Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Cerita cinta biasa (part 1)


__ADS_3

Hari ini Kayla akan pergi kemakam orang tuanya sebelum pergi ketoko, jadi dia ingin berangkat lebih awal dari biasanya.


"Mas aku akan berangkat sekarang yah, aku harus mampir kemakam orang tuaku," memeriksa kembali barang bawaannya.


" Aku akan ikut denganmu," mengambil jasnya dari pak Mut.


"Ehh tapi kau bilang hari ini kau memiliki banyak pekerjaan," ucap Kayla.


"Aku bisa mengurusnya nanti setelah menemanimu," mengikuti Kayla.


Kayla menatap sekertaris Kim untuk memastikan tidak ada urusan penting yang harus segera diselesaikan oleh tuan mudanya.


" kenapa kau melirik Kim seperti itu," kesal karena Kayla melirik sekertarisnya.


"Nona tenang saja, masih ada waktu beberapa jam untuk tuan muda menemani anda," ucap sekertaris Kim yang mengerti maksud dari Kayla.


Kayla hanya mengangguk lalu mengajak Antoni masuk kedalam mobil.


"Kau belum menjawab ku," perotes Antoni.


" Katanya ingin ikut jadi ayo cepatlah," menarik Antoni.


***


Setelah sampai ditempat pemakaman Kayla segera menghampiri makam kedua orang tuanya bersama dengan Antoni.


"Ayah ibu Kayla datang," lirihnya pelan ketika sudah dihadapan makam kedua orang tuanya.


Memang makam ibu dan ayah Kayla sengaja diletakkan ditempat yang sama dan juga berdekatan.


Kayla berjongkok didekat makam ibunya kemudian segera disusul oleh Antoni.


Kayla merasa setiap kali disini dia begitu merasa sangatlah sesak, ketika berada disini dia akan sadar jika dia sendiri didunia ini.


Tanpa bisa ditahan air mata Kayla perlahan menetes dari pelupuk matanya.


" Sayang," Antoni menyentuh bahu istrinya untuk menangkan gadis itu.


Dengan cepat Kayla menghapus air matanya.


" Aku tidak apa mas,"


Kayla menyentuh makam ibunya itu.


Ibu sekarang tidak perlu mengkhawatir kan putri ibu lagi, karena sekarang Kayla sudah memiliki Antoni. Dia adalah suami Kayla Bu dia tampan bukan, ayah juga tidak perlu khawatir lagi sekarang Kayla sudah bahagia jadi kalian jangan khawatir lagi yah. Maaf Kayla baru bisa datang sekarang. Dan ohh iya keluarga mas Antoni juga sangatlah baik mereka sangat menyayangi Kayla seperti putri kandung mereka," Ucap Kayla dalam hati sambil terus memegang makam ibunya.


Sekertaris Kim hanya melihat dari belakang sambil terus setia memegang sebuah payung hitam guna untuk melindungi majikannya dari teriknya matahari pagi.


Sedangkan Antoni terus mengelus punggung istrinya, menciptakan ketenangan untuk gadis itu.


Setelah Kayla sudah mulai tenang dia mengajak Antoni untuk segera kembali.


Didalam perjalanan.


"Mas," ucap Kayla.


" Hemm ada apa," sibuk dengan ponselnya.


" Terimakasih untuk hari ini,"


Antoni meletakkan ponselnya kemudian menatap istrinya.

__ADS_1


" Untuk apa," tanyanya kepada Kayla.


" Untuk kau yang mau menemaniku, untuk kau yang membuatku merasa akan tidak sendirian untuk cinta yang kau berikan untuk semuanya aku sangatlah berterimakasih kepadamu," tersenyum kepada Antoni.


" Untuk apa kau berterimakasih, ini adalah tugasku bukan. Jadi berikutnya setiap kau berkunjung kemakam orang tuamu aku akan selalu menemanimu," menarik Kayla untuk bersandar didadanya.


Kayla tersenyum mendengar jawaban Antoni.


Sementara sekertaris Kim hanya fokus menyetir tidak perduli dengan dua orang dibelakangnya.


Dia merasa dia diangggap obat nyamuk disini.


***


" mas terimaksih sudah mengantarku yah kau juga hati-hati dijalan," turun dari mobil.


" aku tidak ingin berpisah sayang," ikut turun juga dari mobil kemudian memeluk Kayla didepan umum.


Ohh tuan muda tolonglah ini didepan umum, jangan menunjukkan sisimu yang seperti itu. Sekertaris Kim melirik kaca spion.


"Mas ini didepan umum jadi lepaskan yah," berusaha melepaskan pelukan Antoni.


" apakah peluk saja tidak boleh, kau tau aku lebih suka malam hari dari pada siang hari karena disiang hari aku akan berpisah denganmu,"


"Kita hanya akan berpisah selama beberapa jam saja mas, sudah masuklah kedalam mobil dan pergi bekerja yah," membukakan pintu mobil untuk Antoni.


" Hemm," terpaksa masuk kedalam mobil.


