
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Antoni sudah berpakaian rapi dengan setelan jas. Tampan seperti biasanya.
Kayla sudah turun kebawah untuk melihat apakah sarapan pagi untuk Antoni sudah siap. Sebenarnya alasannya adalah untuk melarikan diri dari Antoni. Sejak kejadian semalam Kayla tidak berani menunjukkan wajahnya dihadapan Antoni.
"Selamat pagi nona muda, ada apa anda kemari apa anda membutuhkan sesuatu," tanya pak Mut.
"Ahh aku hanya turun untuk mengecek apakah makanan untuk sarapan sudah siap atau belum,"
Ini tidak biasanya, apakah nona muda dan tuan muda sedang bertengkar ya. Fikir pak Mut.
Antoni turun bersama sekertaris Kim, entah apa yang mereka bicarakan sejak ditangga sepertinya mereka sudah terlibat perbincangan yang serius.
Begitu Antoni sampai di ruang makan pak Mut segera menarik kursi seperti biasanya, Sekertaris Kim duduk di salah satu kursi. Sedangkan Kayla hanya tertunduk tidak berani menatap Antoni, gadis ini mengingat perkataan Antoni semalam.
"Hei ada apa dengan mu, kenapa kau hanya menundukkan wajahmu itu hah," sejak tadi memperhatikan Kayla yang terus menunduk.
"Maaf mas, tapi anda semalam kan bilang jika saya tidak boleh menampakkan wajah saya lagi, dihadapan mas,"
Antoni tersenyum getir, dia mengingat kembali kata-kata nya semalam.
"Jadi kau masih mau mendengarkan ku, kufikir kau hanyalah gadis pembangkang,"
Cih dia mengatakan itu seakan melemparkan seluruh kesalahan kepadaku.
***
Setelah sarapan yang cukup tenang itu, Kayla seperti biasa mengantar Antoni, hingga ke halaman depan.
"Hei gadis bodoh kemari," ucap Antoni kepada Kayla.
"Iya mas," Sambil mendekat.
"nanti saat jam makan siang datanglah kekantorku,"
Apa lagi ini apa dia akan mengeksekusi ku di kantornya, didepan para karyawannya. Aku bahkan belum bisa memikirkan apa sebenarnya kesalahanku kepada pria ini.
"hei kau dengar tidak," mulai marah.
"Tapi untuk apa saya datang kekantor anda mas,"
"jangan banyak tanya, ikuti saja perintahku, kau mengerti,"
"baik tuan,"
"apa kau bilang," mulai marah lagi.
"maksud saya ia mas,"
"dan ingat jika kau sampai terlambat satu detik saja, habis kau, apalagi jika kau sampai tidak datang,"
__ADS_1
"Baik mas, saya akan datang kekantor anda tepat waktu,"
***
Kayla berjalan kaki menuju halte bis tepat setelah mobil Antoni keluar dari gerbang utama.
Seperti biasa Kayla menyapa para pelanggan dengan senyum hangatnya.
"Selamat pagi, salamat datang mau pesan apa," menyapa dengan penuh senyuman.
Waktu bergulir begitu cepat bagi Kayla. Tanpa ia sadari ini sudah hampir jam makan siang.
"Aku harus segera berangkat sekarang, jika tidak aku akan terlambat dan pastinya pria monster itu akan semakin marah, meskipun sepertinya moodnya pagi ini cukup baik sih, tapi monster seperti dia mana ada yang tahu jalan fikirannya seperti apa,"
Setelah menitipkan toko pada karyawannya Kayla segera bergegas menuju kantor Antoni, kali ini ia memilih untuk menggunakan taksi.
***
Sesampainya di kantor Antoni ia sempat bingung apa yang harus ia lakukan.
"Bagus sekarang aku malah jadi buta arah begini, kemana aku harus bertanya ya,"
Kayla hanya berdiri di dekat resepsionis, ia bingung ingin mengatakan apa. Kayla melirik jam gawat jam makan siang tinggal lima menit lagi.
Saat sedang dilanda kekalutan, sekertaris Kim tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
"nona, apa anda sudah lama menunggu, maafkan saya karena tidak menyadari anda sudah datang. Mari saya antar tuan Antoni sudah menunggu anda,"
"Sekertaris Kim apa tidak bisa lebih cepat, satu menit lagi jam makan siang," Kayla tau jika dia terlambat satu detik saja maka tamatlah riwayatnya.
