Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
pulang dan gaun putih


__ADS_3

Akhirnya setelah dua hari lamanya menahan rasa rindunya terhadap Kayla, Antoni kini bisa bertemu lagi dengan istrinya itu.


Dengan menggunakan pesawat pribadinya ia terbang menuju ke kota XX untuk menjemput istrinya disana.


Sepanjang perjalanan Antoni tidak henti-hentinya menatap keluar jendela sambil tersenyum lebar, bahkan sejak pagi tadi dia terus bersenandung kecil sangking bahagianya.


Antoni melirik sebuah sepasang sepatu kecil yang ada ditangannya.


Nona muda pasti akan tertawa lebar ketika mendapati tingkah laku anda ini tuan muda. Ucap Sekertaris Kim dalam hati.


" Kim berapa lama lagi perjalanan ini, kenapa sangat lama srkali," ucap Antoni tidak sabar.


" Mungkin sekitar satu setengah jam lagi tuan muda," menjawab sekenanya.


" Aisshhh kenapa sangat lama sekali, apakah pesawat ini sudah terlalu tua makanya dia sangat lambat. Kim segera beli pesawat yang baru," perintahnya enteng. ( WOW mau beli pesawat udah kayak mau beli permen aja yah,).


Anda benar-benar sudah dibutakan oleh cinta tuan muda, perjalan ini memang seharusnya membutuhkan waktu segitu. Gumam sekertaris Kim lagi.


***


" Kakak ipar apa kau akan pulang sekarang," rengek Tina ketika melihat Kayla merapikan barang-barang nya.


" Iya Tina, mas Antoni harus bekerja besok. Jadi kami harus kembali hari ini juga kejora Xxx," ucap Kayla sambil merapikan pakaiannya.


" Tapi Kayla bagaimana caramu membawa semua barang ini," tanya Reynata melihat barang yang ada disekitarnya.


" Itulah kakak ipar, aku terlalu berlebihan. Mungkin kemarin aku melampiaskan semua rasa bosanku dengan berbelanja seperti orang kesetanan ini," kesal dengan dirinya sendiri.


" ohh iya kakak ipar kami punya sesuatu untukmu," ucap Tina memberikan sebuah kotak.


" Apa ini," membuka kotaknya dan ternyata isinya adalah.


" inikan gaun yang kemarin, tapi untuk apa,"


" Aku liat kau sangat suka dengan gaun itu, jadi kami belikan saja untukmu," ucap Reynata.


" Tapi untuk apa juga, aku bahkan sudah menikah. Jika mas Antoni melihat gaun ini dia pasti akan berfikir jika aku ingin menikah lagi,"


" Kakak ipar, jadilah orang yang romantis sedikit, sebentar lagikan acara pernikahanku bagaimana jika kau dan kak Antoni juga ikut menikah lagi," ucap Tina yang membuat Kayla terkejut.


" Tidak, tidak mungkin seperti itu. Lagi pula apa gunanya kami ini sudah menikah bahkan kami juga sudah mau memiliki anak," tolak Kayla.


" Kenapa tidak, aku tidak hadir di pernikahan kalian yang pertama tapi aku bisa hadir di pernikahan kalian yang kedua bukan," tambah Reynata menyetujui perkataan adiknya.


" Tidak kakak ipar, lagi pula akan aneh jika aku memakai gaun pengantin ini. Kau lihat sendirikan perutku sudah semakin membesar," mengelus perutnya yang sudah mulai buncit.


" Kalau begitu percuma saja dong kita membeli gaun itu," kecewa.

__ADS_1


" Eh kau tidak bisa memakai gaun itu didepan umum dan menikah lagi dengan Antoni, tapi kau bisa memakainya dihadapan suamimu itu. Buatkan dia kejutan, Antoni pasti akan semakin mencintaimu,"


" Tanpa melakukan itupun dia sudah sangat mencintaiku kakak ipar, sebentar lagi aku akan memberikan seorang anak untuknya," ucap Kayla dengan bangga.


" Sudahlah kak, percuma saja mengatakan semua hal itu. Kakak ipar sudah mendapatkan semuanya bukan,"


Kayla hanya mengangguk setuju, sekaligus merasa bangga dengan dirinya karena telah mendapatkan sebuah cinta dari Antoni.


Tina dan Reynata keluar dari kamar itu meninggalkan Kayla yang menatap gaun putih didalam sebuah kotak.


