Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Pertengkaran dikamar mandi


__ADS_3

Pagi ini Kayla bangun sangat pagi, karena semalam memang tidurnya tidak terlalu nyenyak. Jangan tanya alasannya sudah pasti karena lampu dikamar ini terus menyala sepanjang malam.


Setelah bersiap-siap Kayla hanya duduk disofa menunggu suaminya itu bangun, dia tidak berani meninggalkan kamar karena mengingat ancaman yang diberikan oleh suaminya semalam masih tergiang dikepalanya dengan jelas.


Cukup lama gadis itu duduk disofa dia bahkan sempat mengecek kondisi toko rotinya terlebih dahulu. Perlahan ada gumaman kecil yang berasal dari kasur, ya siapa lagi jika bukan si monster berdarah dingin itu.


"Ibu, ibu jangan tinggalkan aku bu," mengigau.


Ada apa dengannya apa dia sedang mimpi buruk, apakah harus mendekatinya. Tidak bagaimana jika nanti dia malah memahariku. Kayla melihat Antoni yang sepertinya sedang mimpi buruk.


"Ibu tolong jangan tinggalkan aku Bu," masih terus mengigau.


Apa aku liat saja ya sepertinya dia benar-benar sedang mimpi buruk. Mulai berjalan ketempat tidur, namun berhenti di batas yang sudah ditentukan oleh Antoni.


Dia berkeringat sekali, sepertinya dia benar-benar sedang mengalami mimpi buruk. Apa aku bangunkan saja ya. Tidak apakah kau ingin terkena masalah dipagi hari Kayla, tapi jika tidak dibangunkan kasian juga. Akhirnya Kayla mencoba membangunkan Antoni dengan masih berdiri diposisi yang sama.


"Tuan Antoni bangunlah, tuan," namun tidak ada gunanya jika dia hanya membangunkan dari jarak sejauh itu.


Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian dia mencoba mendekat kearah Antoni, menepuk bahu pria itu mencoba membangunkannya.


"Tuan bangun, tuan," ucapnya sambil menggoncang tubuh Antoni yang sudah penuh keringat dingin itu.


"Tuan," sedikit meninggikan suaranya.


"IBU," Antoni tiba-tiba saja membuka matanya, dia bangun kemudian langsung memeluk Kayla erat.


" Ibu jangan tinggalkan aku bu, aku sangat takut," sambil terus memeluk Kayla.


"Tenanglah tuan," Kayla membalas pelukan pria itu, menepuk punggungnya berusaha untuk menenangkan.


Setelah Antoni cukup tenang, dan juga kesadarannya sudah sepenuhnya kembali dia segera melepaskan pelukannya.


"Kau, apa yang kau lakukan disini hah," ucapnya marah.


"Tadi aku," ucapannya terpotong.


"Apa kau sengaja melakukan ini, hah untuk mencari kesempatan. Kau fikir aku bisa tertipu oleh tipu muslihatmu itu,"


Pria ini, kenapa aku tidak merekamnya saja tadi kemudian menunjukkannya kejadian yang sebenarnya.


"Maaf tuan saya tidak bermaksud begitu," hanya meminta maaf, malas untuk mencari masalah dipagi hari.


"Kau bahkan melanggar peraturanku ya, apa kau lupa kontrak perjanjian kita,"


Kayla langsung mengingat dampak dari melanggar kontrak, dan nominal yang harus dia bayar. Dia hanya bisa menelan salivanya kasar.

__ADS_1


Kayla segera berdiri, dia langsung kembali ketempatnya semula.


"Maaf tuan, maafkan saya," menundukkan kepalanya.


"Cih sekarang ambilkan aku ponselku," perintahnya.


"Tapi tuan bukankah ponsel anda ada dimeja dekat anda," mengatakan kebenaran.


Kau bahkan hanya tinggal menjulurkan tanganmu sedikit saja.


"Apa kau membantah lagi," bentaknya.


"Ti.. tidak tuan," terkejut karena bentakan pria itu.


"Kalau begitu tunggu apa lagi,"


"Maaf tuan, bukankah anda sendiri yang melarang saya untuk mendekati tempat tidur lebih dari dua langkah," sambil tersenyum seperti mendapatkan alasan yang sangat bagus.


Sial, ternyata wanita ini sulit untuk di perdaya semakin menarik saja.Sambil tersenyum sinis.


"Baiklah siapkan air mandi ku".


"baik tuan".


