
Antoni dan Kayla sangat terkejut dengan permintaan dari nenek mereka. Bagaimana mungkin nenek meminta sesuatu hal yang mustahil seperti itu.
"emhhhh nek, nenek berdoa saja yah," sambil tersenyum garing.
Kayla hanya mampu mengatakan hal itu untuk menjawab permintaan tidak masuk akal dari neneknya.
"Nenek akan selalu mendoakan kalian, tapi kalian harus berusaha lebih keras lagi ya," tersenyum dengan penuh harap.
Kayla tersipu malu kemudian tersenyum dengan penuh paksaan. Sedangkan Antoni hanya diam saja dari tadi, dia hanya menyenderkan tubuhnya disandarkan di sandaran kursi dengan ekspresi wajah tampan dan juga dinginnya sama sekali tidak ada perubahan mimik wajah dari Antoni.
"Baiklah kalau begitu nenek tutup dulu ya panggilannya, inikan sudah malam nenek tidak ingin mengganggu kalian berdua lagi," langsung mematikan sambungan Vidio call nya tanpa menunggu respon dari Kayla maupun Antoni lagi.
" Ti... tidak begitu nek," Kayla hanya tersenyum masam dan melirik Antoni.
"Bagaimana sekarang apa yang harus kita lakukan," menatap Antoni penuh harap jika pria itu mempunyai jalan keluar yang tidak akan menyakiti siapapun terutama nenek yang sudah baik kepada Kayla dan keluarganya itu.
"Ya mau bagaimana lagi," jawabnya singkat.
"Apa, bagaimana lagi. mas anda harus memikirkan bagaimana caranya agar masalah ini bisa terselesaikan. Kita tidak bisa memberikan harapan palsukan kepada nenek," Kayla sangat takut jika nantinya nenek mereka akan kecewa ketika mengetahui bagaimana hubungan mereka yang sebenarnya.
Antoni hanya diam tidak merespon perkataan dari Kayla.
"Mas jawab kenapa kau hanya diam saja," memaksa Antoni untuk berbicara.
"jika kau ingin tau cara agar nenek tidak kecewa kemari aku akan memberi tahumu," Antoni menarik tangan Kayla sehingga membuat wajah mereka sangatlah dekat.
Antoni terus memajukan wajahnya untuk semakin dekat dengan Kayla. Sementara Kayla terus memundurkan tubuhnya kebelakang.
Hingga kini posisi Kayla sudah berbaring diatas sofa dan Antoni yang berada diatasnya terus saja menatap matanya dengan sangat intens.
"A... apa yang kau lakukan mas," mengalihkan pandangannya dan berusaha mendorong tubuh Antoni agar menjauh.
"Katanya kau ingin tau kan bagaimana caranya agar nenek tidak kecewa, maka aku akan memberi tahumu sekarang," semakin mendekatkan wajahnya kearah Kayla.
"K...kita bisa berbicara dengan duduk saja kan," sangat gugup sekarang.
Antoni tidak mendengarkan Kayla, dia terus saja mendekatkan wajahnya hingga berada didekat telinga Kayla.
"Caranya adalah....," berbicara sambil berbisik kearah telinga Kayla.
Tubuh Kayla bergetar sangat hebat saat ini, jantungnya kembali berpacu sangat cepat. Tidak tau sudah Semerah apa wajahnya saat ini.
__ADS_1
"M...mas," lirihnya berharap Antoni bangun dari posisinya, Karena Kayla kini sudah tidak sanggup lagi untuk memberontak. Fikirannya kalah dengan hatinya.
"shutttt diamlah aku akan memberitahumu sekarang," masih dengan posisi yang sama.
Antoni menghirup dalam aroma tubuh Kayla, wangi lavender adalah wangi kesukaannya.
"Apakah kau benar-benar ingin tau," sambil bermain-main kecil ditelinga Kayla.
"i... iya,"
"Kau yakin," bertanya sekali lagi.
Kayl hanya mengangguk kecil sebagai balasan dari pertanyaan Antoni itu.
"Baiklah aku akan memberitahumu,"
Bisikan Antoni dan nafas Antoni yang terasa sangat jelas di telinga dan leher Kayla membuat gadis itu tak berdaya tubuhnya saat ini benar-benar sangat lemas.
