Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Kebimbangan


__ADS_3

Kayla membuka matanya perlahan kerena merasakan sakit dikepalanya.


Ahhh kepalaku sangat sakit. Bangun duduk sambil memegang kepalanya.


Kayla memperhatikan sekelilingnya mencari sosok yang telah membuatnya jadi jadi seperti itu.


Dimana tuan Antoni, apakah dia sudah pergi bekerja.


Dengan menahan rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuhnya Kayla berjalan perlahan kearah kamar mandi dengan ditutupi selimut.


Didalam kamar mandi gadis itu melihat disekujur tubuhnya penuh bercak merah yang menjadi tanda milik Antoni.


"Apa yang sudah aku lakukan, apakah aku sudah gila bagaimana bisa aku melakukan itu," menyesali perbuatannya sendiri.


***


Setelah bersiap dan merapikan pakaian yang berserakan dilantai kamar Kayla memutuskan untuk turun kelantai bawah mancari makanan untuk mengisi perutnya yang kosong.


Dengan perlahan Kayla melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga, dia sangat kesulitan karena bekas perlakuan Antoni kepadanya.


Begitu sudah sampai dilantai bawah Kayla melihat Antoni baru saja keluar dari ruang kerjanya.


Antoni yang melihat istrinya yang sepertinya kesulitan berjalan itupun segera mendekati Kayla.


"Kau sudah bangun," tanyanya singkat.


"Ahhh iya,"


Dia terlihat biasa-biasa saja apakah dia tidak menganggap kejadian semalam dan tadi pagi itu bukanlah hal yang berarti. Fikir Kayla ketika melihat reaksi Antoni yang terkesan biasa-biasa saja.


" Ayo sekarang pergilah makan, pak Mut sudah menyiapkan makan siang," mengajak Kayla untuk makan siang bersamanya.


Kayla hanya mengangguk. Gadis itu berharap Antoni akan membantunya berjalan karena dia masih merasakan sakit.

__ADS_1


Namun pria itu justru pergi mendahuluinya begitu saja.


Apakah pria ini tidak memiliki hati sedikitpun dialah yang membuatku jadi seperti ini, karena dia menyerangku habis-habisan. Omel Kayla didalam hati sambil terus berusaha melangkahkan kakinya.


Akhirnya dengan perjuangan Kayla berhasil mencapai ruang makan, kemudian langsung duduk ditempatnya.


Pak Mut dan bik Sum yang melihat nonanya sedikit bingung karena Kayla berjalan sedikit pincang.


"Bibik Kayla kenapa, kok jalannya pincang begitu," tanya Clara yang ternyata juga memperhatikan Kayla.


"Ahhh tidak apa Clara, kaki bibik sedikit terasa sakit," alasannya.


"Tapi tadi malam bibik baik-baik saja, tapi kenapa sekarang tiba-tiba sakit,"


"Ini karena ulah pamanmu itu," bergumam kecil namun Antoni dapat mendengarnya.


Dia hanya tersenyum kecil.


"Bibik Kayla jatuh dikamar mandi," dia yang menjawab.


"Bibik seharusnya berhati-hati agar tidak jatuh, apakah bibik bermain sabun dikamar mandi sehingga bibik terjatuh. Kata mama kita gak boleh main sabun karena nanti lantainya jadi licin dan akan terpeleset,"


"Iya Clara bibik Kayla sepertinya terlalu bersemangat bermainnya," ucapnya menggoda istrinya.


Kayla hanya diam karena kesal dengan sikap Antoni yang begitu menyebalkan baginya.


"Nona apakah perlu saya panggilkan tukang urut atau dokter," tanya pak Mut khawatir.


"Tidak perlu pak Mut, aku baik-baik saja,"


Lagi pula jika kau memanggil dokter ataupun tukan urut juga tidak akan ada gunanya. Kayla mulai menyantap makanannya.


"Tapi nona, bagaimana jika semakin parah," masih mencoba membujuk nonanya.

__ADS_1


"Tidak perlu pak Mut, lagi pula hanya aku yang bisa mengobatinya kali ini," ucap Antoni tiba-tiba sambil tersenyum penuh arti kepada Kayla.


