Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Rahasia part 1


__ADS_3

Antoni masih saja sesegukan didalam pelukan Kayla. Entah apa yang terjadi kepada suami Kayla itu tidak biasanya pertengkaran mereka membuat Antoni sampai menangis sesegukan seperti itu.


" Mas ada apa denganmu, kenapa kau menangis seperti ini hah," mencoba menangkap wajah Antoni lagi.


" Aku tidak menangis," masih aja mengelak padahal dada Kayla sudah basah dibuatnya.


Kayla tau betul jika ada yang tidak beres dengan Antoni saat ini. Namun gadis itu hanya memilih untuk diam, karena dia tau jika Antoni hanya diam bararti pria itu tidak ingin memberitahunya.


" Sudah tidurlah sekarang yah, besok kau harus bekerja bukan," mengelus punggung dan juga rambut tebal Antoni.


***


Perlahan Kayla membuka matanya, posisinya masih sama seperti semalam yaitu memeluk erat tubuh suaminya yang mungkin karena lelah menangis akhirnya tertidur sendiri.


" mas bangun," lirih Kayla lembut sambil merapikan rambut Antoni yang sedikit lebih panjang dari pada sebelumnya.


Terlihat pria itu hanya menggeliat kecil didalam pelukan istrinya, masih tidak rela untuk melepaskan kenyamanan yang mutlak miliknya ini.


" Mas bangunlah kau harus bekerja bukan," mencoba membangunkan Antoni lagi.


" Mama," lirih Antoni sangat pelan.


Sepertinya Antoni sedang mengigau, namun apa yang dia mimpikan hingga bisa membuat pria itu kembali menangis dalam tidurnya.


" Mas kau kenapa," Kayla mulai panik karena Antoni malah menangis sesegukan.


" Mama hikss...," semakin memeluk Kayla erat.


" mas ada apa denganmu bangunlah," mengguncang tubuh Antoni lembut.


" hikss... aku takut... aku takut ma jangan pergi hiksss,"


Wajah Antoni kini kembali sembab karena air mata. Bahkan pipi putihnya saja kini memerah bersamaan dengan hidungnya yang mulai mengeluarkan cairan bening.

__ADS_1


" Masss apakah kau mimpi buruk, tenanglah aku disini hemm," memeluk Antoni lebih erat, mencoba membawa pria itu kedalam sebuah kenyamanan mutlak.


Sudah satu jam Antoni masih terus saja terisak didalam pelukan Kayla. Hingga suara ketukan dipintu membuat Kayla harus melepaskan pelukannya sebentar guna melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya pagi-pagi buta seperti ini.


" Nona muda," ucap sekertaris Kim dengan membungkuk hormat.


" Sekertaris Kim kenapa kau datang pagi-pagi begini, apakah ada urusan mendadak," tanya Kayla bingung karena selain urusan mendadak siapapun tidak ada yang berani mengganggu ketenangan Antoni dipagi hari.


" Apakah tuan muda baik-baik saja," bukannya menjawab sekertaris itu malah melontarkan pertanyaan yang lain.


" Apa yang sebenarnya terjadi Kim, itu juga yang ingin aku tanyakan kepadamu apakah mas Antoni baik-baik saja kenapa dia tiba-tiba menangis seperti itu," tanya Kayla heran.


" Apakah tuan muda menangis semalaman," Luar biasa bukan bahkan pria ini bisa mengetahui suasan hati tuan mudanya.


" Sebaiknya kita bicara diluar saja, mas Antoni baru saja kembali tidur," menarik sekertaris Kim menjauh dari kamarnya dan Antoni.


" jelaskan apa yang sebenarnya terjadi Kim," menuntut sebuah jawaban dari pria yang masih diam membeku itu.


" Maafkan saya jika lancang nona muda, tapi perlu nona ketahui jika hari ini adalah hari peringatan kematian bagi mendiang nyonya muda," menunduk ragu.


" Apa maksudmu sebanarnya Kim, mendiang nyonya besar aku tidak bisa mengerti apapun," (perlu kalian tahu guys kalau Kayla yang manusia setengah pintar ini masih tidak sadar jika mama yang selama ini dia kira mamanya Antoni itu bukanlah ibu ibu kandungnya).


