
Ketika mobil berhenti Kayla segera turun dan berlari masuk kedalam rumah, kali ini firasatnya benar-benar tidak enak. Bukan karena membayangkan amarah Antoni tapi lebih karena merasa lebih mengkhawatirkan kondisi Antoni, saat Kayla mendengar kabar jika Antoni belum makan seharian ada rasa bersalah yang cukup besar pada diri Kayla.
Kini dia sudah menaiki tangga dengan terburu-buru. Kemudian berlari lagi disepanjang lorong menuju kamarnya. Hingga ia berhenti dihadapan sebuah pintu berwarna putih berukir.
Kayla menarik nafas dalam kemudian membuka perlahan pintu itu.
"Nona anda sudah datang," ucap sekerataris Kim yang melihat kedatangan Kayla.
Kayla melirik ke arah kasur, disana ada seorang pria dan juga seorang wanita berpakaian putih yang sedang menangani Antoni.
"Sekertaris Kim apa yang terjadi," berbisik kepada sekertaris Kim.
"Sebaiknya anda sekarang melihat kondisi tuan Antoni nona," ucapnya dingin.
Kayla mendekati kasur, kemudian dia melihat Antoni yang memejamkan matanya.
"Mas," lirihnya.
" Kau sudah sampai nyonya besar," ucapnya dingin dan membuka matanya.
"Maaf mas," Kayla lagi-lagi meminta maaf entah sudah keberapa ribu kalinya dia mengucapkan kata itu setelah menikah dengan Antoni.
"Pergilah aku tidak apa-apa," mengalihkan pandangannya.
Apakah dia benar-benar marah kepadaku. Kenapa rasanya sangat sesak sekali.
"Dokter apa yang terjadi kepadanya," menahan tangisnya dan bertanya kepada dokter.
"Ahh tuan Antoni tidak apa nona tidak usah khawatir hanya kelelahan dan asam lambunya sedikit naik," jelas dokter itu.
"Apa maksudmu dokter aku sekarang sangat sakit, sakitku parah bukan," sudah mulai marah.
"Iya iya baiklah anda sedang sakit tuan Antoni, jadi makanlah sekarang tuan,"
"Tidak aku tidak nafsu makan," ucapnya dingin.
"Mas kau harus makan lebih dulu bukan, kau bisa menghukumku sesukamu tapi tolong makanlah," memohon kepada Antoni.
"Tidak ada gunanya aku menghukummu, hanya akan membuang-buang tenaga dan juga waktuku karena kau pasti akan mengulanginya lagi nanti," masih sangat dingin.
"Maaf mas," menunduk karena merasa bersalah.
"Kalau tuan Antoni tidak ingin makan maka kita bisa menyuntiknya agar energinya kembali lagi," ucap dokter itu.
Antoni terkejut dengan perkataan dokter pribadinya itu, dokter itu sudah lama mengenalnya dan pastinya dia tahu jika Antoni sangat takut dengan jarum suntikan.
"Tidak aku tidak mau disuntik," mulai gusar.
"Mas anda harus mendengarkan kata dokter bukan, tidak usah memperdulikanku anggap saja aku tidak ada tapi kau harus disuntik agar kau sehat lagi," ucap Kayla.
__ADS_1
Sekertaris Kim yang berdiri di dekat pintu tersenyum mendengar hal itu, dia tau betul jika Antoni adalah pria yang tidak takut dengan apapun kecuali jarum suntik.
Tuan sepertinya rencana anda untuk membuat nona Kayla khawatir gagal justru anda sendirilah yang sangat khawatir sekarang. Bergumam didalam hatinya.
"Baiklah aku akan makan saja," ucapnya cepat.
Dokteri itupun tersenyum dia sudah tau jika rencananya pasti berhasil.
"Baiklah anda makanlah yah dan ini obatnya saya akan pergi sekarang,"
Akhirnya dokter dan juga asistennya itu diantar oleh sekertaris Kim.
"Aku akan mengambilkan makanan yah mas," bangun dari duduknya.
Saat Kayla ingin keluar dia melirik meja dekat didekat sofa yang sudah penuh makanan.
Apakah ini makanan pagi siang dan juga malam yang disajikan untuk tuan Antoni. Tapi kenapa belum dibawa keluar dan ini juga masih hangat seharusnya kan sudah dingin. Ada hal yang sedikit aneh disini. Mendekati meja itu.
"Kenapa, apa kau sudah sadar akan kesalahanmu sekarang,"
Kayla mengambil salah satu piring makan, dia membawakannya kepada Antoni.