Kayla tersedak karena terkejut dengan kata-kata Antoni.


Dasar pria mesum, tidak tahu malu. Dan lihat sikapnya yang biasa saja itu, seperti itu sesuatu yang tidak berarti baginya sama sekali.


"Kau tidak apa minum lah ini," memberikan air minum.


***


Hari ini Kayla tidak bisa berangkat bekerja, dia hanya menghabiskan harinya dengan bersantai diruang keluarga bersama Clara.


Kayla terus memperhatikan gerak gerik dari suaminya yang terlihat biasa-biasa saja. Antoni bertingkah seolah tidak ada yang terjadi, dia bahkan bersikap acuh kepada Kayla.


Apakah itu benar-benar bukan sesuatu yang berarti baginya, apakah dia mau melakukan itu denganku hanya karena ingin memenuhi permintaan dari nenek. Tentu saja seperti itu memangnya apalagi yang bisa aku harapkan, sudah jelas jika dia tidak mungkin mencintai wanita seperti diriku ini. Kenapa aku sempat berfikir jika dia mulai membuka hatinya untukku, untuk wanita miskin sepertiku aku tidak ada apa-apanya dihadapannya. Meskipun sikapnya kepadaku belakangan ini membuatku merasa diperhatikan tapi tetap saja aku tidak boleh berharap kepada seorang pria hebat seperti tuan Antoni, aku harus sadar betul jika ini semua dia lakukan hanya demi neneknya saja. Kayla sebenarnya merasa cukup sedih karena dia merasa jika Antoni tidak mencintainya, tentu saja gadis itu sempat berharap namun melihat fakta bahwa Antoni yang tidak pernah mengungkapkan perasaannya secara langsung membuat Kayla menjadi ragu.


***


Sementara itu disisi lain Antoni berusaha menahan rasa yang bergejolak didalam dirinya sekarang ini. Fikirannya hanya dipenuhi oleh wajah Kayla saja. Dia selalu terbayang-bayang tentang kejadian semalam dan pagi tadi.


Bahkan sangking bahagianya dia tidak sanggup untuk menatap Kayla, dia tidak sanggup melihat wajah istrinya yang baginya sangat cantik itu. Bahkan saat dia bangun tadi dia terus saja memperhatikan wajah lelah istrinya yang masih tertidur lelap hingga sekertaris Kim memanggilnya karena ada urusan yang penting.


Selain karena merasa sangat bahagia Antoni juga merasa sedikit bersalah karena sudah membuat istrinya kesakitan. Dia bahkan tidak berani untuk bertanya kepada wanita itu apakah dia baik-baik saja. Antoni merasa tidak nyaman karena perlakuannya kepada Kayla yang sudah membuat gadis itu kesakitan.


Tapi yang paling membuat Antoni bahagia adalah karena karena sekarang Kayla sudah menjadi miliknya seutuhnya, dan bagi Antoni dia sudah mengungkapkan seluruh perasaanya melalui setiap sentuhan pan perlakuannya kepada Kayla semalam.


Antoni sangat berharap jika Kayla bisa memahami perasaannya sekarang ini karena bagi Antoni sebuah tindakan lebih berarti dari pada sebuah kata-kata manis.


Namun sayangnya karena daya kapasitas otak Kayla yang minim membuat gadis itu tidak bisa memahami setiap perilaku dari suaminya. Dia bahkan menganggap suaminya melakukan itu hanya karena untuk memenuhi keinginan dari nenek yang sangat disayangi oleh Antoni itu.


Bagaimanakah kebimbangan dari Kayla bisa berakhir, apakah nantinya Antoni akan menyatakan perasaannya kepada Kayla, dan bagaiman cara seorang Antoni yang tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam urusan percintaan mengungkapkan perasaannya kepada istrinya yang polos dan lugu itu.


**Readers author Dateng lagi nih, terimakasih yah atas dukungan kalian selama ini. Dan mohon maaf jika alur cerita ini sedikit tidak jelas.

__ADS_1


Author akan selalu berterimakasih buat support kalian selama ini, dan semoga kalian gak bosan yah sama cerita yang author buat. Jangan lupa komen dan juga like.


Salam manis dari author para readers yang baik-baik**.


__ADS_2