Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Bik Sum jelmaan kedua dari sekertaris Kim


__ADS_3

Kayla saat ini sudah berada di tokonya, bersama dengan Clara dan bik Sum. Dan jangan lupakan para pengawal yang berjaga didepan pintu toko.


Antoni benar-benar memerintahkan bik Sum dan para pengawal untuk mengawasi gadis itu.


Pandangan mata semua orang tertuju kepada Kayla semenjak gadis itu masuk kedalam toko diikuti oleh dua orang pemuda berpakaian rapi dan juga seorang wanita tua yang menggendong seorang gadis kecil.


"Bik Sum apakah kau benar-benar harus mengikutiku kemanapun aku pergi," mulai merasa muak karena bik Sum yang selalu membuntutinya seperti ekornya saja.


"Maaf nona saya hanya menjalankan perintah tuan Antoni," jawabnya singkat.


"Bibik Clara mau makan roti coklat lagi," Clara yang duduk dimeja kasir mengatakan kepada Kayla jika dia ingin makan roti lagi.


"Kau mau lagi sayang, baiklah ayo kita duduk dimeja sana, dan kita makan roti dan eskrim," Kayla membawa Clara kesalah satu meja yang mengarah keluar.


Clara makan sangat lahap, gadis itu sepertinya sangat menyukai berada ditoko roti milik Kayla ini. Karena disini ada eskrim permen dan banyak sekali kue yang enak-enak.


Saat sedang bersantai tiba-tiba saja ponsel Kayla berdering. Telfon yang masuk tertulis nama Stevan. ( pada ingat kan masih sama Stevan teman lama Kayla).


"Halo stev ada apa," ucapnya setelah mengangkat telfonnya.


"Halo Kay kamu ada dimana sekarang," jawab seorang pria disebrang telfon.


Bik Sum berusaha mendengarkan percakapan Kayla dan temannya itu dengan cara mendekatkan telinganya kearah ponsel yang dipegang oleh Kayla.


Kayla yang merasa risihpun bertanya kepada bik Sum.


"Ada apa bik, aku sedang menerima telfon sekarang,"


"Nona menurut perintah dari tuan muda saya harus tau siapa yang berbicara kepada nona dan juga saya harus mengetahui apa yang nona bicarakan," Jelas Bik Sum.


"Jadi sekarang apa yang ingin kau lakukan," bertanya dengan tatapan tajam.


"Nona anda sebaiknya membesarkan volume telfonnya saya juga harus mendengar percakapan anda,"


Apakah semua orang yang bekerja pada Antoni memiliki sifat seperti ini. Mereka tidak mengenal privasi sama sekali. Kayla bergumam dalam hati.


" Apakah itu tidak keterlaluan bik Sum,"


"Maaf nona tapi saya hanya," ucapannya terpotong.


"Yah aku tau kau hanya menjalankan perintah. Terserah kau saja, lakukanlah sesukamu," sangat kesal dan langsung menyalakan pengeras suara pada ponselnya.


"La kamu masih ada disana kan," ucap Stevan.


"Ahhh iya stev, ada apa kau menelfon ku," ucap Kayla sambil menatap tajam kearah bik Sum yang terlihat sangat memperhatikan.

__ADS_1


"Aku pengen ketemuan bisakan," ucapnya lagi.


"Ohh iya kapan Stev,"


"Sekarang, gue lagi otw ketokolo nih,"


"Ohh oke gue tunggu," mematikan telfonnya.


"Nona saya peringatkan kepada anda tentang perintah tuan Antoni yang melarang nona untuk berbicara lebih dari sepuluh kata kepada seorang pria," ucap bik Sum.


Bahkan Antoni memberitahu bik Sum dengan peraturan gila itu. Aku fikir itu hanya peringatan saja, tapi sepertinya itu benar-benar sebuah perintah mutlak untukku. Menunduk kesal.


"Yah tentu saja bik Sum, aku mencatatnya dengan sanagat baik diotakku ini," pergi meninggalkan tempat itu masuk kedalam dapur, meninggalkan bik Sum dan Clara.


"Bik Sum, bibik Clara kenapa," tanya Clara yang masih sibuk mengunyah kue coklatnya.


"Tidak apa non Clara, non mau apalagi biar bibik ambilkan,"


"Clara sudah kenyang bik," tersenyum kepada bik Sum.


***


Tidak lama kemudian masuklah seoarang pria kedalam toko milik Kayla.


Pria itu adalah Stevan, tanpa sungkan sama sekali Stevan langsung masuk kedalam toko dan mencari Kayla.


