Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Hukuman(part 1)


__ADS_3

" Nona apakah pekerjaan nona belum selesai, tidak lama lagi tuan Antoni pasti akan pulang. Nona Clara juga sepertinya sangat lelah," bik Sum berbicara kepada Kayla.


*Tentu saja aku tau itu, aku sudah sangat hapal betul kapan manusia itu akan kembali. *Kayla masih sangat kesal dengan tingkah laku Bik Sum tadi.


" Baiklah bik saya akan ambil tas dulu," pergi meniggalkan bik Sum.


Meskipun Kayla sangat kesal namun gadis itu tidak berani melakukan hal yang akan disesali nanti. Karena dia tau betul jika bik Sum itu adalah jelmaan kedua dari sekertaris Kim dia sudah pasti akan melaporkan semua yang dilakukan oleh Kayla.


*Aku merasa lebih baik pergi dengan pak Mut saja, Ahhhh aku merindukanmu sekarang pak Mut. *Menjerit didalam hatinya.


***


Kini mobil yang dikendarai oleh Kayla sudah masuk kedalam pekarangan rumah megah milik Antoni.


Kayla turun dengan menggendong Clara yang masih setengah sadar itu. Gadis kecil itu sepertinya benar-benar merasa lelah seharian menemani bibiknya bekerja.


Kayla masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan bik Sum, dia benar-benar masih sangat kesal dengan wanita itu.


" Nona anda sudah kembali," Pak Mut datang menyapa.


" Iya Pak Mut, saya akan bawa Clara kekamar dulu," jawabnya dingin tidak seperti  biasanya. Terlihat sekali jika mood gadis itu benar-benar sangatlah buruk sekarang ini.


Pak Mut yang bingung dengan sifat nonanya yang tidak seperti biasanya segera menghampiri bik Sum yang baru masuk kedalam rumah.


" Eh Sum apa yang terjadi dengan nona muda, kenapa sepertinya moodnya sangat tidak baik," bertanya kepada bik Sum


" Nona sepertinya kesal dengan sifatku," ingin meninggalkan pak Mut.


" ehh tunggu dulu aku belum selesai bicara. Memang apa yang kau lakukan hingga nona sangat marah seperti itu,"


Mencegah bik Sum pergi dan meminta jawaban yang lebih jelas.


" Aku hanya menjalankan perintah dari tuan Antoni," jawabnya santai.


" Kau tidak terlalu mengekang nona muda bukan. Nona muda itu tipe gadis yang bebas," ucap pak Mut. ( maksud dari kata bebas disini adalah tidak suka terlalu diatur yah,)


" Maka dari itulah aku berusaha membuat nona muda agar terbiasa dengan semua aturan dari tuan muda,"


" Kau tidak mengerti juga yah.Sudahlah memang sangat sulit berbicara kepada wanita," pergi meninggalkan bik Sum.


***


Kayla kini duduk disofa kamarnya sambil menunggu Clara yang sedang mandi.


"Clara sayang jangan terlalu lama bermain airnya nanti kau bisa sakit,"teriaknya karena merasa Clara sudah cukup lama berada didalam kamar mandi.


" Iya bik Clara sudah selesai kok," keluar dari kamar mandi.


" Kemarilah bibik sudah menyusun bajumu," mengajak gadis itu keruang ganti.


Saat Kayla sedang asik bermain dengan Clara didalam kamarnya tiba-tiba saja pintu kamar terbuka. Yah siapa lagi yang bisa langsung membuka pintu itu langsung tanpa harus mengetuk dulu selain pemiliknya.


Kayla sangat asyik bercanda dengan Clara hingga tidak sadar jika Antoni sudah pulang.

__ADS_1


"Jadi sekarang dia sibuk dengan Clara sampai tidak sadar jika aku sudah pulang," merasa cemburu lagi.


Antoni berdehem pelan ketika Kayla belum juga sadar jika dia sudah pulang. Namun karena terlalu asiknya Kayla masih tidak memperhatikan kedatangan Antoni.


Sudah pasti hal itu menyulut kemarahan Antoni. Dia benar-benar tidak suka jika diacuhkan seperti sekarang.


"Kayla," sedikit berteriak.


Kayla menoleh karena terkejut.


Ada apa ini kenapa wajahnya terlihat sangat marah seperti itu. Tidak mungkin bik Sum sudah melaporkan hal yang macam-macam pada tuan Antoni bukan. Fikir Kayla yang masih sangat terkejut dengan keberadaan Antoni yang entah sejak kapan sudah ada dikamar itu.


"Mas kau sudah pulang," memasang senyum manisnya kemudian berjalan kearah Antoni yang duduk dikasur.


"Tentu saja aku sudah pulang dan istriku sibuk dengan hal lain sehingga melupakan suaminya sendiri," sindirnya dengan nada yang sangat menusuk.


