
Mata Kayla terpejam rapat, saat Antoni mulai mendekatkan wajahnya.
Namun tiba-tiba.
Tok..tok..tok.. suara ketukan dipintu menggagalkan rencana Antoni sepenuhnya.
" Ahh sial aku paling benci jika seperti ini," gumam Antoni kesal dan segera masuk kedalam ruang ganti.
Sementara itu Kayla hanya tersenyum lega, dia berhasil selamat dari harimau yang sudah mau menerkam dirinya.
Kayla berjalan dan membukakan pintu, melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya pagi-pagi begini.
" Sekertaris Kim ada apa," tanya Kayla.
" Nona muda, dimana tuan muda sekarang. Sebentar lagi rapat akan dimulai," ucap sekertaris Kim setelah menunduk hormat pada nona mudanya.
" ohh dia sedang siap-siap, aku akan menyuruhnya cepat," berjalan masuk kedalam ruang ganti.
" mas cepatlah sekertaris Kim sudah menunggumu," ucap Kayla sambil membenarkan dasi Antoni.
Antoni hanya diam sepertinya dia masih kesal sekarang.
" Ada apa, apa kau sedang kesal lagi," ucap Kayla setelah membenarkan dasi Antoni.
" Tentu saja aku kesal, kita bahkan tidak bisa menghabiskan waktu berdua sekarang ini. Kau bahkan mengerjaiku tadi, padahal aku sudah sangat senang bisa mandi bersamamu," gerutunya kesal.
Kayla menyunggingkan bibirnya.
" Hemm jadi suamiku ini sedang ngambek yah, baiklah sekarang pergilah bekerja yah. Nanti malam kau bisa melakukan apapun padaku sesukamu, anggap saja sebagai permintaan maaf ku karena sudah mengerjaimu tadi," mengecup pipi Antoni.
" Emhh bukan disitu," ucap Antoni.
" Apanya," bingung.
" Disini cium juga disini, bibirku merasa cemburu sayang karena kau hanya mencium pipi saja," memanyunkan bibirnya.
" Astaga dari mana kau belajar kata-kata seperti itu hah," mencubit pipi Antoni.
" Ayo cepatlah aku sudah mau terlambat sekarang,"
" Baiklah," mengecup bibir Antoni. " Sudahkan, sana pergilah cepat sebelum sekertaris Kim mengomel lagi padaku," mendorong tubuh Antoni.
__ADS_1
" Dia tidak akan berani sayang," tertawa sambil berjalan keluar.
***
Setelah Antoni pergi Kayla segera bergegas mengambil tasnya dikamar.
" Nona muda anda ingin pergi kemana," cegah bik Sum.
" A.. aku ingin pergi keluar sebentar bik. Cuman sebentar kok,"
" Tapi nona tuan Antoni bilang jangan membiarkan nona Kayla keluar dari rumah apalagi sendirian, jika nona membutuhkan sesuatu tinggal bilang saja biar para pelayang yang mengerjakannya,"
" Tidak perlu bik Sum, aku hanya ingin pergi sebentar saja. Tidak akan lama sungguh, dan ingat jangan katakan apapun kepada mas Antoni," segera pergi meninggalkan bik Sum yang terlihat sangat khawatir.
Kayla sengaja tidak mengatakan jika dia akan pergi ketoko rotinya, karena Antoni pasti akan sangat marah besar jika mengetahui itu.
Sementara itu bik Sum kini diliputi kekhawatiran karena nonanya pergi keluar sendirian, tanpa ada pengawasan.
" Ohh mati aku jika tuan muda tau hal ini," segera menghubungi para pengawal.
" Segera ikuti nona muda, awasi dia jangan sampai terjadi apapun kepada nya. Kalian tau kan jika tuan Antoni paling tidak suka jika istrinya terluka sedikitpun bahkan hanya dengan goresan dikukunya saja,"
" Baik kami akan segera mengikuti nona muda," kedua bodyguard itu langsung menjalankan perintah bik Sum.
***
Kayla tidak henti-hentinya tersenyum, karena bisa kembali lagi ketokonya hari ini.
Setelah memarkirkan mobilnya Kayla segera berjalan memasuki toko, dia sama sekali tidak menyadari jika dia sedang diawasi oleh para pengawal suruhan bik Sum.
" Mba Kay, kok kesinisih," ucap salah satu karyawan tokonya dengan penuh semangat.
" Iya aku bosan dirumah aja jadi aku putusin buat pergi kesini deh, gimana kabar kalian dan toko,"
" Semua baik mba, bahkan semenjak mba diperkenalkan sama tuan Antoni sebagai istrinya toko ini semakin ramai pengunjung. Karena mereka tau jika ini adalah toko milik nona muda dari keluarga Wijaya," ucap Karyawan itu berapi-api.