"Apa yang kau fikirkan kenapa bengong begitu".sambil melepas handuk yang semalam dia pakai tidur.


"aaa tidak ada,airnya sudah......aaaaaaaaaaaaaaaaah apa ya,yang kau lakukan kenapa kau melepaskan pakakian mu di depanku".Panik ketika melihat Antoni sudah membuka pakaiannya.


"Kenapa apa kau ingin mencari kesempatan lagi",sambil tersenyum licik.


"TIDAK... tidak mungkin aku mau mencari kesempatan dengan pria sepertimu dan satu lagi aku itu bukan wanita seperti yang kau fikirkan kau fikir aku akan terima kau perlakukan seperti ini kau memperlakukanku seperti mainan mu kenapa hiks kenapa hiks apa salahku kenapa aku diperlakukan seperti ini hiks tidak ada yang perduli pada ku hiks",entah apa yang terjadi pada Kayla dia benar-benar tidak bisa menahan semua ini.


"Heyy kenapa kau menangis memang apa kesalahanku lagi pula kau itu istri ku kan jadi aku bebas dong mau memperlakukan mu seperti apa emang seperti itu kan tugas wanita".


"Apa kau menganggap wanita serendah itu,mengapa kau berfikir jika wanita harus tunduk kepada suaminya, seorang wanita memang harus lah hormat kepada suaminya tapi bukan berarti pria bisa seenaknya saja".


"Cihhh aku tidak menyangka ternyata kau memiliki sifat pemberontak yang sangat akut".


"Lalu,setelah mengetahui itu apa kau akan menceraikan ku bembiarkan aku bebas kembali kehidupanku yang dulu", mulai berharapa.


Terlihat Antoni menarik bibirnya dan menciptakan semburat senyuman "apa memceraikanmu tidak akan sampai aku puas bermain-main dengan mu".


Kau fikir aku mau menikah dengan wanita sepertimu, jika bukan karena nenek aku tidak akan mau menikah dengan wanita sepertimu. Fikirnya dalam hati.


Kayla yang mendengar itu semakin tidak bisa menahan dirinya,"Baik lakukan apapun yang kau mau aku tidak akan pernah gentar aku ini wanita sekuat baja,aku tidak akan pernah menyerah ataupun tunduk kepada pria yang tidak bisa menghormati wanita sepertimu".

__ADS_1


"baik kita lihat saja nanti siapa yang akan menaklukkan siapa".


Kayla keluar dari kamar mandi tanpa memperdulikan perkataan Antoni. Entah mengapa dia benar-benar tidak bisa menahan dirinya, gadis ini merasa sepertinya hidupnya benar-benar hancur sekarang.


***


Antoni keluar dari ruang ganti dengan pakaian rapinya. Ia melirik sekilas gadis yang masih duduk diam disofa.


Apa dia masih marah, semoga saja dia tidak melaporkanku pada nenek. Ucapnya dalam hati.


"Hei gadis bodoh cepat kemari," perintahnya didepan cermin.


Kenapa lagi sekarang dengan pria ini.


Kayla berjalan malas kearah Antoni.


"Pakaikan Dasiku," memberikan dasinya.


"Aku tidak tau membuat dasi," ucapnya tanpa menatap lawan bicaranya.


"Aku tidak menyuruhmu membuat dasi tapi aku menyuruhmu untuk memasangkan Dasiku,"


TERSERAH.


Kayla menatap kesal Antoni.


"Aku sungguh tidak tahu cara memakaikan dasi," berbohong.


Antoni mendekatkan wajahnya, "kalau begitu mulai sekarang belajarlah. Karena ini akan menjadi salah satu kewajibanmu," ucapnya sambil berbisik kepada Kayla.


"Kenapa tuan menyuruh saya, bukankah tuan bisa memakainya sendiri, atau menyuruh para pelayan saja,"


Itu lebih simpel kan, kenapa harus aku yang melakukannya.


"Kau ini benar-benar gadis pembangkan ya, lakukan perintahku atau kau pasti tau sendiri akibat dari kecerobohan mu itu," tekannya.


Kayla kembali mengingat sosok ayahnya yang terbaring dirumah sakit.


"Baiklah saya pasti akan belajar mulai besok tuan,"


"Bagus," sudah mau pergi.


"Dan yah satu lagi, jangan memanggilku dengan sebutan tuan di hadapan keluargaku kau mengerti,"


"Iya baik,"

__ADS_1


__ADS_2