Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
keluar kota


__ADS_3

Kayla kini menatap serius kearah Antoni yang duduk dihadapannya.


" Jadi mas mau pergi," tanya Kayla sekali lagi.


" Iya sayang mas harus pergi, cuman dua hari aja kok," merasa sedikit bersalah.


" Tapikan mas tau kalau dia gak bisa tidur kalau gak dielus dulu sama ayahnya," menunjuk perutnya.


" Ya udah kamu ikut mas aja mau,"


Dengan cepat Kayla menggeleng.


" Tidak mau, jika mas mau pergi maka pergi saja aku tidak apa disini sendiri,"


" Sayang jangan bilang begitu jadinya aku semakin gak mau pergi,"


" Pergi aja mas, itukan urusan pekerjaan. Aku gak papa kok disini lagi pula ada bik Sum dan juga para pelayan yang lain kan,"


" Kalau begitu aku akan menyuruh kakak atau Tina untuk menemanimu," ingin menelpon kedua saudarinya.


_____________


Author: Kakak Antoni sudah kembali beberapa bulan yang lalu, kini dia sudah berubah menjadi wanita yang lebih bijaksana daripada sebelumnya, dia juga kini menjadi salah satu disainer terkenal. Perceraiannya dengan suaminya juga sudah beres, dan kini dia telah melanjutkan hidupnya dengan putri kesayangannya.


Sementara itu Clara kini sudah tidak lagi haus akan kasih sayang seorang ibu, karena kini mamanya selalu ada untuknya.


Untuk Tina sebentar lagi dia akan melangsungkan sebuah pernikahan dengan salah satu kawan lama dari Antoni.


Untuk nenek sendiri dia masih sangat sehat, dan menjadi orang yang paling bersemangat menanti cucuk barunya. Sedangkan ibu tiri Antoni, wanita itu kini semakin dekat dengan Kayla meskipun Antoni dan kakaknya masih sangat tidak menyukai kehadiran dari wanita tersebut. Bahkan sampai sekarang Kayla tidak mengetahui alasan sebenarnya mengapa Antoni begitu membenci wanita yang sangat tulus menyayanginya itu.


____________


Saat Antoni ingin menelfon kakaknya Kayla menghentikannya.


" Tidak usah mas, kakak ipar pasti masih sangat sibuk, dan Tina dia pasti juga sedang sibuk-sibuknya untuk mengurus pernikahannya bukan," mengambil ponsel Antoni.


" Tapi aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian sayang,"


" Kalau begitu aku pulang kerumah utama saja yah, disana akan banyak orang yang menjagaku," berharap Antoni mengizinkannya untuk pergi kerumah utama di kota XX.


Antoni terlihat menimbang kembali tawaran Kayla itu, jika biasanya dia akan langsung menolaknya karena takut Kayla kelelahan jika berada disana apalagi gadis yang super aktif ini pasti akan sibuk membantu adik iparnya mempersiapkan pernikahan


" Baiklah, aku akan mengantarmu dulu kesana," akhirnya Antoni menyetujuinya.


Kayla tersenyum bahagia, akhirnya kebebasannya sudah ada didepan mata meskipun hanya dua hari saja.


" Terimakasih suamiku sayang," mengecup pipi Antoni kemudian kembali berbaring.

__ADS_1


Antoni tersenyum malu dengan wajah yang memerah.


Hemm suami sayang. Pria itu mengulang kata-kata Kayla tadi sambil ikut berbaring dan memeluk istrinya.


Esoknya sesuai dengan janji Antoni mereka bersenang-senang seharian di taman bermain, namun tetap saja Antoni tidak mengizinkan Kayla untuk melakukan hal yang menurutnya tidak akan baik bagi istrinya.


Dan lagi-lagi taman bermain itu tidak ada satupun pengunjung yang datang selain mereka.


Disetiap sisi juga ada para pengawal dengan pakaian hitam mereka yang selalu berjaga setiap saat. Wahana-wahana yang disukai Kayla tidak beroperasi karena perintah dari Antoni, dan itu semua dia lakukan hanya karena satu alasan yaitu tidak ingin terjadi sesuatu sekecil apapun kepada istrinya.


***


Kini Kayla sedang sibuk merapikan pakaian yang akan dia bawa besok, tidak lupa gadis itu juga merapikan pakaian suaminya.


Ada sepasang tangan kekar yang memeluk Kayla dari belakang.


" Sudah kubilang bukan kau tidak boleh berkerja, dirumah ini masih sangat banyak pelayan sayang," meletakkan kepalanya dibahu Kayla.


" Tapi aku lebih suka melakukan semuanya sendiri mas, lagi pula melakukan hal kecil seperti ini adalah impianku sejak dulu," tersenyum kecil mengingat semua mimpinya dulu.