" Eh tapi kondisi mba Kayla juga baik-baik ajakan. Mba seharusnya gak datang kesini karena kan kandungan mba juga sudah besar pasti bakalan capek nantinya," timpal karyawan yang lain.
" Gak kok, mba justru bosan banget dirumah gak bisa ngelakuin apa-apa, dan lagi mba fikirin kalian gimana selama mba gak datang ketoko,"
" Yaampun mba, mba masak gak tau kalau tuan Antoni ngirim beberapa koki hebat ketoko kita ini, juga ada beberapa pelayan lagi,"
__ADS_1
Kenapa mas gak ngasi tau aku yah. Fikir Kayla yang sedikit terkejut.
" Udah gih kalian lanjut kerja aja, mba juga mau lihat-lihat dulu,"
" mba jangan sampai kerja yah, atau nanti kita yang bakalan dimarahi oleh tuan Antoni,"
" Iya kalian tenang aja yah,"
Kayla mulai menyusuri tokonya itu, sudah ada yang berubah, seperti meja-meja lebih banyak dari sebelumnya. Dan bahkan toko rotinya kini sangatlah ramai akan pengunjung.
" Wahh itu benar-benar istri dari tuan Antoni yah," ucap salah seorang pelanggan.
" Wah cantik banget, auranya keluar banget apalagi sekarang lagi hamil besar kayak gitu. Aku jadi pengen deh jadi mba itu," tambah yang lain.
" Ehh katanya dia itu dulunya bukan gadis kaya loh, dia berasal dari keluarga yang biasa aja. Tapi setelah menikah dengan pengusaha muda tuan Antoni Wijaya hidupnya berubah jadi sangat drastis," yang lain menambahkan lagi.
Kayla mendengar semua perkataan itu, tapi dia tidak memperdulikannya. Karena toh tidak penting juga bagi dirinya.
Setelah ketiga pelanggan itu keluar dari toko, mereka dihadang oleh salah seorang pria berbadan kekar.
" Si..siapa kamu," ucap salah satu wanita ketakutan-ketakutan.
" Kalian telah membicarakan nona muda saya, maka saya tidak akan tinggal diam saja. Asal kalian tau jika tuan Antoni mengetahui ini maka hidup kalian sudah pasti hancur. Jadi pastikan jaga ucapan kalian itu, dan jangan sampai lagi kalian menceritakan nona muda Kayla atau bahkan hanya menyebut namanya saja kalian mengerti," tekan pengawal itu.
" Ba...baik kami mengerti," langsung pergi dari sana.
Mereka bahkan mengutuki diri mereka sendiri karena telah berani membicarakan seorang wanita yang kini telah menjadi nyonya Antoni Wijaya.
***
Setiap pergerakan dan yang terjadi disekitar Kayla diawasi dengan baik oleh kedua pengawal itu, dan tidak lupa mereka juga melaporkannya kepada bik Sum.
Sementara itu bik Sum yang sedang mengecek info terbaru tentang nonanya, tiba-tiba saja dibuat terkejut oleh kedatangan Pak Mut yang mengambil ponselnya.
" Apa ini kenapa kau mengawasi nona muda," ucap pak Mut.
" Tentu saja aku harus melakukan itu, jika tidak tuan muda pasti akan marah jika sampai terjadi sesuatu pada nona muda," merebut kembali ponselnya.
" Sum kita sama-sama tau jika sikap tuan muda kepada nona Kayla itu sangatlah berlebihan. Biarkan nona muda melakukan hal yang dia inginkan, apa kau tidak kasihan padanya. Bahkan nona muda terus saja terkurung dirumah ini, jadi biarkan saja dia menjalani hidupnya seperti biasanya," ucap Pak Mut lagi.
" Itu tidak mungkin, perintah tuan muda adalah hal yang mutlak. Tidak boleh ada sedikitpun pengecualian dan kesalahan. Dan lagi nona muda seharusnya sadar jika dia saat ini sedang mengandung pewaris dari keluarga Wijaya, jadi sudah sepatutnya dia sangatlah berhati-hati,"
__ADS_1
(Tunggu deh kenapa malah jadi dua orang ini yang pada berantem sih, Kayla sama Antoni aja gak ribet-ribet amat,) .
"Bayangkan saja jika kau berada diposisi nona muda Sum, disaat kau terkurung didalam sebuah sangkar emas," ucap Pak Mut kemudian pergi begitu saja, dia merasa tidak ada gunanya menjelaskan kepada bik Sum.