Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2

Cinta Untuk Gadis Penebus Hutang 2
Permintaan kakak ipar


__ADS_3

Kayla membawa Clara kekamarnya, dia mengajak gadis itu bermain disana.


"Bibik kau tau aku sangat senang bermain denganmu, biasanya aku bermain sendirian karena ibu dan ayah sibuk bekerja," menunduk sedih.


"Jadi jika ayah dan ibu Clara bekerja Clara akan tinggal bersama siapa," Kayla bertanya.


"Aku akan tinggal bersama dengan para pelayan dirumah, mereka tidak ada yang mau diajak bermain. Makanya kalau ibu mengajak aku ketempat paman es dan juga ketempat nenek buyut aku sangat senang sekali," melanjutkan bermain dengan mainannya.


Clara adalah anak yang periang, aku tidak tau jika Clara mengetahui masalah keluarganya dia pasti akan sangat sedih. Nasib kami juga tidak jauh berbeda kami sama-sama tidak mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tua, tapi bedanya Clara memiliki paman, bibik dan juga nenek yang sangat menyayanginya. Ucap Kayla dalam hati.


"Bibik lihat ini," menunjukkan bonekanya. " Ini ayah dan ini ibu Clara, ini paman Antoni dan juga bibik Kayla, lalu ini nenek buyut dan juga nenek muda dan yang ini adalah bibik Tina dan juga Clara," menunjukan semua bonekannya kepada Kayla.


"Kita adalah keluarga yang bahagia," tersenyum manis kepada Kayla. " tapi ayah dan ibu sekarang sering bertengkar, ayah sering berteriak kepada ibu dan ibu akan menangis," tiba-tiba saja raut wajahnya berubah sedih.


"Clara sayang kau kenapa menangis sayang," memeluk Clara.


"Bibik kenapa ayah dan ibu sering bertengkar, apakah memang seperti itu suami istri apakah paman es dan bibik juga sering berkelahi, apakah bibik sering menangis gara-gara paman es," masih didalam dekapan Kayla sambil menangis.


"Sayang ada beberapa hal yang akan kau ketahui seiring bertambahnya usiamu, kau pasti akan mengerti nanti. Tapi yang harus kau ketahui sekarang adalah ayah dan ibu sangat menyayangi Clara," mengelus kepala gadis kecil itu, menyalurkan kasih sayangnya.


"Lalu apakah ayah dan ibu akan berpisah," melepaskan pelukan Kayla dan bertanya sambil menatap mata bibinya itu.


"Clara kau dengar dari mana, kata-kata itu," Kayla mulai panik.


"Aku mendengar ibu berbicara kepada temannya di telfon sambil menangis, dia mengatakan akan berpisah dengan ayah. Jawab bik apakah mereka akan meninggalkan Clara,"


"Tidak sayang mereka tidak akan meninggalkan Clara, Clara tidak akan pernah sendirian," memeluk Clara lagi.


Lalu tiba-tiba Antoni masuk kedalam kamar dia melihat Kayla menangis sambil memeluk Clara.


"Mas kau," Kayla menyadari kehadiran Antoni.


Dengan cepat Kayla menghapus air matanya kemudian melepaskan pelukan Clara.


"Ehhh gadis manis tidak boleh menangis, ayo hapus air mata ini karena Clara adalah anak yang baik bukan," menghapus air mata Clara.


Clara mengangguk kemudian menghapus air matanya. Dia melihat pamannya yang berdiri didekat pintu.


"Paman es kenapa kau berdiri disitu, apakah paman menguping pembicaraanku dengan bibik Kayla, paman kan bilang tidak baik mendengarkan pembicaraan orang lain," protes kepada pamannya.


"Paman tidak menguping, paman baru saja datang kemari dan apakah paman tidak boleh tau apa yang kalian bicarakan," berjalan mendekat kearah kasur.


"Tidak boleh ini urusan wanita,"


Kayla tersenyum mendengar perkataan Clara itu.

__ADS_1


"Ehh anak kecil aku tau dari mana kata-kata seperti itu hah," Antoni ikut duduk dikasur.


"Rahasia paman es tidak perlu tau," sambil tersenyum jahil.


"Kau....," memajukan jari-jarinya kearah perut Clara.


"ini paman akan memberikan mu hukuman," menggelitik Clara.


Kayla tersenyum melihat tingkah dua orang itu, Kayla sangat tidak menyangka jika Antoni memeliki banyak sisi, ada sisi dinginnya dan tidak perduli dengan apapun tapi ada sisi penyayangnya.


"Paman hentikan, hahahahahaha, bibik Kayla tolong aku hahahaha," tertawa sangat keras karena Antoni terus menggelitiknya.


