
"Kayla, maafkan ayahmu ini nak," terus mengulang kata maaf.
"Ayah," terus menangis. "Jangan tinggalkan aku lagi kumohon bertahanlah yah,"
"Maafkan ayah nak, tapi sudah waktunya ayah untuk pergi, maaf ayah tidak pernah memberikan mu kasih sayang seorang ayah selama ini. Kau pasti merasa kesepian bukan, maafkan ayah, ayah tidak bisa menebus semua kesalahan ayah padamu,"
Kayla terus menggeleng, sambil memegang erat tangan ayahnya yang berada di pipinya.
"Tidak, ayah tidak akan kenapa-kenapa, Antoni sudah memilih dokter yang terbaik, ayah pasti akan sembuh,"
Antoni berjalan kearah Kayla, dia hanya diam berdiri mematung dibelakang gadis itu.
"Nak Antoni kumohon jagalah putriku, buat dia bahagia, hanya itu permintaanku. Dia sudah banyak menderita, jangan menambah lukanya lagi. Buat dia mendapatkan kasih sayang yang selama ini tidak pernah dia dapatkan,"
"Baik ayah," untuk pertama kali setelah sekian lama juga Antoni menyebut kata ayah lagi dari mulutnya. Semenjak kepergian ayahnya. Antoni merasa sedang membuat janji dengan ayahnya sendiri.
"Kalau begitu sekarang aku bisa pergi dengan tenang," mulai menutup matanya perlahan.
"Ayah tidak, jangan tidur lagi. Ayah harus bangun dan sembuh,"
Perlahan mesin pendeteksi detak jantung itu membuat garis lurus yang menandakan berhentinya detak jantung.
Para dokter segera mengambil alih, mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan detak jantungnya tapi Tuhan berkehendak lain.
"Tidakkkkkkkkkkkk, ayah," Kayla segera memeluk erat tubuh ayahnya yang sudah tak bernyawa itu lagi.
Antoni berusaha menenangkan istrinya, dia memeluk gadis itu kuat.
"Tidak, jangan begini kumohon jangan menangis aku tidak sanggup melihatmu menangis," memeluk Kayla sangat erat, perlahan air matanya juga menetes. Dia tau pasti bagaimana rasanya kehilangan sosok paling berharga dalam hidupnya.
Kayla terus menangis histeris dalam pelukan Antoni, dia masih tidak menyangka jika ayahnya telah pergi.
"Kau bohong kepadaku, kau bilang ayahku akan baik-baik saja, kau bilang kau telah menyuruh dokter terbaik untuk menanganinya. Tapi kenapa ayahku pergi," memukul dada Antoni.
__ADS_1
(Sumpah author nangis ngetik ini).
***
Kini Kayla duduk termenung disamping makam ayahnya, dia sudah dua hari ini tidak mau berbicara kepada siapapun. Hanya terus menangis dan juga terdiam melamun.
Antoni yang melihat kondisi istrinya yang seperti itu merasakan sakit yang luar biasa dihatinya. Untuk pertama kalinya Antoni menunjukkan tangisannya dihadapan semua orang.
"Kayla ayo kita pulang sekarang," ucapnya lembut.
"Tidak, aku tidak ingin pulang dan meninggalkan ayah disini. Bagaimana jika dia kedinginan didalam sana," masih terus menatap makam ayahnya.
"Sayang, kumohon jangan seperti ini," lirihnya lagi.
"Ayahmu tidak akan kedinginan lagi, dia sudah pergi sekarang. Jadi biarkan dia pergi dengan tenang ya jangan terus menangisinya seperti ini. Atau ayahmu juga akan sangat sedih nantinya," berusaha membujuk lagi.
"Kau benar, aku tidak seharusnya begini. Aku tidak seharusnya menangisinya seperti ini. Tapi aku tidak sanggup aku benar-benar sendirian sekarang," berusaha menahan air matanya namun gagal.
"Sayang.." lirihnya lembut.
Akhirnya Kayla ingin pulang juga.
Setelah mereka sampai dirumah Kayla langsung berlalu tanpa memperdulikan Antoni menuju kamarnya.
Antoni menatap punggung istrinya dengan sedih.
Kayla duduk disofa dengan masih termenung. Hingga Antoni datang membawakan nampan berisikan makanan dengan tangannya sendiri.
Antoni kini duduk disamping Kayla.
"Makanlah dulu ya, dari kemarin kau belum makan apapun kan,"
Kayla tidak merespon perkataan Antoni.
__ADS_1
"Dengar makanlah dulu, jika kau tidak ingin makan maka aku akan menghukummu," dengan nada mengancam seperti biasa.
Kayla tetap tidak meresponnya.
"Sayang, kumohon," lirihnya lembut.
Kayla menatap wajah Antoni dalam.
"Apa kau juga akan meninggalkanku," bertanya dengan suara yang serak.
Dengan cepat Antoni menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan terus bersamamu dan menjagamu,"
"Kau janji," mencari jawaban yang pasti dari Antoni.
"Janji, aku janji. Jadi sekarang kau juga harus berjanji kepadaku, kau tidak akan sedih lagi, bukankah itu yang diinginkan ayahmu,"
Kayla mengangguk pelan.
"Gadis pintar jadi sekarang buka mulutmu, aku akan menyuapimu. Kau harus makan ya,"
"Tapi kau makan juga kan, dari kemarin kau juga belum makankan,"
Antoni mengangguk.
"Ya, jadi kita makan bersama ya. Sekarang buka mulutmu,"
Antoni menyuapi Kayla, dia juga ikut makan bersama Kayla. Mereka menikmati makanan itu bersama.
Semoga saja mereka akan bahagia kedepannya.
__________________
__ADS_1
Author mau mengingatkan untuk tetap jaga kesehatan, tetap dirumah aja ya...
makasih buat para pembaca yang masih setia hingga sejauh ini. Dan jangan lupa mampir ke cerita author yang lain juga yak.