
Saat Antoni bangun lagi-lagi dia sudah tidak melihat Kayla.
Kemana dia pergi pagi-pagi begini. Kembali menutup matanya karena merasa masih sangat mengantuk.
Semalam Antoni tidur sekitar pukul empat dini hari. Tentu saja dia masih membutuhkan tidur lagi sekarang.
Namun tak lama kemudian ada tangan lembut yang mengelus kepalanya.
" mas bangunlah mau berapa lama lagi kau tidur hah, semua orang sudah menunggumu," mencoba membangunkan Antoni.
" Emmhhh sebentar lagi sayang," memeluk Kayla sambil menggeliat.
" Mas apakah kau tidak malu dengan anakmu, jika kau terlalu manja seperti ini," kembali mengelus kepala Antoni yang kini berada didalam pangkuannya.
" Emhh untuk apa malu kau istriku bukan," mengecup perut Kayla sekilas.
" Baiklah papa Antoni bangunlah sekarang yah, semua orang sudah menunggumu. Bukannya papa Antoni juga harus membawa mama Kayla jalan-jalan," Kayla berlagat seperti anak kecil.
Antoni perlahan mulai bangun, dan mendudukkan dirinya didepan Kayla yang hanya tersenyum menatapnya.
Namun Antoni kembali menutup matanya dan meletakkan kepalanya dibahu Kayla kemudian kembali tidur.
" Apakah kau bergadang semalaman mas, kau sangat menggemaskan sekali. Bangunlah sekarang atau aku akan menyeretmu kekamar mandi dan memandikanmu,"
" Emhh lakukan saja itu sayang, seret aku dan mandikan aku," masih memeluk Kayla.
" Dasar mesu* ayo cepat bangun atau aku akan menyirammu ditempat tidur,"
" Emhhh kenapa kau sangat jahat sekali," bangun dan langsung berjalan kekamar mandi sambil terus mengomel kecil.
Melihat tingkah Antoni itu Kayla hanya tersenyum.
***
Antoni sepertinya tidak makan dengan lahap, karena dia bahkan belum menghabiskan setengah dari makanan yang ada di piringnya.
" Mas apakah kau tidak suka makanannya, atau kau merasa mual lagi,"
Antoni menggelengkan kepalanya.
" Aku ingin makan eskrim dan juga permen yang manis sekarang, aku juga ingin makan sesuatu yang pedas. Aku tidak ingin makan sayur ini, entah kenapa rasanya sangat hambar," memasang wajah cemberutnya.
" Kau kenapa mas bukankah kau tidak suka makanan pedas apalagi manis, bukankah kau selalu sarapan dengan itu," ucap Kayla bingung.
" Aku hanya ingin saja, ehh Clara berikan paman esmu itu," meminta eskrim yang sedang dimakan oleh Clara.
" Tidak mau, ini eskrim Clara, paman.es tidak boleh mengambilnya," jawabnya ketus.
" Sayang lihat Clara sangat pelit kepadaku," mengadu kepada Kayla.
" Kayla kau jangan bingung yah, itu adalah bawaan bayinya. Dia ingin memberikan pelajaran bagi papanya itu," ucap nenek sambil tertawa.
" Maksud nenek Kak Antoni ngidam, tapikan yang hamil kak Kayla," Ucap Tina bingung.
" Itu memang sering terjadi, masa mengidam bukan hanya dialami oleh istri saja tapi juga bisa pada suaminya. Mungkin karena bayinya itu sangat adil, dia tidak ingin hanya ibunya saja yang menderita tapi ayahnya juga,"
__ADS_1
" Tapi nek apakah itu sungguhan," tanya Kayla ragu.
Namun belum sempat nenek menjawab Antoni kembali berlari kekamar mandi, karena merasa mual.
Dengan cepat Kayla menyusul Antoni. Sementara yang lainnya melanjutkan sarapan mereka karena nenek yang memerintahkan.
***
Didalam kamar mandi, Antoni menyandarkan dirinya ketembok dekat kaca.
" Mas kau tidak apakan," tanya Kayla khawatir.
Antoni menggeleng.
" Perutku sakit, rasanya sangat tidak enak aku ingin muntah," menyandarkan kepalanya dibahu Kayla.
" Sayang kenapa bayi kita sangat tidak adil, kenapa dia memberikan aku yang mual-mual seperti ini," ucapnya lemas.
" Bicaralah kepada bayimu kalau begitu, beritahu dia untuk tidak menganggumu lagi,"
Antoni berjongkok.
" Anak papa jangan bandel yah, kamu jangan rewel dong jangan bikin papa mual kayak gini, kau kan tau papa harus cari uang yang banyak buat kamu sama mama," berbicara didepan perut Kayla kemudian mengelusnya pelan.
