
Pagi ini Kayla bangun dengan mata yang sembab akibat menangis semalam. Dia masih setengah sadar saat melihat dimana dia tidur sekarang.
Apa bagaimana aku bisa tidur disini lagi, apa sekarang aku memiliki kebiasaan tidur sambil berjalan, jika benar kenapa aku harus pergi ke kakasur ini dan harus tidur didekat Monster ini. Turun dari kasur, dan segera mengambil jarak yang aman.
Kayla tidak mengingat kejadian semalam, jika dia tidur dalam pelukan Antoni sambil menangis. Apa lagi saat dia diangkat oleh Antoni ke kasur.
Apa yang terjadi semalam, kenapa aku tidak ingat apapun, ahhh aku hanya mengingat jika semalam dia sangatlah marah lalu kemudian berubah menjadi sangatlah lembut, ketika aku menangis. Dia bahkan sempat memelukku, lalu apa lagi kenapa aku tidak bisa mengingatnya sih. Kayla menatap dirinya sendiri di cermin didalam kamar mandi.
***
Antoni membuka matanya perlahan, dia melihat Kayla masih tidur nyenyak sambil memeluknya erat. Tanpa dia sadari ada semburat senyum diwajahnya melihat wajah lugu Kayla yang masih tertidur itu. Matanya tidak bisa lepas dari wajah istrinya. Namun tak berapa lama Kayla mulai menggelinjang perlahan, dan gadis itupun mulai membuka matanya.
Melihat hal itu Antoni segera menutup matanya lagi, berpura-pura tidur lagi.
Apa yang kulakukan kenapa aku berpura-pura tidur begini sih. Gerutunya dalam hati.
Kemudian saat Antoni membuka mata dia melihat punggung gadisnya itu sudah berjalan kekamar mandi, Ada seutas senyum lagi muncul dari bibirnya. Menampakkan wajah hangat yang telah lama hilang dari wajah tampan Antoni.
***
Kayla kini duduk diruang makan sendirian, Antoni berada diruang kerjanya bersama dengan sekertarisnya.
Padahal inikan akhir pekan, kenapa dia masih bekerja saja. ehh apa yang aku fikirkan sebenarnya, Kayla ingat jangan urusi hidup monster itu. Dia kan rajanya dia bisa melakukan apapun sesukanya, dan itu sama sekali bukan urusanmu. Berbicara dalam hati sambil menatap ruang kerja Antoni.
"Nona, tuan muda bilang untuk anda sarapan lebih dulu. Karena tuan masih memiliki urusan," pak Mut menyadari jika sedari tadi Kayla hanya menatap ruang kerja Antoni.
Kenapa kau menjelaskan kepada ku sih pak Mut, aku sama sekali tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh tuan mudamu itu. Tapi memangnya apa yang sedang dia kerjakan ya diakhir pekan seperti ini. Kayla masih terus menatap kearah ruang kerja Antoni.
__ADS_1
Kayla akhirnya hanya mengaduk-aduk makanannya kemudian langsung berdiri dan ingin pergi ketoko rotinya namun Antoni juga keluar dari ruang kerjanya disaat yang bersamaan dan menghentikan langkah gadis itu.
"Tunggu mau kemana kau," tanyanya sambil menghampiri Kayla.
"Aku ingin pergi ketokoku," ucapnya santai.
"Hari ini kau dirumah saja, ada yang ingin kutunjukkan kepadamu," tegasnya.
Apalagi yang ingin dia tunjukkan, apa dia masih marah, semalam aku bahkan tidak ingat dengan pasti bagaimana keributan semalam bisa berakhir, dan bagaimana bisa aku tertidur dikasurnya.
"Tapi aku harus pergi bekerja mas," membantah lagi.
"Kau ini, kenapa kau sangat keras kepala hah. Sudah kukatakan kan jangan membantah kau mengerti," mulai marah.
Kayla tidak berani lagi membantah, karena takut Antoni akan semakin marah nantinya.
***
Pria itu benar-benar gila, dia mengurungku didalam kamar ini, sekarang aku sangat lapar. Aku bahkan tidak makan sarapan ku tadi pagi. Dan aku juga belum menemukan informasi apapun tentang ibu. Ahhh kenapa aku memiliki masalah dengan otakku, jika aku lapar pasti aku tidak bisa berfikir. Dan aku juga tidak bisa berfikir lebih dari lima menit. Kayla terus saja mengoceh dalam hatinya.
Antoni kemudian masuk bersama dengan pak mut dan seorang pelayan wanita.
Makanan, apakah dia tau jika aku sedang lapar. Untuk pertama kalinya aku merasa sangat beruntung memiliki nya sebagai tuan berwujud suami. Kayla bahkan hampir meneteskan air liurnya ketika melihat makanan yang dibawa oleh pelayan itu.
Pelayan itu meletakkan makanan itu dimeja didepan Kayla, kemudian pergi bersama Pak Mut.
Dan kini tinggallah Kayla bersama Antoni yang kini tengah duduk di hadapannya.
__ADS_1
Kenapa dia menatapku seperti itu, aku saat ini sangat ingin menyentuh makanan itu lalu memakan semuanya hingga habis tak bersisa.
Begitulah Kayla, gadis polos dan bodoh yang otaknya akan sangat cepat jika itu soal makanan. Meskipun Kayla sangat suka sekali makan namun tubuhnya masih sangat lah kurus. (hayo siapa nih yang sama kayak Kayla meskipun makan banyak tetap aja kurus).
Kayla sudah menelan salivanya dengan kasar dia benar-benar tergiur dengan makanan yang ada didepannya. Namun tidak berani menyentuh makanan itu sedikitpun. Karena melihat tatapan Antoni yang terus menatapnya tajam.
"Kenapa kau tidak makan, apa kau tidak lapar. Aku dengar kau belum sarapan tadi pagi," ucapnya santai, sambil terus menatap Kayla.
*Bagaimana aku bisa makan jika kau terus menatap ku seperti itu, aku bahkan tidak berani untuk menyentuh makanan itu.
"Makanlah, atau jika kau tidak mau aku akan menyuruh Mut untuk membawanya pergi*," ucapnya lagi.
Antoni sudah mau berdiri dari tempat duduknya, Kayla segera memegang tangan Antoni, menghentikan pria itu agar tidak menyuruh pak Mut membawa makanannya pergi.
"Tidak jangan, kau tidak perlu membawanya pergi. Kasian bukan pak Mut dan para pelayan sudah dengan susuah payah menyiapkan makanan ini. Jadi aku pasti harus memakannya bukan," ucapnya sambil terus memegang tangan Antoni.
Antoni tersenyum tipis, kemudian kembali duduk ditempatnya.
"Baiklah sekarang makanlah," ucapnya lagi.
Tanpa ragu Kayla segera menyambar hidangan yang ada dihadapannya itu.
Melihat Kayla makan dengan sangat lahap, Antoni tersenyum tipis. Entah mengapa dia sangat senang dengan tingkah istrinya itu.
***
Kayla keluar dari kamarnya dan turun menuju lantai bawah, Karena pak Mut datang dan mengatakan jika Antoni memanggilnya.
__ADS_1
Setelah sampai dilantai bawah mata Kayla menangkap sesosok wanita yang sedang ia cari-cari keberadaanya selama ini.
"Ibu," lirihnya kemudian segera menghampiri wanita yang duduk dengan raut wajah yang pucat.