Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
permintaan maaf


__ADS_3

Kini Kayla sudah duduk di sofa kamarnya, gadis itu masih menangis mengingat semua yang terjadi.


Antoni masuk kedalam kamar, dia melihat istrinya lagi-lagi menangis. Dia kemudian berjalan mendekati istrinya itu, kemudian duduk disampingnya dan mengelus lembut kepala gadis itu.


"kenapa," kata itu terucap dari bibir Kayla.


Antoni hanya mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan maksud istrinya.


"Kenapa" kata itu lagi-lagi terucap, dengan kepala Kayla yang masih tertunduk.


"Ada apa, katakan kepadaku," tanya Antoni lembut.


Kayla mengangkat kepalanya, menatap Antoni dengan mata sembabnya.


"Kenapa hidupku seperti ini, apa kesalahanku, apakah aku seburuk itu dimata orang lain. Apakah aku ini wanita h*** seperti yang dikatakan oleh ibu. Apakah aku tidak pantas untuk disayangi," ucapnya sambil sesegukan.


"Apa yang kau katakan, kau bukanlah wanita yang seperti itu, kau adalah wanita terhormat, kau merelakan kebahagiaanmu demi keluargamu. Dan kau harus tau kau adalah wanita terhormat karena kau adalah istri dari Antoni Wijaya," sambil mengelus pipi istrinya, menghapus air mata yang masih tersisa.


"Kau benar aku adalah seorang nona muda, aku adalah istri dari tuan Antoni yang terhormat. Hanya sebatas itulah aku dipandang. Aku hanya dipandang sebagai istrimu saja, aku dipandang hanya sebagai wanita penebus hutang keluargaku," menatap lekat wajah Antoni.


"Tidak, bukan itu maksudku," ucap Antoni.


"Lalu apa, bukankah itu kebenarannya. Aku hanyalah pelayan bersetatus istrimu saja kan," ucapnya lagi.


Mendengar hal itu Antoni sudah mengeraskan rahangnya, bagaimana mungkin gadis ini menganggap dirinya hanya sebagai pelayan saja.


"Dengarkan aku baik-baik sekarang, kau adalah nyonya Wijaya, kau adalah istriku kau mengerti," menangkup wajah istrinya, agar wanita itu tidak mengalihkan pandangan darinya.


"Kenapa, kenapa kau selalu seperti ini. Terkadang kau membuatku merasa sangat istimewa karena kau seperti perduli kepadaku. Tapi di waktu yang lain kau bersikap seolah-olah aku ini pelayanmu,"

__ADS_1


Lagi-lagi kata-kata Kayla menyambar Antoni, bagaikan tersambar petir disiang hari. Dia akhirnya sadar dengan semua perbuatannya kepada istrinya ini.


"Maafkan aku," kata maaf lah yang kini keluar dari mulut Antoni.


"Tidak kenapa kau minta maaf, ini bukanlah salahmu," melepaskan genggaman tangan Antoni di wajahnya, kemudian mengalihkan pandangannya.


Antoni menarik tangan Kayla kemudian memeluk tubuh istrinya.


"Maafkan aku," lirihnya sambil meneteskan air matanya.


Hatinya kini benar-benar terasa sesak mengingat semua perbuatannya kepada istrinya ini. Bagaimana bisa ia menganggap gadis ini sama seperti ibunya yang telah meninggalkannya itu, bagaimana dia ingin membalaskan dendamnya pada gadis yang tidak memiliki kesalahan apapun itu.


Kayla tidak memberontak ataupun membalas pelukan suaminya, ia hanya diam sambil terus menangis.


"Maafkan aku, aku bersalah selama ini. Maafkan aku karena telah membuat hidupmu susah," lirihnya lagi, sambil mengeratkan pelukannya.


Andaikan saja gadis ini tau alasan lain Antoni mau menikahinya selain karena permintaan dari neneknya.


Mereka akhirnya terhanyut dalam pelukan dan penyesalan yang ada pada diri mereka. Dengan Antoni yang terus mengucapkan kata maaf tanpa henti-hentinya.


Antoni perlahan melepaskan pelukannya, dia menatap dalam wajah istrinya.


Mata mereka kini saling bersitatap, perlahan Antoni mendekatkan wajahnya kearah wajah Kayla.


Dan perlahan bibir mereka telah bersatu, menyalurkan kehangatan dan kasih sayang yang sama-sama mereka rindukan.


Antoni melepaskan pautan bibir mereka, menyatukan keningnya dengan kening istrinya. Merasakan nafas mereka yang bersatu.


Kemudian mata Antoni kembali berfokus kepada bibir Kayla, dia kembali mencium bibir gadis itu dengan lembut, tanpa ada perlawanan sedikitpun dari Kayla.

__ADS_1


Mereka sama-sama menikmati ciuman itu, malam yang begitu hangat. Mereka menyalurkan semua perasaan tanpa mengucapkan kata-kata.


***


Kayla perlahan membuka matanya, dia menatap sekelilingnya dan menangkap wajah tenang Antoni yang sedang tidur disampingnya.


Tanpa sadar Kayla mengecup kening lelaki itu kemudian tersenyum.


"Dia sangatlah manis jika tertidur seperti ini," lirihnya pelan.


Apa yang kau katakan barusan Kayla, apa kau gila. Kau tidak boleh berharap apa-apa dari pria ini, apalagi sampai jatuh hati kepada pria ini. Bukan berarti ciuman semalam sudah merubah segalanya, dia tetaplah Antoni,"


Kayla turun dari kasur, lagi-lagi tanpa sadar dia tertidur dikasur yang jelas-jelas masuk area terlarang baginya.


Mulai sekarang aku benar-benar harus berhati-hati jangan sampai aku melakukan kesalahan apapun. Sudah tiga kali aku tidak sengaja tidur dikasurnya, sepertinya aku benar-benar suka melakukan apa yang dilarang olehnya. Bahkan saat aku tidak sadar sekalipun. Fikirnya sambil berjalan ke kamar mandi.


Tanpa Kayla Sadari Antoni tersenyum tipis, dia mendengar perkataan istrinya tadi yang mengatakan jika dia manis saat tidur, dan mengecup keningnya.


Antoni mengelus keningnya yang masih terasa panas bekas kecupan dari Kayla kemudian tersenyum bahagia.


••••


**Hai para readers yang selalu setia membaca novel ini, author ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.


Jangan lupa terus jaga kesehatan, kurangi dulu aktifitas diluar rumah yang tidak terlalu penting. Agar kita semua tetap terjaga. Mari sama-sama kita menjaga kesehatan kita masing-masing.


Bersama kita bisa. Tetap semangat ya dan bagi yang menjalankan ibadah puasa semoga selalu diberi kekuatan untung menjalankan puasanya.


Tunggu terus ya kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2