" caranya adalah dengan membuatnya untuk nenek, dan menuruti perintah nenek," menggigit kecil telinga Kayla.
Kayla merasakan jantungnya akan meledak, tubuhnya benar-benar kaku saat ini, rasanya dia akan bisa melayang diudara.
"Emhhhh....mas a..apa yang kau katakan," menahan dirinya sekuat tenaga.
Deghhh jantung Kayla benar-benar serasa berhenti, perkataan Antoni barusan benar-benar sangat membuatnya terkejut.
Kayla ingin sekali mendorong laki-laki ini, namun apa daya tubuhnya benar-benar tidak bisa dikendalikan ketikan Antoni mulai menggigit kecil bagian telinga hingga bahunya.
Kayla bahkan tidak bisa berfikir dengan jernih sekarang.
Tangan Antoni mulai meraba bagian pinggang Kayla, dan perlahan mulai memasukkan tangannya itu kedalam baju istrinya.
Di tengah keromantisan mereka itu tiba-tiba.
"Tuan muda," sekertaris Kim menggedor pintu dengan sangat kuat, membuat kedua orang itu langsung tersadar dan segera kembali keposisi mereka semula.
Kayla menarik nafas lega, dia segera merapikan bajunya yang sedikit berantakan itu, kemudian langsung berjalan menuju kamar mandi.
"Dasar sekertaris sialan, dia menggangguku disaat yang tidak tepat," dengan kesal Antoni akhirnya membuka pintu untuk sekertarisnya itu.
"Ada apa," tanyanya dingin, karena benar-benar kesal dengan pria didepannya itu yang telah merusak momennya.
__ADS_1
Awas saja jika tidak ada yyang penting, maka akan aku pastikan kau pasti akan musnahkan sekarang juga. menggerutu didalam hati sambil menatap tajam sekertarisnya.
" maaf mengganggu anda malam-malam begini tuan muda,"
Ya kau memang benar-benar sangat menggangu, jadi katakan lah hal yang benar-benar penting atau aku akan menghabisi mu nanti.
"Tuan muda, saya mendapatkan kabar jika nona Reynata akan bercerai dengan suaminya," menyampaikan informasi tentang kakak Antoni.
"Apa, bagaimana bisa itu terjadi," terkejut dengan pernyataan sekertarisnya.
"Saya mendapatkan kabar dari bawahan saya jika suami nona Reynata ketahuan selingkuh dibelakang nona Reynata," jelasnya lagi.
"Cih benar-benar menjijikkan," Antoni sudah melupakan Kemarahannya yang tadi dan berganti dengan amarahnya yang baru.
"Lalu dimana sekarang mereka," yang dimaksudkan adalah Reynata dan juga Clara keponakannya.
"Mereka sekarang sudah dalam perjalanan kembali kenegara ini tuan muda. Nona Reynata sepertinya benar-benar tertekan saat ini,"
Walaupun Antoni terlihat dingin dan acuh kepada keluarganya, namun dia tidak akan membiarkan siapapun atau apapun menyakiti keluarganya.
"Lalu bagaimana dengan Clara," mengingat wajah polos Clara.
"Saran saya sebaiknya nona Clara dipisahkan dulu dengan nona Reynata agar nona Clara tidak terbebani dengan masalah ini,"
Kini mereka sudah berada diruang kerja Antoni, sibuk mengurus masalah tentang kakaknya Antoni itu.
Satu hal yang dapat dipastikan sekarang adalah Antoni tidak akan membiarkan pria yang telah menyakiti kakaknya itu bisa hidup dengan tenang.
"Kim pastikan dia tidak akan bisa bernafas dengan tenang, buat dia lebih memilih mati dari pada hidup," perintahnya masih dengan penuh amarah.
"Baik tuan muda,"
***
Sementara didalam kamar mandi.
"Apa yang terjadi berusan, dan apakah ini," melihat tanda merah dilehernya.
Wajah Kayla kini benar-benar sangat merah, jantungnya masih berdetak sangat cepat apalagi mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
Dengan cepat Kayla menghilangkan fikirannya itu kemudian membilas wajahnya dengan air agar membuatnya lebih tenang.
__ADS_1
Aaaaaa aku malu sekali. Jeritnya didalam hati.
Kayla membuka pintu kamar mandi, dia melihat kesekeliling kamar dan melihat jika Antoni tidak ada dikamar.