" Impianmu, impian apa," menghirup dalam aroma levender yang berasal dari tubuh istrinya.


" Sewaktu aku masih remaja aku pernah bermimpi ketika aku menikah nanti aku akan menyiapkan pakaian suamiku, kemudian aku juga akan memasak makanan untuk suami dan anak-anak ku. Aku juga pernah bermimpi memiliki keluarga kecil yang bahagia hidup sederhana tapi semua anggota keluarga ada bersama," menceritakan semua mimpinya dulu


" Kau memang bukanlah wanita biasa," ucap Antoni pelan.


" Iya jika wanita pada umumnya akan mengimpikan sebuah kenyamanan dengan pria tampan kaya raya. Kebanyakan wanita pasti memimpikan hidup mewah dan nyaman tidak perduli apakah keluarganya utuh ataukah tidak," mencium leher Kayla.


Kayla tersenyum mendengar perkataan suaminya.


" Aku bukanlah berbeda mas, kau tumbuh dilingkungan yang hebat jadi mungkin kau terbiasa menemui wanita karir atau wanita yang sangat mencintai uang dari pada dirinya sendiri. Tapi sebenarnya diluar sana masih banyak sekali wanita biasa sepertiku. Kami tidak akan berani bermimpi tinggi kami hanya akan mengharapkan sebuah keluarga kecil yang bahagia," mengelus rambut Antoni yang pemiliknya masih asik menghirup aroma tubuh Kayla.


" Kalau begitu akulah yang beruntung bisa mendapatkan wanita sepertimu," semakin mengeratkan pelukannya.


" Hemm aku rasa kita sama-sama beruntung," kembali melanjutkan pekerjaannya.


***


Hari ini tidak seperti biasanya Antoni bersikap lebih pendiam, dia tidak melarang Kayla untuk melakukan sesuatu seperti biasanya.


" Mas dasimu miring," segera memperbaiki dasi suaminya.


" Hemm,"


" Ada apa," tanya Kayla lembut, karena ada sesuatu yang tidak beres dengan suaminya.


" Aku tidak ingin meninggalkanmu," langsung memeluk Kayla.

__ADS_1


" Itukan hanya dua hari saja mas," mencoba menghibur Antoni.


" Tapi kita tidak pernah berpisah jauh,"


" Sudahlah tuan Antoni, jangan seperti ini ayo kita harus segera berangkat," menarik tangan Antoni untuk keluar dari kamar.


Mereka telah sampai kerumah utama kelaurga Wijaya. Antoni bersikeras untuk mengantar Kayla lebih dulu dan memastikan istrinya akan baik-baik saja disana.


" Mas pergilah, sekertaris Kim sudah menunggumu sejak tadi," ucap Kayla karena Antoni tidak mau juga melepaskan genggaman tangannya.


" Kak Antoni bucin banget dah," ejek Tina kepada kakaknya.


" Hei anak kecil memangnya kau tau apa hah," membalas perlakuan adiknya.


" Aku bukan anak kecil, aku akan segera menikah juga, tapi suamiku tidak akan sebucin kakak," menjulurkan lidahnya kemudian berjalan masuk.


" Paman Antoni menangis yah," ucap Clara melihat Antoni seperti mengeluarkan air mata.


Kayla segera melihat kearah suaminya begitu Clara mengatakan itu.


" Mas kau menangis," ikut bertanya.


" Tidak," berbohong.


Kayla hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


" Itu tuh kalau gak pernah pisah sama istrinya nempel terus kayak perangko," kini kakak Antonilah yang mengejek pria itu.


" Pergilah mas aku tidak apa disini, lagi pula disini ada nenek, mama kakak ipar, Tina, Clara semua keluarga ada bersamaku bukan,"


" Aku tidak mengkhawatirkan dirimu lagi sekarang, tapi aku mengkhawatirkan dirimu sendiri. Bagaimana bisa aku tidak melihat wajahmu selama dua hari,"


" Huekkk ayo Clara mama gak tahan ngeliat kebucinan makhluk yang dirasuki cinta itu," mengajak putrinya untuk masuk menyusul Tina.


" Mas pergilah sekarang yah, aku akan menelfonmu terus agar kau tidak merasa kesepian nantinya,"


" Baiklah," memeluk Kayla sekali lagi.


" Kabari aku terus yah, dan ingat jangan sampai kau kelelahan kau mengerti,"


" Iya mas, kau hati-hati yah," mengecup bibir Antoni sekilas.


Dengan langkah berat Antoni meninggalkan Kayla, dia merasa sangat tidak nyaman meninggalkan istrinya.


Sementara itu setelah Antoni pergi.


" It's time to party kakak ipar," ucap Tina semangat.

__ADS_1


" Yes sure," balas Kayla tidak kalah semangatnya.


__ADS_2