Setelah sampai di lantai tempat ruangan presedir itu, Kayla berusaha berlari ia meninggalkan sekertaris Kim di belakangnya. Meskipun baru pertama kali ia kemari tapi entah mengapa nalurinya menuntunnya katempat yang benar. Saat Kayla ingin membuka pintu ruangan presedir, staf sekertaris segera menghentikannya.
"Maaf nona, anda siapa ini adalah ruangan presedir tidak sembarang orang boleh masuk kemari,"
Deghhh, Kayla mengutuki dirinya sendiri kenapa ia tidak menunggu sekertaris Kim saja.
"emhhh aku..." ucapannya terpotong.
"Apa yang kalian lakukan, apa kalian bodoh dia adalah nona muda kalian bagaimana mungkin kalian bisa mencegahnya seperti itu," Sekertaris Kim lagi-lagi muncul entah dari mana.
"Maaf nona kami tidak tahu jika anda adalah istri tuan presedir,"
"Ah sudahlah tidak papa," lagi pula wajar saja kalian tidak mengenaliku, kalian pasti merasa bagaimana pria berdarah dingin dan anti dengan wanita itu sudah mempunyai istri.
"Silahkan nona," sekertaris Kim membukakan pintu.
Kayla masuk keruangan, hawa dingin tiba-tiba saja menyeruak. firasatnya sudah sangat buruk. Terlihat Antoni sedang duduk di sofa.
Sial kemana sekertaris kim, kenapa aku merasa ia melemparku kekandang harimau yang sedang lapar. Dasar sekertaris sialan, apa yang harus kulakukan sekrang. Tenang Kayla tenang.
__ADS_1
"Kau terlambat lima detik," mulai membuka pembicaraan.
Apa aku hanya terlambat lima detik dan kau seperti ingin menerkamku begitu.
"Maaf mas, tapi itu kan hanya lima detik saja,"
"apa kau tau, kalau aku tidak pernah menunggu siapapun. Waktu yang kumiliki sangatlah berharga,"
Yayaya aku tau kau adalah tuan Antoni. orang paling terkenal di negara ini. Berani sekali aku membuatmu menunggu itu kan yang sedang kau fikirkan.
"Kenapa kau masih diam disana, cepat duduk," perintahnya.
"Baik mas," berjalan menuju sofa.
Setelah Kayla duduk kembali tercipta keheningan diantara mereka.
OOO Tuhan kenapa suasananya sangat mencekam seperti ini.
Sekertaris Kim lagi-lagi datang secara tiba-tiba, namun Kayla menghebuskan nafas lega.
Sekertaris Kim membawakan makanan makan siang.
Wahh apa ini, apa ini makanan kenapa banyak sekali. Apa kah akan ada tamu,'
"emhh itu sekertaris Kim, kenapa kau membawa makanan banyak sekali apakah akan ada tamu lagi yang datang,"
Tanyanya penasaran.
"tidak nona ini semua disediakan hanya untuk nona dan tuan Antoni,"
Apa, sudahlah Kayla sebaiknya kau diam saja. Mulailah terbiasadengan semua kebiasaan aneh monster berwujud suamimu ini.
" Kim bukannya aku sudah pernah bilang, jika hidangkan makanan hanya sesuai dengan porsinya saja," Antoni mulai menyela.
Ada apa dengan anda tuan muda, sepertinya benar dugaan saya kehadiran nona Kayla dapat merubah anda, Jika itu benar akan saya pastikan nona Kayla akan terus berada disisi tuan apapun yang terjadi.
"Maafkan saya tuan muda saya tidak akan melakukan kesalahan ini lagi,"
"Baiklah sekarang pergilah,"
Baru juga Kayla merasa tenang karena kehadiran sekertaris Kim, tiba-tiba saja Antoni menyuruhnya pergi.
"Eh sekertaris Kim sebaiknya anda ikut kami makan saja," berbicara seolah tanpa dosa, ia tidak menyadari tatapan Antoni sudah berubah menjadi tatapan membunuh.
Nona muda apa anda ingin melihat saya mati muda. Lihatlah tatapan suami mu itu.
"Tidak nona muda, saya akan makan siang diruangan saya, silahkan nona nikmati hidangannya, saya permisi," pergi tanpa mau mendengarkan kata-kata kayla.
Akhirnya terjadilah makan siang yang hening dan mencekam.
__ADS_1
Apa ini akan menjadi makanan terakhirku. fikiran Kayla sudah kemana mana.