" maafkan saya nona muda, tapi saya tidak bisa menjelaskan lebih dari ini. Biarkan tuan mudalah yang memberitahukannya sendiri kepada anda. Tapi yang terpenting sekarang adalah anda harus selalu berada disisi tuan muda terutama hari ini, karena hari ini dia sangatlah rapuh. Jangan biarkan dia merasa bahwa dia sendirian dan jangan tanyakan apapun dulu kepadanya biarkan dia sendirilah yang mau bicara secara sukarela," jelas sekertaris Kim seperti sudah hapal betul dengan apa yang sedang Antoni alami.


"ta...," ucapan Kayla terhenti ketika tiba-tiba saja Antoni terdengar berteriak dari dalam kamar.


" SAYANG," teriak Antoni kencang mencari Kayla.


Tanpa ba-bi-bu lagi Kayla segera berlari menuju kekamarnya.


" Mas ada apa," masuk didalam kamar dengan keadaan sangat panik.


Terlihat Antoni terduduk dilantai dekat kasur dengan keadaan wajah yang kusut, dia sama sekali tidak terlihat seperti Antoni yang biasanya.

__ADS_1


" mas kau baik-baik saja," segera menghampiri Antoni.


" hikss... jangan tinggalkan aku, aku mohon... aku sangat takut hikss...," menatap Kayla dengan mata sembabnya.


" Tidak mas aku tidak akan meninggalkanmu tenang yah, aku tidak akan kemana-mana," menarik Antoni kedalam dekapannya.


Terasa sangat jelas jika tubuh Antoni kini bergetar sangat ketakutan, dan sesekali isakannya juga masih terdengar.


" Mas sudah yah, hari ini kau tidak perlu kekantor. Kau bersama denganku dan Faris saja yah hari ini, temani kami dirumah untuk hari ini," tersenyum lembut kepada Antoni yang kini wajahnya terlihat sangat kacau.


Kayla membantu Antoni membersihkan dirinya, kemudian mengajak Antoni untuk turun sarapan.


Begitu tiba dibawah terlihat jelas jika suasana rumah hari ini terlihat sangat berbeda dari biasanya, bahkan wajah pak Mut dan juga bik Sum yang terlihat sangat sedih dan hanya bisa menunduk.


" Ada apa ini, ini masih pagikan kenapa semua orang sudah sangat lesu," ucap Kayla seolah hanya dirinya sajalah yang bernyawa dirumah itu.


Ada rasa terkejut sekaligus tenang karena akhirnya Antoni bisa keluar dari kamarnya ketika hari seperti ini tiba, jika setiap tahun dihari yang sama Antoni hanya akan mengurung dirinya didalam kamar tanpa melakukan apapun atau bahkan sampai menghancurkan barang-barang yang ada disekitarnya guna melampiaskan perasaannya.


Namun sekarang dengan adanya Kayla hari ini pria itu mau untuk keluar kamar dan beraktifitas seperti biasanya, bahkan terlihat sesekali Antoni masih bisa tersenyum kecil ketika melihat tingkah konyol istrinya yang meskipun kini sudah menjadi seorang ibu masih saja seperti seorang gadis kecil yang bodoh.


" Mas jika kau ingin menertawakan kebodohanku ini maka tertawa saja wajah mu itu semakin jelek jika kau menahannya seperti itu," ucap Kayla kesal karena Antoni ingin tertawa sangat keras ketika Kayla tanpa sengaja menuangkan tepung kewajahnya.


" Tidak sayang aku tidak mengejekmu," suaranya masih serak mungkin karena terlalu banyak menangis.


***


Sore harinya suasana hati Antoni sudah semakin membaik, dan kini dia sedang bersama dengan keluarga kecilnya ditaman belakang dengan menikmati teh sore beserta hidangan kecil.


" Emhh mas," Kayla mulai mengangkat bicara ketika melihat Antoni yang masih bermain dengan putranya. ( Jadi hari ini si Antoni lagi libur yah berantem sama anaknya).


" Hemm," jawabnya singkat sambil terus tersenyum.


" Boleh aku bertanya sesuatu," ucapnya ragu.

__ADS_1


" Aku tau yang ingin kau tanyakan sayang," menatap Kayla sambil tersenyum kecil.


Terlihat jelas sekali jika dimata Antoni kini hanya ada sebuah kabut kesedihan yang menutupi segelanya.


__ADS_2