
Kayla kini sudah sampai didepan gedung utama perusahaan milik suaminya.
Dia menyuruh bik Sum dan para pengawal untuk membelikan beberapa makanan yang ingin dia makan bersama Antoni nanti, jadi dia memutuskan untuk masuk sendiri.
Namun disaat berada didepan lift ada seorang wanita yang menghalangi Kayla untuk masuk.
" Maaf nona tapi anda tidak boleh masuk," ucap wanita itu.
" Tapi kenapa," tanya Kayla.
" Karena ini adalah lift khusus presedir, wanita seperti anda tidak bisa menggunakannya,"
" Tapi aku," ucapannya terpotong.
" Apakah kau sadar dan bercermin sebelum kemari, lihat saja penampilanmu. Bahkan kau tidak pantas berada ditempat ini," mengejek Kayla.
" Tapi aku adalah istri Antoni," ucap Kayla menyela.
" Apa istri Antoni, apakah kau sedang bermimpi sekarang. Lihatlah penampilanmu itu, bahkan menjadi seorang pelayan saja kau tidak pantas. Dan asal kau tau saja aku adalah tunangan Antoni yang baru pulang dari luar negeri,"
" Tunangan," jawab Kayla tidak percaya.
" Iya aku adalah cinta pertama Antoni, kami berteman baik sejak kecil dan siapa sangka dia mengungkapkan perasaanya kepadaku disaat usia kami baru tujuh tahun," ucapnya semangat menceritakannya kepada Kayla.
Kayla merasakan sesak, siapa wanita itu sebenarnya kenapa Antoni tidak pernah menceritakan apapun. Apa maksudnya tunangan dan cinta pertama. Antoni bilang Kaylalah cinta pertamanya tapi apa yang dia lihat ini.
" maaf tapi saya harus bertemu dengan suami saya," ingin menerobos masuk kedalam lift.
Kini sudah banyak yang berkumpul dan menyaksikan kegaduhan ditempat itu. Tidak banyak yang tau jika Kayla adalah istri dari Antoni.
" Dasar wanita kampungan, apakah kau tidak tau malu. Pergi sana," mendorong tubuh Kayla hingga dia terjatuh kelantai.
" Nona muda," ucap Bik Sum yang terkejut melihat nona mudanya sudah berada dilantai.
Semua orang mengenali buk Sum, dia adalah salah satu orang kepercayaan dari tuan Antoni.
" Nona apakah anda baik-baik saja," tanya bik Sum sambil membantu Kayla.
"Bik bawa aku pergi dari sini sekarang," ucap Kayla yang menunduk sambil memegang perutnya.
" Nona tapi," ucapannya terpotong.
" Kumohon buk bawa aku pergi sekarang," Kayla sudah hampir menangis.
__ADS_1
Kali ini dia mendapatkan rasa malu yang sangat besar. Dia juga mendapati dirinya jauh berbeda dengan Antoni, kini dia mulai merasa bimbang akan kepantasan dirinya sendiri.
Kayla dipermalukan oleh seorang wanita didepan umum dan lebih parahnya itu adalah kantor suaminya sendiri. Bahkan semua orang hanya melihatnya saja, tidak ada satupun yang perduli dengannya. Disaat seperti itulah Kayla benar-benar membutuhkan Antoni, berharap dia akan datang membantu dirinya keluar dari masalah dan juga rasa malunya.
Kini rencana membuat kejutan untuk Antoni justru berubah menjadi sebuah kejutan tak terduga bagi dirinya sendiri.
Setelah Kayla pergi Wanita itu segera masuk kedalam lift dan menekan tombol menuju kelantai ruangan presedir.
" Kak Antoni," ucapnya semangat ketika masuk kedalam ruangan Antoni.
" Maaf nona, siapa yang mengizinkan anda masuk kemari," sekertaris Kim segera mencegah wanita itu.
" Kau siapa memang nya aku ingin bertemu dengan kak Antoni," berlari mendekati Antoni.
" Siapa kau," tanya Antoni datar.
" Kau lupa denganku kak, aku adalah Mira temanmu sekaligus cinta pertamamu kau senang bukan sekarang aku sudah kembali," ucapnya girang.