" Suamiku sayang bekerjalah dengan baik yah, hasilkan uang yang banyak untukku," melambaikan tangannya kepada Antoni.


"Hemm," sambil menahan senyum yang ingin meledak.


"Tidak perlu bik Sum sudah ada didalam sekarang," menunjuk kearah wanita yang sudah sibuk membantu didalam toko.


" Baiklah aku akan pergi sekarang kau jaga diri baik-baik yah,"


Kayla mengangguk kemudian melambaikan tangannya kepada Antoni.


Kayla masuk kedalam tokonya dan mulai bekerja seperti biasanya.


***


Malam harinya disaat Kayla sibuk menyisir rambut panjangnya tiba-tiba saja Antoni masuk.


" Mas kau sudah selesai," tanya Kayla sambil menatap Antoni dari cermin.


" sayang berikan sisir itu kepadaku," ingin mengambil sisir dari tangan Kayla.


" Ehh apa kau juga ingin menyisir rambutmu," tanyanya.


" Tidak aku akan menyisir rambutmu sekarang," mulai menyisir rambut Kayla.


" Ehh ada yang tidak benar disini, tidak biasanya kau seperti ini katakan apa lagi yang kau inginkan mas," tanya Kayla dengan tatapan mengintimidasi.


" Apa kau lupa dengan perjanjian yang kita buat beberapa hari yang lalu, aku menyuruh sekertaris Kim untuk mencarikan sesuatu panduan yang pas untuk gaya cinta nomor dua dan akhirnya dia mendapatkan buku ini," memberikan Kayla sebuah buku.


Perlahan Kayla membuka lembar demi lembar halaman buku itu.


" Aku sudah menandai beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan tapi jika kau ingin menambahkan kau bisa menandainya," masih sibuk merapikan rambut Kayla.


" Tapi apakah semua ini perlu mas," melihat-lihat setiap keterangan pada buku bergambar itu.

__ADS_1


" Kau tau aku ini buka orang yang berpengalaman dalam urusan cinta, ini bahkan pengalaman pertamaku,"


" Ehh tapi kau terlihat sudah sangat handal sekali," gumam Kayla pelan.


" Aku bisa mendengarmu sayang,"


Kayla tidak memperdulikan Antoni dan sibuk memperhatikan isi buku itu.


" Banyak juga yang kau tandai mas,"


" Hemm dan sekarang aku akan melakukan kegiatan mengikat rambutmu,"


"mengikat rambut," menatap Antoni tidak yakin.


" Hem aku fikir itu hal kecil yang harus bisa aku lakukan, ada dihalaman seratus duapuluh tiga," mulai mengikat rambut Kayla.


" Apakah kau juga sampai menghapal halaman bukunya," tidak percaya dan mencari halaman yang dimaksudkan Antoni.


" Aku tidak menghapalnya aku tidak sengaja mengingatnya," masih fokus dengan rambut.


"Seharusnya aku tidak bertanya hal semacam itu kepada orang yang mampu mengelola perusahaan sejak masih muda," gumam Kayla.


"Berikan aku ikat rambutmu," meminta ikat rambut setelah selesai mengumpulkan rambut Kayla dalam genggamannya.


" Ini pertama kalinya bagiku mengikat rambut, tapi sepertinya cukup sulit. Tadi caranya adalah ikat rambutnya dipegang seperti ini lalu dimasukkan kedalam rambut yang dikumpulkan lalu..," sangat fokus.


Kayla hanya tersenyum melihat Antoni yang sangat antusias mengikat rambutnya.


Aku tidak percaya ini orang yang biasanya berurusan dengan bisnis kini belajar mengikat rambut seorang wanita. Ucap Kayla dalam hati sambil terus tersenyum.


" ahhh," meringis pelan karena merasa Antoni menarik rambutnya.


" maaf apakah sakit," mengendorkan genggamannya.


" tidak lanjutkan saja mas,"


Akhirnya selesai juga perjuangan Antoni untuk mengikat rambut istrinya itu.


" Ahh aku menyerah sayang, sepertinya akan lebih baik jika aku mengurus perusahaan besar daripada mengikat rambut,"


" Tidak apa mas, ini sudah lumayan baik. Kau sudah melakukan yang terbaik," ucapnya tersenyum.


" Kalau begitu mana hadiahku,"


"Hadiah," tanya Kayla bingung.


" Iya dalam buku itu tertulis jika pasangan sudah melakukan hal yang baik maka pasangannya harus memberikan hadiah,"


Jadi kau melakukan itu hanya untuk hadiah.


" Baiklah apa hadia yang kau inginkan mas," berbalik lalu menatap Antoni yang sedang memasang senyum lebarnya.


" Cium ," mengerucutkan bibirnya.


Kayla tersenyum kemudian mengecup sekilas bibir Antoni.


" Sudahkan ayo sekarang kita turun aku sudah lapar sekarang," ingin melepaskan ikat rambutnya.


"Jangan dilepas sayang aku harus memamerkannya kepada semua orang bukan akan karyaku itu,"


Kayla hanya tersenyum sambil mengangguk menuruti suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2