
Malampun tiba Kayla, Antoni dan juga Clara sudah berada diruang makan untuk menyantap hidangan makan malam mereka.
Antoni terus saja menatap kearah Kayla yang terlihat murung itu. Dia baru sadar jika sejak siang tadi Kayla tidak pernah berbicara kepadanya, bahkan terkesan dingin kepada Antoni.
*apa yang terjadi kepadanya, kenapa dia terlihat murung seperti itu apakah ada yang salah. *Fikir Antoni sambil terus menatap istrinya.
"Bibik Clara mau disuap lagi," ucap Clara tiba-tiba.
Namun Kayla seperti tidak mendengar pernyataan dari Clara dia hanya sibuk dengan fikirannya yang entah apa itu.
Antoni semakin menatap bingung istrinya, tidak biasanya Kayla bersikap seperti itu.
Bik Sum yang sadar dengan raut kecewa Clara karena tidak dihiraukan oleh bibiknya segera mendekati gadis itu.
"Clara biar bik Sum aja yah yang suapin bibik Kayla mungkin lagi capek," ucapnya lembut kepada Clara.
Clara hanya mengangguk sedih, kemudian dia mulai makan dengan disuapi oleh bik Sum.
"Ambilkan aku ayam itu," Antoni berusaha berbicara kepada Kayla.
Kayla hanya mengambil sepotong paha ayam kemudian meletakkannya dipiring Antoni tanpa tersenyum sedikitpun seperti yang biasa dia lakukan.
*Kenapa sikapnya berubah seperti ini apakah aku melakukan kesalahan. *Antoni bingung karena dia merasa tidak ada hal yang bisa membuat Kayla menjadi murung, tapi kenapa tiba-tiba sikapnya bisa menjadi seperti itu.
"Apa kau berani kepadaku hah, kenapa hanya diam saja seperti itu," Tiba-tiba sekelebat ide muncul difikirannya.
"Maaf mas," jawabnya singkat lalu kembali kepada makanannya.
Hanya maaf saja. Berharap Kayla akan menjawab seperti biasanya. ( Tau kan yak gimana sifatnya Kayla kalau merasa gak terima sama perlakuan atau perkataan Antoni).
"Apakah kau tau kau telah membuat kesalahan besar tadi pagi," mencoba lagi.
__ADS_1
" Maaf," bahkan tidak bertanya kesalahan apa yang telah ia buat.
" Apa kau sudah tau apa kesalahanmu,"
Kayla hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya.
"Kau tau kesalahanmu adalah kau menyimpan kontak laki-laki lain diponselmu dan dia bahkan menelfonmu dipagi-pagi buta. Kau tau itu sangatlah menggangguku," sengaja mencari gara-gara agar Kayla mau kembali seperti semula.
Dimata Antoni Kayla adalah seorang gadis kecil bermulut besar. Yang selalu terlibat masalah karena kebodohannya dan kecerobohannya sendiri. Namun hal itu sangatlah menggemaskan dimata pria ini.
"Baiklah aku akan menghapusnya nanti," kembali bersikap dingin.
Itu jelas bukan jawaban yang diinginkan oleh Antoni. Dia mulai menjadi tidak sabar dan juga mulai kesal.
" Kau berani bersikap dingin seperti itu kepadaku hah," mulai meninggikan suaranya.
"Lalu saya harus seperti apa tuan muda, apakah saya harus mengikuti semua yang anda inginkan tanpa memperdulikan keinginan diri saya sendiri," memukul meja pelan kemudian berdiri.
"Aku sudah selesai makan, aku akan naik keatas diluan," langsung pergi begitu saja.
Biasanya jika Kayla marah dia akan berdebat sebentar denga Antoni lalu kemudian akan menurut lagi namun tidak kali ini, gadis itu bahkan berani meniggalkan meja makan tanpa seizin Antoni.
Antoni yang merasa benar-benar tidak nyaman segera menyusul istrinya pergi kekamar.
Setelah kepergian dua orang itu dari ruang makan Pak Mut dan bik Sum hanya saling menatap bingung dengan kejadian barusan. Sementara Clara hanya diam tidak mau ikut campur urusan orang dewasa.
***
Kini Kayla sudah berad didalam kamarnya, dia pergi kebalkon kamar dan duduk disalah satu sofa yang ada disitu.
