
Kayla sedang mengadakan konser dadakan untuk Antoni yang melanggar peraturan yang mereka sepakati bersama.
" Mas kau dengar aku bukan," Ucap Kayla setelah mengoceh selama kurang lebih dua jam itu.
" Iya sayang aku dengar," ucap Antoni menunduk seram.
" Kalau begitu kenapa kau melakukan hal itu, berapa umurmu. Apa kau merasa sangat muda hah," ingin melanjutkan konser yang melibatkan pertaruhan hidup dan mati.
" Aku hanya ingin mencobanya sedikit sayang, lagi pula hanya sedikit tidak banyak kok sungguh," mengangkat dua jarinya.
" Tetap saja mas, bagaimana jika kau sampai Saiki siapa yang akan susah, apa kau berfikir jika aku akan sangat khawatir kepadamu jika kau sakit. Kenapa kau tidak mendengarkanku, sudah kubilang jangan macam-macam kau itu sudah punya anak mas. Jadi kau harus menjaga perbuatanmu itu jangan sampai kau memberikan contoh yang tidak baik untuk anak kita," memberikan siraman rohani untuk suaminya lagi.
" Tapikan Faris juga tidak akan mengerti, diakan masih kecil," bergumam pelan sambil tetap menunduk.
" Kau berani membantah mas," makin meninggikan suranya.
Itulah Antoni seorang pria yang tidak akan menundukkan kepalanya kepada siapapun, yang diluar sana dikenal sebagai penguasa dari segala bisnis, yang berhasil menundukkan semua kepala yang mengusik dirinya. Tapi hanya dengan Omelan dari istrinya ini sudah membuat nyali seorang Antoni yang dikenal tidak takut apapun itu langsung menciut drastis. Kepalanya yang selalu terangkat bangga itu kini menunduk hormat bercampur takut kepada sang istri.
" Sebagai hukumanmu kau tidak boleh tidur dikamar malam ini," ucap Kayla final dan sekaligus menutup konsernya itu.
" Tapi sayang, aku kan gak bisa tidur kalo gak dipeluk sama kamu," menunjukkan wajah memelasnya, sudah seperti anak anjing yang tersesat saja.
" Baiklah ada dua pilihan, pilihan pertama kau tidur diluar pilihan kedua kau haru menulis surat permohonan maaf kepadaku sebanyak seratus lembar," Kayla Yakin jika Antoni pasti tidak akan memilih salah satunya. Jangankan menulis surat permohonan maaf sebanyak seratus lembar, sepuluh kata saja Antoni sudah pasti akan lebih memilih untuk menyuruh sekertaris kesayangannya itu.
" Baiklah aku akan memilih yang kedua saja, lebih baik menulis sebanyak seratus lembar dari pada tidur tanpa dipeluk," ucapnya pasrah.
Kayla meleset, tebakannya salah besar. Ternyata Antoni mau menuruti hukuman yang kedua, padahal jika Antoni tidak mau dia berencana akan menyuruh pria itu untuk memijat seluruh tubuhnya. Kan lumayan dapat pijatan gratis fikir Kayla.
Pukul satu dini hari Antoni masih sibuk dengan pena dan kertas diruangan kerjanya, apa lagi jika bukan menulis permohonan maaf yang jadi hukumannya karena melanggar peraturan yang dibuat Kayla.
Yah, Antoni melanggar salah satu peraturan terpenting yang ada dalam list hitam milik Kayla yaitu meminum minuman alkohol, sebenarnya Antoni hanya penasaran saja bagaimana semua temannya begitu menyukai minuman yang memabukkan itu. Tapi lihatlah karena rasa penasarannya yang tinggi itu justru dia terperangkap didalam hukuman Kayla.
__ADS_1
" Ahhhm. seharusnya aku sekarang sedang tidur sambil memeluk Kayla bukannya sibuk dengan tumpukan kertas ini," menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal sama sekali.
Lengkaplah penderitaan Antoni ketika hujan mulai turun, dan menambah suasana dingin pada malam itu.
" AHHHHHHHH AKU PENGEN DIPELUK KAYLAKU," Jerit Antoni yang frustasi.
Kayla yang ternyata sedang berdiri diambang pintu itu hanya bisa tersenyum begitu melihat suaminya yang begitu frustasi dalam menjalani hukumannya itu.
" Bagaimana sudah jera apa belum," tanya Kayla menghampiri Antoni yang mendaratkan kepalanya di atas meja penuh kertas itu.