" Mira siapa," Antoni sama sekali tidak mengingat nama itu.
" Apa maksudmu kak, aku juga adalah tunanganmu, aku hanya pergi beberapa tahun dan kau melupakanku begitu saja," ucapnya merenggut.
" Maaf mungkin aku lupa, tapi harap jaga bicaramu," ucapnya dengan nada yang sangat datar.
Sekertaris Kim yang hanya memperhatikan tiba-tiba mendapatkan sebuah telfon dari bik Sum.
" Baik kami akan segera kesana," sangat panik.
" Tuan muda ada yang terjadi dengan nona muda," ucapnya kepada Antoni.
Antoni langsung membulatkan pupil matanya kemudian segera berdiri dari duduknya.
" Ada apa dengannya Kim jawab aku," ucapnya sangat panik.
" Saya juga belum tahu kronologis kejadiannya tuan muda, lebih baik kita segera kerumah sakit sekarang,"
Antoni ingin pergi namun Mira menahannya.
" Kak Antoni kau mau kemana, apa kau tidak merindukan diriku," memegang tangan Antoni.
Antoni kehabisan kesabarannya kemudian segera melepaskan tangan gadis itu dengan kasar.
" Kim bereskan wanita ini," ucapnya segera keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Antoni sangatlah khawatir dengan kondisi istrinya, bagaimana bisa dia masuk rumah sakit padahal pagi tadi dia masih baik-baik saja.
"Kim lebih cepat apakah kau baru belajar menyetir hah," membentak sekertaris Kim karena sangat panik.
" Ahh kenapa kau selalu membuatku cemas Kayla, kau hampir membuatku gila kau tau itu," ucap Antoni yang kini duduk disamping ranjang istrinya yang masih tidak sadarkan diri.
***
" Jelaskan," ucap Sekertaris Kim kepda Bik Sum.
Bik Sum yang mengerti maksud dari pria ini segera menjawab.
Bik Sum menjelaskan kronologi kejadiannya dengan sangat detail.
Antoni yang mendengar itu mengepalkan tangannya.
" Kim cari tahu siapa wanita itu, berani sekali dia melakukan ini kepada istriku. Tidak boleh ada seorangpun yang menganggu istriku bahkan hanya menyentuhnya seujung kuku saja," menahan amarahnya.
" Baik tuan muda," segera meninggalkan ruangan.
" Kayla," para wanita dari keluarga Antoni masuk dengan raut wajah yang sangat khawatir.
" Antoni bagaimana ini bisa terjadi," tanya nenek sangat khawatir.
" Ini semua salah Antoni nek, Antoni gagal menjaga Kayla dan juga anak kami," ucapnya.
" Tidak nak, semua akan baik-baik saja," menepuk bahu Antoni.
" Dedek bayi gak papakan paman," tanya Clara yang mulai menangis melihat Kayla.
" Clara sayang bibik dan dedek bayi baik-baik saja, Clara tidak usah khawatir yah. Ayo ikut dengan bik Sum saja," ucap Bik Sum yang mengajak Clara untuk keluar dari ruangan itu.
" Antoni apakah kondisi Kayla dan bagi kalian baik-baik saja,"
" Kata dokter kondis kandungan Kayla saat ini sangat lemah nek, jika stres sedikit saja atau terjadi benturan lagi kami bisa," tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
Nenek segera memeluk Antoni.
" Sudah nak, nenek tidak pernah melihatmu menangis seprti ini. Lalu kenapa kau menangis seperti ini sekarang. Bukankah kau pria tidak berperasaan hah," ucapnya sambil mencoba .engjibur Antoni.
Untuk pertama kalinya Antoni benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaannya, dia kini benar-benar merasa rapuh, bahkan air matanya saja terus mengalir tanpa henti-hentinya.
***
__ADS_1
Sementara itu disisi lain sekertaris Kim sudah mendapatkan bukti yang jelas dan juga identitas dari wanita yang bernama Mira itu.
" Kau pasti akan habis ditanganku sekarang, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti tuan muda dan juga nona muda," ucap Sekertaris Kim yang mengepalkan tangannya yang menggenggam sebuah foto hingga foto itu menjadi remuk.