Saat Antoni mengelus perutnya tiba-tiba Kayla merasa tidak enak, dia segara bergegas mendekati wastafel karena merasa ingin muntah.
Antoni yang terkejutpun segera mendekati istrinya.
" Mas aku mohon jangan terlalu dekat, aku tidak bisa mencium baumu. Aku sangat tidak suka," menutup mulutnya dengan tangannya.
Setelah keluar dari kamar mandi Kayla terus berusaha menjaga jarak dengan Antoni karena tidak tahan dengan baunya.
" Mas aku mohon menjauhlah aku tidak suka dengan baumu," naik kekamarnya.
" Ehh kak Kayla kenapa kak," tanya Tina yang melihat Kayla.
" apakah menurutmu bauku tidak enak,"
Tina mengendus bau Antoni memastikan tidak ada yang salah.
" tidak mungkin ada yang salah bukan dari dirimu," jawabnya singkat kemudian pergi begitu saja.
" Jika tidak ada masalah kenapa Kayla tiba-tiba tidak suka dengan bauku," bergumam kecil kemudian menyusul Kayla dikamar.
Antoni melihat Kayla yang kini sudah berpakaian rapi, dan seperti akan keluar.
" Kau mau kemana sayang," tanya Antoni.
" Aku akan pergi ketokoku, sudah berapa hari bukan aku mengambil libur," ingin pergi.
" Kau tidak boleh pergi bekerja mulai sekarang, kau hanya akan tinggal dirumah saja," menghalangi Kayla.
" Tapi kenapa,"
" Kau sedang hamil sayang, apa kau lupa jika sekarang kau membawa Antoni junior didalam perutmu kau tidak boleh sampai sakit,"
__ADS_1
" Alasan macam apa itu, sudahyah aku mau pergi dulu," bersikap cuek kepada Antoni.
Antoni memelototi Kayla yang berjalan keluar tanpa mendengarkan larangannya itu.
Dia bahkan berani menolak perintahku seperti itu sekarang.
" Kayla kau mau kemana nak, bagaimana kondisi Antoni," ibu Antoni menghampiri Kayla.
" Kayla mau pergi ketoko Kayla Bu, Antoni juga sudah baik-baik saja. Justru Kayla yang sekarang Marasa sedikit tidak enak,"
" Kenapa apa perlu dipanggilkan dokter," sudah mulai khawatir.
" Ahh tidak Bu, Kayla hanya merasa mual jika mencium aroma Antoni, dan entah mengapa Kayla merasa sangat kesal melihat wajahnya itu. Jadi Kayla lebih baik pergi ketoko saja,"
" Itu pasti bawaan bayimu," mengelus perut Kayla.
Kayla hanya tersenyum.
Mungkin dia tidak terlalu menyukai ayahnya yang menyebalkan itu. Ucap Kayla dalam hati sambil sedikit tersenyum.
" Baiklah pergilah yah, hati-hati dijalan,"
Akhirnya Kayla pergi menuju tokonya tanpa memperdulikan larangan dari Antoni sedikitpun, sepertinya anaknya akan menjadi penentang utama dari Antoni.
***
" Mba Kay kenapa kalau capek mending pulang aja, muka mba juga pucat gitu,"
" Ahh iya kayaknya mba harus pulang sekarang deh, mba titip toko sama kamu yah,"
Kayla pulang diwaktu makan siang karena dia merasa tidak enak badan, perutnya terasa sangat mual, dan entah kenapa dia sangat merindukan Antoni.
" Bik Sum kita kekantor Antoni aja yah, aku mau ketemu sama Antoni," ucap Kayla kepada Bik Sum.
" Baik nona,"
Epilog epsode selanjutnya:
Kayla kini sudah sampai di gedung utama perusahaan milik Keluarga Wijaya.
" Maaf nona anda tidak diizinkan masuk kedalam," ucap seorang wanita yang menghalangi Kayla didepan pintu lift.
" Kenapa tidak boleh,"
" Ini adalah lift khusus untuk presedir," ucapnya lagi.
" Tapi aku," ucapannya terpotong.
" Nona, saya rasa orang seperti anda tidak pantas untuk datang ketempat ini. Lihat saja penampilan anda," ucapnya dengan nada mengejek Kayla.
Kayla mengerjapkan matanya tidak percaya.
Apakah dia tidak tahu aku adalah istri dari Antoni.
" Dan yah asal nona tau saja ini adalah lingkungan elit, tempat ini benar-benar tidak pantas untuk wanita seperti kau," melihat penampilan Kayla.
__ADS_1
" Tapi aku adalah istri dari tuan Antoni," ucap Kayla menyela berusaha menahan dirinya.