Kayla merasa sangat kecewa karena dia merasa tidak diperdulikan oleh Antoni, gadis itu menganggap sikap Antoni kepadanya sudah sangatlah keterlaluan. Dia merasa jika dsini dia hanya dimanfaatkan oleh Antoni.
__ADS_1
"Ibu ayah aku rindu kalian, aku merasa sangat kesepian disini," mulai menitikkan air mata. " Kenapa hidupku seperti ini apakah tidak bisa aku merasakan cinta sedikit saja. Apakah tidak ada satupun orang yang mencintaiku didunia ini. Kenapa perasaanku seperti ini kenapa aku merasa nyaman dengan tuan Antoni, sikapnya belakangan ini dan kehangatan keluarga yang tidak pernah aku dapatkan sudah membuatku merasa begitu nyaman. Aku takut jika suatu saat nanti aku akan dibuang dari sini, aku tidak ingin kehilangan semua ini. Tapi aku harus sadar bukan akan posisiku, aku tidak boleh berharap lebih kepada tuan Antoni aku tidak boleh sampai jatuh hati kepadanya karena jika dia membuangku nanti maka aku pasti akan sangat tersiksa," mengeluarkan semua beban fikirannya sambil menangis.
Dan tanpa disadari semua perkataannya itu telah didengar oleh Antoni yang sejak tadi berdiri dibelakangnya yang hanya diam menyimak.
*Jadi inilah yang membuatmu menjadi seperti ini, karena kau merasa aku tidak mencintaimu. Dasar gadis bodoh apakah otakmu itu bisa berfikir benar sedikit saja. Kau anggap apa sebenarnya perlakuanku kepadamu selama ini, aku telah mengungkapkan semua perasaanku melalui sikapku tapi kau tidak bisa memahaminya, apakah aku harus menyatakan dengan jelas mengenai semua hal kepadamu. *Ucap Antoni dalam hati kemudian segera masuk lagi kedalam kamar secara diam-diam tanpa disadari oleh Kayla.
" Masuklah diluar dingin, apa kau ingin sakit dan menyusahkanku hah," ucap Antoni dari dalam kamar.
Mendengar perintah dari suaminya itu Kayla segera masuk kembali kedalam kamar kemudian menutup pintu balkonnya.
Kembali tercipta keheningan setelah Kayla masuk, tidak ada yang mau berbicara lebih dulu. Kemudian karena merasa tidak nyaman Kayla berjalan ketempat tidur kemudian berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Antoni berpura-pura tidak mengetahui tentang perkataan Kayla tadi. Dia tidak ingin membuat gadis itu merasa malu sendiri, tapi Antoni sudah berjanji kepada dirinya sendiri jika dia pasti akan segara mencari cara untuk menyelesaikan kesalahpahaman istrinya yang kelewat lugu itu.
Tapi ada satu hal yang ditangkap oleh Antoni dalam kata-kata Kayla tadi yang baginya sangatlah penting dan berkesan. Dan kini dia tahu jika Kayla juga mencintai dirinya.
Senyum Antoni kembali merekah dia merasa sangat lega karena Kayla juga mencintai dirinya dan kini dia hanya perlu menyusun rencana terbaik untuk mengungkapkan perasaannya kepada Kayla.
Kemudian dia juga ikut berbaring didekat istrinya dan tertidur. Namun Antoni masih tidak berani memeluk Kayla karena mengingat sikap istrinya yang dingin kepadanya. Padahal dirinya sangat ingin memeluk gadis itu.
Hingga tengah malam Antoni hanya menatap wajah pulas istrinya dia ingin sekali mendekap tubuh mungil itu tapi entah mengapa kini nyalinya menciut karena takut akan amarah Kayla.
Ahhh aku ingin sekali memeluknya bahkan bukan hanya memeluknya aku ingin menyentuhnya lagi, bahkan milikku sudah terasa sangat tersiksa sekarang. Menjarit dalam hatinya.
_________________
Author: Hah kasian sekali anda tuan muda, tapi tenang author pasti akan mendukungmu selalu. Author akan membantu untuk menyiapkan rencana terbaik untuk mengungkapkan perasaanmu. Walaupun author sendiri gak pernah ngerasain.
Antoni: Yaelah Thor gak usah pakek curhat segala kali, gak akan ada yang perduli.
Author: Kau sungguh jahat Tuan muda.
__ADS_1
Antoni: Udah Thor jangan ribut Kaylaku lagi tidur tuh ntar dia bangun lagi.