" Sayang maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi sungguh," menatap Kayla serius.
" Janji tidak begitu lagi," meyakinkan sekali lagi.
" Iya janji," mengangkat kedua jarinya tinggi-tinggi.
" Baiklah sudah cukup hukumannya, sekarang naik dan istirahatlah kau pasti lelah bukan," membelai Surai hitam suaminya.
" Uduyyyy bayi besarku ini pasti lelahkan, kemarilah. Maafkan aky yah mas sudah menghukum dirimu sekeras ini, tapi kau tau kan ini semua demi kebaikanmu juga. Aku tidak mau kau sampai sakit," mengelus kepala Antoni yang kini tengah berada di pinggangnya.
" Iya sayang, jadi maafkan aku yah. Aku benar-benar tidak akan melakukan kesalahan ini lagi, aku tidak akan mendekati minuman laknat itu apa lagi sampai mencicipinya lagi. Bahkan jika perlu aku akan memusnahkan semua minuman seperti itu, dan aku akan memberhentikan pabriknya sekalian," ucap Antoni dengan entengnya setelah mendapatkan pelukan dari sang istri.
" Sayang aku rasa aku lapar sekarang," ucap Antoni yang menengok keatas menatap Kayla yang masih setia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena mendusel-dusel diperut istrinya itu.
" Kau ingin makan apa mas tengah malam begini,"
" Aku ingin makan dirimu," langsung membawa Kayla kekamar mereka.
Antoni selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan, selama ada peluang dia pasti akan berjuang.
***
__ADS_1
Sekertaris Kim baru selesai merapikan semua semua berkas yang ada dimeja kerjanya ketika ponselnya berdering menandakan seseorang sedang menghubunginya.
" Halo," ucap sekertaris Kim.
" Baik saya akan segera kesana sekarang juga," langsung mengambil kunci mobilnya dan segera pergi ketempat tujuannya.
Sementara itu seorang gadis kini tengah asik mencari sesuatu dilantai sebuah gedung besar.
" Dimana aku menjatuhkannya sebenarnya," sudah ingin menangis karena merasa kehilangan benda paling berharga dalam hidupnya.
Sekertaris Kim yang baru saja keluar dari lift dibuat terkejut karena seorang gadis kini tengah menunduk dihadapannya seperti sedang sibuk mencari sesuatu.
" Nona apa aku bisa membantumu," ucap Sekertaris Kim ramah, karena merasa jika wanita itu membutuhkan bantuannya.
" Ahh iya aku sedang mencari cincin milik...ku," ucapannya seketika tercegat ketika mendapati sosok pria yang ada dihadapannya.
" Hai kita bertemu lagi, aku belum sempat meminta maaf kepadamu karena aku salah mengira orang. Aku fikir kau seseorang yang kukenal, tapi sepertinya aku salah yah maaf kalau begitu," ingin pergi dari sana.
" Apa kau mencari cincin ini," memberikan sebuah cincin yang terlihat biasa saja itu.
" Ahh benar, untung saja ketemu terimakasih yah. Cincin ini sangat berharga bagiku entah apa yang akan terjadi jika aku sampai kehilangan cincin ini," ucapnya lega.
" Seberapa penting cincin ini untukmu," tanya sekertaris Kim dengan nada datarnya.
" Ini sangat penting, karena bagiku ini adalah salah satu bukti cintanya, hanya ini yang bisa membuatku merasa tenang dan memberikan aku harapan jika suatu hari nanti dia akan kembali kepadaku," mulai meneteskan air matanya.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir dingin milik sekertaris Kim, hanya ada tatapan kosong ketika mendapati sosok gadis yang begitu dia rindukan itu kini tengah berada dihadapannya. Dia ingin sekali mendekap gadis itu kedalam pelukannya.
" Ahh maafkan aku tuan, sepertinya kau menganggapku berlebihan yah. Tapi jika boleh tau Dimana kau menemukan cincin milikku ini," segera menghapus air matanya yang keluar tanpa izin tersebut.
" Tadi itu tersangkut dibajuku," ucapnya sambil segera bergegas pergi tanpa mendengarkan perkataan selanjutnya dari gadis itu.
__ADS_1
" Tuan aku belum mengucapkan terimakasih," ucapannya tidak digubris sama sekali dengan sekertaris Kim yang terus berjalan dengan langkah tegasnya.