
Kayla kini sudah berada di tokonya lagi. Ia sedikit kehilangan fokusnya karena mengingat percakapan yang terjadi antara Antoni dan juga leon.
(Hai readers author ambil alih dulu ya ceritanya, mungkin kalian bakalan berfikir kalau Kayla itu sedang memikirkan tentang Antoni yang mengatakan jika dia tidak cantik. Eitsss tapi yang udah kepikiran begitu salah besar loh ya, Kalian harus tau dulu nih kalau Kayla itu karakternya agak lugu dan juga polos yang kebangetan jadi ya dia lebih terkesan bodoh gitu yak. Jadi Kayla itu sebenarnya berfikir tentang kata-kata Leon yang mengatakan jika hanya Antoni lah yang menganggap sekertaris Kim itu hidup, dan tebak apa yang dia fikirkan. Yupz benar sekali Kayla berfikir kalau Antoni itu tidak menyukai wanita kareana dia itu... semoga kalian paham guys. Oke lanjut aja ceritanya.)
Apa yang ada di pikiranku benar ya, apa tuan Antoni itu benar-benar memiliki hubungan yang istemewa dengan sekertaris kim. Jika itu benar maka aku bisa menjadikan ini kesempatan untuk melarikan diri dari tuan Antoni. Ya tentu saja dengan menyatukan tuan Antoni dengan cintanya. Kayla sedang menyusun rencananya dengan matang, bagaimana caranya ia bisa melarikan diri dari Antoni.(Author jadi kesel juga deh sama sih Kayla ini, gimana bisa dia berfikiran kalau Antoni punya perasaan sama Sekertaris Kim)
"Mba kay kenapa kok dari tadi senyum-senyum sendiri, tanya Jimmy salah satu karyawan toko.
"Ahh gak Jim, mba pengen nanya sesuatu deh sama kamu,"
"Tanya apa mba?,"
"Mba pengen nanya ada gak sih manusia yang suka sama sejenisnya," bertanya sambil berbisik.
"Apa, maksud mba apaan sih aku gak ngerti deh,"
"Maksud mba itu gini loh misalnya aja nih ya ada cowok yang suka sama cowok juga, itu gimana,"
"Mba , kok tiba-tiba nanya kayak gitu atau jangan bilang mba," menutup mulutnya sendiri karena tidak percaya dengan yang akan dikatakannya.
"Gak lah, enak aja kamu nuduh mba. Mba itu cuma nanya aja, kalau kamu gak tau jawabannya, sana gih balik kerja,"
"Mba aneh deh,"
"Emang susah yah ngomong sama anak kecil kaya kamu,"
"Ehh enak aja, aku ini sudah besar mba, dan umurku itu sudah dua puluh tiga tahun, kita aja cuma beda dua bulan kan," tidak terima dikatakan anak kecil.
"Ihh iya deh kamu bukan anak kecil, kamu itu udah tua, udah jadi nenek-nenek, sana gih balik kerja, ntar mba potong yah gaji kamu kalau males malesan." sambil mendorong tubuh Jemmy.
"ihh mba nyebelin deh,"
***
Sementara disisi lain Antoni masih dengan raut wajah yang dingin, amarahnya masih sangat memuncak karena Kayla. Entah apa yang akan dilakukan oleh pria itu nantinya. Tapi sepertinya dia sudah menyusun suatu rencana untuk mengerjai gadis itu nantinya.
***
Hari ini pun Kayla pulang lebih awal, ia takut Antoni akan pulang lebih dulu dari pada dia.
__ADS_1
"Jim, mba pulang duluan ya, ada urusan soalnya,"
"Iya mba, hati-hati dijalan yak,"
***
Ketika sampai di kamarnya Kayla segera merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Fuyhhh capek banget hari ini,"
Katika Kayla sedang memejamkan matanya, dia teringat akan Antoni dan juga sekertaris Kim, perasaan yang dimiliki antara bos dan karyawannya itu. Yang meskipun itu semua hanya ada dipikiran Kayla.