"Paman es tidak boleh marah-marah seperti itu nanti cepat tua loh," ucap Clara yang masih duduk disofa sambil bermain dengan bonekannya.


Kayla sedikit tersenyum mendengar pernyataan polos anak itu.


" Kenapa kau tersenyum seperti itu hah, apa kau sedang mengejekku sekarang," menatap tajam Kayla.


Karena merasa terancam Kayla segera menggelengkan kepalanya.


" tidak mas, aku pasti tidak akan berani," tersenyum selebar mungkin hingga menampakkan deretan giginya yang tersusun rapi.


"Awas saja jika kau berani, kau tau sendirikan akibatnya,'' Dengan tatapan membunuhnya lagi.


"eh bukankah Clara tadi bilang lapar, kau juga pasti sangat lapar bukan sekarang. Aku akan turun dan mengecek apakah makan malam sudah siap atau belum." mengalihkan topik dan berusaha untuk melarikan diri.


"Lagi-lagi kau ingin melarikan diri yah," berbisik ditelinga Kayla.


Tubuh Kayla menjadi kaku. Dia benar-benar ingin pergi dari tempat itu sekarang.


"Ti...tidak mas aku hanya akan turun mengecek makan malam kita karena pasti Clara sangat lapar sekarang," ingin berdiri dari tempatnya.


"Sebelum kau pergi bukankah kau harus menerima hukumanmu dulu," menahan Kayla dan berbisik lagi.


" bisakah hukumannya ditunda nanti," tawarnya.


"baiklah," jawabnya santai.


"benarkah," sudah sangat senang.


"Jika kau ingin digandakan menjadi duapuluh kali lipat,"


"Apa," sangat terkejut. Dia bahkan tidak tau hukuman sejenis apa yang akan diberikan oleh Antoni bagaimanakah dia bisa membayangkan hukuman itu di gandakan menjadi duapuluh kali lipat.


"kenapa hah, tidak suka, kau ingin aku menggandakannya lagi menjadi seratuskali lipat," tersenyum licik.


Tuan muda hentikan senyuman licik anda itu, aku benar-benar merinding dibuatnya, Kayla menjerit didalam hati.


" Baiklah, apa hukumannya," jawabnya pasrah.

__ADS_1


"cium aku," jawabnya santai.


" Apa," tidak menyangka dengan jenis hukuman yang diberikan oleh Antoni.


"Kenapa tidak mau, yah sudah aku akan mandi sekarang jadi bersiaplah mendapatkan hukuman duapuluh kali lipat," ingin berdiri.


Dengan cepat Kayla menahan tangan Antoni.


" Tapi mas ada Clara disini," berbisik kepada Antoni sambil melirik kearah Clara yang masih sibuk bermain sendiri.


"Aku akan mengatasi hal itu," menunjukkan seringai jahatnya.


Apa yang direncanakan pria gila ini.


"Clara ayo kita bermain tantangan," ucap Antoni kepada Clara.


"tantangan apa paman," bertnya penasaran.


"Ayo kita bermain tidak saling melihat, kau akan menutup matamu begitu pula dengan paman, siapa yang mengintip dan membukan matanya lebih dulu dia akan kalah," jelasnya. Antoni sangat tau jika keponakannya itu paling suka bermain tantangan seperti itu.


"Baiklah paman ayo mulai," menutup matanya.


''Baiklah bibik Kayla lihat siapa yang mengintip yah," ucapnya Antoni penuh kemenangan.


Begitu sudah memastikan jika Clara telah menutup matanya Antoni segera melihat kearah Kayla.


"Sekarang sudah bisa bukan,'' menyodorkan wajahnya.


Anda benar-benar sangat licik tuan muda. Menggelengkan kepalanya ketika mendapati sifat licik dari Antoni.


"Tunggu apalagi ayo cepat cium aku," berbisik kepada Kayla.


Dengan cepat Kayla mencium pipi Antoni.


"Sudah bukan," ingin pergi.


" Apa itu, itu tidak bisa disebut sebagai sebuah ciuman. Kau harus melakukannya disini," mengerucutkan bibirnya.


Dasar pria mesum. Kayla mulai mendekatkan bibirnya kearah Antoni.


Chupp... satu kecupan sudah diberikan Kayla.


" sekali lagi," langsung ******* bibir mungil Kayla.


Kayla yang terkejut hanya bisa diam membeku sambil membulatkan matanya.


"Paman sampai kapan kita tidak boleh membuka mata," ucap Clara yang masih setia menutup matanya.


Kayla segera tersadar kemudian menorong pelan tubuh Antoni untuk melepaskan ciumannya.


"Mas kau turun bersama Clara, aku akan menyusul nanti," langsung berlari kearah kamar mandi.


Antoni tersenyum melihat wajah malu istrinya.

__ADS_1


__ADS_2