Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
kekhawatiran Antoni


__ADS_3

"Bayangkan saja jika kau berada diposisi nona muda Sum, disaat kau terkurung didalam sebuah sangkar emas," ucap Pak Mut kemudian pergi begitu saja, dia merasa tidak ada gunanya menjelaskan kepada bik Sum.


***


Sementara itu Antoni yang sedang sibuk mengurusi pekerjaannya, tiba-tiba saja mendapatkan sebuah pesan dari kepala pelayan dirumahnya.


Yah bik Sum dengan sengaja mengirimkan foto Kayla yang sedang berkeja ditoko kepada sekertaris Kim.


Meski sempat ragu untuk menunjukkan foto itu, namun akhirnya Sekertaris Kim memperlihatkannya pada Antoni.


Rahang Antoni seketika mengeras, menandakan dia sedang marah saat ini.


" Kim check dimana keberadaan Kayla saat ini," ucap Antoni dengan nada dinginnya, menahan amarah yang memuncak.


Dengan segera sekertaris Kim menelfon para pengawal yang mengawasi Kayla dan menanyakan dimana keberadaan Kayla sekarang dan apa yang sedang dia lakukan.


" Tuan muda, nona Kayla masih berada ditokonya. Dia masih bekerja sekarang," ucap sekertaris Kim takut.


" Berani sekali dia pergi tanpa seizin ku lebih dulu, aku sudah bilang jangan pernah pergi tanpa izin apalagi sampai pergi ketokonya dan bekerja," mengepalkan tangannya.


Sekertaris Kim sudah tau ini akan terjadi, dia sangat menyesal karena memberitahu Antoni akan masalah ini.


" Kim batalkan semua agendaku hari ini, dan suruh Kayla pulang sekarang," ucap Antoni lagi sambil berjalan keluar ruangan.


Ohh gawat apa yang aku lakukan, sekarang nona muda dalam masalah besar. Entah apa yang akan dilakukan oleh tuan muda sekarang. Mengikuti Antoni.


Sepanjang perjalanan Antoni terdengar menghembuskan nafasnya kasar, mungkin dia sedang mencoba untuk mengendalikan dirinya sekarang.


Sekertaris Kim melirik sekilas kearah kaca spion dan melihat tuan mudanya yang kini wajah putihnya telah berubah menjadi merah padam.


" Tuan muda apa tidak sebaiknya kita pulang saja, dan tunggu nona muda disana," sekertaris Kim sangat takut jika Antoni melakukan hal yang salah dihadapan umum dan malah berujung pada pertengkaran dengan Kayla.


" Baiklah terserah saja, tapi pastikan Kayla pulang secepatnya," Antoni tau betul jika dia mendatangi Kayla ditokonya dia pastinya tidak akan bisa menahan dirinya sendiri.


***


Sementara itu Kayla kini sudah mendapatkan kabar jika Antoni pulang lebih awal dari biasanya, dengan segera gadis itu mengambil tasnya dan bergegas pergi.


Namun tanpa sengaja perutnya tersenggol sebuah meja.


" auhhh," memegangi perutnya yang terasa sedikit nyeri.


Kedua pengawal yang sejak tadi mengawasinya langsung saja menghampir Kayla.


" Nona muda anda baik-baik saja," ucap salah satu pengawal.

__ADS_1


" Iya aku baik-baik saja," mengelus perutnya dan menatap kedua orang yang kini berada dihadapannya, menatap Kayla dengan tatapan sangat khawatir.


" Tunggu apa kalian sejak tadi mengawasiku," sadar jika dia diawasi.


Kedua pengawal itu sadar mereka telah melakukan sebuah kesalahan sekarang.


" Siapa yang menyuruh kalian," tanya Kayla menahan kekesalannya.


" Maafkan kami nona muda, kami diperintahkan oleh Bik Sum untuk mengawasi nona muda. Karena takut terjadi sesuatu pada anda,"


" Hah, bagus bahkan aku dimata-matai sekarang," tersenyum paksa.


" Nona mari kami akan mengantar anda pulang sekarang,"


" Tidak perlu aku membawa mobil sendiri," langsung pergi meninggalkan para pengawal itu sambil memegangi perutnya.


Kedua pengawal itu kini saling menatap satu sama lain.


Mereka merasa telah melakukan sebuah masalah yang akan menciptakan sebuah badai sebentar lagi.


Kayla segera melajukan mobilnya mengarah kerumahnya. Kayla bahkan tidak memiliki fikiran jika Antoni sudah mengetahui hal ini.


