
Hari ini seperti biasa terjadi perdebatan antara sepasang kekasih itu. Lagi-lagi hanya karena masalah sepele, dan pandangan mereka yang berbeda.
" Mas kenapa kau selalu saja begini," ucap Kayla kesal.
" Itu bagus sayang, bukannya kau bilang anak kita laki-laki jadi ini hebat bukan," tersenyum puas dengan hasilnya.
" Tapi kenapa kau mengubah kamar anakku menjadi kamar hantu begini. Apa kau ingin anakmu menjadi monster es dingin seperti kau," membelalak kearah Antoni.
" Memangnya apa yang salah dengan semua ini, lihat saja anakku pasti akan menyukainya,"
" Bagaimana bisa dia menyukainya, warnanya saja gelap seperti ini. Yang ada anakku bisa kena demam malaria jika tinggal dikamar seperti ini,"
" Demam malaria dari mananya, inikan hanya cat hitam saja dengan nuansa gelap itulah model pria yang sebenarnya,"
" Kamar ini pasti memiliki banyak sekali nyamuk, dan lihat ini sarang laba-laba," mengangkat sebuah mainan dari lantai.
" Itu mainan sayang, apa kau tidak tau jika anak laki-laki itu sangat suka dengan Spiderman dan semacamnya,"
" Lalu kau fikir apa yang bisa dilakukan bayi kecil dengan semua ini, yang ada dia akan menangis terus mas," sudah sangat kesal.
" Baiklah sudah jangan marah terus, aku akan menggantinya lagi nanti, puaskan,"
Kayla hanya mengangguk kemudian berbalik ingin pergi.
" Awuhhh," memegang perutnya.
Baru beberapa langkah Kayla berjalan tiba-tiba saja dia mengalami kontraksi diperutnya.
" sayang kau kenapa," segera membopong Kayla ke salah satu sofa didekat sana.
" Mas perutku sakit sekali," terus memegang perutnya.
" Apakah sudah saatnya, apa yang harus kulakukan sekarang," ikut panik juga melihat istrinya.
" Massssss, tolong aku. Cepat bawa aku kerumah sakit," memegang kerah Antoni.
" Baiklah kau tenang dulu yah," berdiri dan segera mencari ponselnya.
Antoni menelfon sekertarisnya, selain itu dia juga kini telah membuat kehebohan dirumah itu.
"Bik Sum, Pak Mut dimana kalian cepatlah kemari," ucapan Antoni sudah membuat seisi rumah sangat kaget juga panik.
Bahkan bik Sum keluar dengan membawa panci penggorengan dan ditangannya masih penuh bekas adonan roti.
Pak Mut sendiri membawa sebuah gunting rumput ditangannya.
" Tuan muda apa yang terjadi, apa anda baik-baik saja," tanya bik Sum khawatir.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja tapi Kaylaku," menunjuk Kayla yang berbaring disofa sambil meringis kesakitan.
" Ohhh nona muda apa yang terjadi dengan anda," ucap Pak Mut sangat khawatir.
" Pak Mut cepat siapkan mobil sepertinya sudah saatnya," ucap Bik Sum.
Denga segera pria itu berlari keluar untuk menyiapkan sebuah mobil yang akan membawa mereka kerumah sakit.
" Tuan muda, bawa nona muda secepatnya kerumah sakit. Saya akan menyiapkan semua keperluan dan segera menyusul nantinya," ucap Bik Sum lagi.
Antoni hanya menurut, bahkan itu untuk pertama kalinya dia mau diperintah oleh orang lain selain istrinya.
" Sayang kau bertahan yah, ayo kita kerumah sakit sekarang," menggendong tubuh Kayla yang sudah lemas.
Sementara itu sekertaris Kim dengan kecepatan penuh melajukan mobilnya kesebuah rumah sakit terbaik di kota XX, pria itu berhasil membuat situasi rumah sakit yang aman kini menjadi zona merah, atau situasi darurat.
Kehebohan terjadi dirumah sakit itu, para dokter yang paling ahlipun dikerahkan.
"Cepatlah tuan Antoni sudah berada diperjalanan menuju kemari dengan bersama istrinya," ucap Sekertaris Kim.
Sebuah ruangan VVIVpun telah siap untuk digunakan, semua orang telah disuruh menyingkir dari lorong menuju kamar itu.
" mas sakit sekali," terus meringis kesakitan didalam pelukan Antoni.
" Tahan sayang tidak akan terjadi apapun padamu, sebentar lagi kita sampai yah," memegang tangan Kayla sekedar untuk menguatkan gadis itu.
