
Sekertaris Kim kini sudah berada didepan sebuah rumah milik wanita yang sudah menyakiti Kayla.
" Dia sudah keluar kalian bersiaplah," ucap sekertaris kepada seseorang didalam telfon.
pria itu melihat sebuah mobil merah telah keluar dari rumah itu, siapa lagi jika buka. Miralah yang membawa mobil itu.
Sekertaris Kim adalah tipe orang yang membalaskan sesuatu dengan cara yang sangat licik dan keji. Dia bahkan tidak segan-segan untuk menghabisi semua sasarannya.
***
" Aku pasti akan membuat kakak Antoni kembali lagi mencintaiku, aku akan merebutnya dari istrinya itu. Dia sama sekali tidak pantas untuk kak Antoni," ucap Mira sambil menyetir.
Mira membawa mobilnya kesebuah rumah kecil jauh dari kota. Dia mendapatkan pesan untuk segera datang kemari dari nomor yang tidak dikenal.
Pesan itu mengatakan jika disana dia akan bertemu dengan Antoni, dan jika dia ingin memiliki Antoni selamanya dia harus datang ketempat itu.
" Kak Antoni," ucap Mira semangat sambil memasuki rumah itu.
Mira terkejut karena bukannya Antoni yang ia dapati tapi justru dua pria yang tidak dia kenal sama sekali.
" Siapa kalian dimana Kak Antoni," ucapnya mulai takut karena dua pria itu terus mendekatinya.
" Hei nona manis, untuk apa mencari seseorang yang tidak ada disini. Kami ada disini dan akan menemani dirimu," ucap salah satu pria.
" Pergi kalian, aku akan bertemu dengan kak Antoni," ucapnya sedikit berteriak.
" Ternyata percuma anda jauh-jauh bersekolah diluar negeri nona Mira. Tapi otak anda sama sekali tidak bisa dipakai," tiba-tiba suara suara muncul dari arah belakang Mira.
Mira segera menengok kebelakang, ia terkejut bukan main ketika melihat sosok sekertaris Kim yang sudah menatap dirinya dengan tatapan mematikan.
" Kau, di.. dimana kak Antoni, kau datang bersamanya bukan," tanyanya mulai takut.
" Anda fikir tuan Antoni akan Sudi bertemu dengan wanita yang sudah membuat istrinya terluka, bahkan dengar mendengar namamu saja dia sudah sangat murka apalagi jika melihat wajahmu itu," ucap sekertaris Kim dingin.
" Apa yang kau inginkan, apa kau jugalah yang mengirimkan pesan itu,"
"Sepertinya anda mulai mengerti sekarang nona Mira, jadi mari duduk baik-baik dan kita bicarakan masalah ini," menyuruh Mira duduk di sofa belakangnya.
__ADS_1
Kini dua orang itu sudah duduk dengan posisi saling berhadapan.
" Nona Mira, saya menghormati anda karena orang tua anda adalah orang yang dekat dengan keluarga Wijaya. Tapi jika anda melakukan sesuatu hal yang membahayakan atau mengancam tuan dan nona muda saya maka jangan salahkan saya jika saya akan melakukan hal yang diluar jangkauan,"
" Kau fikir kau siapa hah, kau hanyalah sekertaris biasa kau tidak akan bisa mengancam diriku. Kau lupa aku adalah putri satu-satunya dari keluarga Wisma,"
" perlu anda ketahui tugas saya adalah mematuhi perintah dari tuan muda saya, dan anda tahu wanita uang anda perlakukan buruk kemarin adalah istri dari tuan Antoni Wijaya, dia adalah wanita yang paling dicintai oleh seorang Antoni. Dan yah satu hal lagi kau hampir membuat keluarga Wijaya kehilangan penerusnya, kau tau apa yang akan dilakukan dengan keluarga Wijaya jika mengetahui ini bukan,"
" Kau berani sekali kau," berdiri dan segera menunjuk sekertaris Kim.
" jangan terbiasa memotong pembicaraan orang lain nona, apakah anda tidak pernah belajar tata Krama. Bukankah anda berasal dari keluarga yang terhormat jadi harap jaga sikap anda," menatap Mira tajam.
Nyali gadis itu sekarang jauh menciut dari tadi.
" Jadi apa maumu sekarang,"
" Menjauhlah dari kehidupan tuan Antoni, jangan pernah muncul lagi dihadapan tuan muda apalagi nona Kayla. Jika kau berani melakukan hal sekecil apapun maka akan saya pastikan kau tidak akan bisa melihat dunia lagi, dan juga semua keluargamu itu mereka semua akan mengemis untuk mendapatkan sesuap nasi saja,"
" Jangan pernah membawa keluargaku dalam masalah ini,"
" Asal Anda tahu saya sudah berbaik hati tidak menjalankan perintah dari tuan muda tadi," tersenyum licik.
