Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
kencan bagian dua


__ADS_3

Tempat makan spesial yang dimaksud Kayla ternyata adalah sebuah warung makan kecil didekat jalan raya.


" Aku tidak mau kesana," ucap Antoni menolak.


" Ayolah mas jangan mengacaukan hari ini. Bukankah kau janji akan menuruti semua mauku hari ini,"


" kapan aku mengatakan itu,"


" Mass aku ingin makan disini, dulu aku selalu kemari. Jadi aku sangat rindu dengan tempat ini, lagipula makanannya juga sangat enak,"


" Tapi disana banyak orang,"


" Maka dari itu, aku senang kesana, ayolah sekali ini saja," memasang wajah imutnya lagi.


" Baiklah tapi ini untuk pertama dan terakhir kalinya kau mengerti,"


Kayla mengangguk setuju kemudian segera menarik Antoni untuk masuk kedalam warung itu.


Semua mata memandang dua orang yang baru saja masuk, bagaimana tidak penampilan mereka sudah sangat mencolok apalagi dengan mobil mewah yang mereka kendarai, menjelaskan jika dua orang ini bukanlah orang biasa yang akan makan diwarung kecil itu.


" Ehh Kayla sudah lama sekali kau tidak kemari," ucap seorang wanita yang baru keluar dari dapur.


" Ahh iya bibik Ranum, Kayla pesan seperti biasanya yah dua porsi,"


Wanita itu melirik kearah pria dibelakang Kayla.


" Ehh Kayla dia siapa, teman kamu yah tapi kok bibik baru liat,"


" Ahh dia suami Kayla bik,"


" Ehhh gitu yah, udah gin sana duduk dulu ntar bibik siapin," Terlihat dari raut wajahnya sadikit terkejut.


" Mas kita makan di meja luar saja, didalam sudah penuh semua," mengajak Antoni untuk keluar.


Antoni hanya berdiri mematung didekat Kayla duduk.


"Kenapa tidak duduk, duduk saja,"


" Tempat duduknya pasti kotor, aku tidak mau,"


" Baiklah tuan muda tunggu sebentar," mengambil tisu dan melapisi kursi itu.


" Sekarang sudah bersihkan ayo duduklah," menarik Antoni untuk duduk juga.


Makanan yang mereka pesanpun akhirnya datang.


" Wahh lama sekali aku tidak makan ini," mulai memakan makanannya.


Berbeda dengan Kayla yang terlihat menikmati makanannya Antoni justru hanya menatap makanan itu dengan seksama.


" Kenapa tidak dimakan," tanya Kayla.


" Aku tidak bisa makan makanan yang sembarang,"


" Tapi makanannya enak coba saja dulu," ingin menyuapi Antoni.


" Kau yakin," tanyanya ragu.


" Tentu saja, jika tidak enak tidak mungkin aku suka makan disini bukan,"


Akhirnya Antoni membuka mulutnya dan langsung disuap oleh Kayla.


" Bagaimana enak bukan," melihat ekspresi Antoni yang sedang mengunyah makanannya.


" Tidak terlalu buruk juga,"


Kayla tersenyum kemudian melanjutkan makannya, Antoni juga sudah mulai memakan makanannya sepertinya dia juga menyukai tempat ini.


Setelah mereka makan, Kayla masih belum ingin pulang kerumah, dia masih ingin berjalan-jalan.

__ADS_1


" Mas aku belum mau pulang," manjanya kepada Antoni.


" Memangnya kau ingin pergi kemana lagi sayang," sibuk menyetir.


" Aku ingin pergi ketaman hiburan, aku sudah lama sekali tidak kesana,"


" Hemm baiklah tuan putri, saya akan mengantar anda kemanapun anda mau," ucap Antoni melajukan mobilnya kearah taman hiburan.


" Ramai sekali," ucap Antoni ragu untuk masuk ketempat itu.


" Tentu saja ramai, ini masih masa libur tau," ucap Kayla semangat turun dari mobil.


Antoni segera menyusul Kayla yang sudah berlari begitu riang masuk kedalam taman hiburan itu.


" Sayang jangan lari-lari seperti itu, sangat ramai sekali disini," memegang tangan Kayla.


" Mas ayo kita bersenang-senang disini," ucapnya semangat.


Semnejak masuk kedalam taman hiburan ini hampir semua mata tertuju kepada Kayla Dan juga Antoni, mungkin ada sebagian orang yang mengenali Antoni dan sebagiannya lagi sepertinya terpesona dengan ketampanan dan kharisma yang dibawa oleh pria ini.


" Sayang semua orang memperhatikanmu, aku rasa mereka semua terpanah akan kecantikanmu,"


" Bukan aku yang mereka perhatikan mas, tapi kau," ucap Kayla yang sibuk mencari wahana untuk ia mainkan.


" Aku, tapi aku kenapa. Aku bahkan tidak membawa para pengawal dan juga hanya memakai baju biasa saja apakah mereka tau jika taman bermain ini milikku,"


Kayla menatap Antoni tidak percaya jika pria ini tidak sadar akan ketampanan dirinya.


" Mas bagaimana jika kita naik roller coaster," menunjuk sebuah wahana.


" Tidak, tidak boleh naik itu,"


" Tapi aku mau coba naik mas," merengek ke Antoni.