OOO iya aku baru ingat lagi, aku harus cari tahu apakah dugaan ku benar atau gak. Lebih baik aku buka di internet saja, jika bertanya pada orang lain sepertinya akan malah menimbulkan masalah baru lagi."
Kayla mengambil ponsel genggamnya, kemudian membuka situs pencarian dengan kata kunci ciri-ciri pria yang menyukai sesama jenis.
Apa ini, kenapa banyak sekali. Baiklah Kayla mari lihat satu persatu. pertama pria tidak suka dengan wanita, kedua pria membenci wanita, ketiga sifatnya dengan laki-laki berbada. Apa maksudnya sih aku tidak mengerti. Memang benar jika tuan Antoni tidak menyukai wanita, tapi apakah sikap nya dengan sekertaris Kim itu beda ya, aku juga tidak terlalu memperhatikan.
Selanjutnya, Kayla membuka situs pencarian lain dengan kata kunci bagaimana mengetahui pria yang menyukai sesama jenis.
"Apa benar cara ini akan berhasil, baiklah mari kita coba saja. Tapi aku ingin lihat dulu bagaimana sikap kedua pasangan itu," bergumam-gumam kecil.
Saat ini Kayla sudah selesai membersihkan dirinya dia memutuskan turun kebawah untuk melihat apakah Antoni sudah pulang atau belum.
"Apakah kau ingin menyambutku," tanya Antoni sambil berjalan ke arah Kayla.
Kayla masih bingung dia celingak-celinguk melihat sekitarnya, memastikan yang dimaksud benar dia.
"Ehh mas, sudah pulang toh aku akan turun untuk mengambil air minum tadi," alasannya.
"Benarkah ku pikir kau menunuggu ku datang, dan kau ingin menyambutku," sambil menunjukkan senyum menyebalkannya.
"Ahh untuk apa aku menunggumu, aku bahkan berharap tidak pernah bertemu dengan mu lagi," bergumam kecil.
"Apa, kau bilang kau fikir aku tuli ya tidak bisa mendengar mu bicara kecil seperti itu,"
"Ahh tidak tuan, maksud saya iya eh tidak maksud saya saya memang sedang menunggu tuan,"
"Kau memanggilku apa,"
__ADS_1
Kenapa dia selalu mengingatnya sih.
"maksud saya mas,"
Terlihat Antoni menarik sudut bibirnya.
Cih jika kau ingin tertawa, tertawa saja wajah mu jadi nya lucu tau.
"Tuan makan malam sudah siap," ucap pak Mut.
"Hemm baiklah, aku akan segera kesana, aku ingin berbicara dengan sekertaris Kim dulu,"
Berjalan diikuti sekertaris kim, menuju kesebuah ruangan.
Apa yang ingin mereka bicarakan ya, OOO apakah mereka ingin membahas tentang hubungan mereka. Aku tau sekarang jangan-jangan sekertaris Kim cemburu dengan ku, ahh pantas saja tadi wajahnya terlihat menyeramkan begitu. Sambil tertawa kecil.
"Nona silahkan anda keruang makan lebih dulu tuan muda akan segera menyusul nona,"
Pak Mut membuyarkan fikiran Kayla yang kemana-mana.
"Ahh iya pak,"
Akhirnya Kayla pergi keruang makan diikuti oleh pak Mut.
***
Sementara diruang kerja, Antoni dan sekertaris Kim sedang terlibat pembicaraan serius tentang proyek pembangunan sebuah hotel yang tertunda.
"Bagaimana bisa seperti ini Kim,"
"Maaf tuan, saya juga baru mendapatkan informasi ini. Saya pasti akan memberi pelajaran kepada kepala proyek pembangunan itu,"
"Baiklah lakukan apapun yang kau inginkan, aku tidak mau tau ini harus selesai dengan cepat,"
"Baik tuan muda"
"Pergilah sekarang,"
Sekertaris Kim keluar dari ruangan kerja Antoni dengan wajah yang khawatir.
__ADS_1
Sedangkan Kayla sempat melirik sekertaris Kim, yang terlihat khawatir dan marah.
Gadis itu hanya mengangkat bahunya, seolah tidak perduli dengan sifat sekertaris itu.