
Ini sudah dua hari semenjak insiden itu, Sikap Antoni kepada Kayla benar-benar berubah drastis.
Pria itu benar-benar menunjukkan kasih sayangnya untuk istrinya. Namun bagi Kayla yang sedikit polos dan bodoh itu menganggap semua perhatian Antoni untuknya hanya untuk menjaga barang yang ia dapatkan dari balasan atas jasa keluarganya yang memberikan bantuan besar kepada keluarga Kayla, sehingga bisa disebut gadis ini adalah gadis penebus hutangnya. Bukankah itu yang dikatakannya dulu disaat awal pernikahan mereka.
Kayla sudah boleh pulang kerumah. Namun dia masih ingin menemui ayahnya terlebih dahulu. Namun dia tidak ingin ada acara pengawalan seperti kemarin. Dia ingin menjadi Kayla gadis biasa yang mengunjungi ayahnya dirumah sakit, bukan istri dari seorang presedir ternama dinegara ini.
Sejak pagi dia terus mencari alasan agar Antoni mau meninggalkannya dan pergi kekantor. Agar dia bisa dengan leluasa menemui ayahnya.
"Mas, bukannya selama dua hari ini anda tidak bekerja sebaiknya anda pergi bekerja sekarang," ucapnya dengan harapan Antoni akan mendengarkannya.
Memang Antoni sudah tidak bekerja selama dua hari ini, dia hanya sibuk mengurus istrinya. Tidak ingin meninggalkannya sedikitpun. Sehingga sekertaris Kim lah yang mengurus semua pekerjaannya.
"Tidak, Kim yang akan mengurus urusan kantor untuk sementara,"
"Tapi," ucapnya dengan wajah penuh harap.
"Ada apa, apa kau berusaha kabur dariku jika aku meninggalkanmu," mengintrogasi istrinya.
Memang aku memiliki keberanian seperti itu apa, aku juga masih punya rasa takut kali. Aku hanya ingin menemui ayahku dengan tenang. Karena selama kau masih ada disana, suasananya benar-benar berbada, ibu selalu menatapku dengan tatapan yang penuh tanda tanya. Dan parahnya dia selalu berpura-pura baik kepadaku didepanmu. Sungguh itu semua sangat membuatku tidak nyaman tau. Gerutu Kayla dalam hati.
"Tidak, aku tidak mungkin bisa kabur darimu," ucapnya dengan lantang.
"Tidak bisa, berarti kau memiliki niat untuk kabur dariku hah," dengan nada penuh tanda tanya.
"Tidak, aku tidak akan pergi darimu selama kau tidak membuang ku," jelasnya.
Itu kan yang kau inginkan, agar kau bisa terus menyiksaku sampai kau bosan.
Mendengar jawaban istrinya, hati Antoni terasa berdenyut.
Jadi kau benar-benar berfikir aku akan membuangmu, apa aku sekejam itu dimatamu. Ucapnya dalam hati.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi bekerja, aku akan menyuruh para pengawal dan para dokter itu untuk menjagamu,"
"TIDAK," ucapnya berteriak.
Antoni seketika memelototi Kayla.
__ADS_1
"Tidak, maksudku adalah kau tidak perlu menyuruh para pengawal ataupun dokter atau siapapun juga untuk menjaga ku. Aku benar-benar tidak akan kabur darimu sungguh. Aku akan pulang kerumah tepat waktu,"
"mau kemana kau hah, kau tau kan kau harus istirahat, kau tidak boleh banyak bekerja kau mengerti," tekannya.
"Tidak, aku tidak akan bekerja aku hanya akan menemui ayah saja. Itu saja,"
"Apalagi itu, aku tidak mengijinkan mu bertemu dengan keluargamu jika kau hanya sendiri saja,"
" tapi kenapa, Aku harus menemui ayahku,"
"Bukankah dia tidak akan perduli juga apakah putrinya akan datang atau tidak,"
Mendengar kata-kata Antoni lagi-lagi dada Kayla terasa sesak. Pernyataan tersebut seolah telah menjelaskan dengan tegas jika dia bukan lah putri yang diinginkan.
Kayla segera menyingkirkan perasaan sedihnya, dia tidak ingin merubah keputusannya untuk bertemu dengan ayahnya. Dia tidak perduli jika ayahnya tidak akan perduli atau bahkan mengusirnya nanti.
