
Hari ini Kayla dan Antoni kembali menjalankan rutinitas mereka seperti biasa. Setelah sarapan Kayla akan mengantar Antoni hingga keluar, kemudian dia akan berangkat menuju toko rotinya.
Didalam bis.
Fyuhhh. sepertinya sekarang ini lebih banyak orang yang menaiki bis, Ahhh jadi sangat padat dan juga sesak sekali rasanya. Aku ingin naik taksi saja, tapi aku tetap harus menghemat uangku bukan. Meskipun Antoni memberiku uang bulanan yang jumlahnya bahkan cukup untuk membeli pesawat, tapi tetap saja aku tidak boleh ceroboh. Jika dia memintaku mengganti semua uangnya nanti maka habislah aku nanti. Berfikir didalam hati.
Saat Kayla sudah sampai di tokonya, seperti biasa dia sibuk melayani para pelanggannya.
***
Sementara Antoni sejak pagi senyum diwajahnya itu tidak pernah memudar.
Jika tuan muda selalu seperti ini, maka semua urusan pasti akan terselesaikan dengan cepat kan. Fikir sekertaris Kim, sambil memperhatikan tingkah tuannya dari ruang kerjanya.
"Ahhhh kenapa fikiran ku hanya tentang gadis bodoh itu sekarang," sambil terus tersenyum membayangkan wajah manis Kayla.
"Rasanya aku ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengannya, aku ingin sekali melihat wajah bodohnya itu. Ahhhh kenapa waktu lama sekali sih," berbicara sendiri.
Lihatlah bahkan tuan muda saja sudah mulai berbicara sendiri, untung saja tidak ada orang lain di lantai ini. Jika tidak mereka pasti akan menganggap tingkah laku tuan Antoni ini sangat aneh, atau bahkan mungkin mereka akan menganggap jika tuan Antoni sudah gila. Sekertaris Kim lagi-lagi berargumen dalam fikirannya.
_________________
Readers: Thor skip aja lah, pengen liat mereka romantis romantisan lagi.
Author: Sabar dong, author bingung nih bikin alurnya, apalah daya author yang jomblo ini harus membuat adegan romantis untuk Antoni dan Kayla. Jadi kalau masih gak garcep maklumin aja ya.
Readers: Aelah Thor pake curhat segala lagi, buruan napa.
Author:Ia, ia gak sabaran banget sih, lanjut lah.
__ADS_1
______________
Saat ini Kayla sudah ada dirumah. Dia memutuskan berkeliling rumah karena semenjak dia datang kemari Kayla tidak pernah sempat berkeliling rumah.
Wahhh rumah ini benar-benar sangat lah besar, bahkan kakiku saja sudah pegal karena berjalan terus. Ruangan dirumah ini juga banyak sekali, ada aula ada ruang GYM ada ruang musik ada ruang koleksi khusus lukisan dan karya seni ada tempat khusus untuk minum teh ada kolam renang, dan bahkan ada bioskop pribadi dirumah ini. Ahhhh jiwa kampungan ku meronta ronta.
Saat Kayla asik berkeliling dia menemukan sebuah tempat yang sangat indah.
"Wahhh ini benar-benar luar biasa, cantik sekali disini. Bunga-bunganya juga sangatlah indah. Aku bahkan tidak pernah melihat tempat seindah ini," Kayla menemukan sebuah taman dibelakang rumah.
"Kemarin saat aku masuk melalui tembok belakang aku tidak terlalu memperhatikan jika ada taman seindah ini ditempat ini," masih asik menikmati pemandangan taman itu.
"Jika kau suka, kau bisa kemari setiap hari,"
Seseorang tiba-tiba saja datang mengejutkan Kayla.
Kayla berbalik dan ternyata orang itu adalah Antoni.
"Bukan itu jawaban yang ku inginkan dari mu,"
Ehh lalu dia ingin jawaban yang seperti apa, dasar pria aneh.
"Lalu??," tidak tahan untuk bertanya, karena memang tidak mengerti maksud Antoni.
Mendekatkan wajahnya kearah wajah Kayla, Hingga nafas mereka kembali bersatu.
Apa ini kenapa jantungku kembali berdetak cepat, hei diamlah bagaimana jika dia mendengarnya. Aku pasti akan sangat malu nanti. Kayla berusaha menahan wajahnya yang sudah mulai memerah.
"Apa kau masih belum terbiasa dengan diriku, maksudku adalah aku menginginkan jawabanmu tentang apakah kau suka dengan taman ini," berbicara dengan jarak yang sangat dekat.
__ADS_1
"I.... iya saya sangat suka," terbata-bata menjawab karena gugup.
Mata mereka kembali bertemu, namun dengan segera Kayla mengalihkan pandangannya.
"Bagaimana dengan ku, apa kau menyukaiku," mengalihkan pandangan mata Kayla untuk menatap matanya juga.
Apa yang aku dengar barusan tidak salah, dia bertanya apakah aku menyukainya.
Melihat ekspresi Kayla yang sudah sangat malu Antoni segera menjauhkan wajah mereka.
"Kenapa dengan wajahmu itu hah, kau sudah seperti kepiting rebus saja," tertawa sangat keras.
Kayla memegang pipinya yang merah. Memang saat ini Kayla benar-benar dibuat salah tingkah oleh pria menyebalkan yang ada didepannya ini.
"Apa yang kau fikirkan aku bertanya apakah kau menyukaiku sebagai tuanmu yang baik, yang mengizinkan mu datang ketaman ini setiap hari. Memang apa yang kau fikirkan jangan-jangan kau berfikir aku akan menciummu ya," kembali tertawa sangat keras.
Melihat Antoni yang menertawakannya Kayla langsung berjalan masuk kedalam rumah. Namun saat berada disamping Antoni gadis itu menginjak kaki Antoni dengan sengaja, melampiaskan kekesalannya kepada pria itu. Dia bahkan mungkin tidak sadar akan perbuatannya itu.
"Heyy berani sekali kau menginjak kaki ku," teriaknya kepada Kayla yang sudah berlalu masuk kedalam rumah, tanpa memperdulikannya.
"Hei gadis mesum kemari kau, berani sekali kau menginjak kaki ku aku pasti akan menghukummu atas perbuatanmu ini," mengejar Kayla.
Kayla terus berjalan tanpa memperdulikan ancaman Antoni kepadanya.
***
Kayla menaiki tangga dengan setengah berlari, dia takut Antoni akan menyusulnya dan memberikannya hukuman atas perbuatannya tadi.
Apa yang sebenarnya aku fikirkan tadi, apakah aku sudah gila kenapa aku sampai berani menginjak kakinya itu. Ahh siapapun tolong selamatkan aku.
__ADS_1
Sementara itu Antoni berjalan sambil tersenyum lebar menyusul Kayla.
Rupanya sekarang kau sudah benar-benar berani.