" Tidak mungkin bik Sum sudah melaporkanku bukan," gumam Kayla ketika masuk kedalam rumah dan mendapati tatapan tajam dari Antoni.


" Dari mana kau," ucap Antoni dingin.


" Aku tadi hanya keluar sebentar mas," jawab Kayla ragu.


" Aku tidak bertanya berapa lama kau pergi, aku bertanya dari mana kau," ucap Antoni mulai meninggikan suaranya.


Suara Antoni yang tinggi membuat Kayla sangat takut, dia bahkan sudah ingin menangis rasanya karena dibentak seperti itu.


Sekertaris Kim yang melihat nonanya hanya menunduk ketakutan segera menepuk bahu Antoni.


" Kendalikan diri anda tuan muda," ucap sekertaris Kim memberitahu Antoni untuk mengendalikan dirinya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Antoni menarik nafas dalam, dia mencoba untuk mengendalikan dirinya lagi. Mencoba agar jangan sampai dia melukai istrinya itu.


" Kemarilah," ucap Antoni pelan.


Namun Kayla tidak menggubris kata-kata Antoni, gadis itu masih berdiri ditempatnya dengan menunduk ketakutan.


" Sayang kemarilah," berbicara dengan nada lembut seperti biasanya.


Kayla berjalan tanpa mengangkat kepalanya, dia bahkan duduk disamping Antoni dengan masih tertunduk.

__ADS_1


" Apa aku menakutimu," ucap Antoni menyingkirkan rambut Kayla yang menutupi wajahnya.


Kayla hanya diam saja, tidak menjawab ataupun melakukan apapun.


Antoni menatap sekilas kepada sekertarisnya.


Sekertaris Kim yang sudah faham betul dengan apa yang dimaksudkan tuannya segera memerintahkan semua orang untuk pergi dari sana.


Setelah semua orang pergi, tersisa lah Kayla dan Antoni yang ada diruangan itu.


" Apa kau mencintaiku," tanya Antoni tiba-tiba.


Kayla hanya mengangguk samar.


" Lalu kenapa kau melakukan hal ini, kau taukan aku sangatlah khawatir kapadamu," kini nada bicaranya sangatlah lembut tidak seperti tadi.


" maaf," lirih Kayla pelan.


" Jangan melakukan hal ini lagi yah, kau mengertikan. Kau masih ingat bukan apa yang dokter katakan," mengelus kepala Kayla yang terus saja menunduk.


" A..aku bosan dirumah. Aku tidak bisa melakukan apapun disini. Jadi aku fikir untuk pergi kesana sebentar saja," ucap Kayla pelan.


" sayang cobalah mengerti ini semua demi kebaikanmu dan juga anak kita," mengelus perut Antoni.


Antoni melakukan semua itu karena kondisi kandungan Kayla yang sangat lemah. Tentu saja Kayla tidak mengetahui hal itu, Antoni sengaja merahasiakannya dari Kayla karena takut jika istrinya itu justru nantinya akan semakin tertekan saja.


Kayla hanya mengangguk pelan, dia kini sudah tidak dapat lagi menahan tangisnya itu.


" Kenapa kau malah menangis sudah yah, maaf jika kau terkejut tadi. Tapi sungguh aku begitu karena aku begitu mengkhawatirkan mu," memeluk Kayla erat.


" Mas apa kau menganggap ku sebagai seorang penjahat," ucap Kayla didalam pelukan Antoni.


" Apa maksudmu, tentu saja tidak,"


" Tapi kau memperlakukanku sebagai seorang penjahat yang akan kabur, kau bahkan sampai menyuruh orang mematai-mataiku bukan," menatap Antoni dalam.


" Sayang tolong mengertilah yah, dengarkan masmu ini. Jangan lakukan apapun jangan sampai kau kelelahan ataupun sampai memiliki beban fikiran. Jika bukan untukku maka lakukanlah untuk anak kita yah," mengecup kepala Antoni.


" Auhhh," tiba-tiba saja Kayla meringis kesakitan.


" Ada apa sayang," ucap Antoni mulai panik lagi.


" Bayinya menendang terlalu keras," seketika tertawa.


Kayla tertawa bahkan dengan masih sisa air mata di pipinya. Dan melihat Kayla kembali tertawa lagi membuat hati Antoni kembali tenang.

__ADS_1


Semoga saja tidak akan ada yang terjadi kepada keluarga kecil mereka. Semoga mereka selalu bahagia untuk selamanya hingga maut yang memisahkan.


__ADS_2