"Aku mohon mas, biarkan aku bertemu dangan ayahku." dengan wajah yang memohon.
Melihat wajah istrinya yang memohon seperti itu, hati Antoni langsung luluh.
"Baiklah, tapi ingat jika terjadi sesuatu segera hubungi aku,"
"Dan jika ibu tirimu itu mengganggu mu segera sebut nama ku saja, dan hubungi aku,"
"iya, baiklah," diikuti dengan anggukan.
"dan," kata-katanya terputus ketika Kayla meletakkan jarinya dibibir Antoni.
"Ia ia aku sudah faham, kau tenang saja ya aku pasti akan segera menghubungi mu jika terjadi sesuatu. Dan kau tau kan jika aku itu wanita yang sangat kuat,"
Mata Antoni kembali fokus kepada bibir mungil dan merah Kayla, dia menelan salivanya sendiri. Jantungnya terasa berdetak begitu cepat, mengingatkannya akan kejadian tempo hari,"
Ada apa denganku sebenarnya, kenapa aku merasa sangat ingin sekali merasakan bibirnya lagi. Ucap Antoni dalam hati.
Sementara Kayla gadis itu sama sekali tidak sadar jika tindakannya yang berani itu membuat jantung Antoni berdetak sangat cepat, wajahnya bahkan sudah sangat memerah.
Melihat wajah Antoni yang berubah merah, Kayla segara menarik tangannya dari bibir Antoni.
__ADS_1
Bagaimana ini, apa yang sebenarnya sudah kulakukan kenapa aku berani sekali menyentuh bibirnya itu.
Dia pasti sangat marah sekarang, dia kan tidak suka jika ada wanita yang menyentuhnya.
Akhirnya Antoni tersadar dan segera mengalihkan pandangannya, menarik dalam nafasnya berusaha mengendalikan dirinya.
"Ma, maaf tuan saya benar-benar sudah lancang, entah apa yang sudah saya perbuat" ucapnya sambil menunduk.
"Baiklah temui lah ayahmu itu, dan ingat kau harus kembali stelah itu. Jangan kemana-mana dan jangan sampai kau melakukan kesalahan" tekannya sambil salah tingkah.
***
Dengan susah payah Kayla berhasil membujuk Antoni agar mengizinkannya untuk menemui ayahnya sendirian.
Meskipun dengan syarat dia tidak boleh membuat masalah sedikitpun, dan juga jangan sampai pulang terlambat.
Kayla masuk keruangan dimana ayahnya dirawat. Terlihat peria itu masih terbaring tidak sadarkan diri. Dengan alat-alat dokter yang ada disekelilingnya.
Saat Kayla masuk kedalam kamar, ia tidak melihat ibu tirinya, hanya ada perawat dan juga bik Yem pembantu rumah tangga keluarganya.
"Loh tante, ibu kemana??," tanyanya penasaran.
"ibumu pergi keluar kay, sejak kemarin dia belum kembali juga,"
"Kemana, dia pergi. Bukankah seharusnya dia menjaga ayah,"
" Tante juga tidak tahu kay, kemarin ada orang yang datang kemari dan berbicara kepada ibumu, setelah itu wajah ibumu tampak sangat khawatir, dan akhirnya ibumu ikut bersama orang itu," jelas tantenya yang selalu membantunya selama ini.
Kemana ibu pergi, siapa orang yang datang kemari. Kenapa firasat ku jadi tidak enak begini ya. Tutur Kayla dalam hati.
"Ya sudah tan, tante sebaiknya pulang dan beristirahat dulu dirumah, pasti tante lelah kan, biar aku saja yang menjaga ayah disini,"
"Tapi kay, bukannya kamu juga harus istirahat,"
"ahh tidak apa, aku sudah baik-baik saja,"
"Baiklah, tante akan pulang lebih dulu. tante akan membawa pakaian ayahmudan juga makanan untuk makan siang." tuturnya lagi.
__ADS_1
Akhirnya Tante Kayla itupun pulang kerumah untuk mengambil pakaian dan juga makanan. Tinggallah Kayla dirumah sakit sendiri menjaga ayahnya. Gadis itu duduk dikursi dan menatap lekat tubuh ayahnya yang masih terbaring lemah diranjang rumah sakit.