Tapi sepertinya tidak ada salahnya membuat mas Antoni semakin mencintaiku. Tidak ada salahnya bukan membuat dia jatuh cinta sekali lagi denganku. Menatap gaun itu sambil tersenyum.


***


"mas Antoni," Kayla berlari masuk kedalam pelukan suaminya yang baru saja datang.


" Hei sudah mas bilang jangan berlari seperti itu bukan," ucap Antoni membalas pelukan istrinya.


" Antoni kau sudah kembali," ucap nenek.


" Wah paman Antoni, dimana oleh-oleh ku," tanya Clara bersemangat.


Antoni melepaskan pelukan Kayla kemudian memindahkan gadis itu disampingnya sambil tangannya merangkul pinggang Kayla.


"Kim," menyebut nama sekertarisnya.


" Clara ini untukmu," memberikan salah satu paperbag kepada Clara.


" Wah terimakasih banyak paman es," memeluk Antoni kemudian berlari masuk untuk membuka oleh-oleh nya.


" ini untuk kakak, ini untuk nenek dan ini untukmu," memberikan semua orang oleh-oleh kecuali Kayla dan Tina.


" Kakak bagaimana denganku, dimana oleh-oleh ku," ucap Tina sambil menjulurkan tangan meminta oleh-oleh nya.


" oleh-oleh mu ada diluar sekarang," menunjuk sebuah mobil yang terparkir dihalaman rumah.


" Kakak apa kau memberikanku mobil baru," mendekati mobil itu dan membukanya.


"Kejutan," ucap seorang pria berdarah campuran inggiris.


" Kau bukankah kau masih berada di negara XX," ucap Tina terkejut karena melihat kini calon suaminya itu kini sudah ada dihadapannya.


" Itu oleh-oleh mu, kau senang bukan," ucap Antoni.


" Ahh terimakasih kakak aku sangat senang," memeluk pria yang akan menjadi suaminya.


" Hei kau berterimakasih kepadaku tapi kau justru malah memeluknya," Antoni menggoda adiknya itu.

__ADS_1


***


Saat ini Antoni dan Kayla sudah berpamitan dengan keluarga mereka.


Antoni membawa Kayla pulang kembali kerumah mereka.


" Fyuh... aku lelah sekali rasanya," merebahkan tubuhnya kekasur.


" Mas bersihkan dulu dirimu itu," mendekati Antoni.


Antoni langsung menarik Kayla kedalam dekapannya.


" Apa kau merindukanku," ucap Antoni.


" Tidak," berbohong.


" Kalau begitu hanya aku saja yang merindukanmu begitu," ucapnya kesal dan langsung berjalan kekamar mandi.


" Kenapa suamiku sangat baperan sekali sih," menggelengkan kepalanya melihat Antoni yang marah.


***


Antoni keluar menggunakan piama malamnya.


Matanya terbelalak ketika melihat seorang gadis yang tengah berusaha menaikkan resleting bajunya.


" Apa ini," mendekat keKayla dan membantunya menaikkan kancing bajunya itu.


" Ahh lihatlah bahkan gaun pengantin saja sudah tidak muat untukku," keluh Kayla kesal.


" Kau sangat cocok sayang, kau itu sangat cantik," meletakkan kepalanya di bahu istrinya.


" Mas apakah kau sudah tidak menyukaiku lagi," tanya Kayla tiba-tiba.


" Apa maksudmu, tentu saja aku masih sangat menyayangimu bahkan semakin hari rasa sayangku tumbuh semakin besar untukmu," mengecup pundak Kayla yang terbuka.


" Tapi aku sekarang terlihat sangatlah gendut, lihat saja perutku ini," mengelus perutnya.


" Kau semakin cantik sayang, semenjak kau hamil kau menjadi semakin mempesona. Bagiku kau adalah satu-satunya wanita paling cantik didunia ini," mengelus perut Kayla.


" Tapi perutku semakin buncit mas," keluhnya.


" Tentu saja, karena kau sedang mengandung anak kita sekarang. Tapi bukankah itu hebat, kau bisa menampung seorang bayi didalam sini," mengelus perut istrinya lagi.


" Tapi untuk apa ini semua sayang," tanya Antoni lagi.


" Aku berencana memberikanmu sebuah kejutan, kakak ipar bilang jika aku memberikanmu sebuah kejutan cintamu akan semakin besar untukku,"

__ADS_1


Antoni tersenyum, dia sudah ingin meledak rasanya karena rasa bahagianya.


__ADS_2