu sama lain. Kamar megah itu kini sudah berubah menjadi sangat berantakan. Pakaian-pakaian yang tergeletak sembarang dilantai kasur yang seprainya sudah tidak beraturan akibat pergulatan semalam.


Hingga ponsel genggam milik Kayla berbunyi dan membangunkan Antoni yang masih setia memeluk tubuh istrinya yang tidak memakai apapun itu.

__ADS_1


"Halo," Antonilah yang menjawab panggilan di ponsel milik Kayla karena tidak ingin mengganggu istrinya yang terlihat sangat lelah didalam pelukannya.


"Halo La lo ada waktu gak hari ini, gue belum selesai bicara kemarin," jawab seorang pria disebrang telfon.


"Dia tidak waktu jangan mengganggu istriku mulai sekarang," jawabnya kesal dan langsung mematikan hubungan panggilan itu.


Begitu Antoni mengetahui jika yang menelfon istrinya pagi-pagi begini adalah seorang pria saja sudah sangat membuatnya kesal apalagi pria itu dengan lancangnya ingin bertemu dengan istrinya.


"Berani sekali dia ingin bertemu dengan istriku, aku pasti akan memberikan pria ini pelajaran,'' gumamnya pelan sambil meletakkan ponsel Kayla lagi.


Karena merasa terganggu dengan suara Antoni yang cukup keras tadi Kayla mulai terbangun.


"Hemmm mas siapa yang menelfon pagi-pagi begini," ucapnya pelan sambil berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Bukan siapa-siapa," telah kehilangan moodnya.


" Ahhh baiklah aku akan bangun mandi sekarang," ingin bangun duduk namun Antoni kembali menariknya hingga ia kembali terjatuh didalam dekapan Antoni.


"Tidurlah lagi kau pasti sangat lelah bukan sekarang," memeluk Kayla kuat.


"Tapi pasti semuanya sudah menunggu kita mas," masih berusaha melepaskan diri.


" Apa kau tidak lelah setelah semalam melayaniku, apakah milikmu tidak sakit hah," mengejek Kayla.


" Sudah kubilang aku ingin bangun sekarang," terus bergerak didalam pelukan Antoni.


" Kau benar-benar ingin aku menyerangmu lagi yah," menindih kembali Kayla.


"ti...tidak mas aku hanya ingin bangun,"


"Ini salahmu sekarang aku akan menghukummu lagi, kau juga harus bertanggung jawab karena ponsel bodohmu itu sudah merusak moodku pagi ini," kembali mencium bibir Kayla.


*Ahhhhh hukuman aneh macam apa yang aku dapatkan ini, mana ada orang dihukum dengan cara ini. *Hanya bisa menjerit didalam hatinya karena memberontakpun kini sudah tidak ada gunanya.


Dan jadilah pagi yang panjang dan panas untuk dua orang itu.

__ADS_1


__ADS_2