"Mas makanlah sekarang setelah itu minum obat,"memberikan piring.
"apa kau fikir aku bisa memegang piring itu sendiri hah," jawabnya ketus.
"suapi aku," masih dingin
"Kenapa kau melakukan ini," tiba-tiba Kayla bertanya.
"Apa yang aku lakukan hah, seharusnya aku lah yang menanyakan pertanyaan itu untukmu,"
"Aku serius mas, kenapa kau mogok makan seperti ini, apa kau marah kepada ku tapi karena apa, apalagi kesalahanku. Mungkin aku pulang tidak tepat waktu dan juga lupa memberimu kabar tapi bukan berarti kau sampai mogok makan seperti ini bukan, atau kau marah juga karena tadi pagi aku pergi diluan dan tidak mengabarimu begitu,"
Antoni hanya diam.
Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya aku lakukan. Kenapa aku tidak mau makan apapun ketika tidak ada kau, kenapa aku harus membuat diriku menderita sendiri menunggumu pulang. Aku bahkan melakukan sandiwara sakit ini untuk mendapatkan perhatianmu. Aku khawatir kepadamu ketika kau telat pulang dan tidak ada kabar sama sekali. Aku bingung pada diriku sendiri kenapa aku selalu ingin berada di dekatmu memelukmu seharian. Aku juga tidak mau tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Kau menghancurkan semua pendirianku kau meruntuhkan tembok pembatas ku dengan kehidupan luar.
Dan kini aku sadar jika aku mencintaimu, aku telah jatuh cinta kepada istriku. Semua itu hanya diucapkan Antoni didalam hati.
"Mas kenapa kau hanya diam saja jawab aku," bertanya lagi.
"Karena... sudahlah tidak penting aku memberitahumu bukan,"
"Baiklah lalu jawab ini apa kau sedang bersandiwara sekarang,"
"apa maksudmu,"
"kau sendang berbohong kepadaku jika kau sakitkan,"
__ADS_1
Memang benar jika Antoni sudah merencanakan ini karena ingin melihat reaksi lucu Kayla yang khawatir kepadanya, tapi sebenarnya dia memang benar-benar sakit sekarang.
"Jadi benarkan, kau tau aku meninggalkan pekerjaanku karena aku sangat khawatir kepadamu, kau tau aku sangatlah sibuk hari ini aku sangat lelah tapi kau malah mempermainkan ku seperti ini," tidak menyangka dengan Antoni.
"Dengarkan aku dulu,"
"Sudahlah lupakan saja makanlah dulu sekarang," menyuapi Antoni.
"Kayla," mencoba menjelaskan lagi.
"Buka mulutmu mas," dengan nada dingin.
Akhirnya Antoni membuka mulutnya dan dia makan dengan disupi oleh Kayla.
Kenapa jadi seperti ini, aku tidak berfikir jika dia akan sangat marah sekarang. Apakah sepenting itu pekerjaannya. Antoni merasa bersalah.
"Sudah sekarang makan obatmu," memberikan obat. kepada Antoni.
"Apa kau marah kepadaku,"
"Tidak,"
"Bohong, jika kau tidak marah sikapmu tidak seperti ini,"
"Aku tidak marah mas aku hanya tidak suka dengan sikap kekanakanmu ini. Karana sikapmu itu kau menyakiti dirimu sendiri,"
"maaf aku Fikir kau sengaja menghindari ku,"
"Untuk apa aku menghindarimu,"
"ku fikir kau terganggu karena peristiwa kemarin malam,"
"Untuk apa aku terganggu dengan hal itu,"
"Maaf tapi aku tidak suka jika kau menghindariku,"
"Lalu kau fikir aku suka melihatmu seperti ini, sudahlah lupakan saja makanlah obatmu setelah itu istirahatlah," memberikan gelas berisi air dan juga obat kepada Antoni.
Setelah Antoni meminum obatnya dia segera berbaring dan Kayla memakaikan selimut padanya.
Disaat Kayla akan pergi Antoni memegang tangannya.
"Jangan pergi tidurlah disini,"
"Iya aku tidur disini, tapi aku akan mengganti bajuku dulu,"
Akhirnya Antoni melepaskan genggaman tangannya. Dia tersenyum sekilas merasa lega karena kayla tidak marah lagi kepadanya.
Ahhh kenapa aku yang selalu merasa bersalah seperti ini meskipun dialah yang membua kesalahan. Dan ujung-ujungnya pasti aku lah yang akan meminta maaf. Aku memang tidak pernah bisa marah kepada istriku itu.
__ADS_1