" Dia mengatakan untuk segera menghabisi anda beserta seluruh keluarga anda hingga menjadi debu, jadi saya sarankan mumpung saya masih memberikan anda kesempatan jadi mari kita membuat kesepakatan yang akan menguntungkan setiap pihak termasuk anda sendiri, jika anda masih nekat maka jangan salahkan saya lagi jika anda akan merasakan sakitnya siksaan hingga anda pergi untuk selama-lamanya," langsung pergi begitu saja meninggalkan Mira yang kini sudah gemetar ketakutan.
Kini gadis itu terduduk dilantai, menyesali sikap gegabah yang ia lakukan tempo hari, dia tidak rela jika Antoni dimiliki oleh orang lain selain dirinya, tapi kini dia sadar sudah tidak ada tempat bagi dirinya disini, bahkan hidupnya kini penuh dengan bayang-bayang sekertaris yang kejam itu.
***
Disisi lain Antoni terus saja membujuk Kayla agar tidak ngambek lagi dan mau bicara kepadanya.
Meskipun sebenarnya kini semua kesalahpahaman itu telah berakhir, tapi Kayla masih ingin menikmati wajah Antoni yang memelas meminta maaf darinya.
" Sayang maafkan aku yah, kan semuanya kini sudah jelas, kamu jangan marah lagi yah," ucap Antoni sambil meletakkan kepalanya dipangkuan Kayla yang duduk.
" Sudah mas kau berat bangunlah," berusaha mengangkat kepala Antoni dari pangkuannya.
" Tidak mau sebelum kau mau memaafkan diriku,"
__ADS_1
" Aku sudah memaafkanmu, hanya saja sepertinya anakmu lah yang tidak mau memaafkan mu,"
" Sayang anaknya papa, kenapa kau terus saja mencari masalah dengan papa. maafkan papa yah sayang kalau kamu gak mau maafin papa nanti mama kamu juga gak mau maafkan papa," mengelus perut Kayla yang masih rata.
Kayla tersenyum melihat interaksi Antoni dengan anaknya yang masih berada didalam kandungannya.
" Baiklah bangunlah sekarang yah, kau tau kau itu sangatlah berat,"
Antoni bangun dan memperbaiki duduknya.
" istriku memang sangat baik," mencium pipi Kayla sekilas.
" Hemm kau juga adalah pria yang paling baik mas, terimakasih karena sudah mau memilihku dan juga mencintaiku," mengelus rahang tegas milik suaminya.
" eh sayang mumpung kita dirumah sakit aku akan bertanya kepada dokter apakah kita tetap bisa melakukan itu walaupun kau sedang hamil sekarang," mulai menggoda Kayla.
" Mas inilah salah satu hal yang membuatku semakin kesal denganmu, entah kenapa aku mau dengan suami mesum sepertimu," memasang wajah kesalnya.
" Tentu saja kau mau aku ini kaya tampan dan juga sangat baik," mengalihkan pandangannya karena ikut kesal.
" ohhh suamiku ini sangatlah menggemaskan sekali," mencubit pipi Antoni.
Tanpa Kayla duga Antoni benar-benar menayakan hal yang tadi kepada dokter yang memeriksa Kayla.
Wajah Kayla langsung tersipu malu ketika pandangan dokter itu beralih kepadanya.
" Nona tidak usah malu seperti itu, itu adalah pertanyaan yang wajar dan juga lumrah disaat baru pertama kali mengandung," ucap dokter wanita itu.
" Apakah kau perlu menatap istriku seperti itu, kau hanya perlu menjawabnya saja," ucap Antoni tidak suka dengan dokter yang berani mentap istrinya itu.
" maafkan saya tuan Antoni, saya tidak akan melakukan hal itu lagi. Melakukan hal yang dimaksud dengan tuan Antoni itu sebenarnya boleh saja, tapi berhubung kondisi kandungan nona Kayla yang masih cukup lemah saya sarankan jangan terlalu berlebihan apalagi sampai membuat nona Kayla kelelahan, dan juga membuat janinnya sampai stres," jelas dokter itu.
" Jadi boleh bukan," ucapnya semangat.
setelah dokter itu pergi, Antoni terus saja mentap kearah Kayla yang menjadi salah tingkah.
" Jadi kau harus bersiap-siap lagi sayang, karena setelah kita pulang aku akan memanjakan mu lagi," mengangkat kedua alisnya.
__ADS_1
Kayla menutup wajahnya malu, dengan perkataan Antoni barusan.