"Antoni sudah cukup," berusaha menghentikan Antoni.


Ditengah tawa mereka tiba-tiba saja sekertaris Kim datang mengetuk pintu.


"Tuan nona Reynata ingin bertemu dangan nona Clara," ucap sekertaris Kim yang otomatis menghentikan aktivitas tiga orang itu.


"Ibu dimana paman Kim," tanya Clara dan segera turun dari kasur.


Kayla menatap mata Antoni seolah bertanya ada apa, tapi Antoni hanya menggelengkan kepala, dan dari raut wajahnya sepertinya dia sangatlah sedih sekarang.


Ada apa apa yang akan terjadi sebenarnya.


Akhirnya mereka turun bersama menuju kebawah.


"Ada apa sayang, apa kau senang berada disini," tanya wanita itu, dia berusaha menahan tangisnya sebisa mungkin.


"Iya Bu aku sangat senang bermain dengan bibik Kayla," menunjuk kearah Kayla.


"Kau senang," tanyanya lagi.


Clara menganggukan kepalanya semangat.


"Baiklah kau tunggulah disini ibu ingin berbicara dengan bibik Kaylamu,"


"Baik," duduk disofa.


"Kayla bisa berbicara sebentar,"


Eh apa dia berusan menyebut namaku.


Saat Clara ingin berjalan mengikuti kakak iparnya itu Antoni menahan tangannya.


"Tenang saja Antoni aku tidak akan melakukan apapun kepada istrimu,"

__ADS_1


"Mas biarkan aku bicara dengan kak Reynata yah," berusaha membujuk Antoni. Kayla tau betul jika Antoni tidak suka jika dia dekat dengan kakaknya itu, karena dia tau betul jika Reynata sangat tidak menyukai Kayla.


Akhirnya Antoni melepaskan genggaman tangannya.


***


Kini dua wanita itu berjalan menyusuri taman belakang.


"Kakak ipar ada apa," Kayla berhenti kemudian memberanikan diri untuk bertanya.


"Kayla maafkan sikapku yang dulu yah, aku bersikap buruk kedapamu. Aku juga tidak tahu kenapa bisa mataku tertutup sehingga tidak bisa melihat kebaikanmu, tapi kini aku sadar jika kau adalah wanita yang paling sempurna untuk Antoni," membalikkan badannya menghadap Kayla.


Ehh apa yang terjadi ini.


"Tidak apa kak aku sudah melupakan hal itu,"


"Kayla bisa kau berjanji satu hal kepadaku," menggenggam tangan kedua tangan Kayla.


"A.. apa itu kak," sedikit gugup.


"Bisakah kau menjaga putriku untukku,"


"Apa maksudmu kakak ipar, aku benar-benar tidak mengerti,"


" Kayla jika putriku itu ikut denganku dia pasti akan tau semuanya dan dia pasti akan sangat sedih nantinya, aku tidak ingin melihat putriku sedih. Bisa kau lihat sikap Clara sekarang kan, bayangkan saja jika dia mengetahui semuanya aku bahkan tidak sanggup untuk membayangkannya," mulai menitikkan air matanya.


"Tapi kau akan pergi kemana kakak ipar,"


"Aku akan pergi kesuatu tempat dan menenangkan diriku disana,"


"Tapi Clara pasti tidak akan mau pisah darimu,"


" Maka dari itulah aku menitipkan Clara kepada kalian karena aku tau dengan bersama kau dan juga Antoni Clara pasti bisa merasakan kasih sayang yang selama ini tidak pernah dia dapatkan dari ayah dan juga ibunya,"


"Tapi kakak ipar tidak mungkin aku bisa menggantikan sosokmu Dimata Clara,"


"Ku mohon Kayla hanya sebentar saja, aku benar-benar tidak ingin melihat hidup putriku hancur," terus menangis.


" Tapi kenapa kakak ipar kau tau kan hubunganku dengan Antoni tidak baik, dia tidak mencintaiku,"


"Kau salah Kayla, Antoni sangatlah mencintaimu. Kau fikir dia akan mempertahankan hubungan kalian jika dia tidak mencintaimu. Aku sangat kenal dengan adikku itu dia tidak pernah mengatakan ungkapan kasih sayangnya itu tapi dia membuktikannya dengan tindakannya,"


" Tapi kakak...," ucapannya terpotong.


"Aku mohon padamu,"

__ADS_1


"Baiklah kakak ipar, aku berjanji kepadamu aku tidak akan pernah membiarkan Clara merasa sendiri didunia ini," tersenyum hangat kepada Reynata.


"Terimakasih banyak Kayla, terimakasih banyak," memeluk Kayla.


__ADS_2