" Tidak boleh pokoknya,"


" Tentu saja tidak, aku seorang Antoni aku tidak takut dengan apapun,"


" Tidak takut dengan apapun katanya padahal takut dengan jarum suntik, juga sangat takut dengan gelap," bergumam kecil.


" Baiklah ayo kita naik," tidak mau diremehkan.


Merekapun naik wahana Itu bersama. Antoni menggenggam tangan Kayla sangat erat, bahkan tangannya sudah keringat dingi sekarang.


" Kau takut yah mas," tanya Kayla disampingnya.


" Tidak," sambil terus berusaha menenangkan dirinya yang mulai gemetar.


" Baiklah bersiap kita akan meluncur sebentar lagi," ucap Kayla semangat ketika wahan itu mulai bekerja.


Ahhhhhhhhhhhhhh teriakan kegembiraan terdengar jelas diwahana itu.


Sedangkan Antoni menutup matanya dan berteriak sangat ketakutan.


Kayla melirik kearah Antoni yang menutup matanya rapat, dan tersenyum sekilas.


***


Akhirnya mereka turun juga dari wahan sia**n itu.


" Mas apakah kau takut tadi," mencoba menggoda Antoni.


" Tentu saja tidak,"


" Bagaimana jika kita naik lagi,"


" Ehh tidak, baiklah aku mengaku aku memang sedikit takut tadi,"


Kayla tersenyum penuh kemenangan sekarang.

__ADS_1


" Mas ayo beli es krim atau minuman dingin,"


Antoni hanya mengangguk dan mengikuti Kayla.


Mereka menghabiskan waktu mereka ditanam bermain itu. Kayla terus saja menggoda Antoni seperti dia mengajak Antoni masuk kedalam rumah hantu yang sudah jelas Antoni yang phobia pada gelap akan sangat takut.


Disaat duduk bersantai disebuah bangku dibawah pohon yang rindang, mata Kayla tiba-tiba tertuju kepada sebuah maskot berbentuk Boneka beruang.


" Mas aku ingin foto dengannya," ucap Kayla menunjuk kearah maskot itu.


" Tidak boleh,"


" Kau terus saja bilang tidak boleh," ucap Kayla merenggut.


" Baiklah ayo,"


Antoni memang sangat tidak tahan jika Kayla sudah memasang wajah imutnya itu.


Merekapun mengambil beberapa foto dan langsung cetak.


"lihatlah mas apa-apaan ekspresimu itu, apakah kau tidak bisa tersenyum sedikit saat sedang berfoto," tertawa melihat wajah Antoni didalam foto itu.


Ada sebuah pemberitahuan jika malam nanti ditaman hibura akan diadakan pesta kembang api, Kayla sangat bersemangat namun tiba-tiba saja perutnya terasa sangat keram.


" Ahhhhh," lenguhnya sambil memegang perutnya.


" Kau kenapa," Antoni sudah mulai panik.


" Tidak tau perutku terasa sangat keram sekarang,"


Tanpa aba-aba Antoni langsung menggendong Kayla dan membawanya kemobil, beberapa pasang mata melihat mereka dengan tatapan iri.


" Mas kau akan membawaku kemana,"


"kerumah sakit," Sambil memasukkan Kayla kedalam mobil.


"Tapi aku tidak apa, lagipula aku ingin melihat pesta kembang api nanti malam,"


" Tidak ada kembang api, aku akan membawamu sekarang," segera mengemudikan mobilnya.


Dalam perjalanan Antoni menghubungi sekertarisnya untuk segera menyiapkan segalanya.


Situasi dirumah sakitpun berubah menjadi darurat Antoni menciptakan kehebohan dengan perut keram Kayla.


Setibanya mereka dirumah sakit, semua dokter dan staf segera menghampiri mereka.


" Ada apa dengan nona muda tuan," ucap sekertaris Kim sangat panik.


" Aku juga tidak tau dia bilang perutnya sakit,"


" Nona apakah anda bisa berjalan," membukakan pintu mobil untuk Kayla yang sudah nampak sedikit pucat.


" Aku tidak apa, hanya perutku sudah sedikit keram saja," ucapnya ingin turun.


" Biar aku gendong," Antoni langsung menggendong Kayla masuk kedalam rumah sakit.


" Mas aku bisa jalan sendiri sungguh aku baik-baik saja," ucap Kayla menahan malu karena semua orang menatapnya begitu khawatir.


" Sudah diam saja, jika sakit kau tidak boleh banyak bicara," membaringkan Kayla di ranjang rumah sakit.


Dokter yang paling dipercaya oleh Antoni pun segera memeriksa istrinya, tentu saja dokter itu harus wanita karena Antoni pasti tidak akan suka jika ada seorang pria yang menyentuh istrinya. Bisa-bisa dia melenyapkan semua dokter pria jika itu terjadi, sedangkan dengan dokter wanita saja dia sudah sekuat tenaganya menahan dirinya.


" Bagaimana dengan istri saya dok," tanya Antoni khawatir.


" Nona Kayla baik-baik saja,"


" Bagaimana bisa baik-baik saja jika perutnya keram seperti itu. Apakah kau benar-benar seorang dokter," tidak mempercayai dokter itu.


" Tenanglah dulu mas, dengarkan dulu penjelasan dokter," ucap Kayla yang ingin bangun duduk.

__ADS_1


__ADS_2