Mobil itu kini sudah terparkir didepan unit gawat darurat, mereka disambut dengan wajah-wajah yang terlihat sangat panik dan juga tegang.
Namun Antoni sendirilah yang menggendong Kayla masuk, dia tidak mau melepaskan istrinya sedikitpun.
" Tuan muda tolong mengertilah, biarkan nona muda berbaring dengan nyaman di ranjang dorong itu. Nona muda harus segera ditangani,"
" Seharusnya kau tau jika aku tidak suka dengan perawat laki-laki Kim," ucap Antoni kesal.
" Maafkan saya tuan muda, tapi bisakah anda menyingkirkan ego dan rasa cemburu anda nanti, sekarang nona muda benar-benar membutuhkan pertolongan dokter," menentang Antoni.
" Mas Sakit," lirih Kayla pelan.
Antoni yang melihat istrinya itu segera menyingkirkan egonya untuk sementara waktu. Dia meletakkan Kayla di ranjang itu dan sesegera mungkin dibawa keruang perawatan.
" Mas Antoni," Kayla terus saja menyebut nama Antoni dan tidak mau melepaskan genggaman tangan pria itu.
" Tuan sebaiknya anda ikut masuk dan menemani nona Kayla, dia pasti membutuhkan suaminya disaat seperti ini,"
Akhirnya Antoni ikut masuk kedalam ruangan, guna menemani istrinya dalam proses persalinannya.
" Mas perutku sakit sekali," ucap seorang wanita yang kini memperjuangkan hidupnya.
__ADS_1
" Iya sayang tahan yah, kau pasti bisa. Bagaimana ini dokter bagaimana bisa dia merasakan sakit cepat lakukanlah sesuatu," seorang pria yang biasanya sangat acuh kini terlihat sangat khawatir melihat wanita yang ia cintai kini sedang memperjuangkan hidupnya dalam melahirkan buah hati mereka.
" Antoni.....," menggenggam tangan Antoni kuat, sambil meneriakkan nama Antoni lantang. Bahkan itu pertama kalinya Kayla memanggil nama Antoni langsung.
Suara tangisan bayi bergema didalam ruangan itu, tubuh Kayla kini terkulai lemas karena telah berhasil melahirkan anaknya.
Sedangkan Antoni dia menangis karena sangking senangnya, melihat buah hatinya kini telah lahir ke dunia.
" Sayang kau berhasil, anak kita sudah lahir," ucap Antoni sangat senang sambil menghapus air matanya.
Antoni tiba-tiba saja terdiam.
" Hikss.. maafkan aku sayang, ini semua salahku," menangis sangat kencang.
" Mas kau kenapa," tanya Kayla lemas.
" Ini semua salahku, aku menyakitimu lagi kan sekarang," terus menangis.
" Mas sudah jangan menangis," bingung kenapa malah jadi Antoni yang menangis.
" Tuan sebaiknya anda keluar dan tenangkan diri anda dulu, kami akan membersihkan putra anda, juga nona Kayla butuh istirahat usai persalinan,"
Antoni hanya mengangguk lemas kemudian berjalan keluar ruangan.
Disana semua orang sudah menunggu, bahkan nenek dan yang lain juga sudah datang.
" Antoni bagaimana keadaan Kayla dan anaknya," tanya nenek khawatir.
Bukannya menjawab Antoni malah menangis kencang.
" Nenek semua salahku, hiksss aku yang bersalah. Dia kesakitan karena ku," memeluk neneknya kuat.
Semua orang bahkan dibuat semakin khawatir sekaligus bingung dengan Antoni.
" Antoni tidak terjadi sesuatu bukan pada Kayla," ucap mama Antoni khawatir begitu melihat putranya yang menangis seperti itu.
Antoni tidak menjawab dan hanya terus menangis dan sesegukan.
Seorang dokter keluar dari ruangan itu, dan tentunya langsung saja diserbu oleh semua orang yang sudah sangat penasaran dan khawatir.
" Bagaimana dok," tanya Reynata.
" Dokter apakah ibu dan bayinya baik-baik saja," ucap mama Antoni lagi.
" Apakah anaknya laki-laki atau perempuan," ucap sekertaris Kim.
" Ehh anaknya itu mirip dengan siapa dok," tanya Tina
__ADS_1
" Om dokter Clara punya adik dong," tambah Clara tidak mau kalah dengan yang lainnya.
Dokter itu hanya celingak-celinguk bingung dengan semua orang yang langsung menyerbunya dengan pertanyaan.