Bik Sum yang duduk dimeja lain terus menatap tajam kearah pria itu. Bukan hanya bik Sum tapi dua orang pengawal yang berdiri didepan pintu segera mendekat kearah nona mereka, seolah takut jika nona mereka akan diculik oleh pria ini.


Karena merasakan tatapan mematikan dari orang-orang aneh itu Stevan merasa risih sendiri. Kayla yang sadar segera mengalihkan perhatian Stevan.


"Stev jangan pedulikan mereka, anggap aja gak ada. Sekarang lo mau pesan apa," berbicara sambil berbisik kepada Stefan.


Bik Sum yang geram karena melihat tingkah nonannya yang dianggap sudah melewati batas itu, bik Sum segera menghampiri nonanya.


"Nona menurut peraturan tuan Antoni, nona harus menjaga jarak dari orang lain terutama dengan seorang pria," ucapnya dingin sambil terus menatap tajam kearah Stevan.


Stevan menatap Kayla penuh dengan tanda tanya, bingung dengan situasi yang terjadi.


Kayla hanya tersenyum, gadis itu segera pindah duduk kemeja yang ada didekat dia duduk tadi. Membuat jarak dengan pria itu.


"Lo kenapa sih Kay," bingung dengan tingkah sahabatnya itu.


"Stev nanti gue jelasin," ucapannya terpotong.


"Nona menurut peraturan tuan Antoni nona tidak boleh berbicara kepada seorang pria melebihi sepuluh kata," mengingatkan nonanya lagi akan peraturan itu.

__ADS_1


Kenapa aku merasa jika bik Sum lebih menyeramkan dari pada sekertaris Kim dan juga pak Mut. Bahkan dia pengawal yang berbadan besar itu saja seolah ciut dihadapannya. Gumam Kayla dalam hati.


Setvan terus menatap Kayla, berusaha mendapatkan jawaban dari gadis itu.


Namun hal itu semakin membuat bik Sum geram. Wanita itu mendekati Stevan dengan tatapan membunuh. Dia kini duduk dihadapan pria itu.


"Bik Sum aku tau apa yang harus kulakukan jadi bisakah kau meninggalkan kami sebentar saja. Aku ingin bicara dengan Stevan lebih dulu,"


"Nona maafkan saya tapi saya," ucapannya terpotong.


"Sudah cukup aku sudah tau dengan jawabanmu itu,"


Kau pasti akan menjawab saya hanya menjalankan perintah dari tuan Antoni nona. Cih apakah kau tidak memiliki jawaban lain selain itu. Mengomel dalam hati.


Kayla mengambil ponselnya. Dia mengirim pesan kepada Stevan.


"Jangan perdulikan mereka. Dan jangan meminta penjelasan apapun sekarang. Ceritanya sangatlah panjang. Jadi langsung saja apa tujuanmu datang kemari," mengirim pesannya kepada Stevan.


Stevan membuka ponselnya yang berbunyi, dia mendapati nama Kayla yang mengirimi pesan.


Stevan tersenyum kecil ketika mendapat pesan dari Kayla. Diapun mulai mengetik pesan balasannya.


"Aku hanya ingin bicara tentang saranmu saja," mengirim pesannya.


"Saran apa," mengirim pesan lagi.


Bik Sum yang melihat kedua orang ini hanya sibuk dengan ponsel mereka masing-masing dan tidak kunjung berbicara membuat wanita itu menjadi curiga.


"Apa yang kalian lakukan," menatap Stevan tajam.


"Ahhh tidak ada, aku akan pergi sekarang. Sudah yah Kay," dia pergi setelah mengirim pesan kepada Kayla.


Isi pesan dari Stevan adalah.


"Nanti saja, aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan situasi ini dulu. Aku akan pergi sekarang,"


Kayla tersenyum kikuk kepada Stevan.


***


Setelah Stefan pergi.


"Sudahkan bik Sum aku tidak melanggar apapun jadi jangan coba-coba melapor hal yang aneh kepada tuan Antoni," Menatap tajam bik Sum.


"Saya hanya akan memberikan informasi yang sesuai dengan yang terjadi nona muda," menjawab sekenanya kemudian segera berjalan lagi kearah Clara yang tidur disofa.

__ADS_1


"Kenapa semua orang yang berada disekitar Antoni tidak ada yang waras sih," bergumam kesal.


Kini Kayla sadar jika semua orang yang bekerja dengan Antoni tidak bisa diremehkan. Mereka semua akan melakukan semua yang diperintahkan tuannya tanpa ada kesalahan sekecil apapun.


__ADS_2